cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 5 (2014)" : 25 Documents clear
DAYA TARIK JENIS ATRAKTAN DAN WARNA PERANGKAP YANG BERBEDA TERHADAP LALAT BUAH (DIPTERA:TEPHRITIDAE) PADA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica) DI DESA SOULOVE Marikun, Miswanto; Anshary, Alam; Saleh, Shahabuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daya tarik perangkap atraktan dan warna yang berbeda untuk lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman mangga. Penelitian ini dilakukan di desa Soulove, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu (Faktor 1) jenis atraktan (ekstrak daun Melaleuca bracteata, E1, Vitex trifolia E2, dan air E0). Faktor 2 perangkap warna (transparan W1, dan kuning W2) dengan 3 ulangan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukan empat spesies lalat buah yaitu Bactrocera dorsalis, B.albistrigatus, B. cucurbitae, dan B.umbrosus. Setiap jenis atraktan memiliki daya tarik terhadap  lalat buah di semua pengamatan secara signifikan. Ekstrak tanaman yang paling efektif mengendalikan lalat buah adalah M.bracteata dan V. trifolia dan  dapat memerangkap rata-rata 69 lalat buah /perangkap/5 hari. Perangkap kuning (W2) dan perangkap transparan (W1) berbeda signifikan hanya pada 45 HST. Perangkap warna yang memiliki daya tarik efektif mengendalikan lalat buah adalah perangkap berwarna kuning, karena dapat menangkap banyak lalat buah, yaitu 24 lalat buah /perangkap/5 hari.
UJI ANTAGONISME JAMUR Verticillium sp. TERHADAP JAMUR PATOGEN Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI SECARA IN-VITRO Rahmawati, Adelia; S., Rosmini; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit antraknosa disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici. Tanaman yang terserang antraknosa memperlihatkan gejala mati pucuk yang berlanjut ke bagian bawah tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan antagonisme Verticillium sp. terhadap jamur patogen C. capsici penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Penelitian di lakukan pada bulan Juni sampai September 2013. Media yang digunakan untuk isolasi jamur adalah Potato Dextrose Agar (PDA). Jamur C. capsici dan Verticillium sp. disolasi kemudian dimurnikan dan diperbanyak, lalu jamur tersebut diuji antagoniskan menggunakan metode dual culture. Hasil penelitian menunjukan bahwa morfologi koloni jamur C. capsici yang telah diisolasi dan dimurnikan pada media PDA memiliki warna coklat muda kemudian pada bagian tengahnya berwarna kehitaman, sedangkan  koloni jamur Verticillium sp. pertumbuhan awal hifanya berwarna putih kemudian berubah menjadi warna putih pucat. Verticillium sp. memiliki kemampuan berkembang lebih cepat dibandingkan  C. capsici dimana Verticillium sp. hanya membutuhkan waktu 7 hari sudah hampir menutupi seluruh permukaan cawan dengan persentase pertumbuhan yang paling tinggi mencapai 41.5% sedangkan persentase pertumbuhan C. capsici yang paling tinggi pada hari ke 7 mencapai 39.0% sehingga masing-masing pertumbuhan Verticillium sp. dan C. capsici menunjukkan bahwa pertumbuhan yang paling cepat yaitu verticillium sp. mampu menghambat pertumbuhan C. capsici.
KUALITAS UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU PADA BERBAGAI PAKET PERLAKUAN MEDIA TANAM DI DESA MAKU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Hulzana, Mifta; H., Muhardi; R., Rostiati
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  paket perlakuan media tanam dengan pupuk anorganik, organik dan mulsa yang terbaik terhadap kualitas umbi bawang merah varietas lembah Palu dan untuk memperoleh kualitas bawang goreng hasil olahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Maku Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi dan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan empat kali ulangan. Paket perlakuan dengan media tanam dengan  berbagai pupuk anorganik, organik dan mulsa. Peubah pengamatan dalam penelitian ini adalah tekstur umbi, kadar air umbi, karbohidrat, lemak, protein, mineral, rendemen, daya simpan umbi dan presentase umbi yang memenuhi standar industri penggorengan bawang merah varietas lembah Palu.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kadar lemak terendah sebesar 1,30 pada perlakuan C dengan komposisi pupuk anorganik (SP-36:  300 kg/ha atau 135 g/petak, ZA 200 kg/ha atau 90 g/petak, Foska 400 kg/ha atau 180 g/petak) ditambah dengan pupuk organik atau kompos (jerami padi + kotoran sapi) 8,45 kg/perpetak) dibandingkan perlakuan A, B, D, E, F dan G.  Sedangkan perlakuan yang mempunyai kadar lemak yang tinggi adalah perlakuan B dengan komposisi pupuk anorganik (SP-36:  300 kg/ha atau 135 g/petak, ZA : 200 kg/ha atau 90 g/petak, Foska: 400 kg/ha atau 180 g/petak, N: 79,81 g/petak, S: 42,30 g/petak dan Ca: 125,11 g/petak). Berdasarkan analisis Uji Beda Nyata diperoleh bahwa paket perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap kadar lemak bawang merah varietas Lembah Palu.
PENGARUH APLIKASI INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF DIMEHIPO TERHADAP Liriomyza chinensis Kato (Diptera: Agromyzidae) DAN PARASITOIDNYA PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Y., Yurista; S., Shahabuddin; A., Hasriyanty
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi insektisida dimehipo terhadap intensitas serangan L. chinensis (Diptera: Agromyzidae) dan parasitoidnya pada tanaman bawang merah (A. ascalonicum). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2013 di Desa Trans Sidera yang terletak 176 m di atas permukaan laut dan di Laboratorium Hama dan penyakit Fakultas Pertanian. Menggunakan metode eksperimental dengan dua perlakuan (aplikasi insektisida vs tanpa aplikasi insektisida) dengan masing-masing enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas serangan L. chinensis pada lahan aplikasi insektisida (1,33%) lebih rendah dan berbeda nyata dengan rata-rata intensitas serangan pada lahan tanpa aplikasi insektisida (50,86%).  Terdapat dua spesies parasitoid yang ditemukan pada lahan tanpa aplikasi insektisida yang berasosiasi dengan L.chinensis yakni Hemiptarsenus varicornis dan Simpiesis sp. dengan tingkat parasitisasi berkisar 20% sampai 40% sementara pada lahan aplikasi insektisida tidak terdapat parasitoid yang ditemukan.
PARASITOID PENGOROK DAUN Liriomyza sp. (Diptera:Agromyzidae) PADA BEBERAPA JENIS TANAMAN SAYURAN DI DESA SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Rahmawila, Siti; Pasaru, Flora; Khasanah, Nur
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) merupakan hama utama pada pertanaman sayuran. Kerusakan yang ditimbulkannya mencapai 60% sampai 100%. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis parasitoid pada beberapa jenis tanaman sayuran. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Mei sampai Agustus  2013 di Desa Sidera, dengan ketinggian tempat 176 meter dari permukaan laut dengan titik koordinat 10.00’21” LS dan 1190.56’.49” LU dan di Laboratorium Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian. Metode yang digunakan yaitu metode penanaman pada tanaman sayuran (kacang panjang, sawi, dan tomat) dan survei pada pertanaman ketimun milik petani yang berada disekitar lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada empat spesies parasitoid yang berasosiasi dengan Liriomyza sp. yang terdiri dari tiga famili yaitu Hemiptarsenus varicornis dan Chrysocharis pentheus (Eulopidae), Gronotoma micromorpha (Figitidae), dan Opius sp. (Braconidae). Tingkat parasitisasi parasitoid Liriomyza sp. berbeda-beda menurut jenis tanaman inang, yang terletak  pada kisaran 12% sampai 38,4%.
PERTUMBUHAN ANGGREK VANDA (vanda sp) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA SECARA IN VITRO Rupawan, I Made; Basri, Zainuddin; Bustami, Mirni
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan anggrek pada kultur jaringan ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya komposisi media yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media yang sesuai bagi pertumbuhan anggrek vanda secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako yang berlangsung dari bulan April sampai Juni 2013.  Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan komposisi media yang dicobakan, yaitu media VW + 2 ppm giberelin + 250 mL air kelapa per liter media, Media MS + 2 ppm giberelin + 250 mL air kelapa per liter media, Media MS + 2 ppm giberelin, dan Media MS + 250 mL air kelapa per liter media. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis peragam.  Hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata selanjutnya diuji dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur guna mengetahui perbedaan nilai rata-rata antar perlakuan yang dicobakan.  Hasil penelitian menunjukkan komposisi media VW yang ditambahkan 2 ppm giberelin dan 250 mL air kelapa per liter media lebih sesuai bagi pertumbuhan anggrek bulan. Rata-rata tinggi planlet, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar anggrek bulan yang tumbuh pada komposisi media tersebut masing-masing 1,82 cm, 2,55 tunas, 2,00 helai daun dan 2,25 helai akar per planlet.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH DODOL RUMPUT LAUT PADA INDUSTRI CITA RASA DI KELURAHAN TINGGEDE KABUPATEN SIGI Subhan, Habrial Ari
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Dodol Rumput Laut Cita Rasa merupakan satu-satunya industri yang memproduksi rumput laut menjadi olahan Dodol yang terdapat di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dari rumput laut yang diolah menjadi dodol rumput laut pada industri Cita Rasa. Penentuan lokasi dipilih secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa Industri Cita Rasa merupakan satu-satunyaindustri yang memproduksi dodol rumput laut di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Responden dalam penelitian ini yaitu pimpinan perusahaan dan karyawan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Alat analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah. Hasil analisis menunjukan bahwa Industri pengolahan dodol rumput laut Cita Rasa memberikan pendapatan yang  diterima sebesar Rp. 6.396.645 per dua belas kali proses produksi selama satu bulan dan nilai tambah yang dinikmati pengusaha dari industri dodol rumput laut Cita Rasa sebesar Rp 24.445 per kilogram bahan baku yang dimanfaatkan.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA BAWANG PUTIH GORENG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SOFIE DI KOTA PALU Wirasti, Sri
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang terletak di antara dua benua yang memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Produksi hasil-hasil pertanian yang beragam, diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi baik pada saat ini maupun dimasa yang akan datang. Diperlukan kondisi ekonomi yang seimbang antara bidang industri yang di dukung oleh bidang pertanian yang tangguh.Salah satu komoditi tanaman pangan yaitu bawang putih.Industri rumah Tangga Sofie termaksud salah satu industri yang memproduksi bawang putih menjadi bawang putih goreng. Penentuan lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja (purposive), dalam hal ini dipilih Industri Rumah Tangga Sofie di Kota Palu. Hal tersebut berdasarkan pada pertimbangan bahwa usaha ini merupakan satu-satunya industri yang mengolah bawang putih menjadi bawang putih goreng. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari 2013. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui besarnya pendapatan dan kelayakan usaha dalam menghasilkan bawang putih goreng pada Industri Rumah Tangga Sofie. Penerimaan total yang diperoleh industri rumah tangga Sofie dalam memproduksi bawang putih goreng selama Bulan Januari Tahun 2013 sebesar Rp. 6.000.000. Setelah dikurangi dengan biaya total Rp 4.188.151 didapat pendapatan bersih sebesar Rp 1.811.849.Agroindustri bawang putih goreng pada industri rumah tangga sofie layak untuk diusahakan, karena memberikan keuntungan yang cukup bagi produsen.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN BUNGKU BARAT KABUPATEN MOROWALI Iqbal, Mohamad
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan utama kelompok tani dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong petani mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing masing pilihan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Margamulya Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali. Penelitian dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan 33 responden, yang ditentukan dengan sampel acak sederhana dengan presisi 10%. Analisis yang digunakan yaitu Pendapatan dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  total pendapatan petani responden musim tanam Januari sampai dengan April 2013 sebesar Rp. 492.393.334,- atau rata-rata sebesar Rp. 12.625.470,-/ha. Berdasarkan hasil Pengujian Chi-Square peranan kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani diperoleh nilai Chi-Square hitung sebesar (9,67). > Chi-squre tabel sebesar (7,78) pada taraf nyata (db ; α = 10) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa terdapat hubungan nyata antara peranan kelompok tani terhadap pendapatan usahatani padi sawah.
ANALISIS NILAI TAMBAH BUAH PISANG MENJADI KERIPIK PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SOFIE DI KOTA PALU Simin, Irwansyah
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan agroindustri merupakan bagian integral dari pembangunan sektor pertanian. Efek agroindustri mampu mentransformasikan produk primer keproduk olahan, sekaligus budaya kerja bernilai tambah rendah menjadi budaya kerja industrial modern yang menciptakan nilai tambah tinggi. Nilai tambah yang dimaksud ialah nilai tambah buah pisang menjadi keripik pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan buah pisang menjadi keripik pisang, yang dilakukan di Industri Rumah Tangga Sofie. Penentuan sampel dilakukans ecara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa industri Sofie merupakan salah satu penghasil keripik pisang di Kota Palu. Responden dalam penelitian ini yaitu pimpinan dan karyawan perusahaan dengan jumlah responden sebanyak 4 orang. Hasil penelitian ini adalah nilai tambah merupakan selisih antara nilai output, sumbangan input lain dan harga bahan baku. Nilai tambah yang dihasilkan oleh industry Sofie sebesar Rp. 34.533,34/kg. Rasio nilai tambah merupakan persentase antara nilai tambah dengan nilai output. Besarnya rasio nilai tambah pada industri Sofie sebesar 81,44%. Dimana hasil dari rasio nilai tambah terhadap nilai produk sebesar 81,44%, menunjukan bahwa setiap Rp 100 nilai produk keripik pisang akan diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 81,44.

Page 1 of 3 | Total Record : 25