Claim Missing Document
Check
Articles

The Role ofMedia Education in Developing Childrens Critical Thinking Toward TV Programs Venus, Antar
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh televisi terhadap anak masih menjadi isu hangat yang diperdebatkan hingga saat ini. Sebagian pakar komunikasi berpendapat bahwa televisi memiliki pengaruh negatif yang bersifat langsung terhadap pembentukkan kepribadian anak. ahli lainnya meyakini bahwa pengaruh tersebut bersifat tidak langsung dan cenderung positif. Sementara, pakar komunikasi lainnya lagi berdiri di tengah-tengah kedua kubu ekstrem tersebut. Namun apapun bentuk pengaruh yang ditimbulkan televisi terhadap anak, sebagian besar pakar komunikasi sependapat bahwa sebaiknya anak di bekali kemampuan berpikir kritis ketika menonton televisi. Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan daya berpikir kritis tersebut adalah dengan melibatkan anak pada propgram edukasi media. Tulisan ini bermaksud menganalisis benarkah program edukasi media tersebut mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak ketika menonton televisi. Hasil-hasil studi tentang program edukasi media di beberapa negara yang dipaparkan di sini memberikan kesimpulan yang berbeda. Hal ini mengindikasikan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut.
Participatory Approach to Indonesian Rural Development in the Era of Reformation Venus, Antar
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The approach used by the government for developing society both rural and urban for the last 30 years has been the mobilization approach with top-down communication patterns. This approach does not give a space to the people to participate in the development process. When people become critical and aware of their own rights, a democratic participation approach to the development is needed. Such an approach, called the participatory development approach, is assumed to be able to give a space to the people to participate and to decide what are the best for themselves. The implementation of this approach in Indonesia is appropriate due to the reason that such an approach is in accordance with the principle of social justice.
SDM Komunikasi di Era Kompetisi Global Venus, Antar
Mediator Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era kompetisi global menghadirkan beragam tantangan bagi para praktisi dan teoretisi komunikasi, Tantangan tidak hanya datang dari percepatan-percepatan teknologi informasi/komunikasi, melainkan juga muncul dari kesepakatan-kesepakatan kerjasama internasional yang berimplikasi pada masuknya Indonesia dalam kancah persaingan global. SDM Komunikasi perlu mengembangkan diri guna mengantisipasi persaingan di era global ini. Pengembangan tersebut dapat ditunjang melalui pembenahan paradigma belajar yang bersifat general, pembenahan institusional, dan pembenahan dalam tataran individual.
Nonverbal Expectancy Violation Theory: Esensi dan Perkembangannya Venus, Antar
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang memiliki harapan tertentu pada perilaku nonverbal orang lain Jikaharapan tersebut dilanggar, maka orang akan bereaksi dengan memberikan penilaianpositif atau negatif sesuai karakteristik pelaku pelanggaran tersebut. Blla klta menyukai orang tersebut maka besar kemungkinan kita akan menerima pelanggarantersebut sebagai sesuatu yang wajar dan menilainya secara positif. Seballknya bilasumber pelanggaran dipersepsi tidak menarik atau kita tidak menyukainya maka kltaakan menilai pelanggaran tersebut sebagai sesuatu yang negatif.
Cultivation Theory Saefudin, Asep; Venus, Antar
Mediator Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The idea of Cultivation Theory was first addressed by George Gerbner with his colleagues of Annenberg School of Communication, Pennsylvania (1969). Based on previous research about cultural indicators conducted by the same researcher, cultivation analysis focused on mass media impact on everyday life. Another important findings from cultivation analysis was the categorization of television audience to two different classes: heavy viewers and light viewers. Among those two, heavy viewer became the main concern of communication scholars. It was believed that heavy viewing of television behavior permanently would lead to deep and exaggerated belief toward symbolic realities as presented on the screen.
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KELUARGA BERENCANA JAKARTA BARAT Irawan, Dede; Venus, Antar
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.272 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh iklim komunikasi organisasi yang terdiri dari kepercayaan, partisipasi dalam pembuatan keputusan, kejujuran, keterbukaan komunikasi kepada pegawai, mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai dan memperhatikan tujuan kinerja pegawai yang tinggi terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat di antara variabel-variabel penelitian dengan pengujian statistik inferensial analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat dengan mengambil seluruh populasi yang ada sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan diantara para pegawai, kejujuran di antara para pegawai dan memikirkan tujuan kinerja pegawai yang tinggi mempunyai pengaruh yangsignifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan faktor partisipasi pegawai dalam pembuatan keputusan, keterbukaan komunikasi kepada pegawai dan mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai tidak berpengaruh secara signifikan, namun memberikan komstribusi positif terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 82,1%, sedangkan sisanya sebesar 17,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh iklim komunikasi organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.1
EKSPLORASI MEDIA KOMUNIKASI PENCARIAN JODOH ONLINE : STUDI KASUS SITUS SETIPE.COM Venus, Antar; Haq Ridwan, Hikamul
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.699 KB)

Abstract

Mencari jodoh melalui media online kini mulai populer. Salah satu media yang paling fenomenal pertumbuhannya adalah Situs Setipe.Com. yang hingga awal 2016 telah dikunjungi 15 juta pengunjung. Tujuan riset ini adalah mengeksplorasi hal-hal terkait latar belakang pembuatan situs ini, termasuk pengelolaan, cara kerja, dan bagaimana anggota menggunakan dan berkomunikasi dalam situs ini. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari tujuh orang yang terlibat dalam kegiatan situs setipe.com pada bulan April-Mei 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan situs ini dimotivasi oleh keinginan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi untuk memfasilitasi pencarian jodoh dilingkungan masyarakat yang mulai serba sibuk, pragmatis, menjaga privasi, dan mempertimbangkan dimensi kepribadian/budaya dalam mencari jodoh. Situs dikelola oleh tim yang bekerja secara profesional dibantu oleh konsultan psikologi yang melakukan pencocokan kepribadian. Proses kerja situs meliputi lima tahap, pendataan, pencocokan, tahap pertukaran data, pertemuan, keputusan. Anggota menggunakan situs karena beberapa alasan meliputi sulit dekat dengan orang, tidak ada waktu, tekanan keluarga, dan mencoba media baru. Komunikasi dilakukan secara rahasia antara anggota dengan pengelola, dan antaranggota sendiri. Melalui media online anggota merasa lebih terbuka berkomunikasi meski tetap menjadi citra diiri. Aktivitas komunikasi dilakukan melalui tahap petukaran pesan permukaan, pertukaran pesan emosional, pernyataan ketertarikan dan memutuskan untuk menjalani perkenalan lebih intim . Kata Kunci : Setipe, pencarian jodoh Online, Pencocokan Online,studi kasus Pembukaan diri, Media Online
KADER POSYANDU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN BAGI KESEHATAN DI MASYARAKAT - (Kajian terhadap Program Revitalisasi Posyandu dan penggunaan media sosial dalam penyebaran informasi kesehatan di Makasar) Elita, Rd Funny Mustikasari; Venus, Anter; Rumawan, Dedi
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.797 KB)

Abstract

Keberadaan petugas kesehatan, kader dan sarana yang ada merupakan modal dalam keberlanjutan Posyandu. Revitalisasi Posyandu di Makasar merupakan upaya pemberdayaan Posyandu untuk mengurangi dampak dari krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi dan kesehatan ibu dan anak. Pandangan masyarakat Makasar terhadap sosialisasi Program Revitalisasi Posyandu sangat baik sehingga terjadi peningkatan kegiatan maupun jumlah kader yang ada serta terkelolanya kegiatan posyandu dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Penggunaan strategi komunikasi untuk menyebarluaskan informasi kesehatan dapat mempengaruhi masyarakat agar dapat membuat keputusan yang tepat yang berkaitan dengan pengelolaan kesehatan. Strategi penyebaran pesan revitalisasi dilakukan melalui Kegiatan penggerakkan masyarakat secara riil kegiatannya berupa kampanye (gerakan) masal dan penggerakkan tokoh masyarakat/kelompok tokoh potensial; kegiatan lain berupa penggerakan dan pembinaan kader melalui pelatihan kompetensi teknis kader dan sistem penghargaan; Kegiatan yang menunjang lainnnya berupa peningkatan sarana dan prasarana berupa peningkatan partisipasi masyarakat, bantuan pemerintah, kemitraan dengan dunia usaha, penyediaan SDM dan dukungan operasional; Peningkatan komitmen pemerintah berupa advokasi kebijakan dan pembinaan secara berjenjang serta pelibatan kader pada program-proram layanan dasar kesehatan serta sosial. Pihak yang terkait dengan kegiatan Posyandu memiliki tugas dan tangung jawab, mereka adalah kader kesehatan, petugas kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Makasar memberikan layanan kesehatan yang menggunakan media sosial sebagai sarana utama komunikasi antar pihak dalam pelayanan dasar kesehatan. Evaluasi dari masyarakat tentang implementasi Program Revitalisasi Posyandu memiliki dampak positif lebih banyak dibanding dampak negatifnya. Hasil evaluasi Masyarakat tentang pemetaan implementasi kebijakan Program Revitalisasi Posyandu menjadikan posyandu sebagai layanan dasar untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak balita serta BKB. Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, Model komunikasi, Revitalisasi Posyandu, Media sosial, masyarakat lokal, Kader Posyandu
FRAMING NEWS ABOUT INDONESIAN CAPITAL CITY TRANSLOCATION BY ONLINE MEDIA OKEZONE.COM AND VIVA.CO.ID Pradyanti, Alifia; Venus, Antar; Mahdalena, Vina
JOURNAL OF DIGITAL EDUCATION, COMMUNICATION, AND ARTS (DECA) Vol 3 No 02 (2020): Journal of Digital Education, Communication, and Arts (DECA)-September 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/deca.v3i2.2242

Abstract

This study discusses how online media Okezone.com and Viva.co.id frame the news of the Moving of the Indonesian Capital. The research approach used is descriptive qualitative using framing theory. The method used is the Zhongdan Pan and Gerald M. Kosick Model. The model analyzes with four structures namely Syntax (title, lead, background information, source and closing quotes) Scripts (completeness of 5W + 1H news items), Thematic (paragraph propositions between sentences) and Rhetorical (words, idioms, pictures/photographs). This study uses document study data collection techniques originating from uploads of both online media in July-September 2019 related to the Moving of the Indonesian Capital so that six news were collected that were examined as a data analysis unit in this study. The findings obtained from the syntactic structure of the two media use the opposite title, whereby the background information used by Okezone.com is more to the government while Viva.co.id is more to the public. In the structure of the script Okezone.com fulfills the news element, but the resource persons chosen are only one point of view, while Viva.co.id has not fulfilled the news element in the third news. In the thematic structure the two media differ in highlighting their contents even with the same theme. For the rhetorical element, the use of images in both media is sufficient to explain the contents of the news. It is hoped that further research can emphasize media ideology in framing an event. In addition, the media can also display more than one resource so that it can be seen from various points of view. The community itself is expected to dig deeper information by not only from one media.
MENELUSURI PERKEMBANGAN TEORI KEKAYAAN MEDIA Antar Venus; Nantia Rena Munggaran
Dialektika Vol 4 No 1 (2017): Vol.4 No.1 (2017) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The medium in this theory is defined as any form of communication channels is one of the very important elements of communication. Our ability to choose the appropriate media in conveying the message would determine the performance or effectiveness we divide the message to others. Media richness theory (TKM) said that not every media match with any kind of task or message would we send. Each media has its advantages and disadvantages of each. Rich media is suitable for its high equivocality task types, whereas a poor media (Lean media) matches tugs or message that has a low equivocality. The more a potential message multiple interpretations (equivocal), is uncertain, then the strategic nature required an increasingly rich media. Daft and Lengel According to media, wealth can be measured by four criteria: (1) the ability to convey variety of instructions; (2) The immediacy of feedback; (3) the ability to present a variety of study; and finally the ability to 'personalize' the message to the recipient.