cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2011)" : 9 Documents clear
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN MELALUI TELENURSING DI RUMAH SAKIT koewandari, retno koeswandari ndari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dalam era sekarang ini telah membuat terobosan yang sangatbesar, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi. Hampir semua orang telah menggunakantelepon sebagai bahan untuk melakukan aktifitasnya, termasuk bidang keperawatan denganmengembangkan telenursing. Penggunaan perangkat telepon dan data komputer sebagai pendukungpemberi layanan keperawatan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pemberian layanankepada pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Pemanfaatan telenursing dalampelayanan keperawatan dapat dilakukan dengan melakukan pembicaraan kepada pelanggan melaluitelepon, dapat juga digunakan untuk konsultasi, pembimbingan keperawatan bagi masyarakat yangmempunyai penyakit kronis dan membutuhkan perawatan, juga dapat digunakan untuk menjalinhubungan dengan pasien dan perjanjian serta mengingatkan untuk selalu melakukan perawatankesehatan dengan baik. Metode telenursing adalah melakukan konsultasi dan komunikasi antarapasien dengan petugas kesehatan di rumah sakit sehingga tercipta komunikasi yang harmonis untukmencapai tujuan keperawatan yang diinginkan. Berbagai sarana dan prasarana pendukung sangatdibutuhkan untuk keberhasilan telenursing tersebut. Meskipun demikian di Indonesia masih perluadanya upaya perbaikan dalam infrastruktur, integrasi data kesehatan, maupun sumber daya manusiasebagai provider.Kata Kunci: telenursing, pelayanan keperawatan, perawat, pasien
DAMPAK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KESELAMATAN PASIEN DAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN rudianti, yulistiana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan sistem informasi manajemen salah satunya adalah penggunaan Electronic MedicalRecord (EMR). EMR merupakan rekam medis seumur pasien dalam format elektronik, dan bisadiakses dengan komputer dari suatu jaringan dengan tujuan utama menyediakan atau meningkatkanperawatan serta pelayanan kesehatan yang efisien dan terpadu. Dampak penggunaan EMR terhadapkeselamatan pasien dan kualitas pelayanan keperawatan yaitu memungkinkan perawat untukmengelola asuhan keperawatan secara efisien dan lebih berfokus memberikan pelayanan kepadapasien dengan berprinsip pada keselamatan pasien. Peran perawat menjadi lebih optimal sebagaiwujud tanggung jawab perawat untuk mengantisipasi, mendeteksi dan mediator yang menjaminkeselamatan pasien. Keakuratan dan pengenalan terhadap adanya kesalahan tindakan pelayanankesehatan dengan cepat dapat diinformasikan oleh EMR yang mempunyai kemampuan lebihdibandingkan dengan electronic patient record (EPR). Dampak lainnya adalah tantangan bagi perawatuntuk konsisten menyediakan lingkungan dan kualitas keamanan yang tinggi. Kesiapan dan keyakinanyang positif diperlukan untuk bersama-sama memanfaatkan penggunaan EMR sesuai tujuan yangdiharapkan dalam organisasi.
Pengembangan Informatika Keperawatan Melalui Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keperawatan Dewi, Mursidah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan, mengharuskan praktikkeperawatan memiliki suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat mengintegrasikan ilmupengetahuan dan teknologi informasi dalam keperawatan. Luasnya lingkup tanggung jawab keperawatandan kehadiran perawat secara berkesinambungan mendampingi pasien, menempatkan keperawatan padaposisi sentral bagi layanan kesehatan dan pusat informasi pasien. Tulisan ini menelaah penerapan SistemPendukung Keputusan (SPK) dari perspektif kegiatan pengembangan sistem informasi keperawatan. Hasiltelaah menunjukkan pengembangan SPK ini dapat dirasakan manfaatnya dalam meningkatkankeselamatan pasien yaitu mencegah terjadinya adverse event, pengambilan keputusan yang berdasarkandata, bukti serta analisa yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan keperawatan. Tantangan utamapengembangan SPK dalam pelayanan keperawatan adalah bagaimana para pengambil keputusan dapatmenterjemahkan komitmen dan kebijakan untuk mengintegrasikan sistem informasi keperawatan ke dalamrencana strategis serta mengembangkan infrastruktur yang mendukung upaya peningkatan kualitaspelayanan keperawatan melalui Sistem Pendukung Keputusan (SPK).Kata kunci : Informatika keperawatan; Sistem pendukung keputusan; Kualitas pelayanan; Keperawatan.
DESAIN DISCHARGE PLANNING BERBASIS KOMPUTERISASI SEBAGI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN Zees, Rini Fahriani Zees
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan merupakan suatu fenomena yangharus direspon oleh perawat. Respon yang ada harus bersifat kondusif dengan meningkatkanpengetahuan tentang pengelolaan keperawatan dan langkah-langkah kongrit dalam pelaksanaanya. Salahsatu langkah yang harus ditempuh profesi keperawatan adalah melakukan penerapan discharge planningmelalui komputerisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diselenggarakan diluar maupun didalam negeriterdapat peningkatan kepuasan yang signifikan bagi keluarga dan pasien yang dilakukan discharge planingberbasis komputerisasi. Sehingga disarankan untuk setiap rumah sakit perlu untuk merubah sistempendokumentasian discharge planning yang manual kesistem komputerisasi. Metode penulisan inimenggunakan studi kepustakaan.Kata kunci: discharge; planning komputerisasi
TANTANGAN DALAM PENERAPAN SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN Mustikawati, Yully Harta
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi bidang kesehatan terus berkembang, tidak terkecuali bidang keperawatan yangmenjadi bagian pelayanan kesehatan. Tuntutan masyarakat akan pelayanan yang prima dan bermutuharus didukung oleh data yang cepat, akurat dan mudah diakses. Data tersebut termasuk data asuhankeperawatan yang telah diberikan pada pasien. Data yang tidak terdokumentasi dengan baik, olehkarena berbagai alasan dapat menyebabkan pelayanan terhambat. Semakin meningkatnya tuntutanhukum terkait dengan pelayanan harus dibuktikan dengan data yang menunjang yang tersimpan dalamdokumentasi pasien. Sistem pendokumentasian saat ini semakin berkembang, sudah banyak dokumenmelalui kertas dan pena ditinggalkan beralih pada alat digital atau komputer. Sistem informasikeperawatan sudah mulai bergerak ke arah ini. Banyak negara maju sudah mengimplementasikanpendokumentasian menggunakan sistem informasi keperawatan berbasis komputer dan telah terbuktimenjadi alat menajemen yang efektif untuk memperoleh data kesehatan atau data terkait perawatanpasien.
PENTINGNYA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KEPERAWATAN “Pastikan bahwa data klinis yang benar di catat dalam format yang tepat pada poin perawatan” Saragih, Nurmaida
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemimpin perawat dipengaruhi oleh perubahan tatanan pelayanan di segala bidang. Reformasipelayanan kesehatan dan rangsangan undang-undang ekonomi yang maju pesat bersama dengantarget teknologi informasi yang mengadopsi catatan kesehatan elektronik/electronic health records(EHRs) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perawat memahami bahwa penggunaanteknologi informasi kesehatan dapat meningkatkan kesehatan bila di kombinasikan dengan praktekterbaik dan keperawatan berbasis bukti. Transformasi kesehatan melalui penggunaan data yangbermakna akan membutuhkan suatu pendekatan bertahap. Langkah pertama adalah memastikanbahwa data klinis yang benar di catat di dalam format yang tepat pada poin perawatan. Perawatmerupakan instrumen dalam mengidentifikasi elemen kunci dan melakukan pembakuan data yangdiperlukan untuk komponen dasar. Menstandarkan alur kerja klinis dan hubungannya dengankomponen dokumentasi dari implementasi sistem pencatatan kesehatan elektronik (EHRs) akandipastikan memberikan keberhasilan yang lebih. Pemimpin perawat harus bekerja dengan staf di garisdepan untuk mengembangkan standar alur perawatan, mendefenisikan seperangkat aturan danmemilih istilah yang secara akurat dan konsisten menggambarkan esensi pekerjaan perawat. Masadepan keperawatan bergantung pada keselamatan pasien, manajemen perubahan, peningkatan mutudan kegunaan sistem informasi sebagai bukti dari outcome yang berkualitas, pencapaian alur kerjaperawat, dan penerimaan kegunaan teknologi informasi
PENGGUNAAN RADIO FREQUENCY IDENTIIFICATION DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Susihar, Susihar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong sektor pelayanan keperawatan untukmengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi. Radio FrequencyIdentification (RFID) merupakan salah satu sarana dalam pemberian pelayanan keperawatan yang berbasisteknologi informasi, karena RFID dapat mengidentifikasi seseorang atau objek benda dengan menggunakantransmisi radio. Penggunaan RFID dalam pelayanan keperawatan akan memudahkan perawat dalammemberikan pelayanan, sehingga akan berdampak pada peningkatan produktivitas dari staf perawat,mengurangi kesalahan serta kelalaian/negligence, meningkatkan mutu pelayanan keperawatan kepada pasien,meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan juga kepuasan kerja perawat dan kepuasan pasien. Olehkarena itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien, rumah sakit perlu untukmengadopsi teknologi RFID ini.
Perbedaan pemakaian Kacamata Anti EMI terhadap Kelelahan Mata Pada Operator Komputer (Studi Eksperimen Di STIKES Widya Husada Tahun 2011) wahyudi, Didik Wahyudi, SKM, M.Kes
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang vital, oleh karena nilai kepentingan tersebut makaharus dijaga dan dicegah dari hal – hal yang dapat merusak. Salah satu alat bantu pekerjaan yangmenghasilkan radiasi ialah layar komputer, pemakaian yang lama dapat menurunkan kemampuanotot akomodasi yang bermuara pada kelelahan mata. Dosen tetap dan staf administrasi STIKESWidya Husada menggunakan komputer dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga mengalamikelelahan mata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pemakaiankacamata Anti Emi tehadap kelelahan mata pada operator komputer .Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan desain Pretest Posttes One Group Design. Teknik pengumpulandata menggunakan pengukuran. Sampel 30 orang dari total populasi 75 orang yang memenuhikriteria inklusi. Analisa data dengan analisa univariat, analisa bivariat, dengan uji t dan analisakorelasi regresi.Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak bermakna umurdengan RT OD,OS sebelum dan sesudah perlakuan (r=0,100;p=0,598)(r=0,144;p=0,449)(r=0,134;p=0,481)(r=0,213;p=0,259). Masa kerja dengan RT OD,OS sebelumdan sesudah perlakuan menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak bermakna(r=0,111;p=0,560)(r=0,18;p=0,925)(r=0,034;p=0,857) (r=0,080;p=0,675). Ada perbedaan RTOD,OS sebelum perlakuan pekerja perempuan dengan laki – laki (p=0,005)(p=0,004).Tidak adaperbedaan RT OD,OS sesudah perlakuan pekerja perempuan dengan laki – laki(p=0,169)(0,201).Ada perbedaan RT OD, OS sebelum dan sesudah pemakaian kacamata Anti Emi(p=0,001).Disarankan untuk mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan komputer dapatdilakukan dengan pemakaian kacamata Anti EMI, disamping pengaturan pencahayaan yang cukup,pengaturan jarak kerja, penggunaan screen, pemilihan monitor yang baik, pengaturan monitorsetting, serta mengistirahatkan mata sejenak.Kata Kunci : Kacamata Anti EMI, kelelahan mata.
PENGARUH VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR PADA PEMERIKSAAN VERTEBRA LUMBOSACRAL JOINT PROYEKSI LATERAL TERHADAP KRITERIA ANATOMI RADIOGRAF utami, asih puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are variations in x-ray beam angulation applied in examining lumbosacral joint lateral projection, both theoretical and practical. According to Clark (1973) examination of lumbosacral joint lateral projection uses beam direction of 0 °, Ballinger (1999) stated that x-ray beam is directed 5 º to 8 º caudally and Bontrager (2001) ranging from 5 º to 10 º to the caudally. The purpose of this study is to investigate the influence of x-ray beam angulation to radiographic anatomical criteria and to find the most appropriate x-ray beam angulation to achieve good radiographic anatomical criteria conducted in examining lumbosacral joint lateral projections using x-ray beam angulation of 0 º, 5 º, 10 º and 15 º caudally. The study was experimental with observational method approach.  Observation is done by examining lumbosacral joint lateral projections with the variations of x-ray beam angulations of 0 º, 5 º, 10 º and 15 º caudally. The data is collected by conducting tests, and spreading questionnaires (check list). There are 15 observers in spreading questionnaires.  Radiographic results are recorded as experimental documents.  Methods of data analysis used descriptive analysis by simple regression and crosstab data. Data are codified and categorized then. The results of this research showed that there are positive significant and correlation between x-ray beam angulation variations of 0º, 5º, 10º, 15º caudally to the radiographic anatomical criteria produced on examining lumbosacral joint lateral projection.  It is indicated by p value = 0.016 (<0.05), means Ha is accepted and Ho is rejected. The best x-ray beam angulation is 15º caudally.  This angulation can produce good radiographic anatomical criteria.   Key words:  lumbosacral joint, lateral projection, x-ray beam angulation of  0 º, 5 º, 10 º and 15 º, radiographic anatomical criteria

Page 1 of 1 | Total Record : 9