cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): February 2016" : 14 Documents clear
Respon Pertumbuhan Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Pemberian IBA dan BAP secara In Vitro Samanhudi Muji Rahayu Bambang Pujiasmanto; Ahmad Yunus Dian Rahmawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 1, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v1i1.709

Abstract

Kaempferia galanga L. adalah salah satu tanaman obat terpenting karena  khasiatnya sebagai ekspetoransia, diuretika, dan stimulansia.  Budidaya secara konvensional belum dapat memenuhi permintaan kencur di pasaran, sehingga budidaya secara  in  vitro dapat digunakan sebagai alternatif  untuk menyediakan benih kencur yang cepat dan seragam. Eksplan yang digunakan diambil dari rimpang dan dikulturkan dalam medium MS yang dikombinasikan dengan IBA (Indole Butiric Acid)  dan BAP (Benzyl Amino Purin) dengan konsentrasi 0, 1, 2, 3 dan 4 ppm. Variable pengamatan yang utama adalah jumlah tunas yang muncul pada eksplan. Induksi tunas tertinggi terdapat pada eksplan yang dikulturkan pada perlakuan IBA 0 ppm dan BAP 3 ppm. Kebanyakan akar muncul pada  12 HST  (Hari Setelah Tanam),  dan akar paling cepat muncul pada 7 HST yang terdapat  pada perlakuan IBA 2 ppm dan BAP 4 ppm.
Keanekaragaman Jenis Kadal dan Ular (Squamata: Reptilia) di Sepanjang Sungai Code, Daerah Istimewa Yogyakarta Donan Satria Yudha Rury Eprilurahman; Herdhanu Jayanto Ikhsan Fauzi Wiryawan
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 1, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v1i1.710

Abstract

Kadal dan ular adalah dua kelompok hewan anggota Ordo Squamata, Kelas Reptilia. Dua kelompok hewan reptil ini secara umum hidupnya dekat dengan air, mereka sering sekali ditemukan di dalam dan di sekitar sungai. Beberapa jenis ular dan kadal tersebut sering dimanfaatkan untuk dijadikan hewan peliharaan dan kadang dikonsumsi.  Sungai Code merupakan salah satu sungai yang melewati Kota Yogyakarta. Hulu Sungai Code disebut Sungai Boyong dan  hilir sungai Code menyatu dengan  Sungai Opak di daerah Bantul. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keanekaragaman jenis anggota Ordo Squamata di sepanjang Sungai Boyong-Code wilayah Propinsi D.I. Yogyakarta? Berdasarkan permasalahan yang timbul,  maka penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis reptil anggota Ordo Squamata penghuni tepian Sungai Code. Pengambilan sampel di sepanjang Sungai Boyong-Code dari hulu hingga hilir menggunakan gabungan beberapa metode, yaitu VES (Visual Encounter Survey),  River bank cruising, dan transek. Sampling secara umum dibagi tiga bagian yaitu bagian hulu, tengah dan hilir. Hasil yang diperoleh adalah 8 spesies anggota Subordo Lacertilia (kadal) dan 10 spesies anggota Subordo Serpentes (ular). Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa Sungai Boyong-Code merupakan habitat yang cocok bagi anggota Ordo Squamata.
Penggumpalan Sperma Mencit dengan Protein Total yang Diekstrak dari Endospem Biji Ketapang (Terminalia catappa) Hery Haryanto Aceng Ruyani Selfianti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 1, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v1i1.711

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan menggumpalkan sperma mencit dengan ekstrak  total protein dari endosperm biji ketapang. Biji ketapang  mengandung  protein yang berperilaku seperti lektin. Lektin adalah  glikoprotein yang dapat berikatan dengan residu karbohidrat spesifik. Buah ketapang masak dipecahkan, diambil bagian endospermnya dan dicuci bersih dengan akuades. Endosperm biji dihomogenasikan dalam larutan buffer pengekstrak. Homogenat diaduk semalam dengan batang magnet berputar pada suhu 4oC. Selanjutnya homogenat disentrifus 2500 rpm 4oC selama 15 menit. Supernatan ditambahkan ammonium sulfat sampai konsentrasi 50%  (w/v), diaduk selama 3 jam, selanjutnya disentrifus 10.000 rpm at  4oC  selama 15 menit. Protein terpresipitasi dimurnikan dengan kantong dialisis ukuran 12.000 MWCO (molecular weight cut off).  Protein terpresipitasi dilarutkan dalam buffer dan diukur kadar proteinnya dengan metode Biuret.  Mencit dimatikan secara  cervical dislocation, dibedah, dan diambil saluran epididymis. Suspensi sperma dibuat dengan merendam  epididymis dalam larutan NaCl 0,9% (w/v), selanjutnya bagian proksimal epidydimis dipotong lalu ditekan perlahan hingga sekresi cairan epidydimis keluar dan tersuspensi dengan NaCl 0,9%. Uji agglutinasi dilakukan dengan mencampur suspensi 5 ul sperma mencit dengan 5 ul ekstrak potein total fraksi dialyisis dari konsentrasi 4,23;  8,97;  13,2  dan 17,4 µg/dl, fraksi ammonium sulfat, dan fraksi ekstrak kotor. Laju penggumpalan sperma mencit yang paling cepat yaitu fraksi amonium sulfat  yang mengandung  17,4 µg/dl protein.  Endosperm biji ketapang mengandung lektin yang dapat menggumpalkan sperma mencit.
Produksi Bioetanol Daun Sorghum (Sorghum bicolor L.Moench) Birgitta Narindri Muhammad Nur Cahyanto Ria Millati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 1, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v1i1.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis  potensi daun sorghum (Sorghum bicolor L.  Moench) sebagai biomassa dalam produksi etanol. Daun sorghum akan digunakan sebagai substrat dalam proses hidrolisis enzimatis dan gula reduksi yang dihasilkan akan digunakan sebagai substrat dalam fermentasi. Hidrolisis dilakukan tanpa perlakuan pendahuluan. Daun sorghum dihancurkan hingga berbentuk serbuk berukuran 30mesh sebelum digunakan sebagai substrat dalam hidrolisis enzimatis menggunakan enzim Celluclast (novozyme) 90FPU/g berat kering. Konsentrasi gula reduksi dan nilai CCR (Cellulose Conversion Ratio) akan digunakan untuk menganalisis  tingkat degradabilitas selulosa daun sorghum. Gula reduksi dalam hidrolisat sebagai hasil proses hidrolisis enzimatis akan difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae FNCC 3012 untuk menghasilkan etanol. Konsentrasi  Sorghum  cerevisiae  yang digunakan adalah 106 CFU/ml dan ditambahkan dalam 10% volume hidrolisat. Pengamatan dalam proses fermentasi dilakukan terhadap konsentrasi gula reduksi dan etanol selama 36 jam. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa selulosa tidak dapat dihidrolisis enzimatis secara langsung dilihat dari rendahnya nilai CCR. Konsentrasi gula reduksi tertinggi setelah hidrolisis enzimatis adalah 3,18 mg/ml. Konsentrasi etanol tertinggi setelah proses fermentasi adalah 0,23%(v/v).

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue