cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 5 (2014)" : 16 Documents clear
KINERJA KEUANGAN INDUSTRI MEUBEL ROTAN TORA-TORA DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH Aldjufrie, Manal; Lamusa, Arifuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil rotan, oleh karena itu industri meubel rotan sangat prospektif untuk dikembangkan di Kota Palu. Salah satu industi yang mengelolah rotan menjadi aneka kerajinan adalah industri meubel rotan Tora-Tora. Industi  ini memiliki produksi yang terbilang cukup tinggi. Namun, masih belum dapat menginformasikan dengan baik laporan keuangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi kinerja keuangan industri meubel rotan “Tora-Tora” di Kota Palu selama dua tahun terakhir dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa industri meubel rotan ini merupakan salah satu industri penghasil kerajinan rotan terbesar ke tiga. Responden pada penelitian ini adalah pimpinan dan karyawan Meubel Rotan Tora-Tora. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa pimpinan perusahaan dan karyawan dapat memberikan informasi tetang mengenai usahanya serta mengetahui kondisi keuangan dari usahanya. Pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan yaitu rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Hasil analisis rasio keuangan, tingkat likuiditas pada tahun 2011 sebesar 2,01 persen mengalami kenaikan Tahun 2012 menjadi 4,50 persen. Dilihat dari solvabilitas, tingkat solvabilitas pada Tahun 2011 sebesar 2,11 persen mengalami kenaikan pada Tahun 2012 menjadi 49,9 persen. Dilihat dari rentabilitas, tingkat rentabiltas pada tahun 2011 sebesar 0,085 persen mengalami kenaikan pada tahun 2012 menjadi 0,095 persen, nilai rentabilitas tergolong rendah hal ini dikarenakan meningkatnya biaya yang digunakan. Industri meubel rotan Tora-Tora memliki nilai rasio keuangan yang baik pada likuiditas dan solvabilitas akan tetapi memiliki nilai yang tergolong rendah pada rentabilitasnya.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI JAGUNG DI DESA BULUPOUNTU JAYA KECAMATAN SIGI BIROMARU Rauf, Rustam Abd.
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia karena merupakan bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Program swasembada jagung yang dicanangkan oleh pemerintah membutuhkan kerjasama yang baik dari petani maupun pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengaruh faktor-faktor produksi terhadap jumlah produksi jagung, serta untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi dalam usahatani jagung di Desa Bulupountu Jaya Kecamatan  Sigi Biromaru. Metode penentuan responden dilakukan dengan metode acak sederhana dengan teknik pengambilan sampel secara sampel acak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Cobb-Douglas dan Analisis Efisiensi Harga.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel luas lahan (X1), bibit (X2), pupuk (X3) dan tenaga kerja (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi jagung.Nilai efisiensi harga masing-masing input produksi dan nilai t hit> 1, ini menunjukkan bahwa efisiensi yang maksimal belum tercapai, sehingga penggunaan faktor produksi perlu ditambahkan agar mencapai kondisi yang efisien.
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH LOKAL TINOMBO DI DESA LOMBOK KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Andriyani, Wiwid
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh luas lahan, benih, dan tenaga kerja terhadap produksi bawang merah lokal Tinombo di Desa Lombok Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutongdan besar pendapatan usahatani bawang merah lokal Tinombo di Desa Lombok Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong.  Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang berusahatani bawang merah lokal Tinombo dengan menggunakan Metode Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling).  Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) faktor luas lahan (X1), benih (X2),dan tenaga kerja (X3) berpengaruh sangat nyata terhadap produksi usahatani Bawang Merah Lokal Tinombo, dengan nilai F-hitung > F-tabel (67,00>1,311 ) pada tingkat α 0,20 %.Hasil pengujian t-test menunjukan bahwa luas lahan berpengaruh  nyata dengan t-hitung > t-tabel (1,32>1,311), benih berpengaruh nyata dengan t-hitung > t-tabel (1,55>1,311), dan tenaga kerja berpengaruh nyata dengan t-hitung > t-tabel (1,63>1,311) masing-masing pada tingkat α 0,20%.Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani responden Bawang Merah Lokal Tinombo di Desa Lombok dalam satu musim tanam sebesar Rp 6.867.558,33 ha atau Rp 8.957.684,78 ha.
PENGEMBANGAN STRATEGI USAHA TAMBAK UDANG WINDU PADA KELOMPOK TANI POGOYUMAN DI DESA KANTANAN KECAMATAN BOKAT KABUPATEN BUOL Ismail, Sriyanti A.; Yantu, M.R.; Howara, Dafina
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha tambak udang windu pada kelompok tani pogoyuman di Desa Kantanan Kecamatan Bokat kabupaten Buol, menganalisis pengembangan strategi usaha tambak udang windu windu pada kelompok tani pogoyuman di Desa Kantanan Kecamatan Bokat Kabupaten Buol. Penelitian ini dilaksanakan pada usaha tambak udang windu pada kelompok tani pogoyuman di Desa Kantanan Kecamatan Bokat kabupaten Buol. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sensus terhadap seluruh petani usaha tambak udang windu sebanyak 24 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah penerimaan usaha tambak udang windu perluas lahan sebesar Rp 797.895.000 dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 229.523.434 dengan hasil pendapatan rata-rata yang diperoleh petambak udang windu di Desa Kantanan Kecamatan Bokat Kabupaten Buol adalah Rp 42.809.101, dan hasil penentuan sampel bobot dan rating ditentukan melalui metode obyektif (presepsi responden), hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa posisi strategi yang digunakan usaha tambak udang windu di Desa Kantanan Kecamatan Bokat Kabupaten Buol berada pada kuadran I (agresif). Posisi kuadran pertama ini menggambarkan situasi yang sangat menguntungkan bagi usaha tambak udang windu dalam pengembangan usaha. Usaha tambak udang windu memiliki kekuatan dan peluang yang sangat menguntungkan, sehingga usaha dapat menggunakan strategi SO.
KINERJA KEUANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KACANG GOYANG PRIMA JAYA DI KOTA PALU N., Nurjanah
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perusahaan menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan. Artinya. prestasi kerja perusahaan dalam suatu periode dapat dilihat dengan menggunakan analisis keuangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan  pada industri rumah tangga  Kacang Goyang “Prima Jaya.  Responden  dalam  penelitian ini adalah pimpinan industri rumah tangga kacang goyang “Prima Jaya”. Analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan yang terdiri atas Likiuditas, Solvabilitas dan Rentabilitas. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan,  kinerja keuangan Industri rumah tangga kacang goyang “Prima Jaya” tergolong sehat atau dapat dikatakan Industri yang cukup  baik dalam mengelola kinerja keuangannya. Ditinjau dari rasio likuiditas  antara lain current ratio Tahun 2011 sebesar 0% dan Tahun 2012  sebesar   24%,   quick  ratio Tahun  2011 sebesar 0% dan Tahun 2012  sebesar 20%,  cash ratio Tahun 2011 sebesar 0% dan Tahun 2012 sebesar 16%.  Rasio Solvabilitas antara lain total debt to total assets Tahun 2011 sebesar 20%,  Tahun  2012  sebesar   16%, ratio  debt  to  equity  ratio Tahun 2011 sebesar  15% ,  Tahun 2012 sebesar 12%.  Rasio  rentabilitas  antara lain return on investment Tahun 2011 sebesar 48%, Tahun 2012 sebesar 46% dan return on equity Tahun 2011 sebesar 15%, dan Tahun 2012 sebesar 14% .
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DISTILASI MINYAK DAUN CENGKEH DI DESA PALAU KECAMATAN BALAESANG TANJUNG KABUPATEN DONGGALA A., Awaluddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perumusan strategi apa yang tepat dan dapat digunakan untuk mengembangkan usaha destilasi minyak atsiri yang berbahan baku limbah daun cengkeh yang terletak di Desa Palau Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. Alat analisis yang digunakan untuk menentukan strategi dan kelayakan pengembangan usaha ini adalah menggunakan analisis SWOT  Strenghts (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) serta Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman). Tahapan dalam analisis SWOT adalah identifikasi faktor internal dan ekstermal perusahan, penentuan IFAS dan EFAS, diagram SWOT dan Diagram Matriks SWOT, dari hasil analisis tersebut ditemukan formulasi strategi pengembangan yang tepat yaitu strategi S-O Strenghts (kekuatan)-Opportunities (peluang) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang terdiri dari tiga strategi yaitu : Memaksimalkan penggunaan teknologi  untuk meningkatkan produksi agar supaya kebutuhan konsumen bisa terpenuhi, meningkatnya harga produk harus selalu diiringi dengan penngkatan kualitas produk yang dihasilkan dengan cara lebih selektif memilih bahan baku  dan menyeimbangkan harga produk dengan harga bahan baku agar masyarakat termotivasi untuk memungut daun cengkeh dan produksi dapat ditingkatkan agar kebutuhan konsumen dapat dipenuhi.

Page 2 of 2 | Total Record : 16