cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2: November 2016" : 8 Documents clear
KAJIAN EFISIENSI PEMBERIAN AIR DAN PUPUK ORGANIK BOKASI DARI LIMBAH TERNAK SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Hidajat, Firman; Suharjanto, Toto
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.774 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi limbah sapi  serta interaksinya dengan  penggunaan  air terhadap  pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.  Target penelitian ini adalah mengetahui pengaruh takaran limbah padat ternak sapi dan takaran air dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang dapat digunakan sebagai bahan informasi penggunaan bokashi dan air sebagai paket teknologi budidaya bawang merah.  Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dirancang menggunakan rancangan acak kelompok faktorial terdiri dari 3 faktor yaitu bokashi limbah sapi (B),takaran air (A) dan varietas bawang merah (V), yang masing-masing terdiri dari 4 level dan diulang 3 kali.  Macam varietas, takaran air dan pupuk bokashi berinteraksi mempengaruhi pertumbuhan dan hasil yaitu pada parameter jumlah daun, panjang tanaman, panjang tunas, berat basah, dan berat kering tanaman kecuali jumlah umbi, diameter umbi tidak terjadi interaksi. Kombinasi perlakuan yang terbaik pada pertumbuhan adalah V3A0B2 (varietas Nganjuk, pemberian air 100% kapasitas lapang, pupuk bokashi 18 ton/ha) namun tidak berbeda nyata dengan V3A1B2 (varietas Nganjuk, pemberian air 80% kapasitas lapang, dan pupuk bokashi 18 ton/ha), sedangkan untuk komponen hasil kombinasi perlakuan terbaik adalah V1A0B2 (varietas Pujon, pemberian air 100% kapasitas lapang, dan pupuk bokashi 18 ton/ha) namun tidak berbeda nyata dengan kombinasi perlakuan V1A1B2 (varietas Pujon, pemberian air 80% kapasitas lapang, dan pupuk bokashi 18 ton/ha). Pemberian air kapasitas lapang merupakan yang terbaik namun tidak berbeda nyata hasilnya dengan pemberian air 80% kapasitas lapang. Media yang baik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah adalah media tanah dengan pupuk bokashi 18 ton per hektar.
KAJIAN PEMANFAATAN MIKROORGANISME DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA KERITING (Lactuca sativa, L.) Wahyu Sajiwo; Ririen Prihandarini; Toto Suharjanto
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.929 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.859

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui macam mikroorganisme (EM4 dan R1M) dan macam pupuk organik (pupuk kandang sapi dan pupuk kompos) yang baik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman selada keriting. Metode penelitian di lapang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan sembilan perlakuan dan empat ulangan, tanah + pasir tanpa pemberian mikroorganisme (A0U0), pupuk kandang sapi tanpa pemberian mikroorganisme, tanah (A0U1), pupuk kompos daun tanpa pemberian mikroorganisme (A0U2), tanah + pasir + mikroorganisme EM4 (A1U0), pupuk kandang sapi + mikroorganisme EM4 (A1UI), pupuk kompos daun + mikroorganisme R1M (A1U2), mikroorganisme R1M tanpa pupuk organik (A2U0), pupuk kandang sapi + mikroorganisme R1M (A2U1), pupuk kompos daun + mikroorganisme R1M (A2U2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata pada perlakuan macam  mikroorganisme (EM4 dan R1M) dan macam pupuk organik (pupuk kandang sapi dan pupuk kompos daun) terhadap variabel jumlah daun umur 28 hst, luas daun, berat basah dan berat kering brangkasan. Secara umum, perlakuan pupuk kandang sapi baik secara tunggal maupun yang dikombinasikan memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan kompos daun.
PENGELOLAAN DAN POTENSI EKO WISATA DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG Lusiani Ferelia Halim
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.364 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.457

Abstract

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (Babul) Park didirikan pada tahun 2004. Sebagai taman nasional baru, kegiatan pengelolaan yang melibatkan masyarakat sekitar masih terbatas. Memperbaiki garis perbatasan antara taman nasional dan daerah sekitarnya masih dalam perdebatan utama dari taman nasional. Satu-satunya institusi yang bekerja sama dengan Taman Nasional Babul Balai Taman Nasional (Balai Taman Nasional Babul) adalah Pariwisata dan Badan Kebudayaan (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) dan Balai Taman Nasional Babul (Balai Taman Nasional Babul). Upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam melestarikan hutan baik jenis maupun manfaatnya melalui pengembangan wisata alam sebagai penyangga kawasan konservasi, kawasan budidaya dan industry tanaman hutan yang bernilai ekonomis tinggi guna mewujudkan ketahanan pangan. Konservasi kekayaan sumberdaya alam yang merupakan asset bagi Taman Nasional Bantimurung Bulusaurang harus terus diupayakan guna mempertahan ekosistem dan habitat bagi flora dan fauna yang hidup di dalam kawasan ini sehingga kawasan ini dapat mampu menjadi salah satu potensi wisata alam yang menarik Kata kunci : Potensi Wisata, Ekosistem Dan Habitat, TN Bantimurung Bulusaraung
PENGEMBANGAN METODE TEKNIK IMAGE PROCESSING UNTUK PEMUTUAN (GRADING) BUAH PISANG CAVENDIS SEGAR SECARA NONDESTRUKTIF Idiek Donowarti; Q Qomarudin
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.572 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.856

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mempelajari parameter mutu pisang cavendis segar dengan menggunakan image processing, (2) mengetahui hubungan sifat fisiko kimia buah pisang dengan parameter mutu yang diukur dengan teknik Image processing, (3) pemutuan pisang cavendis segar secara non destruktif dengan teknik Image processing. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Pertanian Terpadu, Fakultas Pertanian Universitas Wisnuwardhana Malang. Pisang Cavendish, dibeli dari petani di Gondang Legi, Malang. Sebanyak 3 tandan dengan tingkat kematangan 90, 100, dan 110 hari. Masingmasing tandan diambil sampel 40 buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: terdapat perbedaan nilai variabel indeks green (G) dan variabel intensitas (I) pada setiap umur pisang, sedangkan variabel red-blue (RB) dan hue saturation (HS) tidak berbeda. Semakin matang buah maka semakin turun tingkat kekerasannya hubungan ini ditunjukkan dengan persamaan regresi y = -0.0937x + 11.468 dengan nilai R2 = 0.8173, sedangkan hubungan antara total padatan terlarut dengan tingkat kematangan ditunjukkan dengan persamaan y = 0.859x - 74,766 dengan R2 = 0.8365. Tingkat akurasi prediksi kemulusan permukaan kulit mencapai 96.15%.
PENGARUH RASIO TEPUNG KOMAK DENGAN TEPUNG TERIGU DAN PENGGUNAAN PUTIH TELUR TERHADAP KARAKTERISTIK BROWNIES YANG DIHASILKAN Sania Aluh Rinanda; S Sukamto; S Sudiyono
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.611 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.456

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui interaksi dan pengaruh antara komposisi tepung komak dan tepung terigu dengan komposisi putih telur terhadap kadar protein, lemak, kadar air, gula reduksi, serat kasar, rasio ekspansi, dan massa jenis brownies yang dihasilkan. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil terbesar secara berurut sebagai berikut : T4P2 10,84%, T4P2 15,95%, T4P2 48,57%, T4P2 11,02%, dan T4P2 12,82%. Sedangkan dari analisa uji sensoris, didapatkan hasil yang paling disukai oleh panelis berdasarkan tekstur, warna, aroma, dan rasa secara berurut adalah perlakuan T2P2, T2P2, T4P2 dan T1P2-T4P2. Kata Kunci : Tepung komak, Tepung Terigu, Komposisi Putih Telur
PENGARUH METODE MASERASI JAZZAR DAN BALAFIF DALAM MEMPEROLEH EKSTRAK AIR DAUN MINDI (Melia azedarach L.) SEBA GAI INSEKTISIDA BOTANI PADA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) Zainul Al Amin; Tri Wardhani; Suslam Pratamaningtyas
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.576 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.458

Abstract

Pada proses pengekstrakan daun mindi terdapat prosedur maserasi yang berbeda dalam tahap pemanasan sebagaimana dilakukan terdapat pada prosedur Jazzar dan Balafif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedua prosedur maserasi dan konsentrasi ekstrak air daun mindi terhadap larva ulat grayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kom binasi Jazzar dengan konsentrasi ekstrak air daun mindi 100% mengakibatkan intensitas serangan ulat grayak yang paling kecil tetapi tidak berbeda dengan perlakuan prosedur Balafif dengan konsentrasi 80% ekstrak air daun mindi. Kombinasi prosedur Jazzar dengan konsentrasi 20% mengakibatkan intensitas serangan ulat grayak yang paling besar dan perlakuan ini tidak berbeda dengan kombinasi perlakuan lainnya. Dalam hal mortalitas ulat grayak dan penghambat pertumbuhan ulat grayak, kombinasi perlakuan tidak mengakibatkan pengaruh yang nyata. Kata Kunci : Ekstrak air daun mindi, insektisida botani, ulat grayak, prosedur Jazzar, prosedur Balafif
PEMANTAPAN ORGANISASI EKOWISATA DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA ALAM AIR PANAS CANGAR KOTA BATU UNTUK MENCAPAI KEPUASAN PENGUNJUNG Anggraeni In Oktavia
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.935 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.857

Abstract

Taman hutan raya (Grand Forest Park) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi ( UU No.5 tahun 1990). Salah satu taman hutan raya adalah Obyek Wisata Alam Air Panas Cangar yang secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Propinsi Jawa Timur (Monografi Desa, 2010). Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi pengelolaan OWA air panas cangar sehingga dirumuskan pemantapan organisasi ekowisata untuk kepuasan pengunjung. pengelolaan ekowisata OWA air panas belum optimal. Ketidak optimalan tersebut di cirikan dengan rendahnya ketrampilan, komunikasi yang buruk dan tidak memiliki visi dan rencana konservasi lingkungan. Organisasi ekowisata sangat berpengaruh terhadap keputusan yang diambil dalam pengelolaan wahana wisata. Organisasi mengelola berbagai tujuan wisata yang memiliki karakter fungsional, geografi atau karakter lain yang memuat tata nilai budaya dan lingkungan. Organisasi juga melaksanakan tata kelola akomodasi, produk jasa, kepemimpinan, kemasan, SDM, dan inovasi melalui sharing tanggung jawab antara swasta, penduduk lokal dan juga pengunjung. Tata kelola dan kearifan lokal menjadi rumusan terbaik dan standar layanan manjemen organisasi, dan konsep distribusi manfaat kesejahteraan penduduk lokal di setiap tujuan wisata. Penguatan organisasi dapat dilakukan terhadap kelompok tani desa Sumberejo dan kelompok sadar wisata dengan pemberdayaan masyarakat, dan pengelola tahura dalam hal ini UPT taman R. Soerejo dengan pengelola sarana dan prasarana yang terdapat di lingkungan wisata. Peran swasta juga sangat di perlukan dalam hal publikasi dan penyediaan sarana transportasi sehingga tercapai kepuasan pengunjung.
PENGEMBANGAN DESA WISATA SENDURO BERBASIS BUDAYA Wijayanti, Dyah Ayu
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.627 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.459

Abstract

Lumajang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terdapat salah satu kegiatan yang dapat menarik perhatian wisatawan adalah festival Orok-orok. Festival orok-orok dilaksanakan sangat meriah di Desa Senduro Kabupaten Lumajang pada malam hari. Orok-orok memiliki nama arti yang sama dengan festifal Ogoh-ogoh di Bali. Orok-orok adalah festival arakan Ogoh-ogoh yang dilakukan setahun sekali untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Orok-Orok adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Pada festival ini terdapat sekitar 20-an orok-orok yang akan di tampilkan dengan patung dan gaya berbeda-beda yang berkumpul di depan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Warga menyiapkan pertunjukan orok-orok dengan kreatifitas yang unik. Arakan orok-orok di mulai pukul 19.00 WIB. Arah arakan orok-orok di mulai dari Pura Mandara Giri Semeru Agung melewati jalan Raya Senduro, kecamatan Senduro, jalan Burno dan berakhir untuk di bakar di Ireng-Ireng Burno.Pembakaran Orok-orok di lambangkan sebagai pemusnahan iblis. Tradisi festifal Orok-orok menjelang Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan setiap tahun di Senduro tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara hal ini menunjukkan bahwa tradisi Orok-orok dapat diterima oleh masyarakat mulai dari skala lokal, nasional hingga internasional. Prosesi arak-arakan Orok-orok ini sangat bernilai untuk menambah wawasan budaya dan mampu menjadi daya tarik yang mengesankan bagi wisatawan domestik maupun asing. Bersamaan dengan malam yang semakin larut, beberapa lampu rumah warga yang beragama Hindu sudah mulai dimatikan. Hal ini seolah sebagai pertanda dimulainya prosesi Nyepi keesokan harinya. Kata Kunci: Desa Wisata, Senduro, Budaya, Mandara Giri Semeru Agung, Festival Orok- orok.

Page 1 of 1 | Total Record : 8