cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Mengukur Tingkat Keselarasan Information Technology dan Bisnis (Studi Kasus Perusahaan Start-up Digital Wilayah Jawa) Gregorius Airlangga
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1485

Abstract

Abstract. The alignment between information technology (IT) and business becomes a main issue for a digital start-up which adopts technology as a support for the business activities. As one of the growing business in Indonesia, this organization gets special attention from the government that it will be able to become the backbone of the nation's economy. This has led to a necessity of measuring the alignment level between IT and business at digital start-ups in order to describe the conditions for developing strategies to increase competitive benefits. According to that necessity, the research on the assessment of the alignment between IT and business is conducted by using the Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) model to 30 samples of IT start-up companies from various business fields in Java where the center of digital start-up exists in Indonesia. Based on the results of this study, it was found that the average digital start-up has a pretty good alignment level of 3.45. This shows that the strategic alignment between IT and business is starting to integrate in all functional units. Keywords: alignment maturity, Luftman, SAM, start-up.Abstrak. Keselarasan teknologi informasi (IT) dan bisnis telah menjadi masalah utama start-up digital yang memanfaatkan teknologi sebagai penunjang dalam kegiatan bisnis. Sebagai salah satu organisasi yang marak berkembang di Indonesia, organisasi ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Hal ini menyebabkan perlunya pengukuran tingkat keselarasan IT dan bisnis pada start-up digital agar dapat menggambarkan kondisi keselarasan yang terjadi sehingga mampu menyusun strategi untuk semakin meningkatkan keuntungan kompetitif. Berdasarkan kebutuhan ini peneliti melakukan penilaian keselarasan antara IT dan bisnis dengan menggunakan model Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) terhadap 30 sampel perusahaan start-up IT dari berbagai bidang bisnis yang berada di wilayah Jawa dimana pusat pertumbuhan start-up digital di Indonesia berada. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata start-up digital memiliki tingkat keselarasan yang cukup baik yakni sebesar 3,45. Hal ini menunjukkan bahwa keselarasan strategis antara IT dan bisnis mulai terbentuk dan terintegrasi di seluruh unit fungsional. Kata Kunci: keselarasan IT dan bisnis, Luftman, SAM, start-up.
Pengembangan Sistem Informasi Portal Alumni dengan Tracer Study dan Survey Pengguna Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta Clara Hetty Primasari
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i1.1498

Abstract

Abstract. The role of alumni is very important for the education institution. One of the indicators of the quality of a college is the quality of alumni. Because of the importance of the alumni's role, a university should have a medium to connect alumni with their almamater, either with fellow alumni, with lecturers, or with college students in university. Universitas Atma Jaya Yogyakarta previuosly has a system called SIMPONI to manage the alumni, but the existing system is still limited in terms of functionality and there is no tracer study function to find out educational outcomes and performance of alumni at the company. Development of Alumni Simponi Information Portal System is done by using Microsoft Visual Studio 2010 and Microsoft SQL Server 2008 R2. The programming language used is C #. SIMPONI is expected to be able to contribute in improving the credibility and continuity of educational institution.Keywords: Alumni portal information system, tracer study, alumni user survey.Abstrak. Peran alumni sangat penting untuk lembaga pendidikan. Salah satu indikator kualitas suatu perguruan tinggi adalah kualitas alumninya. Karena pentingnya peran alumni, alangkah baiknya jika perguruan tinggi memiliki sarana untuk menghubungkan alumni dengan almamaternya, baik dengan sesama alumni, dosen, maupun dengan mahasiswa perguruan tinggi yang bersangkutan. Universitas Atma Jaya Yogyakarta telah memiliki sebuah sistem bernama SIMPONI untuk melakukan pengelolaan alumni tersebut, akan tetapi sistem yang ada terbatas dari segi fungsionalitasnya serta belum ada tracer study untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja dan fasilitas survey pengguna alumni yang diisi oleh perusahaan untuk mengetahui kinerja alumni. Sistem Informasi Portal Alumni UAJY dikembangkan dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 dan Microsoft SQL Server 2008 R2. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah C#. Diharapkan dengan melakukan pengembangan fungsionalitas, SIMPONI sebagai sistem portal alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta mampu memberi sumbangsih dalam peningkatan kredibilitas dan kelangsungan institusi pendidikan tersebut.Kata Kunci: Sistem informasi portal alumni, tracer study, survey pengguna alumni.
Autonomous Robot Path Planning Menggunakan Perbandingan Metode Particle Swarm Optimization dan Genetic Algorithm Miftah Rahmalia Ariyati; Ahmad Reza Musthafa
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1518

Abstract

Abstract. A research on robot planning path has been widely conducted and developed. Generally, the desired path is the safe one which has no obstacles and it can be conducted in a quick process. There are several methods that can be applied in planning the path including particle swarm optimization method and genetic algorithm. Both methods are compared in this research in order to discover the best method. Particle swarm optimization method utilizes the particle population movement and genetic algorithm method explores a population consisting individuals’ solutions. The finding reveals that particle swarm optimization method is better than generic algorithm method. This is due to computation time and path required by particle swarm optimization method are shorter than genetic method algorithm. Keyword: Robot path planning, particle swarm optimization, genetic algorithm.Abstrak. Penelitian mengenai perencanaan jalur untuk robot mobil telah banyak diteliti dan dikembangkan. Pada umumnya perencanaan jalur yang diinginkan adalah jalur yang yang aman, tanpa rintangan, dan jarak tempuh yang singkat. Terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan dalam perencanaan jalur ini diantaranya adalah metode particle swarm optimization dan genetic algorithm. Pada penelitian ini, kedua metode optimasi tersebut diterapkan. Kedua metode optimasi tersebut dibandingkan untuk didapatkan metode dengan hasil yang terbaik. Metode particle swarm optimization memanfaatkan pergerakan populasi partikel dan metode genetic algorithm melakukan pencarian pada sebuah populasi dari sejumlah individu-individu yang merupakan solusi permasalahan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan membandingkan kedua metode optimasi ini adalah metode particle swarm optimization lebih baik daripada metode genetic algorithm. Hal ini berdasarkan pada waktu komputasi dan jalur tempuh yang dibutuhkan oleh metode particle swarm optimization lebih pendek dibandingkan metode genetic algorithm. Kata Kunci: perencanaan jalur robot, particle swarm optimization, genetic algorithm.
RANCANG BANGUN WEBSITE MENCARI TUKANG MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL Mohammad Rifqi Al Hazmi
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1651

Abstract

Abstract. This website was designed to address an issue of finding handyman. The idea was to make finding a good handyman easier for the users. The problem that is commonly faced in a searching process is the difficulty to find a construction worker whose skills match the needs of the existing project. It can create a fatal impact for the construction worker is one of the important factors in determining the quality of a building. Designing a website for finding handymen is then considered solve the problem since the number of internet users in Indonesia is increasing nowadays. The website is created by using Laravel framework. Laravel was chosen because it is a robust framework establishing the orderly construction that it is useful to organize the codes. The use of Laravel can also reduce the number of repetitiveness in building a complete working website. The result shows that the website to find a handyman can be built using Laravel framework. Keywords: website, Laravel, handyman, framework, PHP.Abstrak. Pada proses pencarian tukang, kendala yang sering dihadapi adalah tidak sesuainya keahlian tukang dengan kebutuhan proyek yang ada. Hal tersebut dapat berakibat fatal karena tukang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah bangunan. Dengan tingginya pengguna internet di Indonesia maka masalah pada proses pencarian tukang dapat dipecahkan dengan membuat website untuk mencari tukang. Website tersebut akan dibuat dengan menggunakan framework Laravel. Laravel dipilih karena merupakan framework yang kokoh dan memiliki rangka untuk membuat website yang tersusun dengan rapi, sehingga dapat membantu mengorganisir kode. Penggunaan Laravel dapat mengurangi jumlah pengulangan dalam membangun kerja situs web yang lengkap. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa website untuk mencari tukang dapat dibangun menggunakan framework Laravel. Kata Kunci: website, Laravel, tukang, framework, PHP.
Analisa Tingkat Keharmonisan Suami Istri Pengguna Vasektomi Dengan Algoritma C4.5 Salamun .; Wita Yulianti
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1655

Abstract

Abstract. Vasectomy may cause a strained relationship between a husband and wife. There are some causal factors such as communication, social, sexual, and economical factors. Male participation is an indicator of a successful family planning program (KB). The relevance of the participation of a male doing vasectomy is in his knowledge, behavior of vasectomy and the support from family. The purpose of this research is to reveal the relationship among the knowledge, attitude of KB male participant about vasectomy and the role of family support for vasectomy patient. This study is one way to observe the outcomes of government programs to reduce the number of the population Indonesia. The program may be considered as a way that can strain husband and wife relationship caused by various factors, such as communication, social, sexual and economic factors. In this study, the data is obtained from the official department of demography and national family planning (BKKBN) and based on the immediate observation of some couples who become the vasectomy patients. The data is then examined using C4.5 algorithms which will later make a decision tree which decide whether the couples will be fit or not for doing the vasectomy for family planning program.Keywords: KB, Vasectomy, C4.5 Algorithm.Abstrak. Vasektomi bisa mengakibatkan renggangnya suatu hubungan suami istri. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor komunikasi, sosial, seksual, dan ekonomi. Partisipasi pria menjadi indikator keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Keterkaitan partisipasi pria pengguna vasektomi adalah pengetahuan, tingkah laku partisipan KB pria tentang vasektomi, serta dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap akseptor/partisipan KB pria tentang vasektomi, serta peranan dukungan keluarga pengguna vasektomi. Penelitian ini merupakan salah satu cara untuk melihat hasil dari program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk di Indonesia. Dalam penelitian ini, data didapatkan dari sebuah lembaga resmi KB yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan observasi lapangan secara langsung kepada beberapa pasangan suami istri yang menggunakan vasektomi. Data selanjutnya diolah menggunakan algoritma C4.5 yang hasilnya nanti akan menghasilkan pohon keputusan yang dapat menjawab apakah pasangan tersebut bisa mengikuti program KB vasektomi. Kata Kunci: KB, Vasektomi, Algoritma C4.5. 
Implementasi Metode Logika Fuzzy dalam Pembangunan Sistem Optimalisasi Lampu Lalu Lintas Martinus Maslim; B. Yudi Dwiandiyanta; Nonety Viany Susilo
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i1.1661

Abstract

Abstract. Traffic lights are the lights for controlling the flow of trafficwhichinstalled at crossroads. Traffic lights have an important role in regulating traffic especially crossroads. One way to overcome the traffic problem is to build a system of traffic optimization where each point of the intersection phase at the road signals automatically. This system implements fuzzymamdani logic method with MOM (Mean of Maximum)defuzzification for this method is very simple, easy to understand and objective. The traffic optimization system can generate the maximum green light seconds at each intersection according to the officer's input. The input required by the system is the length of the set queue, the width of the regulated path, the length of the queue on the next path, and the width of the path on the regulated path. The output of this system is proven to help optimize the number of green light seconds according to crossroads conditions.Keywords: FuzzyLogic, Mamdani, Mean of Maximum, Traffic light.Abstrak. Lampu lalu lintas merupakan lampu untuk mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan. Lampu lalu lintas memiliki peran penting dalam mengatur lalu lintas khususnya persimpangan jalan. Terdapat salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kemacetanyaitu dengan membangun sebuah sistem optimalisasi lalu lintas dimana secara otomatis di setiap titik fase persimpangan jalan bersinyal. Sistem ini dibuat menggunakan metode logika fuzzy. Dalam sistem ini menggunakan metode logika fuzzymamdani dengan defuzzifikasi MOM (Mean of Maximum) karena metode ini sangat sederhana, mudah dimengerti dan obyektif. Sistem optimalisasi lampu lalu lintas dapat menghasilkan detik maksimal lampu hijau pada setiap persimpangan sesuai dengan masukan petugas. Masukan yang dibutuhkan oleh sistem adalah panjang antrian yang diatur, lebar jalan yang diatur, panjang antrian pada jalur selanjutnya, dan lebar jalan pada jalur yang diatur.Hasil keluaran dari sistem ini terbukti dapat membantu mengoptimalisasi jumlah detik lampu hijau sesuai dengan kondisi persimpangan jalan.Kata Kunci: Logika Fuzzy, Mamdani, Mean of Maximum, Lampu lalu lintas.
Rancang Bangun Sistem Informasi Zakat Infaq Shodaqoh Menggunakan Metodologi Extreme Programming Rysa Sahrial
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i1.1666

Abstract

Abstract. Poverty is one continuing social issue which is hard to solve. Dealing with this problem, Islam has already had the alternative solution that is tithe (Zakat). Zakat is implemented to decrease economy imbalanced appeared in the society. While in fact, not all the Moslem pay Zakat. There are five factors as the reason why Moslem didn’t do that. First, some Muzakki wants to deliver his zakat directly.Seconde, not all Muzakki know how much Zakat must be paid. The other factors are Limited information about Mustahik home, limited time that Muzakki have to deliver his Zakat directly and the easiness to report Mustahik data. Dealing with those factors, it is required to have an information system which can make Muzakki meets Mustahik. In this research, information system application used Extreme Programming (XP) development method. XP method is required to program a system which will be made by accomodating the users’ needs and expectations.Keywords: zakat, information systems, extreme programming.Abstrak. Rancang Bangun Sistem Informasi Zakat Infaq Shodaqoh Menggunakan Metodologi Extreme Programming. Kemiskinan adalah masalah sosial yang sering ditemui dan masih belum teratasi. Dalam hal ini Islam mengenal alternatif pemecahannya, yakni zakat. Zakat diperuntukkan sebagai pengurang kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi tidak semua yang wajib mengeluarkan zakat menjalankannya. Penulis menemukan lima faktor yaitu pertama sebagian muzakkiingin menyalurkan zakatnya secara langsung. Kedua, tidak semua muzakkimengetahui berapa besaran zakat. Faktor lainnya adalah keterbatasan informasi tempat tinggal mustahik, keterbatasan waktu untuk meyalurkan zakat secara langsung, dan kemudahan melaporkan data mustahik. Untuk itu dibutuhkan sistem informasi yang bisa mempertemukan muzakkidan mustahik. Pada penelitian ini perancangan sistem informasi menggunakan metode pengembangan extreme programming (XP). Metode XP dibutuhkan untuk merancang sistem yang akan dibuat dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan pengguna.Kata kunci: zakat, sistem informasi, extreme programming.Abstract. Poverty is one continuing social issue which is hard to solve. Dealing with this problem, Islam has already had the alternative solution that is tithe (Zakat). Zakat is implemented to decrease economy imbalanced appeared in the society. While in fact, not all the Moslem pay Zakat. There are five factors as the reason why Moslem didn’t do that. First, some Muzakki wants to deliver his zakat directly.Seconde, not all Muzakki know how much Zakat must be paid. The other factors are Limited information about Mustahik home, limited time that Muzakki have to deliver his Zakat directly and the easiness to report Mustahik data. Dealing with those factors, it is required to have an information system which can make Muzakki meets Mustahik. In this research, information system application used Extreme Programming (XP) development method. XP method is required to program a system which will be made by accomodating the users’ needs and expectations.Keywords: zakat, information systems, extreme programming.Abstrak. Rancang Bangun Sistem Informasi Zakat Infaq Shodaqoh Menggunakan Metodologi Extreme Programming. Kemiskinan adalah masalah sosial yang sering ditemui dan masih belum teratasi. Dalam hal ini Islam mengenal alternatif pemecahannya, yakni zakat. Zakat diperuntukkan sebagai pengurang kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi tidak semua yang wajib mengeluarkan zakat menjalankannya. Penulis menemukan lima faktor yaitu pertama sebagian muzakkiingin menyalurkan zakatnya secara langsung. Kedua, tidak semua muzakkimengetahui berapa besaran zakat. Faktor lainnya adalah keterbatasan informasi tempat tinggal mustahik, keterbatasan waktu untuk meyalurkan zakat secara langsung, dan kemudahan melaporkan data mustahik. Untuk itu dibutuhkan sistem informasi yang bisa mempertemukan muzakkidan mustahik. Pada penelitian ini perancangan sistem informasi menggunakan metode pengembangan extreme programming (XP). Metode XP dibutuhkan untuk merancang sistem yang akan dibuat dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan pengguna.Kata kunci: zakat, sistem informasi, extreme programming.
Analisis Pola Persebaran Pornografi pada Media Sosial dengan Social Network Analysis Muchamad Taufiq Anwar
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i1.1667

Abstract

Abstract. The rise of social media had opened up an easy and fast way to distribute pornographic content through it. Although the negative effects linked to porn consumption are still inconclusive, government had established regulation regarding porn creation, distribution, and ownership. Unfortunately, the regulation is not well run. Porn are freely distributed through social media without any reaction from the authorities. This reseach aims to understand the distribution pattern and to find key players in the distribution of porn in social media using Social Network Analysis (SNA) so that mitigative actions could be made. Result shows that porn were first published by popular ‘Publisher’ accounts, re-shared by other publisher accounts or ‘Retweeters’, and unidirectionally consumed by followers (‘Consumers’). Interpretation and research limitations were discussed. Keywords: pornography distribution, social media, Social Network Analysis.Abstrak. Analisis Pola Persebaran Pornografi pada Media Sosial dengan Social Network Analysis. Kemunculan internet dan media sosial telah membuka cara yang mudah dan cepat untuk mendistribusikan konten pornografi. Meskipun dampak negatif yang terkait dengan konsumsi pornografi masih belum dapat disimpulkan, pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai pembuatan, distribusi, dan kepemilikan pornografi. Sayangnya, peraturan itu tidak berjalan dengan baik. Materi pornografi didistribusikan secara bebas melalui media sosial tanpa ada reaksi dari pihak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola distribusi dan menemukan pemain kunci dalam distribusi pornografi di media sosial menggunakan Social Network Analysis (SNA) sehingga tindakan mitigasi dapat dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa film porno pertama kali diterbitkan oleh akun 'Publisher' populer, dibagikan ulang oleh akun Publisher lain atau ‘Retweeter’, dan dikonsumsi secra searah oleh pengikut (‘Consumer’). Interpretasi dan keterbatasan penelitian kemudian dibahas. Kata Kunci: distribusi pornografi, media sosial, Social Network Analysis.
Analisis Pengaruh Citra Gelap, Normal, Terang Terhadap Wavelet Orthogonal Novera Kristianti; Niwayan Purnawati; Bryand Rolando
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1698

Abstract

Abstract. An image is classified into dark, normal, and bright image. The images are grouped in the dark images according to the histogram and the mu value. An image consists of information and redundancies. The use of wavelet is considered effective in image compression and it does not only cut down the memory usage but also it makes devices work faster. In this study, an analysis in conducted on the influence of dark, normal, and bright images on the orthogonal wavelet. Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) is used to compare 17 functions of wavelet orthogonal in the image compression of dark, normal, and bright images. PSNR is a measurement parameter commonly used for measuring the quality of image reconstruction which is then compared with the original image. Compression ratio is used to measure the reduction of the data size after the compression process. Based on the research on the dark, normal, and bright image, the findings reveal that bright image has got the lowest PNSR value at all image testing while the normal image has the highest PSNR value at the wavelet orthogonal application. Keywords : Image compression, Orthogonal wavelet, PSNR, compression ratio.Abstrak. Suatu citra dikelompokkan menjadi citra gelap, citra normal, dan citra terang. Pengelompokan citra menjadi warna gelap terlihat dari histogram dan nilai rerata intensitas (mu). Citra terdiri atas informasi dan redudansi. Penggunaan wavelet dinilai efektif dalam kompresi citra dan menurunkan penggunaan memori serta membuat perangkat menjadi lebih cepat. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh citra gelap, citra normal, dan citra terang terhadap wavelet orthogonal. Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) digunakan untuk membandingkan 17 fungsi wavelet orthogonal dalam kompresi citra gelap, citra normal, dan citra terang. PSNR adalah parameter ukur yang sering digunakan untuk pengukuran kualitas gambar rekonstruksi, yang lalu dibandingkan dengan gambar asli. Rasio kompresi digunakan untuk mengukur pengurangan ukuran data setelah proses kompresi. Berdasarkan penelitian pada citra gelap, citra normal, dan citra terang diperoleh bahwa citra terang menghasilkan nilai PSNR paling kecil untuk seluruh citra uji dan citra normal menghasilkan nilai PSNR paling besar dalam penerapan wavelet orthogonal. Kata kunci : Kompresi citra, Wavelet orthogonal, PSNR, rasio kompresi.
Kombinasi Algoritma Spatial Autocorrelation G* dan Algoritma C5.0 untuk Deteksi Daerah Rawan Longsor di Pulau Jawa Yerymia Alfa Susetyo
Jurnal Buana Informatika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1706

Abstract

Abstract. Java Island is also an island with a high frequency of landslide natural disaster. Various efforts have been made to minimize the disaster risk, including the model compilation of early disaster detection at the areas with landslide potential. This research aims to develop an early warning model for landslide potential areas using Spatial Autocorrelation combined with Machine Learning Algorithm based on attributes of landslide causes. The first step is to classify areas in Java Island into a landslide hotspot and landslide coldspot using spatial autocorrelation G * algorithm. This algorithm revealed 124 polygons of sub-district in Java as landslide hotspots. The next step is building machine learning model using C5.0 method for hotspot and coldspot areas. In this research, we utilize landslide-causing attributes i.e. rainfall, land cover, area slope, soil type, and land movement. The hotspot model showed that landslide distribution focuses on land cover attributes. Meanwhile, for the coldspot area model, there is no focus of landslide distribution on one attribute. Furthermore, the accuracy level of hotspot model are 84.61% and 71.66% for coldspot model. Keywords: Landslide, Machine Learning, Spatial Autocorrelation, C5.0, G*.Abstrak. Pulau Jawa merupakan pulau dengan frekuensi bencana alam tanah longsor yang tinggi. Untuk meminimalkan resiko bencana, dilakukan penyusunan model komputasi deteksi dini daerah potensi longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model deteksi daerah potensi longsor menggunakan Spatial Autocorrelation yang dikombinasikan dengan algoritma Machine Learning berbasis data variabel-variabel pemicu longsor. Tahap pertama yang dilakukan adalah mengklasifikasikan daerah-daerah di Pulau Jawa sebagai daerah hotspot longsor dan coldspot longsor menggunakan algoritma spatial autocorrelation G*. Dihasilkan 124 poligon kecamatan di pulau Jawa sebagai daerah hotspot longsor. Setelah diklasifikasikan, dibangun model machine learning menggunakan metode C5.0. Atribut-atribut pemicu longsor yang digunakan untuk membangun machine learning adalah curah hujan, tutupan lahan, kelerengan, jenis tanah, dan gerakan tanah. Hasil yang diperoleh dari model hotspot terlihat distribusi longsor memusat pada atribut tutupan lahan dan menghasilkan akurasi model 84.61%. Untuk model coldspot area tidak terlihat adanya pemusatan pada satu atribut pemicu longsor, akurasi untuk model ini adalah 71.66%. Kata Kunci: Longsor, Machine Learning, Spatial Autocorrelation, C5.0, G*.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue