cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Peranan Media Audio Visual Terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini Di Kelompok B TK Melati Tondo Kecamatan Mantikulore Fitriana, Fitriana
Bungamputi Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah apakah media audio visual dapat berperan terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris di Kelompok B TK Melati Tondo Kecematan Mantikulore, Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya peranan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Inggris anak usia dini di Kelompok B TK Melati Tondo Kecematan Mantikulere. Observasi dilakukan selama 1 (satu) bulan sebanyak 4 (empat) kali pertemuan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK Melati Tondo Kelompok B1 berjumlah 18 orang dan Kelompok B2 berjumlah 18 orang, sehingga total populasi 36 anak. Metode  penarikan sampel adalah Random sampling yaitu 18 orang anak. Data dikumpulkan melalui observasi, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan perhitungan skala Likert (skala sikap) agar dapat mengetahui gambaran dari pelaksanaan penelitian ini yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Dari hasil akhir penelitian ini didapatkan pada aspek tingkat respon anak dengan nilai rata-rata 90%, aspek tingkat perhatian anak dengan nilai rata-rata 92%, aspek kemampuan mengucapkan/pronounciation dalam Bahasa Inggris dengan nilai rata-rata 94%, aspek kemampuan membentuk kata/Vokabulary dengan nilai rata-rata 89%. Dengan perolehan nilai tersebut, menggambarkan media audio visual memiliki peran sebagai media yang mampu mengarahkan perhatian anak untuk berkonsentrasi sehingga mendorong kemudahan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.   Kata Kunci : Media Audio Visual, Pembelajaran Bahasa Inggris
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Pendekatan Paikem Pada Kelompok B Di TK Ummahat DDI Ening, Ening
Bungamputi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui pendekatan PAIKEM pada kelompok B di TK Ummahat DDI. Penelitian dilaksanakan  di TK Ummahat DDI, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengukur kemampuan motorik halus anak melalui pendekatan PAIKEM  pada kelompok B di TK Ummahat DDI. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam mengikat tali sepatu kategoti SB 10%, B 0%, C 50%, dan K 40%, kemudian kemampuan anak yang mampu menggunting kategori SB 0%, B 15%, C 45%, K 40%, dan kemampuan anak dalam meronce dengan kategori SB 0%, B 20%, C 40%, K 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan PAIKEM dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam menggunting kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 100% (50%), kemampuan dalam meronce kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 100% (50%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 43,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Kemampuan Motorik Halus, Pendekatan Paikem
Peningkatan Kreativitas Mewarnai Gambar Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B1 TK Negeri Pembina Palu Utara Asnidar, Asnidar
Bungamputi Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas mewarnai gambar pada di kelompok B1 TK Negeri Pembina Palu Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas mewarnai gambar melalui penggunaan metode pemberian tugas di kelompok B1 TK Negeri Pembina Palu Utara. Desain penelitian mengikuti model alur Kemmis dan Mc.Taggart yang dilakukan secara bersiklus, setiap siklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setting penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Palu Utara. Subyek penelitian adalah anak kelompok B1 15 orang anak, terdiri dari 7 orang anak perempuan dan 8 orang anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan pada kemampuan mewarnai gambar bunga, mewarnai gambar buah-buahan dan mewarnai gambar sayuran terjadi peningkatan persentase ketuntasan dari 33% menjadi 79% atau rata-rata peningkatan sebesar 46%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kreativitas anak mewarnai gambar dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas di kelompok B1 TK Negeri Pembina Palu Utara.   Kata Kunci: Kreativitas Mewarnai Gambar; Metode Pemberian Tugas
Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok Di Kelompok B TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura Parinawa, Nirma
Bungamputi Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan interaksi sosial anak dapat ditingkatkan melalui kerja kelompok pada kelompok B di TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura. Penelitian dilaksanakan  di TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengatahui kemampuan interaksi anak melalui metode kerja kelompok  pada kelompok B di TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam bergaul dengan teman kategoti SB 10%, B 25%, C 30%, dan K 35%, kemudian kemampuan anak yang dapat membantu teman kategori SB 5%, B 25%, C 30%, K 40%, dan kemampuan anak dalam menghargai teman dengan kategori SB 10%, B 30%, C 20%, K 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui kerja kelompok dapat meningkatkan kemampuan interaksi anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam bergaul dengan teman kategori sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), kemampuan dalam membantu teman kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (25%), kemampuan dalam menghargai teman kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (20%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 23,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya  tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci : Kemampuan Interaksi Sosial, Metode Kerja Kelompok
Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Di Kelompok B TK PGRI Taripa Herawati, Dian
Bungamputi Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Terdiri beberapa aspekperlakuan dan pengamatan utama yaitu peningkatan kraetivitas anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kreativitas anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan menggambar di kelompok B TK PGRI Taripa? Dan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kraetivitas anak melalui kegiatan menggambar.Penelitian dilaksanakan di TK PGRI Taripa, melibatkan 15orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, wawancara, dan pemberian tugas kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pengamatan kreativitas anak dalam menggambar di kelas kategori Berkembang Berkembang sangat baik6,66%, Berkembang Sesuai Harapan 13,33%, Mulai Berkembang 26,66%, dan Belum Berkembang 53,33%, kemudian kreativitas anak mewarnai gambar dengan kategori Berkembang Berkembang sangat baik 0%, Berkembang Sesuai Harapan 13,33%, Mulai Berkembang 20%, Belum Berkembang 66,66%, dan pengamatan anak memberi judul gambar dengan kategori Berkembang Berkembang sangat baik6,66%, Berkembang Sesuai Harapan 6,66%, Mulai Berkembang 13,33%, Belum Berkembang 73,33%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan menggambar dapat meningkatkan kraetivitas anak, terbukti ada peningkatan kraetivitas dari siklus I ke siklus II yang diamati dalam menggambar kategori berkembang sangat baik dan baik dari 53,33% menjadi 79,99% (26,66%), kraetivitas dalam mewarnai gambar kategori berkembang sangat baik dan baik dari 46,66% menjadi 80% (33,34%), kemudian yang terakhir pengamatan anak dalam memberi judul gambar kategori berkembang sangat baik dan baik dari 53,33% menjadi 86,66% (33,33%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua kemampuan yang diukur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan kegiatan menggambardapat meningkatkan kreativitas anak di TK PGRI Taripa. Kata Kunci : Kreativitas,Kegiatan Menggambar
Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Motivasi Belajar Anak Di Kelompok BI RA DEPAG I Palu Barat Fitriski, Miska
Bungamputi Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat motivasi belajar anak sebelum dan sesudah dilakukan Pemberian penguatan dan apakah ada pengaruh pemberian penguatan terhadap motivasi belajar anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi anak sebelum dan sesudah dilakukan pemberian penguatan dan untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap motivasi belajar anak di kelompok BI RA DEPAG I Palu Barat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak dikelompok BI RA DEPAG I Palu Barat.Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, data di analisis dengan menggunakan rumus persentasi. Hasil penelitian sebelum pemberian penguatan persaingan kategori ST 1 anak (4%), kategori T 1 anak (4%), sedangkan kategori S 12 anak (48%)dan kategori R 11 anak (44%), dari semangat kategori ST 1 anak (4%), kategori T 2 anak(8%), sedangkan kategori S 11 anak (44%)dan kategori R 11 anak (44%), aspek ingin tahu kategori ST 1 anak (4%), kategori T 1 anak(4%), sedangkan kategori S 10 anak (40%)dan kategori R 13 anak (52%), dari kecepatan kategori ST 1 anak (4%), kategori T 2 anak(8%), sedangkan kategori S 11 anak (44%)dan kategori R 11 anak (44%), antusias kategori ST 1 anak (4%), kategori T 1 anak(4%), sedangkan kategori S 13 anak (52%)dan kategori R 10 anak (40%). Dan sesudah pemberian penguatan sangat meningkat persaingan kategori ST 10 anak (40%), kategori T 9 anak (36%), sedangkan kategori S 4 anak (16%)dan kategori R 2 anak (8%), dari semangat kategori ST 10 anak (40%), kategori T 9 anak (36%), sedangkan kategori S 4 anak (16%)dan untuk kategori R 2 anak (8%), ingin tahu kategori ST 9 anak (36%), kategori T 9 anak (36%), sedangkan kategori S 3 anak (12%)dan kategori R 4 anak (16%), dari kecepatan kategori ST 10 anak (40%), kategori T 10 anak (40%), sedangkan kategori S 3 anak (12%)dan untuk kategori R 2 anak (8%), dari antusias kategori ST 9 anak (36%), kategori T 10 anak (40%), sedangkan kategori S 3 anak (12%)dan kategori R 3 anak (12%). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar anak dikelompok BI RA Depag I Palu Barat. Dan penelitian ini juga tidak terlepas dari kendala seperti tidak semua guru terampil dalam memberikan penguatan dan kurang diterapkannya pemberian penguatan pada anak. Kata Kunci:Pemberian Penguatan, Motivasi Belajar
Peranan Metode Pemberian Tugas dalam Meningkatkan Kreativitas Anak di TK PKK Oti Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala Zulfa, Zulfa
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode pemberian tugas di kelompok B TK PKK Oti, apa saja hambatan dalam meningkatkan kreativitas anak dan apakah ada peranan metode pemberian tugas menggambar bebas dalam meningkatkan kreativitas anak. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pemberian tugas menggambar bebas di kelompok B TK PKK Oti, apa saja hambatan yang dihadapai oleh guru dalam meningkatkan kreativitas anak dan untuk mengetahui apakah ada peranan penggunaan metode pemberian tugas menggambar bebas terhadap kreativitas di kelompok B TK PKK Oti Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah anak dikelompok B TK PKK Oti berjumlah 16 anak terdiri 9 perempuan dan 7 laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan pemberian tugas.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peranan penggunaan metode pemberian tugas menggambar bebas terhadap kreativitas anak di kelompok B TK PKK Oti Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Hal ini dapat dilihat saat pengamatan berlangsung dengan menggunakan metode pemberian tugas menggambar bebas, didapatkan 75% anak kategori baik, ada 18,75% anak kategori cukup, dan ada 6,25% anak kategori kurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kreativitas anak meningkat setelah penggunaan metode pemberian tugas menggambar bebas, hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh dari 3 aspek yang diamati yakni mengembangkan pola, menggabungkan warna dan menjawab pertanyaan. Kata Kunci : Metode Pemberian Tugas, Kreativitas
Meningkatkan Interaksi Sosial Melalui Metode Bermain Peran Di Kelompok B2 TK Madani Palu Rawania, Rawania
Bungamputi Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya guru yang menggunakan metode bermain peran, sehingga pembelajaran membosankan bagi anak. Disamping itu tidak banyak pengaruhnya bagi peningkatan interaksi sosial anak. Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu pada model John Elliot yang dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus melalui 4 tahap dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh anak kelompok B2 TK Negeri Model Terpadu Madani Palu yang berjumlah 20 orang, terdiri dari 9 laki-laki dan 11 perempuan. Jenis data adalah data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru dan anak. Adapun faktor yang diteliti meliputi: (1) input yaitu jumlah anak dan guru yang mengajar di TK Madani Palu; (2) Proses yaitu selama pembelajaran berlangsung; dan (3) Output yaitu peningkatan interaksi sosial melalui metode bermain peran.  Cara pengambilan data melalui (1) observasi dengan menggunakan lembar observasi; (2) Tanya jawab melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru saat mengajar; (3) Dokumentasi berupa foto-foto kegiatan saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak kelompok B2 dalam berinteraksi sosial melalui metode bermain peran mengalami peningkatan, yakni pada siklus I tingkat perkembangan kemampuan yang dicapai subyek penelitian terdapat 25 % yang memiliki kemampuan baik, 61,67 % yang memiliki kategori cukup dan 13,33 % yang memiliki kategori kurang. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak yaitu terdapat 51,67 % yang memiliki kategori baik, 40 % yang memiliki kategori cukup dan 8,33 % yang memiliki kategori kurang.   Kata Kunci : Interaksi Sosial, Metode Bermain Peran
Peranan Alat Permainan Edukatif dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak di Kelompok B TK PGRI Baiya Munawara, Noviatul
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah adakah peranan alat permainan edukatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK PGRI Baiya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan alat permainan edukatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK PGRI Baiya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B TK PGRI Baiya yang berjumlah 24 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase kemudian dinarasikan untuk mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif memiliki peranan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak, yaitu sebagai media pembelajaran yang dapat merangsang berkembangnya otak anak menjadi lebih kognitif. Hal itu terbukti dari semakin meningkatnya kemampuan kognitif anak yang masuk kategori berkembang sangat baik. Dalam kegiatan menyusun balok bentuk bangun sederhana terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak dari 8,33% menjadi 25%. Dalam kegiatan menyusun puzzel angka, meningkat dari 12,5% menjadi 29,17%. Dalam kegiatan mengelompokkan gambar binatang berkaki 2 dan berkaki 4, meningkat dari 20,83% menjadi 45,83%. Dan dalam kegiatan membandingkan jumlah bola yang lebih banyak dan lebih sedikit, kemampuan kognitif anak meningkat dari 16,67% menjadi 41,67%. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Kemampuan Kognitif
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B TK Aisyiyah Parigi Ulfa, Ulfa
Bungamputi Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas. Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok B di TK Aisyiyah Parigi. Penelitian dilaksanakan di TK Aisyiyah Parigi, melibatkan 15 orang anak terdiri atas 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengatahui kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas  pada kelompok B di Aisyiyah Parigi. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategoti BSB 6,67%, BSH 13,33%, MB 20%, dan BB 60%, kemudian kemampuan anak yang mengikat tali sepatu kategori BSB 6,67%, BSH 13,33%, MB 26,67%, BB 53,33%, dan kemampuan anak memakai baju kemeja dengan kategori BSB 6,67%, BSH 20%, MB 33,33%, BB 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam menysusn balok menjadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 40% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 40% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam memakai baju kemeja kategori sangat baik dan baik dari 46,67% menjadi 86,67% (40%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat motorik halusnya  tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci :  Kemampuan Motorik  Halus,  Metode Pemberian Tugas