cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 6 (2014)" : 28 Documents clear
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA RANDOMAYANG KECAMATAN BAMBALAMOTU KABUPATEN MAMUJU UTARA Rustam, Wafda
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Randomayang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bambalamotu yang memiliki produksi padi sawah yang cukup besar dibandingkan desa-desa lain yang berada di Kecamatan Bambalamotu. Besarnya produksi padi sawah yang diperoleh belum menjamin tingginya pndapatan yang diterima oleh petani. Produksi padi sawah yang diperoleh di Desa Randomayang cukup tidak berarti pendapatan yang diperoleh juga tinggi, sehingga diperlukan suatu penelitian analisis pendapatan dan kelayakan uasahatani padi sawah di Desa Randomayang. Penelitian bertujuan mengetahui besarnya pendapatan dan kelayakan usahatani padi sawah yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2013. Penentuan lokasi di lakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Randomayang merupakan salah satu daerah penghasil padi sawah dengan produktivitas 4,85 ton/ha. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Sampel yang diambil sebanyak 31 responden KK petani dari 154 KK petani (20%) yang mengusahakan padi sawah. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan (?) dan kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata pendapatan petani padi sawah untuk satu kali musim tanam di Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara sebesar Rp. 3.819.021,38/0,74 ha/MT atau Rp. 5.147.376,65 ha/MT. Hasil analisis menunjukkan Revenue of Cost Ratio usahatani padi sawah diperoleh sebesar 1,56. Dengan demikian, usahatani padi sawah di Desa Randomayang layak untuk diusahakan, dengan nilai rasio a > 1.
ANALISIS PEMASARAN CABAI MERAH KERITING DI DESA SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Angraini, Amalia
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani pada masing-masing saluran dan efisiensi pemasaran Cabai Merah Keriting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.Mengambil sebanyak 33 responden dari 50 petani dengan menggunakan metode sampel acak sederhana. Untuk menetukan responden pedagang digunakan metode penjajakan responden dengan pedagang pengumpul sebanyak 2 orang dan pedagang pengecer sebenyak 2 orang. Jumlah keseluruhan responden sebanyak 37 responden.Hasil analisis menunjukan total margin pemasaran cabai merah keriting yang diperoleh untuk saluran pertama Rp 6.000,00 total margin pemasaran cabai merah keriting yang diperoleh untuk saluran kedua yaitu sebesar Rp 2.000,00. Bagian harga yang diterima petani pada saluran pertama sebesar 89,47%. Bagian harga yang diterima petani pada saluran kedua sebesar 90%. Dengan demikian, bagian harga yang paling besar diterima petani adalah pada saluran kedua. Adapun saluran pemasaran Cabai Merah Keriting di Desa Sidera ada dua  saluran : Petani          Pedagang Pengumpul         Pedagang  Pengecer      Konsumen.Petani          Pedagang Pengecer      Konsumen. Pemasaran pada saluran II lebih efisien daripada saluran I, karena bagian harga yang diterima petani di saluran II lebih besar daripada saluran I.
KONSENTRASI MERKURI (Hg) DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) YANG DIBERI BOKASHI KIRINYU (Chromolaena odorata L.) PADA LIMBAH TAILING PENAMBANGAN EMAS POBOYA KOTA PALU Z., Zulfikah; Basir, Muhammad; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan logam berat bahan pencemar yang paling berbahaya. Salah atu sumber pencemaran unsur merkuri dalam tanah dapat berasal dari penambangan. Pembuangan tailinglangsung ke tanah tanpa perlakuan menyebabkan tanah tercemar sehingga terjadi akumulasi dalam tanah bahkan pada tanaman yang berada di sekitarnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanah dan jaringan tanaman kangkung (Ipomoea reptans) akibat pemberian bokashi kirinyu (Chromolaena odorata L.) pada limbah tailing penambangan emas Poboya Kota Palu.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dosis yaitu: kontrol (tanpa bokashi), bokashi dengan dosis 10 t ha-1, bokashi dengan dosis 20 t ha-1, bokashi dengan dosis 30 t ha-1, bokashi dengan dosis 40 t ha-1, bokashi dengan dosis 50 t ha-1, dan bokashi dengan dosis 60 t ha-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada limbah tailing tergolong kritis atau sangat tinggi yaitu 621,37 ppm. Konsentrasi normal merkuri dalam tanah 0,03 ppm dan konsentrasi kritis 0,3-0,5 ppm. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, dengan pemberian bokashi kirinyu pada Limbah Tailing berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi merkuri dalam tanah dan jaringan tanaman serta reaksi tanah atau pH tanah, C-Organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).
KELAYAKAN USAHATANI KAKAO DI DESA SIDONDO IV KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Palunsu, Christovani; A., Hadayani; Kalaba, Yulianti
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani kakao di Desa Sidondo IV, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purpossive) dengan pertimbangan bahwa Desa Sidondo IV merupakan salah satu daerah penghasil Kakao di Kecamatan Sigi Biromaru yang produksinya sebesar 15.532. Responden merupakan petani kakao.Alat analisis yang digunakan adalah Analisis PAM (Policy Analysis Matrix). Hasil penelitian menunjukkan kelayakan usahatani kakao di Desa Sidondo IV,  hal ini ditunjukan oleh nilai finansial lebih besar dari pada nilai sosial yang artinya keuntungan finansial pada usahatani kakao di Desa Sidondo IV adalah Rp.11.677,175 sedangkan keuntungan sosial Rp. 11.423,918. Hal ini terjadi karena harga input tradable yang dibayarkan atau diterima petani tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh petani. Apabila nilai finansial lebih besar dari pada nilai sosial maka usahatani dalam posisi yang menguntungkan, dan kelayakan Usaha tani di Desa Sidondo IV, berdasarkan analisis PAM menunjukan nilai komperatif sehingga usatahani kakao di Desa Sidondo IV layak untuk di usahakan oleh petani-petani kakao di desa tersebut.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI USAHA INDUSTRI KERAJINAN TANGAN MUTIARA RATU DI KOTA PALU Hamidi, Khamilan; Lamusa, Arifuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi usaha industri kerajinan tangan Mutiara Ratu di Kota Palu. Penelitian dilaksanakan di Jl. Makagili, Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.  Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Alat analisis yang dipakai adalah fungsi produksi Cobb-Douglas yang perhitungannya menggunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi kerajinan tangan pada usaha industri Mutiara Ratu di Kota Palu. Variabel modal (X1), tenaga kerja (X2) dan bahan baku (X3) berpengaruh nyata/signifikan terhadap produksi kerajinan tangan, sedangkan variabel peralatan (X4) berpengaruh tidak nyata/non signifikan terhadap  produksi  kerajinan tangan.
PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Arlingga, Buyung; Syakur, Abd; Mas'ud, Hidayati
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman seledri merupakan salah satu jenis tanaman yang membutuhkan suhu dan kelembaban yang optimal dalam proses pertumbuhannya, untuk menciptakan kondisi suhu dan kelembaban yang optimal bagi pertumbuhan tanaman seledri maka salah satu cara yang dapat dipakai adalah dengan penggunaan naungan. Demikian pula pemberian pupuk organik cair dimaksudkan mencukupi kebutuhan hara tanaman seledri. Sejalan dengan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase naungan dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.). dilaksanakan di Desa Vou, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Dari 21 September 2013 sampai tanggal 02 November 2013. Merupakan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama persentase naungan (N) terdiri dari 3 (tiga) taraf, kemudian faktor kedua dosis pupuk organik cair (C) terdiri dari 4 (empat) taraf. Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali,  sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan, bobot segar dan bobot kering kemudian mengukur rata-rata suhu udara harian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis keragaman (uji F 1% dan F 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan. Pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan bobot kering diperoleh persentase naungan berpengaruh nyata. Kemudian pada pengamatan bobot basah perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata, begitupula dengan dosis pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata terhadap bobot basah. Pada penelitian ini naungan 30% merupakan kondisi yang optimal karena mendapat penyinaran yang sesuai.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA HARAPAN JAYA KECAMATAN BUMI RAYA KABUPATEN MOROWALI N., Nirmawati; Tangkesalu, Dance
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi penggunaan input produksi (luas lahan, jumlah benih, penggunaan pupuk, dan tenaga kerja)usahatani padi sawah di Desa Harapan Jaya Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali. Metode penentuan responden dilakukan dengan metode Simple Random Sampling, dengan asumsi kondisi populasi dalam keadaan homogen. Dalam penelitian ini responden yang diambil sebanyak 30% dari 117 petani padi sawah yaitu 35 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fungsi produksi Cobb-Doglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan input yang diberikan petani telah mampu menutupi jumlah biaya yang dikeluarkan. Dimana rata-rata penerimaan petani responden lebih besar dari total biaya yang di keluarkan, sehingga petani responden mendapatkan keuntungan.Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) faktor luas lahan (X1), benih (X2), pupuk (X3), dan tenaga kerja (X4) berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi sawah, dimana secara parsial variabel luas lahan (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap produksi (Y). Sementara untuk variabel benih  (X2) berpengaruh sangat nyata dimana t-hitung > t-tabel (pada ? 10%) , dan dua variabel lainnya berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah yaitu variabel pupuk (X3) dimana t-hitung > t-tabel (pada ? 10%) dan variabel tenaga kerja (X4)dimana t-hitung > t-tabel (pada ? 10 %).Analisis efisiensi penggunaan input diperoleh nilai bahwa input luas lahan (X1) didapatkan t-hitung > t-tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, berati penggunaan luas lahan belum digunakan secara efisien maka perlu ditambah, penggunaan input benih (X2)belum juga digunakan secara efisien, dimana Nilai Produk Marjinal (NPM) lebih dari satu, sedangkan pupuk (X3), dan tenaga kerja (X4) kedua variabel tidak efisien, dimana Nilai Produk Marjinalnya ((NPM) kurang dari satu sehingga memungkinkan lagi untuk mengurangi.
EKSPLORASI BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI AGENS PENGENDALIAN HAYATI TERHADAP PENYAKIT DARAH PADA TANAMAN PISANG SECARA IN-VITRO Balosi, Fitria; Lakani, Irwan; Panggeso, Johanes
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit darah yang disebabkan oleh BDB  (Blood Disease Bacterium) merupakan salah satu penyakit penting pada pisang di Indonesia. Bakteri endofit melakukan kolonisasi pada relung ekologi yang sama dengan patogen tanaman. Bakteri endofit berpotensi sebagai  agensi pengendalian hayati, sebab bakteri endofit dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap patogen tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri endofit sebagai agens pengendalian hayati terhadap penyakit darah pada tanaman pisang secara in-vitro.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah Palu.Penelitian berlangsung pada bulan Juni sampai Desember 2013. Bakteri endofit diisolasi dari perakaran  tanaman pisang yang sehat diantara tanaman yang terserang BDB. Hasil isolasi kemudian diseleksi dan diuji antagonisme dengan isolat BDB secara in-vitro . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, didapatkan dua koloni isolat yang berhasil diisolasi dari akar tanaman pisang yang diseleksi berdasarkan ciri morfologi, uji KOH, dan uji hipersensitif yaitu koloni isolat BEA1 dan BEA2 dengan kerapatan populasi 5,8x105 cfu/ml. Koloni isolat bakteri endofit BEA1 20,7%  memiliki kemampuan daya hambat lebih efektif dan berbeda nyata dalam menekan patogen BDB dibandingkan koloni isolat bakteri endofit BEA2 12 % secara in-vitro.

Page 3 of 3 | Total Record : 28