cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mediator
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2003)" : 18 Documents clear
Komunikasi Politik: Kasus di Jawa Barat Nasrullah, Reza
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praksis politik mensyaratkan adanya pemaham~n. mengen~i sejumlah .konsep kunci. komunikasi politik. Bagaimanapun hebatnya interaksi polmk yang dzlakukan, tujuan akan sulu tercapai jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Pada titik inilah penting sekall pemahaman mengenai konsep-konsep kunci komunikasi politik, di antaranya menyangkut makna  golongan putih sistem poUtik, kontrol, feedback, dan sistem proses Studi ~asu~ mengenai slstem komunikasl politik di Jawa Barat menunjukkan bahwa kmerja ~a~ta., maslh jauh dan harapan ra:Yat selaku konstituen pemilihnya. Kemungkinan besar, ml dlsebabkan kar~na !acetnya slstem komunikasi politik  dan kegagalan partai memanfaatkan saluran komumkasl untuk merangkul assanya
Nonverbal Expectancy Violation Theory: Esensi dan Perkembangannya Venus, Antar
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang memiliki harapan tertentu pada perilaku nonverbal orang lain Jikaharapan tersebut dilanggar, maka orang akan bereaksi dengan memberikan penilaianpositif atau negatif sesuai karakteristik pelaku pelanggaran tersebut. Blla klta menyukai orang tersebut maka besar kemungkinan kita akan menerima pelanggarantersebut sebagai sesuatu yang wajar dan menilainya secara positif. Seballknya bilasumber pelanggaran dipersepsi tidak menarik atau kita tidak menyukainya maka kltaakan menilai pelanggaran tersebut sebagai sesuatu yang negatif.
Bridging Islam and the West: Toward the Development of Intercultural Understanding Mulyana, Deddy
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak mudah bagi bangsa Indonesia, termasuk kaum Muslimnya, untuk menjalin hubungan yang selaras dan menguntungkan dengan bangsa-bangsa Barat. Usaha itu akan lebih mungkin terlaksanajika di Indonesia sendiri sudah terjalin hubungan yang harmonis antara berbagai kelompok (etnik, ras, agama). Sayangnya, sepanjang sejarahnya Indonesia penuh dengan berbagai konflik antarkelompok, khususnya dalam beberapa tahun belakangan ini. Problem nasional ini harus diselesaikan terlebih dulu sebelum kita menyelesaikan problem intemasional. Setidaknya ada duafaktor yang menghambat terbentuknya Indonesia yang rukun dan makmur: pertama, faktor struktural yang mencakup perbedaan kaya-miskin dan keterbelakangan pendidikan kebanyakan rakyat hidonesia; dan kedua, faktor kultural, yakni, terdapat begitu banyaknya kelompok suku dengan bahasa masing-masing yang masih saling berprasangka dengan sesamanya, baik secara terbuka ataupun secara Laten. Dalam hubungannya dengan Barat, secara psikologis hangsa Indonesia masih menderita penyakit rendah-diri akut yang ditandai dengan kekagwnan pada Barat serta peniruan atas nitai dan gaya hidup Barat yang berlebihan. Sebagai .wlasi untuk mengatasi masalah-masalah di atas, Indonesia perlu merumuskan kembali identitas nasional dan budayanya yang terdiri dari nilainilai positifdari sejarah. budaya (termasuk nilai-nilai agama universal), serta dari sumber budaya manapun sejauh aspek-aspek budaya tersebut meningkatkan martabat manusia Indonesia. Implisit dalamll usaha itu adalah reorientasi pendidikan nasional yang ditandai dengan terselenggaranya pendidikan multibudaya di segala tingkatan pendidikan serta melalui media massa, disertai dengan llsaha untuk mengatasi kendala struktural yang ada.
Reading teh Myth: Public Teaching of Abu Bakar Baasyir Behrend, Tim
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu Bakar Ba asyir, menurut media di luar Indonesia, dituduh sebagai penganjur terorisme dan revolusi melalui organisasi yang disebut Jamaah Islamiyah. Namanya sering dikaitkan dengan Al Qaidah, dan sejumlah peristiwa terorisme. Ia ditangkap karena desakan sejumlah negara atas Indonesia, melalui tuduhan sebagai aktor terorisme. Abu Bakar Baasyir sendiri merupakan seorang muslim taat, disiplin, tetapi juga absolutis dan simplistis. Ia memang, melalui pengajarannya, tampak berobsesi menegakkan syariat Islam di negara Indonesia, untuk mengganti sistem kafir. Dalam hal ini, ia seorang radikalis. Tetapi, sesungguhnya ia bukan penganjur terorisme dan kekerasan dalam mencapai tujuannya, sebagaimana dituduhkan media. Sikap radikalnya, sesungguhnya, tak beda dengan sikap radikal kaum Kristen fundamentalis yang pernah terjadi di barat, terutama Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sangat menentang Amerika yang dipandangnya telah melakukan hegemoni dan terorisme budaya.
Discourse, Ideology, and Context Dijk, Teun Van
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

fdeologi merupakan sistem kepercayaan, keyakinan dasar; menyangkut gagasan-gagasan, dan representasi sosial tentang sejumlah hal yang dijadikan acuan bersama dalam kelompok. Ia akan terekspresikan dalam struktur wacana dan mengontrol pengetahuan yang dimiliki dan, terdistribusi dalam kelompok. Pemahaman biasa tentang ideologi adalah dengan mengkaji efek ideologi pada bentuk-bentuk wacana dan makna. fdeologi jJositifatau negatiftergantung pada konsekuensinya dalam praktik sosial. Orang membentuk model mental tentang peristitwa yang dipercakapkan dan peristiwa di mana ia berpartisipasi. Model mental adalah memori personal yang bersifat episodik. Dan, orang tidak berada dalam ruang hampa. fa berada dalam sebuah kontkes, yakni situasi subjektifdi mana ia berada atau terlibat. Konteks itu sendiri tidak statis. secara terus-menerus akan direkonstruksi dalam mental para partisipan. Untuk mendeskripsikan wacana, sebagai alat analisis, kategori-kategori kotekstual berikut dapat digunakan: domain, global action, roles, sosial relations, dan context. interpretasi para partisipan dan peneliti yang dihasilkan tak terhindarkan pada bias ideologi tertentu yang dianut, sehingga bersifat subjektif.
Islam in the Western Media Quraishy, Bashy
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah serangan 11 September 2001 atas gedung World Trade Center, AS, kata Islam mejadi topik aktual dalam berbagai media barat, yang disandingkan dengan istilah-istilah terorisme, fundamentalisme, vadalisme, dan kata-kata berkonotasi buruk lainnya. Media barat, bahkan telah mengonstruksi persepsi tentang pertentangan Islam dan Barat dengan Amerika sebagai pemimpinnya. Sejak itu, secara perlahan tapi pasti, media barat memberitakan dunia Islam dalam gambaran begitu buruk: gambar-gambar para demonstran Pakistan, wanita yang ditangannya Quran dan pedang, film-film yang bertendensi anti-Islam. Ditayangkan berulangulang, terus-menerus, tiap hari. Upaya merendahkan Islam, bukan sekadar dalam ungkapan implisit, atau lewat gambar-gambar buruk, tapijuga sudah pada tingkat terang-terangan yang begitu eksplisit, seperti ungkapan: peradaban Islam lebih rendah daripada Kristen, orang Islam tidak beradab atau barbar, mengatasi terorisme Islam harus melalui pembaratan. Media barat menjadi kehilangan objektiviitas. Liputan tentang Islam, sebagian besar sekadar berita atau opini negatif; terjadi distorsi begitujauh. Media mengingkari kenyataan bahwa sesungguhnya Islam bukan hanya di anut oleh bangsa Timur Tengah, tapi juga oleh banyak ras dan bangsa lain, termasuk sebagian masyarakat barat. Pada kehdiuan sosial, akibatnya, para muslim minoritas di barat, sering diperlakukan tidak adil. Terdapat diskriminasi untuk nonEropa dan non-Kristen, khususnya Islam. Citra buruk tentang Islam di media barat. memang berlangsung jauh sebelum peristiwa II September. Ketika Uni Soviet bubar, Amerika dan sekutunya kehilangan musuh nomor satu; permusuhan itu kemudian diarahkan kepada Islam, yang dipandang sebagai ancaman. Untuk membangunjurnalisme barat yang objektif" maka media barat perllu membangun sikap terbuka dan mengakui kenyataan bahwa masyarakat itu, bahkan di negaranya sendiri, plural.
Concept and Methodology of Peoples Participation in Agricultural Extension Harun, Rochajat
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyuluhan pertanian, terdapat perubahan berarti, antara lain, adanya desentralisasi kewenangan pelaksanaan dari pusat ke daerah, pergeseran pendekatan dan onentasl komoditas ke orientasi agribisnis yang terintegrasi. Namun, intinya tetap sama: membantu para petani untuk menolong dirinya sendiri dalam upaya mengatasi berbagai persoalan  Untuk keberhasilan suatu program dalam penyuluhan, diperlukan adanya partisipasinya.  Partisipasl yang sejati adalah melibatkan masyarakat petani dari perencanaan hingga pengambilan keputusan.
Telaah Buku Fardiah, Dedeh
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengonstruksi Jurnalisme Abad IniJudul Buku : Sembi/an Elemen Jurnalisme: Apa yang Seharusnya Diketahui Wartawan danyang Diharapkan Publik; Penulis: Bill Kovach & Tom Rosnstiel; Penerjemah YusiA. Pareanom; Editor Andreas Harsono; Penerbit Yayasan Pan/au; Tahun terbit 2003;Tebal xii + 273 him (termasuk indeks)

Page 2 of 2 | Total Record : 18