cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2014)" : 16 Documents clear
PENGARUH SISTEM NAUNGAN TERHADAP SERANGAN PBK,Conophomorpha cramerella (Gracillariidae : Lepidoptera) DAN PRODUKSI KAKAO PADA LAHAN PERKEBUNANKAKAO DI DESA RAHMAT KECAMATAN PALOLO Agung, Azwar; S., Shahabuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem naungan pertanaman kakao terhadap serangan PBK Conophomorpha cramerella (Grillicidae :Lepidoptera) dan produksi kakao. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao rakyat yang terletak pada pinggiran hutan di Desa Rahmat Kecamatan Palolo, Provinsi Sulawesi Tengah, dari bulan Desember 2012 sampai Maret 2013. Penelitian metode survey dengan membandingkan antara sistem naungan polikultur dan sistem naungan monokultur terhadap perkembangan larva penggerek buah kakao (C. cramerella) pada kebun kakao dan produksi dari masing-masing lahan.Terdapat 5 petak pengamatan pada lahan monokultur dan 5 petak pada lahan polikultur serta 16 pohon pada setiap petaknya. Variabel pengamatan terdiri atas jumlah lubang keluar larva, jumlah larva di dalam buah, jumlah biji rusak dan produksi dari kakao tiap lahan. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan tingkat serangan  larva C. cramerella pada sistem  tidak berbeda nyata dengan polikultur. Namun demikian rata-rata jumlah lubang keluar larva (1.81 per buah), dan jumlah larva (0.25 per buah) pada monokultur lebih kecil dibandingkan dengan jumlah lubang keluar larva (1.41 per buah) dan jumlah larva (0.24 per buah) pada naungan polikultur, Persentase biji kakao yang rusak akibat terserang C. cramerella pada naungan monokultur 31,40 % tidak berbeda nyata dengan penaung polikultur 22.07 %. Hasil pengamatan estimasi produksi kakao tidak berbeda nyata, pada pertanaman dengan penaung monokultur sebesar 0.95 ton/ha sedangkan pada pertanaman dengan penaung polikultur hanya sebesar 0.88 ton/ha.
UJI EFEKTIVITAS MIKROBA RUMPUN BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Indra, I Made; Sangadji, Muhd. Nur; Anton, Adrianton
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pupuk mikroba rumpun bambu pada berbagai dosis terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  6 taraf perlakuan yaitu 0 g/polybag (tanpa pemberian pupuk), 25 g/polybag, 50 g/polybag, 75 g/polybag,100 g/polybag, dan 125 g/polybag.  Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan, masing-masing perlakuan terdiri atas 3 unit tanaman, sehingga semuanya 54 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (Uji-F), apabila hasil analisis ragam menunjukan perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai dosis pupuk mikroba berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh komponen pertumbuhan dan hasil bawang merah Dosis 75 g/polybag pupuk mikroba rumpun bambu memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik terhadap tinggi tanaman (42,37 cm), jumlah daun (22 helai), jumlah umbi (8,67 umbi), diameter umbi (2,50 cm), berat umbi (66,40 g), kadar air (86,07%), dan koloni bakteri (28,33 cfu/ mol g) pada bawang merah.
FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU A., Arham; Samudin, Sakka; Madauna, Ichwan
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Lembah Palu merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng yang memiliki keunikan umbinya yang bertekstur padat, cita rasa yang khas, renyah dan gurih sehingga disenangi oleh masyarakat. Salah satu masalahnya adalah produktivitasnya masih rendah ditingkat petani disebabkan oleh penerapan paket teknologi budidaya yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk organik cair dan berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah Palu.Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kaca (Green house) bertempat BPTP (Balai pengkajian Teknologi Pertanian) Kebun Percobaan Sidondo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah dari bulan Maret - Juli 2013 bentuk percobaan menggunakan polybag. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu frekuensi Pupuk organik cair (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu :B0 (Tanpa pemberian pupuk organik cair); B1(Dua kali frekuensi pemberian Pupuk organik cair14 dan 28 HST); dan B2 (Tiga kali pemberian frekuensipupuk organik cair 0,14 dan 28 HST). Faktor kedua yaitu berbagai jenis mulsa (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: M1 (Jerami Padi); M2(Plastik Hitam Perak); dan M3 (Sabut Kelapa). Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dan di ulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan frekuensi Pupuk organik cair memberikan pengaruh komponen tinggi tanaman, luas daun, bobot segar tanaman, jumlah umbi per rumpun dan bobot umbi segar.Frekuensi Pupuk organik cair tiga kali (B2) memberikan hasil lebih baik dibandingkan frekuensi Pupuk organik cair dua kali (B1) dan tanpa Pupuk organik cair (B0). Sedangkan berbagai jenis mulsa memberikan pengaruh komponen tinggi tanaman, luas daundan bobot segar tanaman.Mulsa jerami padi (M1) memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan mulsa plastik hitam perak (M2) dan mulsa sabut kelapa (M3). Interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap komponen luas daun dan bobot segar tanaman.
KONSENTRASI MERKURI (Hg) DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI TITONIA (Titonia diversifolia) PADA LIMBAH TAILING TAMBANG EMAS POBOYA, KOTA PALU Lembah, Venny Astuti A.; Darman, Saiful; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat merupakan istilah yang digunakan untuk unsur-unsur transisi yang mempunyai massa jenis atom lebih besar dari 5 gcm3. Merkuri (Hg), timbal (Pb), tembaga (Cu), kadmium (Cd) dan stronsium (Sr) adalah contoh logam berat yang berupa kontaminan yang berasal dari luar tanah dan sangat diperhatikan karena berhubungan erat dengan kesehatan manusia, pertanian dan ekotoksikologinya. Lingkungan yang terkontaminasi oleh merkuri (Hg) dapat membahayakan kehidupan manusia karena adanya rantai makanan. Suatu studi yang bertujuan untuk memperoleh dosis maksimum dari pemberian bokashi Titonia (Titonia diversifolia) terhadap konsentrasi merkuri (Hg) dalam tanah dan dalam jaringan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada limbah tailing tambang emas Poboya, Kota Palu. Telah dilaksanakan di rumah kaca Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Tujuh perlakuan terdiri atas kontrol (0 tha-1), 10 t ha-1, 20 t ha-1, 30  t ha-1,  40 t ha1, 50 t ha-1dan 60 t ha-1, disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil-hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian bokashi Titonia diversifolia sangat berpengaruh nyata terhadap penurunan Hg tanah dan Hg jaringan tanaman, meningkatkan bobot kering tanaman, pH, KTK dan C -Organik yang ditumbuhkan selama masa vegetative maksimum.  
PENGARUH BOKASHI GAMAL DAN KACANG TANAH TERHADAP SERAPAN NITROGEN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccarata) PADA ENTISOL SIDERA Damayanti, Hasrifinah; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi gamal dan kacang tanah terhadap serapan nitrogen tanaman jagung manis pada Entisol Sidera.  Penelitian ini menggunakan  rancangan acak kelompok dengan 5 taraf perlakuan yaitu K0= Kontrol , K15= 15 t ha-1 bokashi kacang tanah, K30= 30 t ha-1 bokashi kacang tanah, G15= 15 t ha-1 bokashi gamal, G30= 30 t ha-1 bokashi gamal.  Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit percobaan.  penelitian ini menggunakan tanaman jagung manis sebagai tanaman indikator, variable amatan antara lain : pH, bobot kering tanaman, C-organik tanah, kandungan N-total,konsentrasi N jaringan dan serapan nitrogen.  Analisis data menggunakan uji ANOVA jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji lanjut dengan dengan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh bokashi gamal dan kacang tanah terhadap serapan nitrogen tanaman jagung manis.
PENGARUH PUPUK ORGANIK MIKROBA RUMPUN BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) Ferawati, Chotimah Fajar; Barus, Henry N.; Tjoa, Aiyen
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk organik mikroba rumpun bambu terhadap pertumbuhan tanaman cabai kriting(Capsicum annuum). Penelitian dilaksanakan disekitar area kampusUntad, Palu. Sulawesi Tengah dan dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, dari bulan April - Juli 2013, Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dengan dosis pemberian pupuk organik mikroba rumpun bambu yang berbeda  kedalam 5 kg  tanah per poliybag yaitu:0 g  (Kontrol),25 g,  50 g, 75 g, 100 g dan 125 g.  Berdasarkan jumlah perlakuan yang dicobakan diatas maka terdapat 6 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk organic mikroba rumpun bamboo dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Pada setiap perlakuan yang diberikan ternyata dosis  75 g  menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat segar dan berat kering tajuk lebih baik dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lain.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA KURSI ROTAN PADA UKM MEUBEL SUMBER ROTAN TOHITI DI KOTA PALU H., Hendra; Antara, Made; Lamusa, Arifuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Sumber Rotan Tohiti merupakan salah satu UKM Meubel Rotan di Kota Palu yang masih tergolong dalam industri rumah tangga.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan usaha Kursi RotanPada UKM Meubel Sumber Rotan Tohiti di Kota Palu,.Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota PaluJln.Tanjung Manimbaya Pada UKM Meubel Sumber Rotan Tohiti, dari bulan Maret sampai April 2013.Penentuan responden menggunakan metode Purpossive.Data yang digunakan berupa data primer dan  datasekunder. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Kelayakan Usaha.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh usaha Kursi RotanPada UKM Meubel Sumber Rotan Tohiti sebesar Rp. 13.727.096 perbulan.Hal ini berarti cukup baik untuk diusahakan, karena memberikan pendapatan yang cukup besar kepada UKM Meubel Sumber Rotan Tohiti.menunjukkan bahwaa> 1, maka UKM Meubel Sumber Rotan Tohiti diloksi penelitian layak di usahakan.  Artinya bahwa setiap Rp 1.000 biaya yang dikeluarkan oleh UKM Meubel Sumber Rotan Tohiti akan mendatangkan penerimaan sebesar Rp 1.580.
ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHATANI SEMANGKA DI DESA MARANATHA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Noer, Lisda; Rauf, Rustam Abd.
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diterima oleh petani semangka, untuk mengetahui saluran pemasaran, margin, serta efisiensi pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2013, bertempat di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penentuan responden dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah sampel 30 petani dari 73 petani  mengusahakan komoditi semangka. Pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara metode penjajakan (Tracing Sampling) sehingga diperoleh sebanyak 2 orang pedagang pengumpul dan 4 orang pedagang pengecer. Metode analisis digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan semangka di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi dalam satu kali musim tanam sebesar Rp 10.041.603,33/0,79 ha atau    Rp 12.710.890,29/ha. Hasil analisis pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran Semangka di Desa Maranatha melalui satu saluran pemasaran, yaitu : Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir. Hasil analisis margin pemasaran Semangka pada saluran pemasarannya yaitu Mt = Rp 2.250/Kg. Efisiensi pemasarannya di tingkat petani → pedagang pengumpul sebesar 60 % dan di tingkat pedagang pengecer → konsumen sebesar 66,67 %.
RENTABILITAS USAHA KERAJINAN KAYU HITAM PADA INDUSTRI “KRISNA KARYA” DI KECAMATAN PALU TIMUR KOTA PALU SULAWESI TENGAH Amelia, Nur Ika; Antara, Made; K., Yulianti
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai rentabilitas usaha yang diperoleh industri kerajinan kayu hitam “Krisna Karya” di Kota Palu.Penelitian ini dilaksanakan pada industri kerajinan kayu hitam “Krisna Karya” di Kota Palu. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purpossive). Responden merupakan pimpinan industri kerajinan kayu hitam “Krisna Karya”. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Rentabilitas Usaha. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata rentabilitas ekonomi pada usaha kerajinan kayu hitam industri “Krisna karya” yaitu sebesar 35,85% lebih besar dari pada nilai tingkat bunga pinjaman yaitu sebesar 6%, artinya usaha kerajinan kayu hitam krisna karya dalam posisi yang menguntungkan atau dalam keadaan  ekonomi yang baik.Nilai rata-rata rentabilitas modal sendiri pada usaha kerajinan kayu hitam industri “Krisna Karya” yaitu sebesar 33,96% lebih kecil daripada nilai rentabilitas ekonominya yaitu sebesar 35,85%, artinya usaha kerajinan kayu hitam industri “Krisna Karya” perlu atau masih dapat menambah modal pinjaman guna lebih meningkatkan laba.
TITIK PULANG POKOK PRODUK OLAHAN COKELAT PADA INDUSTRI SA’ADAH AGENCY DI KOTA PALU M., Mansur
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total biaya yang dikeluarkan, besarnya penerimaan dan pendapatan serta besarnya titik pulang pokok produksi dan titik pulang pokok harga pada Industri Sa’adah Agency dalam usaha produk olahan cokelat di Kota Palu.Penelitian ini dilaksanakan pada Industri Sa’adah Agency di Kota Palu. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purpossive). Responden merupakan pimpinan Industri Sa’adah Agency dan tenaga kerja bagian produksi. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis total biaya, penerimaandanpendapatan serta titik pulang pokok produksi dan harga. Hasil penelitian menunjukkan, total biaya produksi untuk produk Cokelat Bar sebesar Rp 7.841.750, penerimaan sebesar Rp 10.500.000/bulan dengan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 2.658.250 / bulan, titik pulang pokok produksi sebanyak 222 kemasan dan titik pulang pokok harga sebesar Rp 5.227,83/kemasan. Total biaya produksi untuk produk Cokelat Praline sebesar Rp 4.856.750, penerimaan sebesar Rp 7.200.000/bulan dengan tingkat keuntungan sebesar Rp 2.343.250/bulan, titik pulang pokok produksi sebanyak 148,13 kemasan dan titik pulang pokok harga sebesar Rp 5.396,38 per kemasan. Total biaya produksi untuk produk Cokelat Candy sebesar Rp 1.890.875, penerimaan sebesar Rp 3.600.000/bulan, dengan tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.709.125/bulan, titik pulang pokok produksi sebanyak 143 kemasan dan titik pulang pokok harga sebesar Rp 1.572,72/kemasan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16