cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
ANALISA PERUBAHAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP UNJUK KERJA AC SPLIT 1,5 PK Wibowo, Agus; Farid, Ahmad; Purwanto, Moh. Ade
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.812 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi mengakibatkan banyak orang yang memodifikasi komponen AC salah satu diantaranya dengan melakukan perubahan dengan diameter pipa kapiler yang berbeda- beda dan pemanfaatan air kondensat sebagai media pendingin tambahan setelah kondensor. Dari perubahan pipa kapiler tersebut diharapkan mendapatkan performance yang lebih pada rancangan AC dengan media tambahan air kondensat tersebut.Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu dengan melakukan rancang bangun AC 1,5 PK dengan penambahan media bak air kondensat yang dipasang setelah kondensor. Dengan variasi diameter pipa kapiler A (0,50), B (0,58) dan C (1,08) adalah gabungan dari pipa A dan B. Data yang diperoleh dari percobaan kemudian dibandingkan guna menghasilkan pengaruh terhadap COP.Hasil   penelitian   diperoleh   data   koefisien   prestasi/COP   pada   masing-masing perlakuan pipa dapat diketahui bahwa semakin kecil diameter pipa kapiler maka COP semakin meningkat dimana pipa kapiler A dengan kondisi paling tinggi dengan operasional selama penelitian cenderung stabil dengan rata-rata 6,55, pipa kapiler B  dengan rata-rata 5,84, dan pipa kapiler C berada pada COP paling rendah dengan rata-rata 5,56.Kata Kunci : Kondensat, AC, COP
ANALISA SIFAT MEKANIS KOMPOSIT METRIK EPOKSI DIPERKUAT SERBUK CANGKANG TELUR ITIK UNTUK RODA GIGI TRANSPORTIR PADA MESIN BUBUT Utomo, Tri Manunggal; ,, Rusnoto; Samyono, Drajat
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.991 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari variasi penambahan unsur serbuk cangkang telur itik komposit pada kekuatan tarik, keausan dan impak untuk aplikasi roda gigi transportir pada mesin bubut. Sehingga dapat digunakan untuk pengganti roda gigi trasportir berbahan komposit yang memiliki sifat mekanis yang lebih baik, ringan dan kuat sehingga dapat dibuat/ dipraktekan di bengkel – bengkel atau sekolah dengan biaya yang sangat murah. Dari data yang diperoleh setelah masing – masing spesimen dilakukan pengujian.  Maka  pada  pengujian  tarik  penambahan  serbuk  cangkang  telur  itik tidak memiliki pengaruh yang sangat signifikan pada kekuatan tarik. Dengan penambahan 0%, 6%, 9%, 12% dan 18% mempunyai kekuatan tarik sebesar 57,77 N/mm2, 38,74 N/mm2, 39,36 N/mm2, 40,46 N/mm2 dan 28,77 N/mm2. Pada pengujian keausan nilai tertinggi pada spesimen  dengan campuran penguat  serbuk  cangkang  telur itik  6%    yang mana  nilai abrasive  mencapai  1,0177  x 10-6dan  nilai keausan terendah  pada  spesimen  dengan campuran penguat serbuk cangkang telur itik 9% dengan niali abrasive 2,1880 x 10-7. Kemudian  pada  pengaujian  impak nilai  kekuatan impak tertinggi  spesimen  dengan campuran penguat serbuk cangkang telur itik 6% sebesar 0,0016 J/mm2  sedangkan nilai terendah  pada  spesimen  dengan  penguat  serbuk  cangkang  telur  itik  18%  sebesar 0,0005J/mm2.Kata kunci : Komposit, Roda gigi transportir, Resin Epoxy, Hardener, Serbuk cangkang telur itik, uji tarik, uji keausan dan uji impak
ANALISA MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD TERHADAP KINERJA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK 110cc Fajarudin, Rizki; Wibowo, Agus; Farid, Ahmad
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.597 KB)

Abstract

Saat ini ada banyak tuntutan dalam industri otomotif yaitu untuk menghasilkan kendaraan yang mampu menghasilkan performa yang tinggi (high performance), dan juga harus dapat menghemat pemakaian bahan bakar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  dari  variasi  bentuk,  panjang,  dan  diameter  Intake  manifold  terhadap  kinerja mesin. Pengujian dilakukan dengan pemasangan intake manifold standart yang sudah divariasi terhadap Torsi, Daya, dan Konsumsi  bahan bakar sepeda motor Jupiter Z. Analisa data menggunakan metode uji coba langsung yang dilakukan dengan cara mencatat data- data hasil pengujian yang akan dilakukan, dengan percobaan pemasangan Intake Manifold Standart dengan panjang 75 mm dan diameter 20 mm, Intake Manifold Variasi 1 dengan panjang 75 mm,  diameter  17  mm,dan penambahan Ulir pada lubang out,  serta  Intake manifold Variasi 2 dengan panjang 55 mm, diameter 17 mm, dan penambahan Ulir pada lubang out, terhadap kinerja mesin motor pada putaran mesin ditentukan pada 1500 sampai 10.000 rpm dengan variabel dari bentuk,diameter dan panjang   intake manifold. Hasil penelitian menunjukkan Intake manifold variasi 2 lebih unggul dengan nilai Daya 7,2 Hp, Torsi 7,92 N.m dibanding intake standart dan konsumsi bahan bakar lebih irit 36,83% sedangkan Intake manifold variasi 1 lebih rendah dibanding standart dengan nilai Daya 5,7 Hp, Torsi 6,8 N.m namun konsumsi bahan bakar lebih irit 40,66%, jadi Intake manifold terbaik adalah Intake manifold variasi 2.Kata Kunci : Intake Manifold, Torsi, Daya
ANALISA SUDUT SERANG BILAH PADA TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL ENAM BILAH DATAR SEBAGAI K PENGGERAK POMPA ,, Wardoyo; ,, Mustaqim; Wibowo, Hadi
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.391 KB)

Abstract

Kondisi alam di Brebes (Jawa Tengah) kaya akan sumber energi angin : angin laut, angin darat, angin gunung, angin barat dan angin timur. Brebes juga merupakah daerah pertanian  yang  kondisinya 14.444  hektar  merupakan  sawah tadah  hujan.  Hal  ini  yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian penggunaan kicir angin sumbu horizontal enam bilah datar sebagai tenaga penggerak pompa.Penelitian menggunakan metode experimental dengan bentuk dan ukuran turbin angin  sesuai  ukuran  sebenarnya.  Tahapan yang  dilakukan  dalam  proses  penelitian  ini adalah:  1) Mengumpulkan  data.  2)  Analisa  Energi  sumber  energi  yang tersedia.  3) Membuat rancangan turbin angin. 4) Mengambil data dan evaluasi. 5) Evaluasi dan kesimpulan. Data penelitian dapat menunjukan  hubungan antara kecepatan angin (v), tip speed ratio (TSR) dan Coefficient Performance daya optimum (Cp).Kincir sebagai penggerak pompa dapat beroperasi saat kecepatan angin 1,4 m/s, dengan debit air rata-rata 0,5 liter per putaran. Nilai TSR maksimum yang didapat adalah 2,593.  Debit air  optimum  yang  bisa  dicapai  adalah  19,2  liter  per  menit pada  kodisi kecepatan  angin  3  m/s,  sudut  serang  bilah  45 derajat.  Debit  air  bisa  meningkat  jika kecepatan angin lebih dari 3 m/s dan konstan. Daya optimum kincir angin enam bilah datar sumbu horizontal   diperoleh saat sudut serang bilah   43 derajat dengan nilai optimum koefisient performance 0,152. Kincir  Angin Sumbu Horizontal Enam Bilah Datar Sebagai Penggerak  Pompa dapat diaplikasikan di daerah Brebes dengan design sudut serang bilah 43 derajat, TSR 2,5 dan Cp 1,52. Perbaikan dan pengembangan ekperimen ini sangat diperlukan, untuk menghasilkan putaran yang optimal seperti penggunaan material sudu yang ringan dan   ridgid supaya bisa menghasilkan putaran yang optimal dan kepresisian pompa air yang digunakan untuk  meningkatkan debit dan head pompa. Kata Kunci : Turbin, sudut serang, performance. 
TURBIN ANGIN HORIZONTAL ROTOR GANDA SEBAGAI PENGGERAK POMPAIRIGASI PERTANIAN Kharisma Alfajri, Moh Ibnu; ,, Mustaqim; Wilis, Galuh R
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.47 KB)

Abstract

Dewasa ini krisis air yang sering terjadi pada wilayah indonesia membuat pemerintah kedodoran dalam menangani permasalahan krisis air tersebut. Terlebih para petani yang sudah memulai bercocok tanam yang dalam perjalanannya sering menemui kendala dengan kurangnya pasokan air untuk mengaliri lahan persawahan khususnya di wilayah  Kabupaten Tegal.  Dari  ancaman  kekeringan  itulah,  maka  diperlukan pengembangan teknologi dalam rangka menanggulangi ancaman yang akan terjadi, salah satunya pengembang turbin angin sebagai penggerak pompa.Penelitian turbin angin ini dalam rangka pengembangan energi angin yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecepatan angin terhadap pengaruh daya yang dihasilkan turbin angin horizontal dengan rotor ganda sebagai penggerak pompa irigasi pertanian melalui putaran poros turbin. Metode yang digunakan adalah eksperimental, di mana alat di tempatkan langsung di lapangan dan mengambil data kemudian diteliti untuk dianalisa. Dengan memanfaatkan energi angin dalam menggerakan rotor turbin kemudian diteruskan menggerakan engkol pompa yang bertujuan untuk mnghasilkan debit air yang dihasilkan oleh pompa. Sistem penggerak pada pompa air ini menggunakan poros engkol yang diteruskan ke pompa air. Kecepatan angin yang diperoleh 1.5 m/s sampai 4.4 m/s diukur dengan menggunakan annemometer, sedangkan putaran turbin yang dihasilkan diukur dengan menggunakan alat tachometer.Dari hasil penelitian yang didapat menunjukan hasil putaran turbin yang bervariasi, hal ini dipengeruhi oleh kecepatan angin yang tersedia, kecepatan angin terbesar 4.4 m/s menghasilkan putaran turbin sebesar 119 rpm denga daya yang dihasilkan sebesar 0.011 watt, sedangkan kecepatan angin terkecil 1.5 m/s dengan putaran turbin 54 rpm dengan daya  yang  dihasilkan  0 watt.  Pada  sistem  penggerak  pompa  perlu  digunakan sistem transmisi roda gigi untuk mereduksi kecepatan angkat pompa agar nantinya pompoa air bisa lebih maksimal.Kata kunci : Turbin angin horizontal, rotor ganda, poros engkol, pompa
Analisa Groundstrap Kabel Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Daya Mesin Motor Bensin 4 TAK Shidiq, Muhammad Agus
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2697.668 KB)

Abstract

Pada bagian sepeda motor terdapat pengapian agar kendaraan dapat hidup dan bisa digunakan untuk aktifitas. Pada pengapian yang stabil dan besar akan menghasilkan kinerja yang  maksimal. Sehingga  menghasilkan pembakaran yang  sempurna dan  bahan bakar bahan bakar pada kendaraan akan irit. Salah satu cara yang dapat dilakukan guna mengefisiensikan pemakaian  bahan  bakar  dalam  menghemat  pemakaian  minyak  bumi dengan mengusahakan proses pembakaran di dalam ruang bakar yaitu memperbesar pengapian dengan menambahkan suatu rangkaian ke sistem kelistrikan sepeda motor yang berupa lilitan kawat tembaga pada kabel busi atau bisa disebut “Groundstrap”.Metode  yang  dipakai  pada  penelitian  ini  adalah  metode  Eksperimen  (uji  coba langsung dengan cara membuat rangkaian Groundstrap untuk mengetahui dan menghitung daya mesin bensi sepeda motor menggunakan alat Dynotest dan konsumsi bahan bakar mesin bensin sepeda  motor  terhadap penambahan Groundstrap pada kabel busi. Pada penelitian ini terdapat 4 variabel diameter kawat groundstrap yaitu diameter 0.4 mm , diameter 0.6 mm , diameter 0.8 mm dan diameter 1.0 mm.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap 4 (empat) variabel Groundstrap, bahwa ada  pengaruh penggunaan rangkaian Groundstrap terhadap daya dan konsumsi bahan bakar pada mesin bensin sepeda motor. Diketahui bahwa pengaruh penggunaan rangkaian Groundstrap yang paling maksimal terhadap daya dan konsumsi bahan bakar mesin bensin sepeda motor adalah variabel Groundstrap dengan diameter kawat lilitan 1.0 mm dengan mengahasilkan daya maksimal 13.02 HP dan konsumsi bahan bakar (Spesifik Fuel Consumption) sebesar 0.0000199 Kg/Hp.s atau setara 0.000284 Liter/Hp.sKata kunci : Groundstrap, Koil, Daya.
ANALISIS KEKERASAN BAHAN ST-60 DENGAN VARIASI WAKTU PENAHANAN PADA PROSES PEMANAS INDUKSI UNTUK TOOL HOLDER CNC BUBUT Anam, M Irsyadul; ,, Lagiyono; Samyono, Drajat
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.724 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui variasi yang ideal dan efektif dari proses pemanasan permukaan material ST60 yang meningkatkan sifat mekanis material dimana masih mempunyai modulus elastisitas tinggi, sebagian mana sifat dasar Tool Holder.Metode  analisis  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah teknik  analisis statistik  deskriptis,  pada  penelitian  ini  yaitu untuk  mengetahui  berapa  besar  pengaruh variasi temperatur pemanasan 500°C, 600°C, 700°C, 800°C dan berapa besar pengaruh variasi waktu penahanan 11dtk, 13dtk, 15dtk, 17dtk ditahan pada temperatur 450°C. Hasil penelitian pada pengujian kekerasan dengan variasi temperatur pemanasan mendapatkan nilai rata-rata 500°C = 17,5 HRC, 600°C = 27,83 HRC, 700°C = 31 HRC, 800°C = 39,83 HRC  dan  untuk  hasil  penelitian  pada pengujian  kekerasan  variasi  waktu  pemanasan mendapatkan nilai rata-rata 11detik = 19,17 HRC, 13detik = 16,67 HRC, 15detik = 28 HRC, 17detik = 17,67 HRC.Kekerasan yang baik atau mendekati dengan nilai kekerasan permukaan Tool Holder  CNC  Bubut,  yang  mempunyai rata-rata kekerasan  38  HRC  adalah  sepesimen dengan berdasarkan pengaruh variasi temperatur pemanasan 800°C = 39,83 HRC dan untuk sepesimen berdasarkan pengaruh variasi waktu pemanasan 15detik = 28 HRC. Dimana dipermukaan keras tetapi masih mempunyai modulus elastisitas tinggi sebagai mana sifat dasar Tool Holder.Kata Kunci : Baja, Kekerasan, Temperatur dan Waktu.
PERANCANGAN MEJA KONVEYOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MEMPERTIMBANGANKAN FAKTOR ANTROPOMETRI DI LABORATORIUM ANALISA PERANCANGAN KERJA FAKULTAS TEKNIK Antoni, Sigit; ,, Zulfah; Hidayat, Tofik
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.414 KB)

Abstract

Tujuan dalam pembuatan skripsi ini untuk mengetahui cara kerja meja konveyor sesuai dengan ukuran tubuh manusia agar lebih ergonimis dan ekonomis serta tidak meninggalkan tingkat kenyamanan dalam pemakaiannya. Penulisan skripsi ini menggunakan metode observasi dengan ukuran dimensi tubuh, menggunakan metode ini penulis mendapatkan hasil Tinggi Siku Berdiri Tegak dijadikan untuk ukuran tinggi konveyor 102,77 cm, rentangan kedua tangan digunakan untuk ukuran panjang konveyor 185,18 cm dan biaya pembuatan untuk satu meja konveyor sebesar Rp, 4.779.200,- dengan rincian Bahan baku Rp. 3.670.500, Jasa potong Rp. 15.300, Jasa bubut Rp. 14.500, Jasa freis milling Rp. 12.000, Jasa pelubangan Rp. 5.900, Jasa Pengelasan Rp. 29.000, Jasa penghalusan Rp. 8.000, Jasa pengecatan Rp. 24.000, Biaya tenaga kerja Rp. 450.000, Biaya overhead pabrik Rp. 550.000Kata Kunci : Antropometri, , Ergonomis, Biaya Produksi
STUDY SIFAT MEKANIK KOMPOSIT MATRIK POLYESTER YANG DIPERKUAT SERAT POHON TIMAH DAN SERBUK TIMAH Aziz, Fahad; ,, Lagiyono; Sidiq3, M Fajar
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.327 KB)

Abstract

Komposit dapat didenifisikan sebagai material yang terentuk dari dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen. Material komposit memiliki sifat mekanik, kekuatan jenis dan kekakkuan jenis melebihi logam tanamanwaru memiliki kandugan serat yang tinggi dan ramah ligkungan karena dapat terurai secara alami. Polyester yang terbentuk dari resin dan katalis memiliki keunggulan mudah dibentuk dan tahan korosi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frasksi volumee serat pohon waru dan serbuk timah komposit matrik polyester terhadap uji impak, uji kekerasan dan uji bending. Dengan Variasi fraksi volume serat dan serbuk kayu 10%, 20%, 30% dengan ukuran  panjang  serat  acak  dan  diameter  serat  1mm  dan  menggunakan  anyaman  acak. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengumpulan data melalui tahapan wawancara, observasi , eksperimen, dan dokumentasi dan diaplikasikan sebagai helm sederhana yang mengacu pada SNI 1811-2007. Bahan yang digunakan dalam penelitian  ini yaitu  :  gunting,  gelas ukur,  timbangan  digital,  cetakan spesimen,  mixer, jangka sorong, mesin uji impak, mesin uji kekerasan, dan mesin uji bending .Setelah resin dicampur dengan serbuk dan diaduk secara merata kemudian ditetesi dengan katalis, setelah itu serat yang   sudah dihitung massa jenisnya   kemudian ditata secara  acak  dalam  sistem  spesimen  dan  campuran  resin,  serbuk  dituangkan  kedalam cetakan yang telah berisi serat kemudian tunggu sampai kering. Pengujian dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.Hasil pegujian impak pada fraksi volume 20% memiliki harga impak rata-rata yang tertinggi  yaitu 4 J/mm2, pada fraksi volume 20% memiliki angka kekerasan rata-rata tertinggi yaitu 49.1 kgf, dan pada fraksi volume 10% memiliki angka kekuatan bending rata-rata tertinggi 55,34 Mpa. Jadi pada fraksi volume 20% adalah variasi fraksi volume terbaik dan layak untuk diaplikasikan sebagai helm sederhana.Kata kunci: komposit, serat pohon waru, serbuk timah, matrik polyester
REMAPPING PENGAPIAN PROGRAMMABLE CDI DENGAN PERUBAHAN VARIASI TAHANAN IGNITION COIL PADA MOTOR BAKAR 4 TAK 125 CC BERBAHAN BAKAR E-100 Pambudi, Agung Setyo; ,, Mustaqim; Willis, Galuh Renggani
ENGINEERING Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.671 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan menggunakan etanol 96% pada motor bakar 4 tak 125 cc. Metode penelitian  yang  digunakan  adalah  dengan  mengatur timing  pengapian  yang  sudah ditentukan dan mengubah suatu tahanan primer tahanan sekunder pada koil sebesar 0,2 Ohm 5,2 Ohm, 0,4 Ohm 7,1 Ohm dan 1,3 Ohm 10,1 Ohm untuk motor bakar 4 tak menggunakan bahan bakar etanol 96% setelah itu diuji torsi, daya dan konsumsi bahan bakar.Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil nilai rata – rata torsi tertinggi saat menggunakan timing pengapian standar 15° dan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan tahahan sekunder 10,1 Ohm sebesar 11,81 N.m di putaran mesin 2000 rpm, dan untuk nilai rata – rata daya tertinggi saat menggunakan timing pengapian standar 15° dengan koil tahanan primer 1,3 Ohm dan tahanan sekunder 10,1 Ohm sebesar 9,63 Hp di putaran mesin 7000 rpm. Dan untuk nilai maksimum rata – rata torsi tertinggi sebesar 12.33 N.m pada putaran mesin 2875 rpm dan nilai maksimum rata – rata daya tertinggi sebesar 9.3 pada putaran mesin 7034 rpm, nilai maksimum tersebut didapat saat menggunakan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan  tahanan sekunder 10,1 Ohm dan timing pengapian map 2 (20°). Untuk nilai Sfc yang paling maksimum (lebih irit saat menggunakan bahan bakar E – 100) adalah saat menggunakan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan tahanan sekunder 10,1 Ohm dan timing pengapian standar 15° sebesar 253.9 gr/kW.h. Dan untuk nilai kadar emisi yang paling rendah antara bahan bakar premium dan bahan bakar E – 100 (etanol 96 %) adalah saat Honda Supra X 125 cc menggunakan bahan bakar E – 100 dengan konsentrasi kadar HC sebesar 637 ppm. Kata Kunci : Koil, E – 100, CDI programmable, terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10