cover
Contact Name
Nawirah
Contact Email
nawirah@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elmuhasaba@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EL-MUHASABA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
El Muhasaba:Jurnal Akuntansi adalah jurnal berkala Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu Januari dan Juli. Bidang keilmuan yang diterima dalam jurnal ini adalah Akuntansi, Auditing, Sistem Informasi, Perpajakan, Akuntansi Syariah.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
TEORI DAN PRAKTIK AKUNTANSI SYARIAH DI INDONESIA Kariyoto, Kariyoto
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 8, No 2 (2017): El Muhasaba
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.921 KB) | DOI: 10.18860/em.v8i2.4970

Abstract

This article aims to discuss the theory of accounting is the basis of accounting practices sharia in Indonesia. Venturing into this article with a look at a number of important issues that need to be noted in conventional accounting in Indopnesia as the basis of accounting implementation of sharia. Some of them: the first issue of ownership, two basic assumptions, and the third effect of the issue of the basic assumptions to standard levels, or even accounting method selected. Departing from these three basic issues, the perspective of theory and all assumptions, postulates, rules, and principles in the Western accounting can be applied to institutions or companies that uphold the values of Islam. Results to be achieved how design system, sharia accounting format upholding the values of Islam in Indonesia. This is important, given the behavior of business and institutional Islam has different characteristics and behaviors, and institutions or Western companies.
ANALISIS VARIANS BELANJA LANGSUNG PADA PEMERINTAH DAERAH Amirya, Mirna; Rosalina, Kristin
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 7, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.104 KB) | DOI: 10.18860/em.v7i1.3877

Abstract

AbstractThis research is a descriptive study based on the case study method which aims to analyze the direct expenditure variances that occur in Local Government “X”. The data are used as materials analysis in this research are primary and secondary data obtained by interviewing directly to the related officials and also documentation of APBD realization report of Local Government “X” in 2011 and 2012. The Results showed there was a direct expenditure variance of Local Government “X” in 2011 and 2012 in which the budget is greater than the realization. The most significant variances exist in the capital expenditure component. Whereas the unit that has the highest direct expenditure variance is SKPD Department of Education. From this research also detected that one of the causes of variances is the budgeting system still refers to the incremental budgeting system, has not been implementing comprehensive and substantial performance-based budgeting system.AbstrakPenelitian ini adalah kajian deskriptif yang berdasarkan metode studi kasus yang menganalisis varians belanja langsung yang terjadi di Pemerintahan X. Data yang digunakan sebagai analisis material dalam penelitian yaitu data utama dan pendukung. Data tersebut didapatkan dengan melakukan wawancara langsung terhadap para pegawai terkait dan paparan dari dokumen laporan realisasi APBD pemerintah daerah X di tahun 2011 dan 2012. Hasilnya menunjukkan adanya varians belanja secara langsung pemerintah daerah X di tahun 2011 dan 2012 dalam belanja yang lebih besar dari kenyataannya. Keberadaan varians yang paling signifikan dalam komponen belanja modal. Sementara bagian yang memiliki varians belanja langsung paling tinggi adalah SKPD bagian pendidikan. Dari penelitian ini juga ditemukan satu dari beberapa kasus varians yang sistem pembelanjaannya masih mengarah kepada sistem belanja kenaikan gaji yang tidak terimplementasikan secara komprehensif dan sistem belanja yang berbasis kinerja substansial.
METODE PENGUKURAN PROPERTI INVESTASI BERDASARKAN PSAK NOMOR 13 (ADOPSI IAS 40) VS US GAAP Pratama, Habib Arizal; Usri, Abdul Kadir
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 6, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.612 KB) | DOI: 10.18860/em.v6i1.3893

Abstract

AbstractThe measurement of property held to find out the value of property investment. There is a fair value method and cost method which based on PSAK13 (adoption of IAS 40) and historical cost which based on US GAAP to measure investment property. The purpose of this research is to know the difference in the application of method of measurement of investment property based on PSAK 13 (adoption of IAS 40) and US GAAP and to know the impact of the differences in comparison the application of the method of measurement based on property investment PSAK 13 (adoption IAS 40) and US GAAP against operating profit PT Lippo General Insurance, Tbk in 2013. This research is using a descriptive qualitative approach. Data were collected using document methods. Data analysis was done by means of measuring the property with all methods, both fair value method, cost method and historical cost method. After measured, measurement results are compared and summed up the application of the method where the most profitable PT Lippo General Insurance, Tbk. The results showed that there is a difference between fair value and cost method based on PSAK 13 (adoption of IAS 40) and the historical cost method based on US GAAP. Application of fair value method is to do repeated measurements without depreciate investment properties each year . Application of cost method is to do a revaluation and depreciate investment properties each year . While in application of the historical cost method is to depreciate the investment property without the ways are re-evaluated every year . By applying different measurement methods, it would have an impact on the value of investment properties, thenumber of operating profit and performance of PT Lippo General Insurance, Tbk. Based on the measurement of property investment with all those methods, method of measurement of investment properties that provide the greatest impact against the value of investment properties, the number of operating profit and the company’s performance is by applying fair value method.AbstrakPengukuran properti dilakukan untuk mengetahui nilai properti investasi. Terdapat metode nilai wajar dan metode biaya yang berdasarkan PSAK 13 (Adopsi IAS 40) dan metode nilai historis berdasarkan US GAAP untuk mengukur properti investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penerapan metode pengukuran properti investasi berdasarkan PSAK 13 (Adopsi IAS 40) dan US GAAP dan untuk mengetahui dampak dari perbedaan perbandingan penerapan metode pengukuran properti investasi berdasarkan PSAK 13 (Adopsi IAS 40) dan US GAAP terhadap laba operasi PT Lippo General Insurance, Tbk pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode dokumetasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengukur properti dengan semua metode, baik metode nilai wajar, metode biaya maupun metode biaya historis. Setelah diukur, hasil pengukuran dibandingkan dan disimpulkan penerapan metode mana yang paling menguntungkan PT Lippo General Insurance, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara metode biaya dan nilai wajar berdasarkan PSAK 13 (Adopsi IAS 40) dan metode biaya historis berdasarkan US GAAP. Penerapan metode nilai wajar adalah dengan melakukan pengukuran ulang tanpa mendepresiasi properti investasi setiap tahunnya. Penerapan metode biaya dalam melakukan pengukuran adalah dengan melakukan revaluasi dan mendepresiasi properti investasi setiap tahunnya. Sedangkan dalam penerapan metode biaya historis adalah dengan cara mendepresiasi properti investasi tanpa direvaluasi setiap tahunnya. Dengan menerapkan metode pengukuran yang berbeda, hal tersebut berdampak terhadap nilai properti investasi, jumlah laba operasi dan kinerja PT Lippo General Insurance, Tbk. Berdasarkan pengukuran properti investasi dengan semua metode, metode pengukuran properti investasi yang memberikan dampak terbesar terhadap nilai properti investasi, jumlah laba operasi dan kinerja perusahaan adalah dengan menerapkan metode nilai wajar.
DETERMINAN MEKANISME INTERNAL CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP AGENCY COST: STUDI PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA Setyaningsih, Nina Dwi
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 8, No 1 (2017): El Muhasaba
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.349 KB) | DOI: 10.18860/em.v8i1.4964

Abstract

Secara alamiah, perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis akan dipengaruhi oleh suatu kerangka tata kelola (corporate governance framework). Kerangka tersebut dibentuk hukum dan regulasi, anggaran dasar, kode etik, perjanjian-perjanjian yang dibuat dengan kreditur, konsumen dan lainnya. Agar perusahaan memiliki kelangsungan jangka panjang, shareholder dan stakeholder perlu mempertimbangkan tata kelola yang baik (good corporate governance). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh  mekanisme internal corporate governance yang meliputi struktur kepemilikan dan ukuran dewan direksi terhadap biaya keagenan. Temuan penting penelitian ini adalah kepemilikan institusional belum efektif digunakan sebagai alat untuk memonitor menejemen dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan aktiva perusahaan dan ukuran dewan direksi dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan aktiva perusahaan sebagai alat untuk meningkatkan kemakmuran pemegang saham dan dapat dijadikan variabel dalam mengurangi agency cost.
PELAKSANAAN PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) UNTUK MEWUJUDKAN AKUNTANSIBILITAS DAN GOOD GOVERNANCE DESA Sintia, Kiki Debi; Susilo, Joko Hadi
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 7, No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.611 KB) | DOI: 10.18860/em.v7i2.3888

Abstract

AbstractThe phenomenon that occurs in the public sector agencies today is the revitalization of governance (good governance). One cause is the revitalization of the public demands for accountability. Through the improvement of accountability, the disclosure of information to the public will be more extensive in which as the principal, the society is entitled to know the information related to the performance of public sector agencies for the evaluation and control on the management of resources that have been mandated. Today, accountability development is not only done by the central government and local governments alone. The village government also contributes to the realization of government responsible (accountable), especially on the financial management of the village in order to avoid misappropriation offunds. The purpose of this study is to investigate the implementation of law number 6 of 2014 in realizing the accountability of village financial management within the planning side, implementation, administration, reporting, accountability, guidance and supervision of village finances. This research uses descriptive qualitative comparative method which is to describe the financial management of the village Banggle and village Toyomarto and then compare to the law number 6 of 2014 and its supporting rules, so a conclusion can be drawn. The results showed that based on law number 6 of 2014 outlines, the financial management of the Village Toyomarto had been accountable, but technically there were still many obstacles. For example, the village planning is not timely, delay in release of funds from the local government to the village, delay in reporting to the regents, the accountability report had not been published to the public, and the supervision and oversight of local government less maxi¬mum. Thus, it is a need for intensive assistance to improve financial management in the village Banggle and village Toyomarto.AbstrakFenomena yang terjadi pada instansi sektor publik dewasa ini adalah revitalisasi tata kelola pemerintahan (good governance). Salah satu penyebab revitalisasi adalah adanya tuntutan pertanggungjawaban terhadap publik (accountability). Melalui peningkatan pertanggungjawaban maka keterbukaan informasi kepada masyarakat semakin luas. Sebagai principal, masyarakat berhak mengetahui informasi terkait kinerja instansi sektor publik untuk bahan evaluasi dan kontrol terhadap pengelolaan sumber daya yang telah diamanahkan. Kini peningkatan akuntabilitas tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah saja. Pemerintah desa juga turut serta dalam mewujudkan pemerintahan yang bertanggungjawab (accountable), terutama atas pengelolaan keuangan desa agar tidak terjadi penyelewengan dana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa dari sisi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, pembinaan dan pengawasan keuangan desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif komparatif yaitu mendiskripsikan pengelolaan keuangan desa di Desa Banggle dan Desa Toyomarto kemudian membandingkan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan aturan penunjangnya, sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 secara garis besar pengelolaan keuangan Desa Banggle dan Toyomarto telah accountable, namun secara teknis masih banyak kendala. Kendala tersebut seperti perencanaan desa yang tidak tepat waktu, keterlambatan pencairan dana dari pemerintah daerah ke desa, keterlambatan pelaporan kepada bupati, laporan pertanggungjawaban belum terpublikasi kepada masyarakat, dan pembinaan serta pengawasan dari pemerintah daerah yang kurang maksimal. Sehingga perlu adanya pendampingan yang intensif untuk memperbaiki pengelolaan keuangan desa di Desa Banggle dan Desa Toyomarto.
ANALISIS PERBANDINGAN PERLAKUAN DANA NON HALAL PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT KOTA MALANG Shoviaty, Mitha; Djalaludin, Ahmad
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 8, No 2 (2017): El Muhasaba
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.885 KB) | DOI: 10.18860/em.v8i2.4967

Abstract

Dana non halal merupakan setiap pendapatan bunga yang bersumber dari usaha yang tidak halal (al-kasbu al-ghairu al-mayru’). Untuk mencegah agar dana non halal ini tidak tercampur dengan dana-dana lain yang halal maka tujuan adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengakuan, pencatatan, penyajian serta pengukuran dana non halal pada Laporan Keuangan Lembaga Zakat dan Wakaf El-Zawa dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah. Penelitian ini berfokus tentang Dana Non Halal Pada (Lembaga Zakat dan Wakaf El-Zawa) dan (Yayasan Dana Sosial Al-Falah). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara langsung pada kedua objek tersebut dan dara sekunder berupa Laporan Keuangan kedua objek tersebut.  mHasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Lembaga Zakat dan Wakaf El-Zawa belum mengakui, mencatat, menyajikan serta mengukur adanya dana non halal pada Laporan Keuangannya, dan Laporan Keuangan dari El-Zawa masih belum sesuai dengan PSAK 109. Sedangkan Yayasan Dana sosial Al-Falah sudah mengakui, mencatat, menyajikan serta mengukur adanya dana non halal pada Laporan Keuangannya. Oleh sebab itu Laporan Keuangan yang dimilki oleh Yayasan Dana Sosial Al-Falah sudah sesuai dengan PSAK 109.
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL PROGRAM STUDI TERHADAP KINERJA PROGRAM KERJA (STUDI PADA PROGRAM STUDI STRATA SATU DI BEKASI) Cahyati, Ari Dewi
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 7, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.884 KB) | DOI: 10.18860/em.v7i1.3883

Abstract

AbstractObjective of this study was to examine whether the indicators of intellectual capital (human capital affect to structure capital and relational capital) and whether the structure capital and relational capital structure affect to performance of under graduate program in Bekasi. Population in this study are chairman of under graduate program in Bekasi. Sample in this study using a convenience sampling. The research data include primary data and secondary data consisting of other written documents that are relevant to the research topic. This research data analysis techniques using the partial least square (PLS). Of the 71 questionnaires distributed that can be analyzed as much as 38 questionnaire so the response rate is 54,55%. The statistical test indicate that human capital has positif significant affect on structure capital and relational capital, structure capital and relational capital has positive significant impact on the performance of undergraduate program in Bekasi.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah indikator intellectual capital (human capital berpengaruh terhadap structure capital dan relational capital) dan apakah structure capital dan relational capital program studi berpengaruh terhadap kinerja prodi berpengaruh populasi dalam penelitian ini adalah ketua program studi di Kota Bekasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Data penelitian meliputi data primer yang diperoleh dengan cara menyebarkan data sekunder yang terdiri dari dokumen tertulis lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan partial least square (PLS). Dari 71 kuesioner yang disebar yang dapat dianalisis sebanyak 38 kuesioner dengan demikian response rate dalam penelitian ini adalah 54,5%. Hasil olah data statistic menemukan bahwa human capital berpengaruh positif signifikan terhadap structure capital, human capital berpengaruh postif signifikan terhadap relational capital, structure capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja program studi dan relational capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja program studi.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN PERSPEKTIF ISLAM Hidayatuloh, Ujang Muhamad
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 6, No 2: Juli 2015
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.558 KB) | DOI: 10.18860/em.v6i2.3900

Abstract

AbstractThis research is literacy research by title ’Designing of Accountance Information System in Islamic Perspective’. The aim of the research is trying to understand of planning accountance system in Islamic view’. In this writing by using qualitative method in descriptive approach. Islamic perspective was applied in internal controlling as core of accountance information system. Internal control component were affected include accounting policies, controlling and supervising activities. The main information consists of financial report which fulfilled of accountance information system application such as Microfost Office Excel is very essential. That application output are both financial position report and activity report that accordance with PSAK 45. Islamic perspective is used in deep internal control not only responsible to human being an sich but also responsible to vertical dimension, the God, Alloh swt.AbstrakPenelitian ini adalah penelitian studi pustaka yang mengambil judul ”Perancangan Sistem Informasi Akuntansi dengan Perspektif Islam”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prancangan informasi akuntansi dengan menggunakan perspektif Islam. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Perspektif Islam diterapkan pada pengendalian internal yang merupakan induk sistem informasi akuntansi. Komponen pengendalian internal yang dipengaruhinya antara lain kebijakan akuntansi, aktivitas pengendalian dan pengawasan. Adapun kebutuhan informasi yang berupa laporan keuangan, dipenuhi oleh aplikasi sistem informasi akuntansi yang dirancang menggunakan Microsoft Office Excel. Output aplikasi tersebut adalah laporan posisi keuangan dan laporan aktivitas yang sesuai dengan PSAK 45. Perspektif Islam menjadikan pengendalian internal tidak semata-mata dilakukan hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada manusia saja, lebih dari pada itu agar dapat pula dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt.
ANALISA BISNIS EKONOMI KREATIF ELEKTOR PARIWISATA UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK (STUDI KASUS PADA PELAKU BISNIS EKONOMI KREATIF DI MALANG) Susyanti, Jeni
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 8, No 2 (2017): El Muhasaba
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.32 KB) | DOI: 10.18860/em.v8i2.4971

Abstract

This study purpose is analysis of creative economy businesses actor of tourism sector in order to fulfill their tax compliance. This study uses a descriptive research approach. Populations are 46 creative economy businesses actor of tourism sector in Malang city. Because the population is relatively small, all population becomes samples. The collected data is analyzed through three stages: data reduction, data display and conclusions. Research results show that: (1) creative economy businesses actors of tourism sector in Malang city have most problems to sell goods on credit. In addition, most of employees can not make taxation administration. (2) most of creative economy businesses actor of tourism sector in Malang city aware to tax compliance. However, they can not fulfill tax obligations (low awareness level in taxation fulfillment).
VALUE CHAIN SEBAGAI ALAT BANTU MENGANALISA LAPORAN LABA RUGI DALAM UPAYA PENCIPTAAN KEUNGGULAN BERSAING Nugrahani, Novi
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 7, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.324 KB) | DOI: 10.18860/em.v7i1.3878

Abstract

AbstractThe company's success relies on competitive advantages, namely submit products at low cost or provide unique benefits to the buyer are worth the premium price. One of the tools to support the achievement of competitive advantage that is of value chain. Value chain will separate the activities of the company’s value, then analysis on the income statement so that the share of costs incurred in each of the activities and be further improvements or control on the activity. This research was conducted at the company S and indicate where the main activity consists of marketing activities, planning, implementation and service. While support activities consist of purchasing activity and infrastructure. Activities that have a major influence is the implementation activities, because the company is engaged in the construction project.AbstrakKesuksesan perusahaan bergantung pada keunggulan kompetitif, yaitu mengirim produk biaya rendah atau memberikan manfaat unik kepada pembeli dengan harga layak yang premium. Salah satu alat untuk mendukung pencapaian keuntungan kompetitif yaitu rantai nilai. Rantai nilai akan memisahkan kegiatan nilai perusahaan, maka analisis pada laporan pendapatan berbagi biaya dalam setiap kegiatan dan perbaikan lebih lanjut atau kontrol pada aktivitas. Penelitian ini dilakukan di perusahaan S dan menunjukkan kegiatan utama terdiri dari aktifitas, perencanaan, pelaksanaan dan layanan pemasaran. Sementara kegiatan dukungan terdiri dari pembelian aktivitas dan infrastruktur. Kegiatan yang memiliki pengaruh besar adalah implementasi kegiatan, karena perusahaan terlibat dalam proyek konstruksi.

Page 11 of 26 | Total Record : 251