cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melipat Kertas Di Kelompok A Tk Harapan Bangsa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru Sumiarti, Evi
Bungamputi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   The aim of this research is to improve the study process to affect at the result of learning. The background of problem is caused by less maximal study, so that the ability of child motorik is less expanding. The method used is research of class action becoming its subject is group child of A Harapan Bangsa Kindergarten Jono Oge District of Sigi Biromaru amounting to 20 children. Consist of 9 daughters and 11 boys. Collected data using the observation sheet and also giving of duty and documentation, after that it’s analyzed with descriptively qualitative technically percentage to take conclusion. Result of this research can be concluded that skill fold paper can improve growth of child motorik in group of Harapan Bangsa Kindergarten Jono Oge District of Sigi Biromaru proven there is make-up growth of smooth motorik of child at first cycle category very good and good 41,25% and the second cycle mountong to become 81,25% of mount 40%, although there are children still not yet succeeded 18,75%.   Kata Kunci : Kemampuan Motorik Halus dan Kegiatan Melipat Kertas
Peranan Kegiatan Menggambar dalam Meningkatkan Motorik Halus pada Anak di Kelompok B TK Bungamputi DWP Untad Palu Anggriyani, Arni
Bungamputi Vol 2, No 9 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengembangan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata, serta tangan yang berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari-jari tangan. Salah satu kegiatan yang meningkatkan motorik halus pada anak yaitu kegiatan menggambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan motorik halus pada anak di TK Bungamputi, untuk mengetahui penerapan kegiatan menggambar di TK Bungamputi, dan untuk mengetahui adakah peranan kegiatan menggambar dalam meningkatkan motorik halus anak di kelompok B TK Bungamputi DWP UNTAD Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui lembar pengamatan, pemberian tugas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada tiga aspek dalam mengembangkan motorik halus anak yakni kelenturan, gerakan mengoles warna, dan menggambar sesuai bentuk. Dilihat dari hasil pengamatan pada aspek kelenturan terjadi peningkatan yaitu 45,55% anak kategori BSB, 28,89% anak kategori BSH, 13,33% anak kategori MB, dan 12,22% anak yang termasuk kategori BB. Gerakan mengoles warna terjadi peningkatan yaitu terdapat 25,55% anak kategori BSB, 15,55% anak kategori BSH, 42,23% anak kategori MB, dan 16,66% anak yang termasuk kategori BB. Menggambar sesuai bentuk terjadi peningkatan yaitu terdapat 28,88% anak kategori BSB, 28,89% anak kategori BSH, 26,66% anak kategori MB, dan 15,56% anak yang termasuk kategori BB. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan menggambar dapat meningkatkan motorik halus anak di kelompok B TK Bungamputi DWP UNTAD Palu. Kata Kunci: Kegiatan Menggambar, Motorik Halus
Meningkatkan Kemampuan Anak Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Di Kelompok B TK Teratai Sunju Ramlah, Ramlah
Bungamputi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara anak kelompok B TK Teratai Sunju. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak berbicara melalui metode bermain peran di Kelompok B TK Teratai Sunju. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 14 anak terdiri dari 7 laki-laki dan 7 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 54% meningkat pada siklus II menjadi 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak.   Kata Kunci: Berbicara; Metode Bermain Peran  
Upaya Mengembangkan Perilaku Sopan Melalui Pembiasaan pada Anak Kelompok B1 di TK Alkhairaat Tondo Hasnah, Hasnah
Bungamputi Vol 2, No 9 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasalah pada penelitian ini adalah : apakah dengan menggunakan penerapan pembiasaan dapat mengembangkan perilaku sopan anak didik pada anak kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan menggunakan penerapan pembiasaan dapat mengembangkan perilaku sopan anak didik pada anak kelompok B1 di TK Alkhairaat Tondo yang berjumlah 20 orang anak didik. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi terhadap anak didik dan dokumentasi terhadap anak didik atas penerapan pembiasaan yang dilakukan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan perilaku sopan pada kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo mengalami peningkatan. Pada aspek mengucapkan salam sebelum masuk kelas yang mendapat nilai sangat baik pra penelitian 15%, siklus I 35%, siklus II 75%, nilai cukup pra penelitian 25%, siklus I 15%, siklus II 5%, nilai kurang pra penelitian 40%, siklus I 25%, siklus II 5%. Aspek mau diajak bekerjasama dan peduli sama orang lain nilai sangat baik pra penelitian 10%, siklus I 25%, siklus II 75%, nilai cukup pra penelitian 20%, siklus I 15%, siklus II 10%, nilai kurang pra penelitian 50%, siklus I 35%, siklus II 10%. Pada aspek bersikap sopan, ramah dan saling menghormati pada orang lain yang mendapat nilai sangat baik pra penelitian 20%, siklus I 30%, siklus II 80%, nilai cukup pra penelitian 20%, siklus I 15%, siklus II 10%, nilai kurang pra penelitian 35%, siklus I 40%, siklus II tidak ada. Pada aspek sabar menunggu giliran yang mendapat nilai sangat baik pra penelitian 20%, siklus I 35%, siklus II 85%, nilai cukup pra penelitian 25%, siklus I 15%, siklus II 5%, nilai kurang pra penelitian 45%, siklus I 25%, siklus II tidak ada.Kata Kunci : Perilaku Sopan, Pembiasaan
Meningkatkan Pemahaman Anak Mengenal Macam-Macam Makanan Bergizi Melalui Media Gambar pada Kelompok B2 TK Bunda Hati Kudus Palu Marianty, Marianty
Bungamputi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan anak kelompok B2 TK Bunda Hati Kudus Palu dalam mengenal macam-macam makanan bergizi? Tujuan penelitian adalah meningkatkan kemampuan anak mengenal macam-macam makanan bergizi melalui media gambar di kelompok B TK Bunda Hati Kudus Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak kelompok B2 TK Bunda Hati Kudus Palu berjumlah 20 anak terdiri dari 9 laki-laki dan 11 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 25% meningkat pada siklus II menjadi 76%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak mengenal macam-macam makanan bergizi dapat ditingkatkan melalui media gambar di kelompok B2 TK Bunda Hati Kudus Palu. Kata Kunci: Makanan Bergizi, Media Gambar
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas pada Kelompok B di TK Al-Khairaat Lolu Labonati, Rosyida
Bungamputi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini yaitu kurangnya kemampuan motorik halus anak di kelompok B TK Al-Khairaat Lolu. Penelitian dilaksanakan  di TK Al-Khairaat Lolu, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengukur kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas pada kelompok B di TK Al-Khairaat Lolu. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategoti SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian kemampuan anak yang mengikat tali sepatu kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan kemampuan anak dalam memasang kancing baju kemeja dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), kemampuan dalam memasang kancing baju kemeja kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Kemampuan Motorik Halus, Metode Pemberian Tugas
Peranan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Di Kelompok B PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Susanti, Ni Made
Bungamputi Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah apakah ada peranan  metode demonstrasi dalam meningkatkan kreativitas anak di Kelompok B PAUD Darma Santi, Desa Tolai Barat, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Sehubungan dengan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untukmengetahuiapakah ada peranan metode demonstrasi dalam meningkatkan kreativitas anak.Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong yang berjumlah 25anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwaada peranan metode demonstrasi dalam meningkatkan kreativitas anak di kelompok B  PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, dimana berupa penggunaan metode demonstrasi, terjadi peningkatan terhadap kreativitas, yaitu ada 83% anak yang memiliki kreativitas Baik, 14% anak mempunyai kreativitas Cukup, dan ada 3% anak yang memiliki kreativitas Kurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kreativitas anak meningkat setelah penggunaan metode demonstrasi sebagai metode pembelajaran dengan cara memperlihatkan dan memberikan contoh secara langsung dengan memperagakan kepada anak mengenai kegiatan-kegiatan, terkait pengembangan kreativitas anak. Oleh karena itu, sesungguhnya adaperananpenggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan kreativitas anak   Kata kunci: Metode Demonstrasi, Kreativitas Anak
Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Warna Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Di Kelompok A TK Pertiwi Donggala Pettalolo, Nirda
Bungamputi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang dalam penelitian ini adalah kemampuan anak mengenal warna yang kurang maksimal? Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perbaikan proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal warna dengan menggunakan alat permainan edukatif. Rancangan penelitian mengacu pada alur PTK dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara bersiklus. Subyek penelitian ini yaitu anak kelompok A yang berjumlah 15 anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan teknik persentase. Dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal warna terbukti terjadi peningkatan  dari siklus I ke siklus II dari 31,33% menjadi 73,33%, walaupun masih terdapat anak yang belum meningkat kemampuannya dalam mengenal warna hanya 6,67% saja. Kata Kunci: Mengenal Warna, Alat Permainan Edukatif
Meningkatkan Pengembangan Moral Anak Melalui Metode Bercerita Pada Kelompok B TK GPID 2 Palu Selatan Jacoba, Jacoba
Bungamputi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah pengembangan moral  anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita di kelompok B TK GPID 2 Palu Selatan? Kemudian tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengembangan moral  anak melalui metode bercerita di kelompok B TK GPID 2 Palu Selatan. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan  di TK  GPID 2 Palu Selatan, sebanyak 17 orang anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskritif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan untuk pengembangan moral yang diukur pada anak yang mengcupakan salam dengan teman kategoti SB 6,25%, B 12,5%, C 31,25%, dan K 50%, kemudian anak yang memperhatikan guru berbicara kategori SB 6,25%, B 12,5%, C 25%, K 56,25%, dan anak yang patuh pada guru dengan kategori SB 12,5%, B 18,75%, C 18,75%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan pengembangan moral anak, terbukti ada peningkatan moral anak dari siklus I ke siklus II yang diukur pada anak yang mengucapkan salam kategori sangat baik dan baik dari 31,25% menjadi 81,25% (50%), kemudian anak yang memperhatikan guru berbicara kategori sangat baik dan baik dari 56,25% menjadi 81,25% (25%), dan yang terakhir anak yang patuh pada guru  kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 68,75% (18,75%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua aspek yang diukur. Jika dirata-ratakan peningkatan dari siklus I ke siklus II berkisar 31,25%, walaupun masih ada anak yang belum berhasil tetapi tidak perlu lagi di adakan siklus berikutnya karena sudah menunjukan keberhasilan pada siklus II secara maksimal.   Kata Kunci :  Peningkatan Moral Anak, Metode Bercerita  
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Dalam Membilang Melalui Permainan Bola-Bola Angka Di Kelompok B TK Ummahat DDI Febrina, Febrina
Bungamputi Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan kognitif anak dalam membilang dapat ditingkatkan melalui permainan bola-bola angka di Kelompok B TK Ummahat DDI? Penelitian dilaksanakan  di TK Ummahat DDI, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, pemberian tugas, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pada anakyang dapat menyebutkan urutan bilangan dengan kategori BSB 5%, BSH 10%, MB 40%, dan BB 45%, kemudian anak yang dapat menuliskan bilangan dengan kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 35%, BB 40%, dan anak anak yang dapat memasangkan angka pada bola-bola angka dengan kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 30%, BB 60%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui permainan bola-bola angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam membilang, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II dalam menyebutkan urutan bilangan kategori Berkembang Sangat Baikdan Berkembang Sesuai Harapandari 55% menjadi 80% (25%), anak yang dapat menuliskan bilangan kategori Berkembang Sangat Baikdan Berkembang Sesuai Harapandari 60% menjadi 85% (25%), anak yang dapat memasangkan angka pada bola-bola angka kategori Berkembang Sangat Baikdan Berkembang Sesuai Harapandari 60% menjadi 80% (20%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 23,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kemampuan kognitifnya dalam membilang tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori Belum Berkembang.   Kata Kunci :  Kemampuan Kognitif, Permainan Bola- Bola Angka