cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ISPA PADA BAYI DI PUSKESMAS KECAMATAN SEGEDONG. ., Dwi Yani Bidaya
ProNers Vol 1, No 2 (2013): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.891 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v1i1.3803

Abstract

Abstrak:Infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA ) merupakan salah satu penyebab kesakitan utama pada balita di negara berkembang. Di Kalimantan Barat tahun 2012 tercatat 1.148 bayi menderita ISPA dan 22 bayi yangmenderita pnemonia berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibudengan perilaku pencegahan ISPA pada bayi di Puskesmas Kecamatan Segedong. Jenis penelitian iniadalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu – ibu yangmemiliki bayi 1 bulan hingga 2 tahun yang datang ke Puskesmas Kecamatan Segedong, yaitu sebanyak 95orang. Sampel 76 orang diambil dengan teknik non probability sampling dengan rancangan samplingaksidental. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang disebar ke reponden. Analisa data dilakukan dengan perangkat lunak atau software analysis. Hasil penelitian menunjukan dari 76 responden, 45orang (59,21%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 19 orang (25%) memiliki tingkat pengetahuan cukupdan 12 orang (15,79%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Perilaku ibu, 64 orang (84,21%) melakukanpencegahan dan 12 orang ( 15,79%) tidak melakukan pencegahan. Hasil uji statistik Chi Squaremenunjukan ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada bayi diPuskesmas Kecamatan Segedong dengan (p value = 0,00). Jadi dapat disimpulkan ada hubungan tingkatpengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada bayi di Puskesmas Kecamatan Segedong.Sehingga perluk dilakukan tindakan pencegahan ISPA pada balita dengan cara meningkatkan pengetahuanibu dan menjaga kondisi lingkungan balita baik lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah.Kata Kunci : ISPA, Pengetahuan, Perilaku
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK SALOMO PONTIANAK ., Devi Kristianti
ProNers Vol 1, No 2 (2013): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.342 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v1i1.3804

Abstract

Abstract Children aged 4-6 years old are the most vulnerable groups experiencing nutritional problems which are in a period ofgrowth and development and for the establishment of future physical, psychological, and their intelegance. Nutritionalproblems may be influenced by maternal factors such as maternal employment, maternal education, or maternalknowledge. This study aims to determine the relationship between the nutritional status of children aged 4-6 years withmaternal employment. This research is quantitative research using survey methods with a cross-sectional approach.Subjects in this study were 40 mothers and children aged 4-6 years in Salomo Kindergarden Pontianak taken withconcecutive sampling. Information about mother’s characteristics was collected using a questionnaire and thenutritional status of children was collected by measuring their anthropometric measurements. The data was analyzedusing Chi Square Test with a 95% significance level. Most respondents were mothers that were 35 years old above(57.5%), employed (52.5%), having higher education (50%), and a good knowledge about nutrition (82.5%).Nutritional status of children mostly good/normal (80%). Chi square test results showed there was no correlationbetween mother’s employment with the child's nutritional status (p = 0.805), there was no correlation of mother’seducation with the children's nutritional status (p = 0.595), and the mother’s knowledge was correlated with nutritionalstatus of children (p = 0.046). It can be concluded that mothers' knowledge on nutrition can affect the nutritional statusof children. The suggestion of this research was mothers can inmproved the nutritional needs of the children inaccordance with a nutrition balance guidelines because founded children with obesity in this study. Keywords: Nutritional Status, Children Aged 4-6 Years Old, Mother's Employment
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT AKAN CUCI TANGAN DALAM TERAPI OKSIGEN DAN TINGKAT KEJADIAN PNEUMONIA PERIODE TAHUN 2012 DAN TAHUN 2013 DI RSUD dr. RUBINI MEMPAWAH ., Jayu Catur Ruci
ProNers Vol 1, No 2 (2013): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.738 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v1i1.4045

Abstract

Mencuci tangan merupakan teknik yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi. Salahsatu infeksi nosokomial yaitu HAP (Hospital Acquired Pneumonia), yang mana HAP merupakan infeksirespiratori akut yang mempengaruhi paru, ini bisa terjadi 24 jam setelah dirawat di rumah sakit. Perilaku cucitangan perawat saat ini ada beberapa perawat yang enggan melakukan cuci tangan. Oleh karena itu, tujuanpeneliti untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kepatuhan perawat akan cuci tangan dalam terapi oksigendan tingkat kejadian pneumonia di RSUD dr.Rubini Mempawah. Didapatkan angka kejadian pneumonia diRSUD dr.Rubini Mempawah pada tahun 2012 sebanyak 52 orang, dan pada tahun 2013 pada bulan junisebanyak 30 orang yang terpasang terapi oksigen, 9 diantaranya terjadi HAP. Jenis penelitian ini adalahkuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkansampel, dengan sampel 83 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data dilakukansecara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwatingkat kepatuhan perawat yang berada diruang rawat inap dalam kategori cukup patuh (53,0%). Dalamtingkat pendidikan didapatkan hasil p value 0.16 (p 0.05) Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidakterdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan perawat dalam mencuci tangan. Sedangkanhubungan umur terhadap kepatuhan perawat dalam cuci tangan mendapatkan hasil p value 0.41 (p 0.05)yang artinya tidak terdapat hubungan antara umur dengan tingkat kepatuhan perawat dalam mencuci tangan.Peneliti mengharapkan semua perawat dapat melakukan prosedur mencuci tangan sesuai dengan standarsebelum dan sesudah melakukan tindakan medis.
EFEKTIFITAS TEMULAWAK DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., Dwi Tias Fitriani
ProNers Vol 1, No 2 (2013): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.518 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v1i1.4144

Abstract

Abstract Javanese Ginger is one Indonesian herbs that easily can be found and also widely used as a tradisionalmedicine. Efficacy of javanese ginger can help inhibit blood clotting, which can lower cholesterol levels canaffect blood pressure and javanese ginger also has the effect of one pharmacologically active substancegermakron which has anti-inflammatory effects and inhibiting edema (swelling). This study aimed todetermine the effect of  javanese ginger in decreased the blood pressure. After doing some research with thestudy design of pre-experimental one group pre test-post test in the absence of control groups with 12respondents were involved. They were 65-75 years old, there are differences in the number of malerespondents and female , which consisted of 7 men and 5 women, and 10 respondents who did not smoke.The result showed that the mean systolic blood pressure before intervention was 159,17 mmHg and the meansystolic blood presure after the intervention was 147,50 mmHg with an average difference 11,667 mmHg andp value 0,02. It can be concluded that there is a change in the value of systole before and after administrationof javanese ginger. To the average value of diastole before intervention was 95,83 mmHg and 88,33 mmHgafter intervention by the difference in average blood pressure of 7,500 mmHg and p value of  0,032. It can beseen that there is a change in diastolic values before and after administration of javanese ginger. So, javaneseginger is effective in lowering blood pressure and javanese ginger can be one alternative for lowering bloodpressure. Keyword : Javanese Ginger, Blood Pressure, Hipertency
PENGARUH TERAPI BERMAIN LILIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RSUD dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Ikbal Fradianto
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.355 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.5274

Abstract

Abstrak:Latar belakang : Hospitalisasi pada anak mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit. Hospitalisasi dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada anak. Kecemasan pada anak tidak dapat dibiarkan, karena hal ini dapatmengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara terapibermain lilin.Objektif : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh terapi bermain lilin terhadap penurunantingkat kecemasan pada anak usia prasekolah.Metode : Jenis penelitian ini pre-eksperimen dengan one group pre-post test design. jumlah sampel 20 anak yangdilakukan dengan purposive sampling. Analisa penelitian menggunakan uji statistik T berpasangan. Hasil : Dari analisa perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dengan menggunakan uji T berpasangandidapatkan hasil nilai p = 0,000 dimana nilai p 0,05.Kesimpulan : Pada penelitian ini ada pengaruh terapi bermain lilin terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anakusia prasekolah di Ruang Anak RSUD dr. Soedarso Pontianak. Kata Kunci : Terapi bermain lilin, Kecemasan, Hospitalisasi.
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN SKOR DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., Hanifa Nur Afifah
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.759 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.5275

Abstract

Latar Belakang. Depresi merupakan salah satu gangguan kejiwaan serius yang paling banyak ditemukan pada lansiakarena dapat berakibat pada munculnya insiden bunuh diri. Namun sangat disayangkan diagnosa depresi pada lansiasering tidak terdeteksi sehingga kurangnya penanganan khusus terhadap permasalahan ini. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas terapi musik dalam menurunkan skor depresi pada lansia di UPT Panti Sosial TresnaWerdha Kubu Raya yang diukur dengan Geriatric Depression Scale (GDS). Metodologi. Penelitian ini menggunakandesain penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest d esign dengan teknik total samplingdimana dilakukan pemberian intervensi berupa terapi musik kepada seluruh sampel. Jumlah sampel pada penelitian iniberjumlah 21 orang yang terdiri dari 14 wanita dan 7 pria. Terapi musik diberikan sebanyak 5 sesi pertemuan denganmelakukan kegiatan yang telah terjadwal yang terdiri dari bern yanyi, mendengarkan musik, serta berjoget mengikutiirama lagu. Hasil. Terdapat penurunan skor depresi yang bermakna antara posttest dan pretest pada lansia yangmengalami depresi setelah dilakukan intervensi terapi musik. Skor GDS pada posttest menurun menjadi rata-rata 3dibanding skor pada pretest yang memiliki rata-rata 7. Hasil uji t berpasangan menunjukkan terjadi penurunan skordepresi pada responden setelah dilakukan terapi musik (p value = 0,000 α = 0,005). Kesimpulan. Terapi musikefektif untuk menurunkan skor depresi pada lansia dan dapat digunakan sebagai tindakan preventive dan promotiveuntuk depresi pada lansia. Kata kunci: Depresi, skor depresi lansia, terapi musik*Nursing Student at Faculty of Medicine of Tanjungpura University, Pontianak **1st Thesis Supervisor, Nursing lecturer in Faculty of Medicine of Tanjungpura University, Pontianak***2nd Thesis Supervisor, Head of Nursing Department in STIKES YARSI, Pontianak
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA INSOMNIA PADA LANJUT USIA (LANSIA) DI PANTI JOMPO GRAHA KASIH BAPA KABUPATEN KUBU RAYA ., Arina Merlianti
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.213 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.6032

Abstract

Latar belakang : Lansia mengalami penurunan kondisi dan fungsi tubuh salah satunya penurunan kualitas tidur yaitu insomnia. Terapi musik adalah salah satu bentuk penyembuhan dengan distraksi secara nonfarmakologi untukmengobati atau mengurangi gejala insomnia. Mendengarkan musik sampai saat ini menjadi metode relaksasi yangsering dilakukan untuk mengatasi kesulitan tidur karena musik merupakan cara yang mudah untuk mengalihkanperhatian, musik lebih sederhana, mudah dimengerti dan hampir semua orang menyukainya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Terhadap Kualitas Tidur PenderitaInsomnia Pada Lanjut Usia (Lansia) di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya Tahun 2014Metodologi Penelitian : Merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimentaldengan one-group pretest-posttest design tanpa adanya kelompok kontrol. Jumlah responden 16 orang. Analisis yangdilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil : Analisis bivariat menggunakan paired t test menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi musik terhadap kualitastidur sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai p= 0,000Kesimpulan : Ada pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Terapimusik dapat meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Oleh karena itu disarankan untuk dilakukannya penelitian yangbersifat aplikasi aspek biokimia pada lansia yang mengalami gangguan tidur.
EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA FASE INFLAMASI DI RSUD SANGGAU TAHUN 2014 ., Jolanda Purnawati
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.718 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.6034

Abstract

Latar belakang: Persalinan yang dilakukan dengan operasi sectio caesarea membutuhkan rawat inap yanglebih lama di rumah sakit. Hal ini tergantung dari cepat lambatnya penyembuhan luka akibat proses pembedahan. Mobilisasi yang dilakukan dengan segera tahap demi tahap akan membantu memperbaiki alirandarah sehingga akan mempercepat proses penyembuhan luka khususnya pada fase inflamasi. Oleh karena itu,mobilisasi dini merupakan langkah awal terhadap percepatan proses penyembuhan luka ibu dengan postsectio caesarea. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas mobilisasi dini pada ibu post partum terhadappercepatan proses penyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi. Metode: Jenis penelitian ini pre-eksperimen dengan desain the one shot case study. Jumlah sampel 28responden yang dilakukan dengan consevutive sampling. Analisa penelitian menggunakan uji alternatifFisher. Hasil: Dari analisa mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea terhadap percepatan penyembuhan luka faseinflamasi dengan menggunakan uji alternatif Fisher didapatkan hasil nilai p = 0,001 dimana nilai p 0,05.Kesimpulan: Pada penelitian ini mobilisasi dini pada ibu post partum efektif terhadap percepatan prosespenyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi di RSUD Sanggau Tahun 2014.Kata Kunci: Mobilisasi dini, Sectio caesearea, Penyembuhan luka fase inflamasiReferensi : 32 (2003-2013)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA USIA PERTENGAHAN (15-17 TAHUN) DI SMK NEGERI 01 MEMPAWAH TIMUR ., Villy Ramantika
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.924 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.6479

Abstract

Latar belakang: Salah satu perilaku paling berisiko pada remaja ialah perilaku merokok yang dapat dipengaruhioleh berbagai faktor, diantaranya masa perkembangan mencari identitas diri dan keinginan mencoba hal yang baru.Jumlah perokok remaja setiap tahunnya pun cenderung mengalami peningkatan hingga mencapai 37,4% dari totalpopulasi penduduk di Indonesia pada tahun 2010. Studi pendahuluan melalui 4 Sekolah Menengah Atas (SMA)atau sederajat di Kecamatan Mempawah Hilir dan Timur diketahui hampir 50% siswanya adalah perokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku merokok padaremaja usia pertengahan (15-17 tahun) di SMK Negeri 01 Mempawah Timur.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif dengan rancangan pendekatan cross sectional.Jumlah responden sebanyak 38 orang. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov dan menunjukkan bahwa faktor yangmemiliki hubungan terhadap perilaku merokok remaja usia pertengahan ialah faktor keterjangkauan uang saku atauuang jajan siswa dengan nilai p = 0,018.Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi perilaku merokok remaja adalah keterjangkauan uang saku (uang jajan).Kata kunci: Faktor perilaku merokok, Remaja usia pertengahan
EFEKTIVITAS SENAM DISMENORE DALAM MENGURANGI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 SIANTAN KABUPATEN PONTIANAK ., Nancy Monika Sormin
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.21 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.6480

Abstract

Latar belakang : Dismenore merupakan gejala nyeri terbanyak pada remaja putri saat menstruasi. Cukupbanyak metode yang digunakan untuk mengurangi nyeri menstruasi, salah satunya adalah senam dismenore.Senam dismenore dapat digunakan untuk mengurangi maupun mengatasi dismenore tanpa efek sampingdalam penggunaan jangka panjang.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh senam dismenore terhadap dismenore padaremaja putri.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental. Responden adalah siswi di SMP Negeri2 Siantan, Kabupaten Pontianak yang berjumlah 20 orang, diambil secara Purposive Sampling dan dibagimenjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan dalampenelitian ini menggunakan lembar observasi sebelum dan setelah senam dismenore.Hasil : Uji hipotesis data pada kelompok intervensi menggunakan uji T berpasangan menunjukkan nilai pvalue=0,000(p0,05).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian mengenai efektivitas senam dismenore dalam mengurangidismenore pada remaja putri di SMP Negeri 2 Siantan, Kabupaten Pontianak, senam dismenore terbuktiefektif dalam mengurangi dismenore dan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologisdalammengurangidismneore.KataKunci: Dismenore, Remaja, Senam DismenoreReferensi : 60 (1991-2014)

Page 2 of 51 | Total Record : 501