cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 13 (2016)" : 15 Documents clear
DETEKTOR KELEMBABAN GABAH BERDASARKAN PENGUKURAN KAPASITANSI Syafitri Wahyuni; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.388 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.912-918

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuat prototipe alat untuk mengukur tingkat kelembaban gabah padi yang dapat mengubah masukan berupa tingkat kelembaban menjadi keluaran berupa tegangan. Varietas gabah yang diuji adalah Anak Daro, BB 42, dan Sokan. Pengukuran tingkat kelembaban gabah padi terhadap tegangan keluaran osilator LC untuk tingkat kelembaban yang berkisar dari 13% sampai 26% telah dilakukan. Nilai tegangan keluaran osilator paling besar dimiliki oleh varietas Sokan sebesar 1887,8 mV dengan tingkat kelembaban 12,36% dan tegangan paling kecil diperoleh dari varietas BB 42 sebesar 1383,4 mV pada tingkat kelembaban 18,10%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kelembaban berbanding terbalik dengan tegangan keluaran osilator LC.
MODEL RESISTIVITAS LAPISAN BAWAH TANAH DI PERUMNAS GRIYABINA WIDYA UNRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIKKONFIGURASI ELEKTRODA SCHLUMBERGER Juandi M '; M. Edisar '; Serefina '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.115 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.859-864

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemodelan resistivitas lapisan bawah tanah di Perumnas Griya Bina Widya UNRI Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru menggunakan metode geolistrik konfigurasi elektroda Schlumberger. Data geolistrik diambil di tujuh blok A-G. Data geolistrik diolah menggunakan perangkat lunak Vertical Electrical Sounding (VES). Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai resistivitas lapisan-lapisan bawah tanah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat model lapisan dengan nilai resistivitas yang berbeda. Nilai resistivitas pada lapisan pertama berkisar antara 97,3 Ωm - 389,8 Ωm. Nilai resistivitas pada lapisan ke dua berkisar antara 72,0 Ωm - 1556,2 Ωm. Nilai resistivitas pada lapisan ke tiga berkisar antara 19,3 Ωm - 661,9 Ωm. Nilai resistivitas pada lapisan ke empat berkisar antara 98,0 Ωm - 605,2 Ωm. Nilai resistivitas terkecil terdapat pada blok G dengan nilai resistivitas sebesar 19,3 Ωm dengan ketebalan 2,5 m diinterpretasikan sebagai lapisan lempung, sedangkan nilai resistivitas terbesar terdapat pada blok B dengan nilai resistivitas sebesar 1556,2 Ωm dengan ketebalan 19,5 m diinterpretasikan sebagai lapisan kerikil kering.
PENENTUAN NILAI REGANGAN JEMBATAN SIAK I OLEH KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN FIBER BRAGG GRATING Tengku Emrinaldi; Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.333 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.919-926

Abstract

Peregangan karena getaran dan frekuensi alami Jembatan Siak I diinvestigasi dalam penelitian ini. Regangan dihitung dari laser yang diukur dengan powermeter. Frekuensi alami dihitung secara kalkulasi manual dengan analisa single-girder. Penelitian dilakukan di lima titik pada Jembatan Siak I. Kelima titik pengukuran adalah 10 m, 87,5 m, 175 m, 265 m, dan 287,5 m dari ujung jembatan di Kecamatan Senapelan. Kendaraan yang digunakan untuk menghasilkan getaran adalah Xenia dan pengukuran dilakukan pada dini hari. Peralatan yang digunakan adalah Laser dioda, Fiber Bragg Grating (λB = 1550 nm) dan powermeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima titik pengukuran hampir mengalami regangan dibawah 20 με.
FENOMENA ARUS EDDY PADA PLAT ALUMUNIUMMENGGUNAKAN SOLENOID BERBENTUK BALOK Zulkarnain '; Erwin '; Indah Cahyani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.4 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.901-906

Abstract

Penelitian untuk mengamati fenomena arus eddy pada plat alumunium dan koil berbentuk solenoid balok telah dilakukan. Fenomena arus Eddy diamati pada plat alumunium dengan ukuran 6 x 10 cm dan memiliki tangkai dengan panjang 20 cm. Sumber medan magnet dihasilkan oleh solenoid yang dihubungkan secara seri dan paralel. Solenoid dirancang berbentuk balok dengan ukuran 4x4x10 cm. Solenoid diberi inti dari bahan ferromagnetik yaitu besi (Fe). Plat alumunium yang digunakan dirancang dengan empat model yaitu satu celah, tiga celah, empat celah dan tanpa celah.. Kuat medan magnet diukur dengan menggunakan Probe Magnetic Pasco PS-2162 secara horizontal dan vertikal terhadap solenoid dengan memvariasikan jarak dan besarnya arus. Hasil penelitian menunjukkan medan magnet terbesar dihasilkan oleh kumparan menggunakan inti yang dihubungkan secara seri yaitu sebesar 40.1535 mT pada arus 7A. Arus Eddy yang timbul pada plat dipengaruhi oleh besarnya kuat medan magnet dan jumlah celah pada plat. Semakin besar kuat medan magnet yang digunakan maka jumlah ayunan dari plat semakin menurun. Selain itu, jumlah ayunan menurun dengan bertambahnya jumlah celah pada plat. Penurunan ini disebabkan oleh adanya pemutusan dari arus Eddy yang terbentuk pada plat oleh celah-celah yang terdapat pada plat tersebut, sebagai perbandingan pengaruh kuat medan magnet terhadap jumlah ayunan digunakan magnet Neodymium Iron Boron sebagai sumber medan magnet dan hasilnya menunjukkan bahwa jumlah ayunan pada plat menurun secara drastis.
PENGARUH DAYA IRADIASI GELOMBANG MIKRO TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF CANGKANG BUAH KETAPANG SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA Awitdrus '; Rakhmawati Farma; Karina Silviani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.037 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.890-895

Abstract

Telah berhasil dibuat karbon aktif dari cangkang Terminalia Catappa L melalui proes karbonisasi dan aktivasi kimia menggunakan KOH dengan bantuan daya iradiasi gelmbang mikro. Proses pengaktifan menggunakan berbagai daya iradiasi, yaitu 540 watt, 630 watt dan 720 Watt selama 20 menit. Sifat-sifat fisika karbon aktif dikarakterisasi dengan menggunakan mikroskop pindaian elektron, difraksi sinar-X dan daya serap metilen biru. Daya iradiasi gelombang mikro 630 Watt menghasilkan daya serap metilen biru tertinggi yaitu 79,2688 mg/g. Analisis struktur mikro karbon aktif menunjukkan bahwa tingi lapisan (Lc) berbanding terbalik dengan lebar lapisan (La) dan jarak antara lapisan d002 dan d100 tidak bergantung secara signifikan terhadap daya iradiasi gelombang mikro.

Page 2 of 2 | Total Record : 15