cover
Contact Name
Melki
Contact Email
melki@unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmaspari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20870558     EISSN : 25976796     DOI : -
Maspari Journal : Marine Science Research with eISSN: 2597-6796 (SK no. 0005.25976796/JI.3.1/SK.ISSN/2017.09 - 13 September 2017) publish by Marine Science Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sriwijaya, particularly focuses on the marine science areas as follows: 1). Marine Biology, 2). Marine Ecology, 3). Marine Acoustic, 4). Oceanography, 5). Environment, 6). Maritime Law, 7). Marine Microbiology and Biotechnology, 8). Marine Culture, 9). Coastal Management, and 10). Marine Social Science.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli" : 7 Documents clear
KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN BESI (Fe) DALAM SEDIMEN DASAR DAN KETERKAITANNYA DENGAN KARBON ORGANIK&UKURAN BUTIR DI MUARA WISO, JEPARA Lilik Maslukah; Sri Yulina Wulandari; Aulia Septine Herlintang; Muslim Muslim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.828 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9474

Abstract

Perairan Wiso, Ujungbatu, Jepara merupakan wilayah perairan yang memiliki aktivitas cukup padat, seperti aktivitas nelayan yang dapat berdampak pada kenaikan konsentrasi logam berat dalam sedimen dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal dan besi pada sedimen, mengetahui hubungan antara konsentrasi logam berat dengan karbon organik total dan ukuran butir sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2017 dengan metode kuantitatif. Konsentrasi logam berat disajikan dalam bentuk peta sebaran. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal berkisar 33,5705 mg/kg – 79,6378 mg/kg dan 0,2793 mg/kg – 90,1040 mg/kg untuk besi. Konsentrasi timbal dan besi tidak selalu dipengaruhi oleh keberadaan karbon organik total dan ukuran butir sedimen akan tetapi konsentrasi timbal dan besi lebih dipengaruhi oleh jarak dari muara sungai sebagai sumbernya.
PEMETAAN SEBARAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL DI TELUK LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Elza Anggarini Gunawan; Andi Agussalim; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.814 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9467

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktifitas primer di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisa konsetrasi dan memetakan klorofil-a di Teluk Lampung menggunakan data citra satelit Landsat berdasarkan algoritma yang sesuai yang dikolerasikan dengan data lapangan setiap musim. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 April 2016 dengan metode purposive sampling sebanyak 20 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan nilai klorofil-a di Teluk Lampung termasuk dalam kategori kesuburan rendah (2,749 mg/m3). Berdasarkan hasil regresi data citra dan data lapangan, diperoleh algoritma yang sesuai, yaitu Chl = 0,00997 ((TM5+TM6)/TM4)10,491 – 0,2704 ((TM5+TM6)/TM4)6,994 + 2,0237 ((TM5+TM6)/TM4)3,497 – 1,2751. Hasil penerapan algoritma tersebut pada musim yang berbeda, menunjukkan bahwa musim timur cenderung memiliki nilai klorofil-a tertinggi dengan kisaran 2,85-3,28 mg/m3
PENGARUH PEMBESARAN MATA OUTER NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET Gondo Puspito; Rilo Pambudi; Faik Kurohman
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.247 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9475

Abstract

Trammel net memiliki kemampuan menangkap organisma demersal yang didominasi pada jaring bagian dasarnya. Penyebabnya adalah kekenduran trammel net hanya terdapat pada bagian tertentu. Penelitian ini mencoba menambahkan kekenduran jaring pada posisi yang berbeda. Tujuannya adalah menentukan komposisi hasil tangkapan trammel net dan membuktikan apakah penambahan kekenduran akan mempengaruhi jumlah tangkapan.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 trammel net sebagai kontrol dengan 1 kekenduran (TN0), 3 trammel net perlakuan  dengan dengan 2 kekenduran (TN1), dan 3 trammel net dengan 3 kekenduran (TN2). Seluruh trammel net dioperasikan  sebanyak 24 kali ulangan di Perairan Lontar. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan ketiga konstruksi trammel net adalah sama, yaitu 2 spesies udang, 5 spesies ikan demersal, 1 spesies kepiting, dan 1 spesies ikan non demersal. Trammel net TN2 menghasilkan 918 individu (43,59%), atau lebih tinggi dibandingkan dengan TN1 (734 individu; 34,85%), dan TN0 (454 individu; 21,56%).
PENGARUH PEMBERIAN AMONIAK DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Nannochloropsis sp SKALA LABORATORIUM Rosti Omariah; Gusti Diansyah; Fitri Agustriani
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.184 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9466

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup salah satunya di sebabkan adanya limbah amoniak dalam konsentrasi tinggi. Kandungan nitrogen pada amoniak juga berpotensi sebagai sumber hara untuk pertumbuhan mikroalga. Nannochloropsis sp merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki banyak manfaat dan juga bisa menyerap unsur N. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian amoniak dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (A-G) dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A merupakan perlakuan tanpa pemberian amonium sulfat, perlakuan B memiliki dosis Amonium Sulfat 5 mg/l, dan perlakuan C-G berturut-turut memiliki dosis Amonium Sulfat 10 mg/l, 20 mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l, dan 50 mg/l dengan dosis TSP 10 mg/l untuk setiap perlakuan. Kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. dianalisis dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian amoniak dengan dosis berbeda memberikan pengaruh terhadap kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi. Kepadatan populasi Nannochloropsis sp tertinggi terdapat pada perlakuan G dengan nilai 4205,00 104 sel/ml pada hari ke 9. Laju pertumbuhan tertinggi didapat dari perlakuan G dengan nilai 0,47 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan G yaitu 1,48 jam. Konsentrasi yang semakin tinggi meningkatkan kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. 
KELIMPAHAN IKAN Chaetodontidae DAN Pomacentridae DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU KETAWAI DAN PULAU GUSUNG ASAM KABUPATEN BANGKA TENGAH Nurhasinta Nurhasinta; Umroh Umroh; Indra Ambalika Syari
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.34 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9476

Abstract

Pulau Ketawai dan Gusung Asam dimanfaatkan sebagai kawasan pariwisata yang memiliki kelimpahan ikan yang sangat tinggi di ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelimpahan ikan Chaetodontidae dan Pomacentridae, menghitung persentase tutupan karang hidup, dan menganalisis keterkaitan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan kondisi habitat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 menggunakan metode Belt Transect untuk pengambilan data ikan, Line Intercept Transect untuk terumbu karang. PCA digunakan untuk menganalisis kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan parameter lingkungan, sedangkan CA digunakan untuk menganalisis kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan persentase tutupan genus karang. Hasil penelitian didapatkan 17 spesies ikan dengan total jumlah individu sebanyak 12.350 ind/ha pada Pulau Ketawai dan 15 spesies dengan 17.850 ind/ha pada Pulau Gusung Asam. Persentase tutupan terumbu karang 43,29% pada Pulau Ketawai dan 33,75% pada Pulau Gusung Asam. Kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae pada Pulau Ketawai dipengaruhi oleh faktor suhu, salinitas, pH, kecerahan, DO, arus serta karang hidup, alga dan abiotik, sedangkan pada Pulau Gusung Asam dipengaruhi oleh TSS serta alga. Ikan Chaetodontidae dan Pomacentridae pada Pulau Ketawai ditemukan di genus Acropora, Coeloseris, Ctenactis, Cycloseris, Favia, Galaxea, Goniastrea, Goniopora, Leptoseris, Lobophyllia, Merulina, Montipora, Pachyseris, Pavona, Platygira, Porites, Psammocora, Scapophyllia, Stylophora, Symphyllia, Turbinaria, sedangkan pada Pulau Gusung Asam ditemukan di Acropora, Ctenactis, Cycloseris, Favia, Fungia, Goniastrea, Goniopora, Leptoseris, Merulina, Montastrea, Montipora, Pachyseris, Pavona, Platygira, Porites, Psammocora, Symphyllia. Hasil analisis menunjukkan adanya asosiasi yang erat antara kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan parameter lingkungan serta genus karang.
ANALISIS KONDISI TERUMBU KARANG DAN KAITANNYA DENGAN JENIS SERTA KELIMPAHAN IKAN INDIKATOR DI PERAIRAN PULAU TANGKIL TELUK LAMPUNG Rizky Sepferizal; Rozirwan Rozirwan; Muhammad Hendri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.201 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9471

Abstract

Terumbu karang adalah ekosistem dengan keanekaragaman jenis sangat tinggi yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tumbuh bagi biota-biota lainnya. Ikan indicator merupakan indicator bagi tingkat kesuburan ikan di terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase kesuburan ekosistem terumbu karang, meghitung jenis serta kelimpahan ikan indicator dan menganalisis korelasi antara keduanya. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2016 dengan 6 titik pengamatan. Metode yang digunakan adalah metode transek kuadrat untuk tutupan terumbu karang dan metode transek sabuk untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ikan. Tutupan karang hidup dikategorikan buruk hingga sedang dengan presentase 22,02-37,37%. Kelimpahan ikan indicator kategori rendah 0,02-0,06 ind/m2 dengan 3 jenis spesies yang ditemukan, CHAETODON OKTOFASCIATUS, CHelmon rostratus dan Heniochus pleurotaenia. Korelasi antara persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan indikator menujukkan keterkaitan yang sangat erat, redahnya kelimpahan ikan indikator dipengaruhi oleh kondisi dari persentase tutupan terumbu karang hidup.
EVALUASI STATUS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI TAMBAK BUMI PRATAMA MANDIRA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN Muharom Ikbal; Andi Agussalim; Fauziyah Fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.906 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9473

Abstract

Bumi Pratama Mandira Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan memiliki suatu usaha budidaya tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei). Selama tahun 2016 sampai 2018 hasil panen udang vaname di Bumi Pratama Mandira mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis parameter lingkungan pada tambak udang vaname dan mengevaluasi status kesesuaian lahan budidaya tambak udang vaname menggunakan sistem informasi geografis (SIG) di tambak Bumi Pratama Mandira. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2018 dengan 12 titik stasiun. Data yang ditelah didapat diolah menggunakan aplikasi ArcGis 10.5. Metode analisis yang digunakan adalah skoring sedangkan analisis spasial dengan metode overlay dengan menggabungkan jumlah nilai skor dari seluruh parameter. Penggabungan seluruh peta hasil interpolasi untuk membuat informasi baru mengenai kesesuaian lahan tambak udang vaname. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa parameter lingkungan pada tambak masih sesuai untuk budidaya udang vaname dan status kesesuaian  lahan tambak udang vaname masuk kategori kelas sesuai (S2) dengan luasan 406,5 Ha (68%) dan kelas sangat sesuai (S1) dengan luasan 190,5 Ha (32%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7