cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
elharakahjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
ISSN : 18584357     EISSN : 23561734     DOI : -
Core Subject : Health,
EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of Indonesia, for the period August 2016 to August 2021 (SINTA 2). The journal emphasizes on aspects related to Islamic Culture in Indonesia and Southeast Asia. We welcome contributions from scholars in the field, papers maybe written in Bahasa Indonesia, English, or Arabic.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH" : 10 Documents clear
Deskripsi Tipologi, Klasifikasi dan Analisis Perancangan Masjid di Malaysia Nangkula Utaberta; Mohamad Tajuddin Mohamad Rasdi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.711 KB) | DOI: 10.18860/el.v0i0.451

Abstract

As one of the countries with the largest muslim communities in Southeast Asia, the study of Islamic architecture, especially the architecture of  modern mosques in Malaysia, has not yet been done intensively. Most of the  studies and documentation carried out were more focused in the study of old  mosques which were considered as more valuable historically with a more unique  traditional architecture. This paper will attempt to describe the typology of form  and visual style of the mosques (as the main building of Islamic architecture)  developed in Malaysia, ranging from traditional mosques in the area of  remote villages to modern mosques in urban areas. This study is very  important in  recognizing aspects of morphology, the influence, and the development of mosque  design in Malaysia which will become a reference in designing the mosque,  especially in this country in the future. The discussion itself will consists of the Traditional Vernacular Mosque Architecture of Malaysia, a Sino Eclectic Mosques in Malaysia, the European Classical Mosque in Malaysia, the  North Indian Mosque in Malaysia, the Malaysia’s Vernacular Mo  dern Mosque, the Modern Expressionism Revivalism Mosque in Malaysia and the Post-Modern Mosque in Malaysia. It is expected that this  study would give an idea of the various approaches and the development  of mosque design in Malaysia in order to recognize the ideas and thoughts of Islamic architecture in Malaysia. Sebagai salah satu negara dengan komunitas muslim terbesar di Asia Tenggara, studi arsitektur Islam, terutama arsitektur masjid modern di Malaysia, belum dilakukan secara intensif. Sebagian besar studi dan dokumentasi yang dilakukan lebih difokuskan pada kajian masjid tua yang dianggap lebih bernilai historis dengan arsitektur tradisional yang lebih unik. Makalah ini menggambarkan tipologi bentuk dan gaya visual masjid (sebagai bangunan utama arsitektur Islam) yang dikembangkan di Malaysia, mulai dari masjid tradisional di daerah terpencil hingga masjid modern di daerah perkotaan. Studi ini sangat penting dalam mengenali aspek morfologi, pengaruh, dan perkembangan desain masjid di Malaysia yang akan menjadi acuan dalam merancang masjid, terutama di negeri ini di masa depan. Diskusi itu sendiri terdiri dari Arsitektur Masjid Tradisional Vernakular Malaysia, sebuah Masjid Ekaristi Sino di Malaysia, Masjid Klasik Eropa di Malaysia, Masjid India Utara di Malaysia, Masjid Vernacular Mo dern Malaysia, Masjid Modern Expressionism Revivalism di Malaysia dan Masjid Post-Modern di Malaysia. Diharapkan penelitian ini akan memberi gambaran tentang berbagai pendekatan dan pengembangan desain masjid di Malaysia untuk bisa mengenali gagasan dan pemikiran arsitektur Islam di Malaysia.
Arsitektur Islam: Seni Ruang dalam Peradaban Islam Aulia Fikriarini
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.235 KB) | DOI: 10.18860/el.v0i0.452

Abstract

Human being as a caliph, here related to the function of architect, has responsibility for the environment. Hence, in doing their activities in this world, they have to cope with the nature considering the principal of balance and harmony. Architecture as one of the sciences should also go along with the Islamic values. The values based on the Quran should certainly be the foundation for all efforts of developing any sciences, including architectur. The application of Islam values will produce works of “Islamic architecture” that comprise a combination of culture and humans’ submission to their God, which characterizes the harmony of the human beings, environment, and their  Creator. Islamic architecture suggests a complex geometrical relation, hierarchy of shapes and ornaments, and deep symbolic meaning. This writing describes the fact that works of Islamic architectures in over the world that is based on Islamic ethical values and manners do not represent a single and identical shape. However, the varieties and wealth of shapes are unfield by one purpose, that is, as a medium of devoting to God. The varieties create a multitude of Islamic architecture products within Islamic civilization, which lead human beings to rahmatan lil alamiin. Manusia sebagai khalifah, disini berhubungan dengan fungsi tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Maka dalam melakukan aktivitasnya di dunia ini, mereka harus mengatasi alam dengan mempertimbangkan prinsip keseimbangan dan harmoni. Arsitektur sebagai salah satu ilmu juga harus sesuai dengan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai yang berdasarkan pada Quran pastilah menjadi fondasi bagi semua usaha pengembangan ilmu apapun, termasuk arsitek. Penerapan nilai-nilai Islam akan menghasilkan karya-karya "arsitektur Islam" yang terdiri dari kombinasi antara kedaulatan budaya dan manusia dengan Tuhan mereka, yang mencirikan keharmonisan manusia, lingkungan, dan Penciptanya. Arsitektur Islam menunjukkan hubungan geometris yang kompleks, hierarki bentuk dan ornamen, dan makna simbolik yang dalam. Tulisan ini menggambarkan fakta bahwa karya arsitektur Islam di seantero dunia yang berlandaskan nilai etika dan tata krama Islam tidak mewakili bentuk tunggal dan identik. Namun, varietas dan kekayaan bentuk tidak ada satu tujuan, yaitu media untuk mengabdikan diri kepada Tuhan. Varietas tersebut menciptakan banyak produk arsitektur Islam dalam peradaban Islam, yang menyebabkan manusia menjadi rahmatan lil alamiin.
Muqarnas: Ungkapan Keagungan Nilai Islam dalam Karya Arsitektur Yulia Eka Putrie
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1856.754 KB) | DOI: 10.18860/el.v0i0.453

Abstract

Muqarnas is the Arabic word for stalactite vault, a three-dimensional decoration element in Islamic architecture. Inspired by honey comb, this kind of architectural ornament has been developed to the highest form of aesthetics and complexity. Its uniqueness is laid on its geometrical composition, which is transformed from thousands of cells, tiers and intermediate elements.Inspite of its amazing geometrical composition, there are some values and meanings that consist in muqarnas. Infinitive design of muqarnas is mostly based on human’s awareness of God’s infinite highness and strength. Furthermore, it shows us that Allah’s creation such as honey combs, that is often being underestimated by human, contain huge of knowledge and complicated calculations. These kind of awareness and wisdoms are yielded by artists and architects in the past, who had never detached science from Islam, as the way of life. Muqarnas adalah kata Arab untuk kubah stalaktit, elemen hiasan tiga dimensi dalam arsitektur Islam. Terinspirasi oleh sarang madu, ornamen arsitektur semacam ini telah berkembang menjadi bentuk estetika dan kompleksitas tertinggi. Keunikannya diletakkan pada komposisi geometrisnya, yang ditransformasikan dari ribuan sel, tingkatan dan elemen antara. Terlepas dari komposisi geometrisnya yang menakjubkan, ada beberapa nilai dan makna yang ada di muqarnas. Desain infinitif muqarnas sebagian besar didasarkan pada kesadaran manusia akan kekuatan dan kekuatan Tuhan yang tak terbatas. Lebih jauh lagi, ini menunjukkan kepada kita bahwa ciptaan Allah seperti sarang madu, yang sering diremehkan oleh manusia, mengandung banyak pengetahuan dan perhitungan yang rumit. Jenis kesadaran dan hikmat ini dihasilkan oleh seniman dan arsitek di masa lalu, yang tidak pernah melepaskan ilmu pengetahuan dari Islam, sebagai cara hidup.
Pengaruh Budaya dan Nilai Islam: Terbentuknya Arsitektur Vernakular Minangkabau Ernaning Setiyowati
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.181 KB) | DOI: 10.18860/el.v0i0.454

Abstract

Vernacular Architecture was called as populace architecture that formed because pattern of life, social, culture, and religious from certain society. This thing was caused program of vernacular architecture different in every place. All of vernacular architecture have special characteristic. Also, there is vernacular architecture of Minangkabau. Vernacular architecture of Minangkabau often called as large sprawling house. The uniqueness of that society is specially in matrilineal culture, bringing to one design of living house which different to general modern house. The space formation is based on women life and having hierarchy appropriate with sickles of women life. Type of buildings totality having uniqueness because historical factor and legend. Even, name of building is large sprawling house also having content of historical value and legend. The element of local material also support this uniqueness. Because local material that used in large sprawling house is not truly used in others region. Aspects of social and local culture that arrange the forms of vernacular architecture of Minangkabau. It is not free from Islamic values moreover supports an Islamic values in some designed aspect. Arsitektur vernakular disebut sebagai arsitektur masyarakat yang terbentuk karena pola hidup, sosial, budaya, dan agama dari masyarakat tertentu. Hal ini disebabkan program arsitekturnya berbeda di setiap tempat yang memiliki ciri khas tersendiri, misalnya arsitektur vernakular Minangkabau. Arsitektur Vernakular Minangkabau dikenal dengan rumah tinggal yang luas. Keunikan masyarakat itu secara khusus dalam budaya matrilineal membawa ke salah satu desain rumah tinggal yang berbeda dengan rumah modern secara umum. Pembentukan ruang didasarkan pada kehidupan perempuan dan memiliki hirarki sesuai dengan pola kehidupan wanita. Jenis bangunan secara utuh memiliki keunikan karena faktor sejarah dan legenda. Bahkan, nama bangunan rumah luas ini memiliki kandungan nilai sejarah dan legenda. Unsur materi lokal juga mendukung keunikan ini. Karena bahan lokal yang digunakan di rumah luas ini tidak benar-benar digunakan di daerah lain. Aspek budaya sosial dan lokal yang mengatur bentuk arsitektur vernakular Minangkabau. Ini tidak terlepas dari nilai-nilai Islam yang mendukung nilai-nilai Islam dalam beberapa aspek yang dirancang.
Kontestasi pada Arsitektur Masjid Nusantara: Jelajah atas Masjid Ampel Surabaya dan Masjid Jami’ Malang Achmad Gat Gautama
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.553 KB) | DOI: 10.18860/el.v0i0.456

Abstract

Conservation on architecture plays very important role in shaping the identity or memory of a place as well as presenting its current context. There are must be three strategies consisting in conservation, those are: continuity, development, and usage. Continuity shows the establishment on the tradition for the sake of the continuity on the building identity in the present and future time. Development is a process of changing and adjusting toward  the current of a building to gain the best condition. Usage is creating the use or giving the facility for the existance sustainability of old, present, and future building. Through the tracing on two architecture cases, Masjid Sunan Ampel and Masjid Jami’ Malang, this paper aims to explore the character of architecture identity of mosque in Indonesia as an alternative of architecture sustainability which is relevant to Indonesian context, and to the development of technology as one of the instrument to build. The initial stage is exploring the architec of two mosques by using three conservation strategies as the reading tool. The next stage is doing an interpretaive analysis by comparing the finding character identity both mosques’ identity in dialogic way. The above study presents the two character of Indonesain mosques’ architecture which includes technology in the building process. These characters have been becoming the  starting planning strategy of mosque’s architecture which orientates to Indonesian context as well as creatively and innovatively. Konservasi pada arsitektur memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk identitas atau memori suatu tempat sekaligus menyajikan konteksnya saat ini. Harus ada tiga strategi yang terdiri dalam konservasi, yaitu: kontinuitas, pengembangan, dan penggunaan. Kontinuitas menunjukkan kemunculan tradisi demi kelangsungan identitas bangunan di masa sekarang dan masa depan. Pembangunan adalah proses perubahan dan penyesuaian terhadap arus bangunan untuk mendapatkan kondisi terbaik. Penggunaannya menciptakan penggunaan fasilitas untuk keberlanjutan bangunan lama, sekarang dan masa depan. Melalui penelusuran dua kasus arsitektur, Masjid Sunan Ampel dan Masjid Jami 'Malang, makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakter identitas arsitektur masjid di Indonesia sebagai alternatif keberlanjutan arsitektur yang sesuai dengan konteks Indonesia, dan perkembangan teknologi. sebagai salah satu alat untuk membangun. Tahap awalnya yaitu mengeksplorasi arsitektur dua masjid dengan menggunakan tiga strategi konservasi sebagai wacana. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis interpretatif dengan membandingkan identitas karakter temuan kedua identitas masjid tersebut secara dialogis. Studi di atas menyajikan dua karakter arsitektur masjid Indonesia yang mencakup teknologi dalam proses pembangunan. Hal ini telah menjadi strategi perencanaan awal arsitektur masjid yang berorientasi pada konteks Indonesia serta kreatif dan inovatif.
Pengaruh Budaya dan Nilai Islam: Terbentuknya Arsitektur Vernakular Minangkabau Setiyowati, Ernaning
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.454

Abstract

Vernacular Architecture was called as populace architecture that formed because pattern of life, social, culture, and religious from certain society. This thing was caused program of vernacular architecture different in every place. All of vernacular architecture have special characteristic. Also, there is vernacular architecture of Minangkabau. Vernacular architecture of Minangkabau often called as large sprawling house. The uniqueness of that society is specially in matrilineal culture, bringing to one design of living house which different to general modern house. The space formation is based on women life and having hierarchy appropriate with sickles of women life. Type of buildings totality having uniqueness because historical factor and legend. Even, name of building is large sprawling house also having content of historical value and legend. The element of local material also support this uniqueness. Because local material that used in large sprawling house is not truly used in others region. Aspects of social and local culture that arrange the forms of vernacular architecture of Minangkabau. It is not free from Islamic values moreover supports an Islamic values in some designed aspect. Arsitektur vernakular disebut sebagai arsitektur masyarakat yang terbentuk karena pola hidup, sosial, budaya, dan agama dari masyarakat tertentu. Hal ini disebabkan program arsitekturnya berbeda di setiap tempat yang memiliki ciri khas tersendiri, misalnya arsitektur vernakular Minangkabau. Arsitektur Vernakular Minangkabau dikenal dengan rumah tinggal yang luas. Keunikan masyarakat itu secara khusus dalam budaya matrilineal membawa ke salah satu desain rumah tinggal yang berbeda dengan rumah modern secara umum. Pembentukan ruang didasarkan pada kehidupan perempuan dan memiliki hirarki sesuai dengan pola kehidupan wanita. Jenis bangunan secara utuh memiliki keunikan karena faktor sejarah dan legenda. Bahkan, nama bangunan rumah luas ini memiliki kandungan nilai sejarah dan legenda. Unsur materi lokal juga mendukung keunikan ini. Karena bahan lokal yang digunakan di rumah luas ini tidak benar-benar digunakan di daerah lain. Aspek budaya sosial dan lokal yang mengatur bentuk arsitektur vernakular Minangkabau. Ini tidak terlepas dari nilai-nilai Islam yang mendukung nilai-nilai Islam dalam beberapa aspek yang dirancang.
Kontestasi pada Arsitektur Masjid Nusantara: Jelajah atas Masjid Ampel Surabaya dan Masjid Jami’ Malang Gautama, Achmad Gat
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.456

Abstract

Conservation on architecture plays very important role in shaping the identity or memory of a place as well as presenting its current context. There are must be three strategies consisting in conservation, those are: continuity, development, and usage. Continuity shows the establishment on the tradition for the sake of the continuity on the building identity in the present and future time. Development is a process of changing and adjusting toward  the current of a building to gain the best condition. Usage is creating the use or giving the facility for the existence sustainability of old, present, and future building. Through the tracing on two architecture cases, Masjid Sunan Ampel and Masjid Jami’ Malang, this paper aims to explore the character of architecture identity of mosque in Indonesia as an alternative of architecture sustainability which is relevant to Indonesian context, and to the development of technology as one of the instrument to build. The initial stage is exploring the architec of two mosques by using three conservation strategies as the reading tool. The next stage is doing an interpretaive analysis by comparing the finding character identity both mosques’ identity in dialogic way. The above study presents the two character of Indonesain mosques’ architecture which includes technology in the building process. These characters have been becoming the  starting planning strategy of mosque’s architecture which orientates to Indonesian context as well as creatively and innovatively. Konservasi pada arsitektur memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk identitas atau memori suatu tempat sekaligus menyajikan konteksnya saat ini. Harus ada tiga strategi yang terdiri dalam konservasi, yaitu: kontinuitas, pengembangan, dan penggunaan. Kontinuitas menunjukkan kemunculan tradisi demi kelangsungan identitas bangunan di masa sekarang dan masa depan. Pembangunan adalah proses perubahan dan penyesuaian terhadap arus bangunan untuk mendapatkan kondisi terbaik. Penggunaannya menciptakan penggunaan fasilitas untuk keberlanjutan bangunan lama, sekarang dan masa depan. Melalui penelusuran dua kasus arsitektur, Masjid Sunan Ampel dan Masjid Jami 'Malang, makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakter identitas arsitektur masjid di Indonesia sebagai alternatif keberlanjutan arsitektur yang sesuai dengan konteks Indonesia, dan perkembangan teknologi. sebagai salah satu alat untuk membangun. Tahap awalnya yaitu mengeksplorasi arsitektur dua masjid dengan menggunakan tiga strategi konservasi sebagai wacana. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis interpretatif dengan membandingkan identitas karakter temuan kedua identitas masjid tersebut secara dialogis. Studi di atas menyajikan dua karakter arsitektur masjid Indonesia yang mencakup teknologi dalam proses pembangunan. Hal ini telah menjadi strategi perencanaan awal arsitektur masjid yang berorientasi pada konteks Indonesia serta kreatif dan inovatif.
Arsitektur Islam: Seni Ruang dalam Peradaban Islam Fikriarini, Aulia
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.452

Abstract

Human being as a caliph, here related to the function of architect, has responsibility for the environment. Hence, in doing their activities in this world, they have to cope with the nature considering the principal of balance and harmony. Architecture as one of the sciences should also go along with the Islamic values. The values based on the Quran should certainly be the foundation for all efforts of developing any sciences, including architecture. The application of Islam values will produce works of “Islamic architecture” that comprise a combination of culture and humans’ submission to their God, which characterizes the harmony of the human beings, environment, and their  Creator. Islamic architecture suggests a complex geometrical relation, hierarchy of shapes and ornaments, and deep symbolic meaning. This writing describes the fact that works of Islamic architectures in over the world that is based on Islamic ethical values and manners do not represent a single and identical shape. However, the varieties and wealth of shapes are unified by one purpose, that is, as a medium of devoting to God. The varieties create a multitude of Islamic architecture products within Islamic civilization, which lead human beings to rahmatan lil alamiin. Manusia sebagai khalifah, disini berhubungan dengan fungsi tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Maka dalam melakukan aktivitasnya di dunia ini, mereka harus mengatasi alam dengan mempertimbangkan prinsip keseimbangan dan harmoni. Arsitektur sebagai salah satu ilmu juga harus sesuai dengan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai yang berdasarkan pada Quran pastilah menjadi fondasi bagi semua usaha pengembangan ilmu apapun, termasuk arsitek. Penerapan nilai-nilai Islam akan menghasilkan karya-karya "arsitektur Islam" yang terdiri dari kombinasi antara kedaulatan budaya dan manusia dengan Tuhan mereka, yang mencirikan keharmonisan manusia, lingkungan, dan Penciptanya. Arsitektur Islam menunjukkan hubungan geometris yang kompleks, hierarki bentuk dan ornamen, dan makna simbolik yang dalam. Tulisan ini menggambarkan fakta bahwa karya arsitektur Islam di seantero dunia yang berlandaskan nilai etika dan tata krama Islam tidak mewakili bentuk tunggal dan identik. Namun, varietas dan kekayaan bentuk tidak ada satu tujuan, yaitu media untuk mengabdikan diri kepada Tuhan. Varietas tersebut menciptakan banyak produk arsitektur Islam dalam peradaban Islam, yang menyebabkan manusia menjadi rahmatan lil alamiin.
Deskripsi Tipologi, Klasifikasi dan Analisis Perancangan Masjid di Malaysia Utaberta, Nangkula; Rasdi, Mohamad Tajuddin Mohamad
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.451

Abstract

As one of the countries with the largest Moslem communities in Southeast Asia, the study of Islamic architecture, especially the architecture of  modern mosques in Malaysia, has not yet been done intensively. Most of the  studies and documentation carried out were more focused in the study of old  mosques which were considered as more valuable historically with a more unique  traditional architecture. This paper will attempt to describe the typology of form  and visual style of the mosques (as the main building of Islamic architecture)  developed in Malaysia, ranging from traditional mosques in the area of  remote villages to modern mosques in urban areas. This study is very  important in  recognizing aspects of morphology, the influence, and the development of mosque  design in Malaysia which will become a reference in designing the mosque,  especially in this country in the future. The discussion itself will consists of the Traditional Vernacular Mosque Architecture of Malaysia, a Sino Eclectic Mosques in Malaysia, the European Classical Mosque in Malaysia, the  North Indian Mosque in Malaysia, the Malaysia’s Vernacular Mo  dern Mosque, the Modern Expressionism Revivalism Mosque in Malaysia and the Post-Modern Mosque in Malaysia. It is expected that this  study would give an idea of the various approaches and the development  of mosque design in Malaysia in order to recognize the ideas and thoughts of Islamic architecture in Malaysia. Sebagai salah satu negara dengan komunitas muslim terbesar di Asia Tenggara, studi arsitektur Islam, terutama arsitektur masjid modern di Malaysia, belum dilakukan secara intensif. Sebagian besar studi dan dokumentasi yang dilakukan lebih difokuskan pada kajian masjid tua yang dianggap lebih bernilai historis dengan arsitektur tradisional yang lebih unik. Makalah ini menggambarkan tipologi bentuk dan gaya visual masjid (sebagai bangunan utama arsitektur Islam) yang dikembangkan di Malaysia, mulai dari masjid tradisional di daerah terpencil hingga masjid modern di daerah perkotaan. Studi ini sangat penting dalam mengenali aspek morfologi, pengaruh, dan perkembangan desain masjid di Malaysia yang akan menjadi acuan dalam merancang masjid, terutama di negeri ini di masa depan. Diskusi itu sendiri terdiri dari Arsitektur Masjid Tradisional Vernakular Malaysia, sebuah Masjid Ekaristi Sino di Malaysia, Masjid Klasik Eropa di Malaysia, Masjid India Utara di Malaysia, Masjid Vernacular Mo dern Malaysia, Masjid Modern Expressionism Revivalism di Malaysia dan Masjid Post-Modern di Malaysia. Diharapkan penelitian ini akan memberi gambaran tentang berbagai pendekatan dan pengembangan desain masjid di Malaysia untuk bisa mengenali gagasan dan pemikiran arsitektur Islam di Malaysia.
Muqarnas: Ungkapan Keagungan Nilai Islam dalam Karya Arsitektur Putrie, Yulia Eka
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.453

Abstract

Muqarnas is the Arabic word for stalactite vault, a three-dimensional decoration element in Islamic architecture. Inspired by honey comb, this kind of architectural ornament has been developed to the highest form of aesthetics and complexity. Its uniqueness is laid on its geometrical composition, which is transformed from thousands of cells, tiers and intermediate elements. Inspite of its amazing geometrical composition, there are some values and meanings that consist in muqarnas. Infinitive design of muqarnas is mostly based on human’s awareness of God’s infinite highness and strength. Furthermore, it shows us that Allah’s creation such as honey combs, that is often being underestimated by human, contain huge of knowledge and complicated calculations. These kind of awareness and wisdoms are yielded by artists and architects in the past, who had never detached science from Islam, as the way of life. Muqarnas adalah kata Arab untuk kubah stalaktit, elemen hiasan tiga dimensi dalam arsitektur Islam. Terinspirasi oleh sarang madu, ornamen arsitektur semacam ini telah berkembang menjadi bentuk estetika dan kompleksitas tertinggi. Keunikannya diletakkan pada komposisi geometrisnya, yang ditransformasikan dari ribuan sel, tingkatan dan elemen antara. Terlepas dari komposisi geometrisnya yang menakjubkan, ada beberapa nilai dan makna yang ada di muqarnas. Desain infinitif muqarnas sebagian besar didasarkan pada kesadaran manusia akan kekuatan dan kekuatan Tuhan yang tak terbatas. Lebih jauh lagi, ini menunjukkan kepada kita bahwa ciptaan Allah seperti sarang madu, yang sering diremehkan oleh manusia, mengandung banyak pengetahuan dan perhitungan yang rumit. Jenis kesadaran dan hikmat ini dihasilkan oleh seniman dan arsitek di masa lalu, yang tidak pernah melepaskan ilmu pengetahuan dari Islam, sebagai cara hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH Vol 26, No 1 (2024): EL HARAKAH Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH Vol 21, No 1 (2019): EL HARAKAH Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH Vol 17, No 2 (2015): EL HARAKAH Vol 17, No 1 (2015): EL HARAKAH Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH Vol 15, No 1 (2013): EL HARAKAH Vol 14, No 2 (2012): EL HARAKAH Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH E-Harakah (Vol 14, No 2 Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH Vol 13, No 1 (2011): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 13, No 1 Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 2 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 1 (2010): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 12, No 3 el-Harakah (Vol 12, No 2 el-Harakah (Vol 12, No 1 Vol 11, No 3 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 1 (2009): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 11, No 2 el-Harakah (Vol 11, No 1 Vol 10, No 3 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 2 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 1 (2008): EL HARAKAH Vol 9, No 3 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 2 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH Vol 7, No 1 (2005): EL HARAKAH Vol 6, No 2 (2004): EL HARAKAH Vol 5, No 2 (2003): EL HARAKAH Vol 5, No 1 (2003): EL HARAKAH Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH Vol 4, No 2 (2002): EL HARAKAH Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH Vol 2, No 2 (2000): EL HARAKAH Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH Vol 1, No 3 (1999): EL HARAKAH More Issue