cover
Contact Name
Ayusia Sabhita Kusuma
Contact Email
ayusia.kusuma@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
insignia.hi@unsoed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Insignia: Journal of International Relations
ISSN : 20891962     EISSN : 25979868     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Insignia Journal of International Relations is published biannually (April & November) by Laboratorium of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University. This journal contains articles or publications from all issues of International Relations such as: International Politics, Foreign Policy, Security Studies, International Political Economy, Transnational Studies, Area Studies & Non-traditional Issues.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 01 (2017): April 2017" : 10 Documents clear
Relevansi Maqasid Syariah Sebagai Pendekatan Baru Diplomasi Islam Dalam Penyelesaian Konflik Minoritas: Teori Dan Praktik
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.773 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.485

Abstract

AbstractAfter 9/11, muslim in the west became minority even in his/her own country. There are presumption that Islam related to terrorism and this is the main reason why muslim in the world become minority, especially for muslim who live in the non-muslim country. Aim of the study is to find a new approach within muslim in diplomacy to protect the muslim minority or other minority in the plurality of today nation-state. We use literature studies through descriptive analysis in explained the relevance of maqoshid sharia in solving the minority issue and compare several case study of its implementation in several countries. The novelty of the study is that political scientists have not touched the topic from the basic teaching of Islam, which is maqashid sharia, as an approach in solving the problem related minority, especially muslim minority. The finding in the study is that maqashid sharia as an approach can be developed as soft-power diplomacy strategy which can be distinguished as Islamic diplomacy model in solving minority issue.Keywords: maqosid sharia, Islamic diplomacy, minorityAbstrakPasca peristiwa 9/11, warga muslim di negara-negara barat seakan menjadi minoritas di negaranya sendiri. Munculnya pra-anggapan yang mengkaitkan Islam dan terorisme merupakan sebab utama warga muslim dunia menjadi betul-betul minoritas. Hal ini terutama dialami oleh umat Islam yang berada di negara-negara non-muslim. Tujuan studi ini adalah diperlukan pendekatan baru dari umat Islam sendiri, terutama dari negara-negara Islam atau mayoritas muslim dalam berdiplomasi untuk melindungi minoritas muslim maupun minoritas etnis dan agama lain di tengah dinamika negara-bangsa yang semakin majemuk. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dan menggunakan analisis deskiptif dalam menjelaskan relevansi maqasid syariah dalam menyelesaikan masalah minoritas disertai perbandingan sejumlah contoh studi kasus penerapannya di sejumlah negara. Kebaruan dari studi ini adalah belum ada ilmuwan politik yang menggunakan maqosid syariah sebagai pendekatan model diplomasi Islam di dalam menangani berbagai persoalan menyangkut isyu minoritas, khususnya minoritas muslim. Temuan dalam penelitian ini adalah pendekatan maqasid syariah dapat menjadi strategi diplomasi soft power yang menjadi ciri khas model diplomasi Islam dalam mencapai kepentingan tidak saja menyelesaikan isyu minoritas.Kata-kata kunci: maqosid syariah, diplomasi islam, minoritas
Tantangan Implementasi ASEAN Community: Kasus di Kota Malang Rijal, Najamuddin Khairur
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.416 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.486

Abstract

Abstract This paper examines the challenges of implementing the ASEAN Community that are elaborated based on the understanding and views of the management of International Relations Students Association in Malang. The data used is the primary data obtained from the results of structured interviews and questionnaires to 60 respondents. While secondary data is used to support the discussion. As the result, there are three challenges of implementing the ASEAN Community. First, the understanding of society related to the description of the characteristics/goals of each pillars of ASEAN Community is low. The second challenge is people are more familiar with the term of MEA, so there are reduction of understanding about ASEAN Community is limited to the economic dimension. Third, the lack of understanding and the reduction of understanding is inseparable from the source of information about ASEAN Community which originated more dominant from secondary information. Keywords: ASEAN Community, AEC, Malang City Abstrak Tulisan ini mengkaji mengenai tantangan implementasi ASEAN Community yang dielaborasi berdasarkan pengetahuan dan pandangan mahasiswa pengurus Himahi di Kota Malang. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara terstruktur dan pengisian angket kepada 60 responden. Adapun data sekunder digunakan untuk mendukung uraian pembahasan. Hasil penelitian menemukan bahwa ada tiga tantangan dalam implementasi ASEAN Community. Pertama, pemahaman masyarakat masih rendah terutama berkaitan dengan penjabaran dari karakteristik/tujuan masing-masing pilar ASEAN Community. Tantangan kedua adalah masyarakat lebih familiar dengan istilah MEA sehingga terjadi reduksi pemahaman tentang ASEAN Community hanya sebatas pada dimensi ekonomi. Ketiga, rendahnya pemahaman dan adanya reduksi pemahaman itu tidak terlepas dari sumber informasi tentang ASEAN Community yang lebih dominan diperoleh dari informasi sekunder. Kata-kata Kunci: ASEAN Community, MEA, Kota Malang
Kinerja Pemerintah DKI Jakarta Dalam Kerjasama Sister City Dengan Seoul di Bidang Perdagangan
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.452 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.473

Abstract

AbstractInternational cooperation nowadays is not only designated for goverment to government relations, but also for substateand non-state actors as each has equal opportunities to involve in international relations. The province of Jakartaas one of the sub-state actors implements this opportunity by establishing sister city cooperation with localgovernments of similar interests from around the world. The main focus in this paper is to evaluate the effectiveness ofthe sister city between the province of Jakarta and Seoul, especially in trade sector, including to find the impedimentsin its implementation.Keywords: sister city, trade, cooperation, evaluation.AbstrakKerjasama internasional yang dilakukan saat ini tidak lagi hanya diperuntukan untuk hubungan yang dilakukan olehpemerintah antar negara saja, karena aktor lokal maupun aktor non-negara saat ini juga mempunyai kesempatan yangsama untuk terlibat dalam hubungan internasional. Pemerintah DKI Jakarta sebagai salah satu aktor lapisan di bawahPemerintah Indonesia mengimplementasikan kesempatan tersebut dengan menjalin kerjasama sister city antarpemerintah daerah dari berbagai negara. Titik fokus pembahasan tulisan ini adalah mengevaluasi kinerja PemerintahDKI Jakarta dalam kerjasama sister city dengan Seoul, termasuk melihat faktor-faktor yang menghambatimplementasi kerjasama.Kata Kunci: sister city, perdagangan, kerjasama, evaluasi.
Pengaruh ASEAN Disability Forum Terhadap Pengembangan Ekonomi Penyandang Disabilitas di Indonesia Kusumaningrum, Demeiati Nur
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.317 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.480

Abstract

AbstractDisabilities is a person who has a physical defect that affects their activity in society. Their problems like as discrimination, social imbalance, less of infrastructur, and the lack of employment opportunities is the assignment of the government to completion of that injustice. Indonesian became one of the country that haven’t be able to solve the problems of disability. It’s also be a serious discussion in ASEAN. So, in 2011 the ASEAN leaders agreed on the establishment of ASEAN Disability Forum as a container to accommodate the aspirations of ther disabilities in order to their justice. ASEAN Disability Forum expected to solve the problems of disability in other ASEAN countries, especially in Indonesia. The main problem is expected to be resolved is employment opportunities for the disabled so as to improve their lives.Keywords: Disabilities, ASEAN Disabiliy Forum, IndonesianAbstrakPenyandang disabilitas merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik sehingga mempengaruhi segala aktivitasnya di masyarakat. Permasalahan mereka seperti diskriminasi, ketimpangan sosial, keterbatasan infrastruktur, serta minim nya peluang kerja menjadi tugas pemerintah dalam penyelesaian ketidakadilan tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang masih belum mampu menangani permasalahan penyandang disabilitas. Hal ini juga menjadi pembahasan serius di ASEAN. Sehingga, pada tahun 2011 para pemimpin ASEAN menyepakati dibentuknya ASEAN Disability Forum sebagai bentuk wadah untuk menampung aspirasi para disabilitas agar memperoleh keadilan mereka. ASEAN Disability Forum diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan para disabilitas di negara ASEAN, terutama di Indonesia. Permasalahan utama yang diharapkan bisa terselesaikan yaitu kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas sehingga mampu meningkatan taraf hidup mereka.Kata-kata Kunci : Disabilitas, ASEAN Disability Forum, Indonesia
Kepentingan Rusia dalam Proyek Pembangunan Pipa Gas Turkish Stream tahun 2014-2016 Yamin, Muhammad
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.022 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.481

Abstract

AbstractThis paper aims to analyze Rusia’s interest in the development of Turkish Stream Project in 2014 until 2016. Energy is the most notable sector for Russia that can affect the economy-politics. From economy side, energy exports are largely included in state revenues. Politically, energy is a top priority in every political agenda and foreign policy. Energy is one of determining Russia’s foreign policy toward its energy importing countries. EU is a region that has dependence on Russian energy, especially natural gas. Therefore Russia sees EU as a great opportunity and wants to dominate European’s energy market. So the South Stream project was formed which would deliver Russian natural gas directly to Europe via the Black Sea. This is one of Russia’s step to maintain the EU’s dependence on Russia and dominating energy market. Unfortunately, this project must be stalled due to the Third Energy Package policy implemented by EU. Russia, with its ambition to dominate the European energy market, has had an alternative project to achieve that ambition. The Turkish Stream project was formed in cooperation between Russia dan Turkey. The project planned not only deliver Russian natural gas to Turkey but also Europe via Greece. Although the negotiations and deliberations of this project were delayed, the project was finally continued.Keywords : Energy, National Interest, Third Energy Package, European Union , Russia.AbstrakArtikel ini hendak menganalisa kepentingan Rusia dalam pembangunan proyek “Turkish Stream”. Energi adalah sektor yang paling menonjol bagi Rusia yang dapat mempengaruhi ekonomi-politik. Dari sisi ekonomi, ekspor energi sebagian besar masuk dalam penerimaan negara. Secara politis, energi merupakan prioritas utama dalam setiap agenda politik dan kebijakan luar negeri. Energi adalah salah satu penentu kebijakan luar negeri Rusia terhadap negara pengimpor energinya. UE adalah wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap energi Rusia, terutama gas alam. Oleh karena itu Rusia melihat Uni Eropa sebagai peluang yang bagus dan ingin mendominasi pasar energi Eropa. Proyek South Stream yang dibentuk ini akan mengantarkan gas alam Rusia langsung ke Eropa melalui Laut Hitam. Hal ini adalah salah satu langkah Rusia untuk menjaga ketergantungan Uni Eropa terhadap Rusia dan mendominasi pasar energi. Sayangnya, proyek ini harus macet karena kebijakan Third Energy Package yang diimplementasikan oleh UE. Rusia, dengan ambisinya mendominasi pasar energi Eropa, telah memiliki proyek alternatif untuk mencapai ambisi tersebut. Proyek Turkish Stream dibentuk atas kerjasama antara Rusia dan Turki. Proyek ini direncanakan tidak hanya mengantarkan gas alam Rusia ke Turki tapi juga Eropa via Yunani. Meski negosiasi dan pembahasan proyek ini tertunda, proyek tersebut akhirnya dilanjutkan.Kata-kata Kunci: Energi, Kepentingan Nasional, Third Energy Package, Uni Eropa, Rusia.
Tantangan Implementasi ASEAN Community: Kasus di Kota Malang Najamuddin Khairur Rijal
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.416 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.486

Abstract

Abstract This paper examines the challenges of implementing the ASEAN Community that are elaborated based on the understanding and views of the management of International Relations Students Association in Malang. The data used is the primary data obtained from the results of structured interviews and questionnaires to 60 respondents. While secondary data is used to support the discussion. As the result, there are three challenges of implementing the ASEAN Community. First, the understanding of society related to the description of the characteristics/goals of each pillars of ASEAN Community is low. The second challenge is people are more familiar with the term of MEA, so there are reduction of understanding about ASEAN Community is limited to the economic dimension. Third, the lack of understanding and the reduction of understanding is inseparable from the source of information about ASEAN Community which originated more dominant from secondary information. Keywords: ASEAN Community, AEC, Malang City Abstrak Tulisan ini mengkaji mengenai tantangan implementasi ASEAN Community yang dielaborasi berdasarkan pengetahuan dan pandangan mahasiswa pengurus Himahi di Kota Malang. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara terstruktur dan pengisian angket kepada 60 responden. Adapun data sekunder digunakan untuk mendukung uraian pembahasan. Hasil penelitian menemukan bahwa ada tiga tantangan dalam implementasi ASEAN Community. Pertama, pemahaman masyarakat masih rendah terutama berkaitan dengan penjabaran dari karakteristik/tujuan masing-masing pilar ASEAN Community. Tantangan kedua adalah masyarakat lebih familiar dengan istilah MEA sehingga terjadi reduksi pemahaman tentang ASEAN Community hanya sebatas pada dimensi ekonomi. Ketiga, rendahnya pemahaman dan adanya reduksi pemahaman itu tidak terlepas dari sumber informasi tentang ASEAN Community yang lebih dominan diperoleh dari informasi sekunder. Kata-kata Kunci: ASEAN Community, MEA, Kota Malang
Kinerja Pemerintah DKI Jakarta Dalam Kerjasama Sister City Dengan Seoul di Bidang Perdagangan Atika Dian Anggraini
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.452 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.473

Abstract

AbstractInternational cooperation nowadays is not only designated for goverment to government relations, but also for substateand non-state actors as each has equal opportunities to involve in international relations. The province of Jakartaas one of the sub-state actors implements this opportunity by establishing sister city cooperation with localgovernments of similar interests from around the world. The main focus in this paper is to evaluate the effectiveness ofthe sister city between the province of Jakarta and Seoul, especially in trade sector, including to find the impedimentsin its implementation.Keywords: sister city, trade, cooperation, evaluation.AbstrakKerjasama internasional yang dilakukan saat ini tidak lagi hanya diperuntukan untuk hubungan yang dilakukan olehpemerintah antar negara saja, karena aktor lokal maupun aktor non-negara saat ini juga mempunyai kesempatan yangsama untuk terlibat dalam hubungan internasional. Pemerintah DKI Jakarta sebagai salah satu aktor lapisan di bawahPemerintah Indonesia mengimplementasikan kesempatan tersebut dengan menjalin kerjasama sister city antarpemerintah daerah dari berbagai negara. Titik fokus pembahasan tulisan ini adalah mengevaluasi kinerja PemerintahDKI Jakarta dalam kerjasama sister city dengan Seoul, termasuk melihat faktor-faktor yang menghambatimplementasi kerjasama.Kata Kunci: sister city, perdagangan, kerjasama, evaluasi.
Pengaruh ASEAN Disability Forum Terhadap Pengembangan Ekonomi Penyandang Disabilitas di Indonesia Demeiati Nur Kusumaningrum; Olivia Afina; Riska Amalia Agustin; Mega Herwiandini
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.317 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.480

Abstract

AbstractDisabilities is a person who has a physical defect that affects their activity in society. Their problems like as discrimination, social imbalance, less of infrastructur, and the lack of employment opportunities is the assignment of the government to completion of that injustice. Indonesian became one of the country that haven’t be able to solve the problems of disability. It’s also be a serious discussion in ASEAN. So, in 2011 the ASEAN leaders agreed on the establishment of ASEAN Disability Forum as a container to accommodate the aspirations of ther disabilities in order to their justice. ASEAN Disability Forum expected to solve the problems of disability in other ASEAN countries, especially in Indonesia. The main problem is expected to be resolved is employment opportunities for the disabled so as to improve their lives.Keywords: Disabilities, ASEAN Disabiliy Forum, IndonesianAbstrakPenyandang disabilitas merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik sehingga mempengaruhi segala aktivitasnya di masyarakat. Permasalahan mereka seperti diskriminasi, ketimpangan sosial, keterbatasan infrastruktur, serta minim nya peluang kerja menjadi tugas pemerintah dalam penyelesaian ketidakadilan tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang masih belum mampu menangani permasalahan penyandang disabilitas. Hal ini juga menjadi pembahasan serius di ASEAN. Sehingga, pada tahun 2011 para pemimpin ASEAN menyepakati dibentuknya ASEAN Disability Forum sebagai bentuk wadah untuk menampung aspirasi para disabilitas agar memperoleh keadilan mereka. ASEAN Disability Forum diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan para disabilitas di negara ASEAN, terutama di Indonesia. Permasalahan utama yang diharapkan bisa terselesaikan yaitu kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas sehingga mampu meningkatan taraf hidup mereka.Kata-kata Kunci : Disabilitas, ASEAN Disability Forum, Indonesia
Kepentingan Rusia dalam Proyek Pembangunan Pipa Gas Turkish Stream tahun 2014-2016 Rifka Amalia; Muhammad Yamin
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.022 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.481

Abstract

AbstractThis paper aims to analyze Rusia’s interest in the development of Turkish Stream Project in 2014 until 2016. Energy is the most notable sector for Russia that can affect the economy-politics. From economy side, energy exports are largely included in state revenues. Politically, energy is a top priority in every political agenda and foreign policy. Energy is one of determining Russia’s foreign policy toward its energy importing countries. EU is a region that has dependence on Russian energy, especially natural gas. Therefore Russia sees EU as a great opportunity and wants to dominate European’s energy market. So the South Stream project was formed which would deliver Russian natural gas directly to Europe via the Black Sea. This is one of Russia’s step to maintain the EU’s dependence on Russia and dominating energy market. Unfortunately, this project must be stalled due to the Third Energy Package policy implemented by EU. Russia, with its ambition to dominate the European energy market, has had an alternative project to achieve that ambition. The Turkish Stream project was formed in cooperation between Russia dan Turkey. The project planned not only deliver Russian natural gas to Turkey but also Europe via Greece. Although the negotiations and deliberations of this project were delayed, the project was finally continued.Keywords : Energy, National Interest, Third Energy Package, European Union , Russia.AbstrakArtikel ini hendak menganalisa kepentingan Rusia dalam pembangunan proyek “Turkish Stream”. Energi adalah sektor yang paling menonjol bagi Rusia yang dapat mempengaruhi ekonomi-politik. Dari sisi ekonomi, ekspor energi sebagian besar masuk dalam penerimaan negara. Secara politis, energi merupakan prioritas utama dalam setiap agenda politik dan kebijakan luar negeri. Energi adalah salah satu penentu kebijakan luar negeri Rusia terhadap negara pengimpor energinya. UE adalah wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap energi Rusia, terutama gas alam. Oleh karena itu Rusia melihat Uni Eropa sebagai peluang yang bagus dan ingin mendominasi pasar energi Eropa. Proyek South Stream yang dibentuk ini akan mengantarkan gas alam Rusia langsung ke Eropa melalui Laut Hitam. Hal ini adalah salah satu langkah Rusia untuk menjaga ketergantungan Uni Eropa terhadap Rusia dan mendominasi pasar energi. Sayangnya, proyek ini harus macet karena kebijakan Third Energy Package yang diimplementasikan oleh UE. Rusia, dengan ambisinya mendominasi pasar energi Eropa, telah memiliki proyek alternatif untuk mencapai ambisi tersebut. Proyek Turkish Stream dibentuk atas kerjasama antara Rusia dan Turki. Proyek ini direncanakan tidak hanya mengantarkan gas alam Rusia ke Turki tapi juga Eropa via Yunani. Meski negosiasi dan pembahasan proyek ini tertunda, proyek tersebut akhirnya dilanjutkan.Kata-kata Kunci: Energi, Kepentingan Nasional, Third Energy Package, Uni Eropa, Rusia.
Relevansi Maqasid Syariah Sebagai Pendekatan Baru Diplomasi Islam Dalam Penyelesaian Konflik Minoritas: Teori Dan Praktik Mochamad Fathoni
Insignia: Journal of International Relations Vol 4 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.773 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2017.4.01.485

Abstract

AbstractAfter 9/11, muslim in the west became minority even in his/her own country. There are presumption that Islam related to terrorism and this is the main reason why muslim in the world become minority, especially for muslim who live in the non-muslim country. Aim of the study is to find a new approach within muslim in diplomacy to protect the muslim minority or other minority in the plurality of today nation-state. We use literature studies through descriptive analysis in explained the relevance of maqoshid sharia in solving the minority issue and compare several case study of its implementation in several countries. The novelty of the study is that political scientists have not touched the topic from the basic teaching of Islam, which is maqashid sharia, as an approach in solving the problem related minority, especially muslim minority. The finding in the study is that maqashid sharia as an approach can be developed as soft-power diplomacy strategy which can be distinguished as Islamic diplomacy model in solving minority issue.Keywords: maqosid sharia, Islamic diplomacy, minorityAbstrakPasca peristiwa 9/11, warga muslim di negara-negara barat seakan menjadi minoritas di negaranya sendiri. Munculnya pra-anggapan yang mengkaitkan Islam dan terorisme merupakan sebab utama warga muslim dunia menjadi betul-betul minoritas. Hal ini terutama dialami oleh umat Islam yang berada di negara-negara non-muslim. Tujuan studi ini adalah diperlukan pendekatan baru dari umat Islam sendiri, terutama dari negara-negara Islam atau mayoritas muslim dalam berdiplomasi untuk melindungi minoritas muslim maupun minoritas etnis dan agama lain di tengah dinamika negara-bangsa yang semakin majemuk. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dan menggunakan analisis deskiptif dalam menjelaskan relevansi maqasid syariah dalam menyelesaikan masalah minoritas disertai perbandingan sejumlah contoh studi kasus penerapannya di sejumlah negara. Kebaruan dari studi ini adalah belum ada ilmuwan politik yang menggunakan maqosid syariah sebagai pendekatan model diplomasi Islam di dalam menangani berbagai persoalan menyangkut isyu minoritas, khususnya minoritas muslim. Temuan dalam penelitian ini adalah pendekatan maqasid syariah dapat menjadi strategi diplomasi soft power yang menjadi ciri khas model diplomasi Islam dalam mencapai kepentingan tidak saja menyelesaikan isyu minoritas.Kata-kata kunci: maqosid syariah, diplomasi islam, minoritas

Page 1 of 1 | Total Record : 10