cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 5 (2013)" : 23 Documents clear
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN POLA JAJAR LEGOWO DI DESA LAANTULA JAYA KECAMATAN WITAPONDA KABUPATEN MOROWALI Suwardana, Putu Agus; Antara, Made; Alam, Max Nur
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani padi sawah dengan Pola Jajar Legowo di Desa Laantula Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yakni sebanyak 30 responden dari populasi yang berjumlah 87 KK yang menerapkan pola tanam jajar legowo. Hasil Analisis Fungsi Cobb-douglas menunjukan bahwa secara simultan (bersama-sama) faktor luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan pengalaman usahatani.  Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan Fhitung = 198,09 dengan nilai sig 0,000 < 0,005 (α = 5 %) menunjukkan menolak hipotesis nol, artinya variabel bebas luas lahan (X1), benih (X2), pupuk (X3), tenaga kerja (X4), dan pengalaman berusahatani (X5) secara simultan (bersama-sama) mempengaruhi produksi gabah kering panen di Desa Laantula Jaya Kecamatan Witaponda. Hasil analisis pendapatan menunjukan bahwa penerimaan yang diperoleh petani padi sawah di Desa Laantula Jaya adalah sebesar Rp. 17.706.084,68/ha, total biaya atau Rp. 8.939.083,95/ha sehingga diperoleh pendapatan petani responden sebesar  Rp. 8.767.000,73/ha dalam satu kali musim tanam.
ANALISIS PEMASARAN BERAS DI DESA SIDONDO I KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Hildayani, Ratih; Rauf, Rustam Abd.; H., Sulaeman
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran beras, besarnya margin pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran beras, besarnya bagian harga yang diterima oleh petani pada masing-masing saluran pemasaran beras, dan mengetahui efisiensi pemasaran beras di Desa Sidondo I Kecamatan Sigi Biromaru. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidondo I, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Mengambil sebanyak 30 responden dari 485 petani dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling Method). Selain itu untuk menentukan responden pedagang di gunakan metode penjajakan responden (Tracing Sampling Method). Berdasarkan Hasil Penelitian bahwa terdapat dua saluran pemasaran yang ada di Desa Sidondo I dan yang paling efisien adalah saluran pertama, karena saluran pertama lebih pendek di bandingkan dengan saluran pemasaran yang kedua. Total margin pemasaran beras yang diperoleh untuk saluran pertama yaitu Rp 1.300,00 dan total margin pemasaran beras yang diperoleh untuk  saluran kedua yaitu sebesar Rp 1.500,00. Total margin pada saluran pertama lebih kecil dibanding pada saluran kedua. Besarnya bagian harga yang diterima oleh petani pada saluran pemasaran beras yang pertama yaitu sebesar 83,33 % sedangkan bagian harga yang diterima oleh petani (produsen) pada saluran pemasaran beras yang kedua yaitu sebesar 81,25 %. Nilai efisiensi  pemasaran saluran I sebesar 4,69 % dan untuk saluran II sebesar 7,76 %. Dari kedua nilai efisiensi pada saluran I dan II yang paling efisiensi adalah saluran I.
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI JAHE PADA INDUSTRI SAL-HAN DI KOTA PALU A., Zulkarnain; Lamusa, Arifuddin; Tangkesalu, Dance
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya nilai tambah yang diperoleh para pelaku usaha agroindustri memicu persaingan yang semakin meningkat, baik dalam memperoleh bahan baku maupun pemasaran produk olahan.  Peranan agroindustri dalam upaya mempertahankan produk primer menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah sangat diperlukan.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkn nilai tambah adalah pengolahan biji kopi kering menjadi kopi jahe.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah biji kopi kering yang diperoleh perusahaan setelah diolah menjadi kopi jahe pada industri Sal-Han di Kota Palu.  Responden dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang teridiri dari 1 orang pimpinan industri dan 3 orang karyawan dengan spesialisasi kerja tertentu.  Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Tambah menurut Metode Hayami.  Hasil penelitian ini adalah nilai tambah merupakan selisih antara nilai output, sumbangan input lain dan harga bahan baku.  Nilai tambah yang dihasilhan oleh industri Sal-Han sebesar Rp. 61.661,11 per kilogram, nilai output yang dihasilkan sebesar Rp 90.000,00, dan nilai sumbangan input lain sebesar Rp 8.338,89.  Rasio nilai tambah merupakan persentase antara nilai tambah dengan nilai output. Besarnya rasio nilai tambah pada industri Sal-Han sebesar 68,51%, hal ini menunjukan bahwa dari setiap Rp 100 nilai produk kopi jahe akan diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 68,51
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Studi Kasus : Di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi) N., Susianti; Rauf, Rustam Abd.
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung manis di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Responden sebanyak 36 orang, yang dilakukan dengan metode sensus. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan Analisis regresi berganda. Hasil uji-t menunjukkan bahwa variabel yang dianalisis meliputi luas lahan (LL), harga benih (HrgaBNH), harga pupuk (HrgPP), upah tenaga keja (UTK), harga output/Jagung (HrgJ) berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani jagung manis dengan nilai signifikan < 0,01 pada taraf α 1% dan untuk variabel umur petani (UP) signifikan < 0,05 pada taraf α 5%, sedangkan untuk variabel harga pestisida (HrgPTS), pendidikan petani (PP) tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani jagung manis. Dan berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa rata-rata penerimaan setiap responden yaitu sebesar Rp 6.564.444/0,56 ha. Total biaya produksi diperoleh dari penjumlahan total biaya tetap sebesar Rp 590.689/0,56 ha dengan total biaya variabel sebesar Rp 2.559.500/0,56 ha, sehingga diperoleh total biaya produksi sebesar Rp 3.150.189/0,56 ha/MT. Pendapatan diperoleh dari rata-rata penerimaan dikurangi total biaya produksi, sehingga diperoleh pendapatan sebesar   Rp 3.414.255/0,56 ha/MT.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI S., Yatno; Pasaru, Flora; Wahid, Abd
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Arthropoda pada pertanaman Kakao pada bagian  tajuk (Sweep net) dan permukaan tanah (pitfall trap). Penelitian dilaksanakan pada pertanaman kakao. di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dan kegiatan identifikasi Arthropoda dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan metode purposive sampling atau ditentukan secara sengaja, dilakukan pada lahan seluas 1 Ha yang dibagi dalam 5 hamparan pertanaman yang dijadikan pengamatan, dengan total  25 perangkap, dilakukan setiap 7 hari sekali, pengamatan selama 3 kali. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan jaring serangga dan  perangkap jebakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 ordo yang terdiri dari 21 famili dan 307 populasi untuk arthropoda tajuk (Sweep net) sedangkan arthropoda permukan tanah terdapat 5 ordo yang terdiri dari 6 famili dan 871 populasi.Analisis indeks keragaman menunjukkan bahwa pengamatan arthropoda tajuk berpengaruh terhadap keanekaragaman (H?), kemelimpahan (N1), kemelimpahan populasi sangat melimpah (N2), sedangkan pada pengamatan arthropoda tanah tidak berpengaruh, disebabkan oleh faktor habitat dan rantai makanan, sehingga jumlah ordo, populasi lebih sedikit.
STRATEGI PENGEMBANGAN KERIPIK SINGKONG BALADO PADA UKM “PUNDI MAS” DI KOTA PALU Pele, Arni Tirsa; Lamusa, Arifuddin; Tangkesalu, Dance
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi alternatif yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan keripik singkong balado pada UKM ?Pundi Mas? di Kota Palu. Jumlah responden 7 orang yang terdiri dari        1 pimpinan dan 6 orang karyawan pada UKM ?Pundi Mas?.  Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Total nilai yang diperoleh Tabel IFAS yaitu sebesar 3,01 dengan skor kekuatan 2,20 dan skor kelemahan sebesar 0,81. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan UKM ?Pundi Mas? lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai yang diperolah dari EFAS yaitu sebesar 3,03 dengan skor peluang 2,29 dan skor ancaman sebesar 0,74. Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki oleh UKM ?Pundi Mas? lebih besar dari faktor ancaman. Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai rating dan bobot faktor internal strategi pengembangan usaha keripik singkong balado pada UKM  ?Pundi Mas? sebagai sumbu X yaitu 1,39, sedangkan faktor eksternal  pada UKM ?Pundi Mas? sebagai sumbu Y yaitu 1,55. Strategi alternatif yang tepat untuk UKM ?Pundi Mas? adalah strategi SO.  Strategi SO merupakan strategi yang dapat digunakan UKM ?Pundi Mas? dalam menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI JAHE PADA INDUSTRI SAL-HAN DI KOTA PALU A., Zulkarnain; Lamusa, Arifuddin; Tangkesalu, Dance
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya nilai tambah yang diperoleh para pelaku usaha agroindustri memicu persaingan yang semakin meningkat, baik dalam memperoleh bahan baku maupun pemasaran produk olahan.  Peranan agroindustri dalam upaya mempertahankan produk primer menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah sangat diperlukan.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkn nilai tambah adalah pengolahan biji kopi kering menjadi kopi jahe.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah biji kopi kering yang diperoleh perusahaan setelah diolah menjadi kopi jahe pada industri Sal-Han di Kota Palu.  Responden dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang teridiri dari 1 orang pimpinan industri dan 3 orang karyawan dengan spesialisasi kerja tertentu.  Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Tambah menurut Metode Hayami.  Hasil penelitian ini adalah nilai tambah merupakan selisih antara nilai output, sumbangan input lain dan harga bahan baku.  Nilai tambah yang dihasilhan oleh industri Sal-Han sebesar Rp. 61.661,11 per kilogram, nilai output yang dihasilkan sebesar Rp 90.000,00, dan nilai sumbangan input lain sebesar Rp 8.338,89.  Rasio nilai tambah merupakan persentase antara nilai tambah dengan nilai output. Besarnya rasio nilai tambah pada industri Sal-Han sebesar 68,51%, hal ini menunjukan bahwa dari setiap Rp 100 nilai produk kopi jahe akan diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 68,51
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PEDAGANG KELAPA MUDA DI KELURAHAN TATURA UTARA DENGAN KELURAHAN TALISE KOTA PALU Alam, Max Nur; Mertha, I Nyoman; Rauf, Rustam Abd.
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dan tingkat perbedaan pendapatan pada pedagang kelapa muda di Kelurahan Tatura Utara dan Kelurahan Talise Kota Palu. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tatura Utara dan Kelurahan Talise Kota Palu, pada bulan Agustus sampai dengan September 2012. Penentuan responden menggunakan metode Sensus, Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Perbandingan Uji t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh pedagang kelapa muda di Kelurahan Tatura Utara sebesar Rp. 5.952.660, atau dalam 1 bulan sebesar   Rp. 2.976.330, sedangkan rata-rata pendapatan pedagang kelapa muda di Kelurahan Talise sebesar Rp. 5.590.025, atau dalam satu bulan sebesar Rp. 2.793.013. Hasil Uji t membuktikan bahwa perbedaan pendapatan antara pedagang kelapa muda di Kelurahan Tatura Utara dengan pedagang kelapa muda di Kelurahan Talise berbeda tidak nyata yaitu nilai t-hitung sebesar 0,155 t-tabel pada  0,05 (2,093).
KARAKTERISASI GENOTIP PADI GOGO LOKAL ASAL KABUPATEN BANGGAI A., Supriadin; Ete, Andi; Made, Usman
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter kualitatif dan kuantitatif agar dapat ditemukan sifat-sifat genetik yang  baik pada padi gogo lokal asal Kabupaten Banggai. Karakterisasi dilakukan di Kebun Percobaan Sidondo, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan genotip yaitu genotip Habo, Ranta, Sampara dan Landae?o, setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian karakter kualitatif seperti warna lidah daun, warna leher daun, warna helai daun, warna batang dan ruas batang tidak terdapat perbedaan antara genotip padi gogo lokal asal Kabupaten Banggai yang diamati dan masing-masing genotip mempunyai keungulan di karakter kuantitatif antara lain genotip Habo (panjang daun dan persentase gabah berisi), genotip Ranta (jumlah anakan dan lebar daun), genotip Sampara (panjang malai, tinggi tanaman terpendek dan bobot 1000 biji) dan genotip Landae?o (umur tanaman terpendek). Karakter kuantitatif yang diamati relatif seragam dengan tingkat keragaman genetik yang rendah kecuali lebar daun (cukup tinggi) sehingga menyulitkan untuk dilakukan koleksi. Akan tetapi, nilai heritabilitas yang bervariasi memungkinkan genotip padi gogo lokal asal Kabupaten Banggai untuk dilakukan perbaikan sifat.
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN POLA JAJAR LEGOWO DI DESA LAANTULA JAYA KECAMATAN WITAPONDA KABUPATEN MOROWALI Suwardana, Putu Agus; Antara, Made; Alam, Max Nur
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani padi sawah dengan Pola Jajar Legowo di Desa Laantula Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yakni sebanyak 30 responden dari populasi yang berjumlah 87 KK yang menerapkan pola tanam jajar legowo. Hasil Analisis Fungsi Cobb-douglas menunjukan bahwa secara simultan (bersama-sama) faktor luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan pengalaman usahatani.  Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan Fhitung = 198,09 dengan nilai sig 0,000 < 0,005 (? = 5 %) menunjukkan menolak hipotesis nol, artinya variabel bebas luas lahan (X1), benih (X2), pupuk (X3), tenaga kerja (X4), dan pengalaman berusahatani (X5) secara simultan (bersama-sama) mempengaruhi produksi gabah kering panen di Desa Laantula Jaya Kecamatan Witaponda. Hasil analisis pendapatan menunjukan bahwa penerimaan yang diperoleh petani padi sawah di Desa Laantula Jaya adalah sebesar Rp. 17.706.084,68/ha, total biaya atau Rp. 8.939.083,95/ha sehingga diperoleh pendapatan petani responden sebesar  Rp. 8.767.000,73/ha dalam satu kali musim tanam.

Page 2 of 3 | Total Record : 23