cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
ISSN : -     EISSN : 23386770     DOI : https://doi.org/10.24821/resital
Core Subject : Humanities, Art,
Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit pertama kali tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016" : 5 Documents clear
Ornamentasi Seni Baca Al-Qur’an dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an sebagai Bentuk Ekspresi Estetis Seni Suara Suryati Suryati; G.R.Lono L. Simatupang; Victor Ganap
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.059 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2219

Abstract

Ornamentasi atau hiasan merupakan suatu istilah musik yang memiliki arti penambahan beberapa nada atau notasi pada melodi, biasanya satu suku kata untuk beberapa nada yang disebut dengan istilah melisma. Ornamentasi atau hiasan nada sangat diperlukan dalam seni suara untuk memperindah suatu melodi. Ornamentasi melodi juga terdapat pada lantunan seni baca Al-Qur’an dengan gaya Qira’ah atau mujawwad. Seni baca Al-Qur’an tersebut melagukan secara penuh melismatis dengan hiasan-hiasan atau ornamentasi melodi agar lantunan menjadi indah. Seni baca Al-Qur’an termasuk seni suara yang sering dilombakan dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ).  Penelitian ini mengkaji ornamentasi melodi dan cara-cara melantunkan seni baca Al-Qur’an dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), melalui pendekatan musikologis dan antropologis perilaku pelantun Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ornamentasi yang terjadi pada lantunan seni baca Al-Qur’an dengan gaya Qira’ah merupakan bentuk ekspresi estetis seni suara dari Pelantun Al-Qur’an (Qori/Qoriah) sesuai kemampuan dan kreativitas pelantun dalam berolah vokal. Ornamentation the Art of Qur’anic recitation in Musabaqoh Tilawatil Qur’an as a Form of Aesthetic Expression of the Art of Sound. Ornamentation is a musical term that means adding a few notes or notation on the melody, normally one word for several notes known as the melisma. Ornamentation or ornamented notes are needed in the art of sound to reshape a melody. There are also additional melodic chanting on the art of Qur’anic recitation in the style the Qira'ah the mujawwad. The art of Qur’anic recitation practice in full melismatic with decorations or additional melodic chant in order to be beautiful. The art of Qur’anic recitation includes the sound art that is often competed in the Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). This research examines melodic ornamentation and the ways art of Qur’anic recitation practiced in the Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), through musikological and anthropological approaches to the behavior of in reading. The results of this study suggest that ornamentation piece of art that happens to read the Qur'anic in style is a form of aesthetic expression the art of sound of Qira'ah of its Chanter (Qori/Qoriah) fits the ability and creativity of chanter in doing the vocals.
Lareh Koto Piliang: Sistem Kekuasaan dan Musik Perunggu Dalam Kajian Konsep Estetika Musikal di Luhak Nan Tigo Mingkabau Andar Indra Sastra
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.111 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2220

Abstract

This article aims to discover the concept of Lareh Kotopiliang: Power Systems and Bronze Music in a Study of the Concept of Musical Aesthetics in Luhak Nan Tigo Minangkabau. Lareh Kotopiliang is oriented towards a royal or autocratic system of power, in which the primary figure holds the title of Dt. Katumangguangan. A legendary figure, Dt. Katumangguangan is believed to be the one who first implemented this autocratic system of power or leadership. There are two types of bronze music, namely oguang and talempong. From the aspect of performance, there are two different concepts: (1) oguang (a gong ensemble); and (2) talempong bararak (processional music). As an ensemble, oguang is played on top of a frame (rea), with gandang palalu and paningkah, six talempong, and two gongs. Talempong bararak is performed in procession – in declaration of the title of a headman, and musically is made up of three pairs of talempong – talempong jantan, talempong paningkah, and talempong pangawinan. Each of the talempong pairs plays a different rhythmic pattern, and the combination of the three patterns forms the characteristic melody of talempong bararak. The problems addressed in this article are: first, the traditional historiography of Lareh Koto Piliang as part of the trilogy of power in Luhak Nan Tigo Minangkabau; second, Lareh Koto Piliang and the concept of bronze music; and third, the musical concept of talempong bararak.
Pengembangan Materi Ajar Seni Budaya Sub Materi Musik pada Sekolah Umum Jenjang Pendidikan Dasar Wadiyo Wadiyo; Udi Utomo
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.732 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2221

Abstract

Pendidikan Dasar di Indonesia memberikan mata pelajaran seni budaya yang di dalamnya tercakup materi  musik. Pendidikan Dasar tingkat Sekolah Dasar pada kurikulum 2013 edisi revisi 2016 pembelajarannya diubah dalam bentuk pembelajaran tematik namun demikian  musik tetap digunakan sebagai alat pendidikan. Untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama tetap menggunakan nama mata pelajaran seni budaya yang di dalamnya tercakup materi musik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebutuhan dan pengembangan materi ajar seni budaya sub materi musik untuk Pendidikan Dasar SD dan SMP.  Metode penelitian yang diterapkan adalah research development.  Lokasi penelitian, Kota dan Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan treangulasi data. Teknik analisis data menggunakan alur analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, materi ajar seni budaya sub materi musik dalam praktik pembelajarannya dikembangkan oleh setiap guru. Secara menonjol para guru Sekolah Dasar selalu mengganti lirik lagu yang sudah ada diganti dengan lirik materi pelajaran untuk memasukkan pesan pendidikan yang diinginkan oleh guru. Untuk Sekolah Menengah Pertama membutuhkan media-media tentang musik lokal dan atau daerah serta media-media yang berhubungan dengan musik diatonis, baik untuk teknik vokal atau permainan instrumen. 
Analisis Teknik Komposisi Musik “Variation on Theme of Sepasang Mata Bola” Karya Jazeed Djamin Maria Octavia Rosiana Dewi
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.958 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2223

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan tentang latar belakang dan cara atau teknik pembuatan sebuah komposisi musik oleh Jazeed Djamin yang berjudul “Variation on theme of Sepasang Mata Bola”. Karya tersebut diciptakan dalam bentuk Piano Concerto dengan 9 variasi yang berdasar dari tema lagu “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif serta menggunakan pendekatan musikologi. Dari hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa dipilihnya lagu “Sepasang Mata Bola” sebagai tema dari karya variasi tersebut untuk menunjukkan optimisme yang besar dari Jazeed Djamin terhadap potensi musikal negeri ini (Indonesia) yang sangat kaya dan layak digarap dalam bentuk-bentuk karya musik konvensional dan yang lebih besar. Selain itu Jazeed Djamin ingin mengenalkan dan mengangkat lagu-lagu asli Indonesia ke pentas Internasional. Karya tersebut diciptakan menjadi 9 variasi dengan diawali sebuah introduksi dan berakhir dengan suatu coda yang menjadi satu bagian dengan variasi IX, dan memiliki 469 birama dengan durasi sepanjang 25 menit. Setiap variasi memiliki karakter yang mengacu pada karakter variasi karya-karya musik jaman romantik. Teknik komposisi yang digunakan antara lain: variasi cantus firmus, variasi fixed harmony, variasi melodi dengan fixed harmony serta variasi fantasia. Karya tersebut juga memiliki bagian kadensa yang unik, karena tidak diletakkan menjelang akhir bagian lagu atau coda, tetapi sebagai bagian dari variasi VI. Idiom-idiom musik didalamnya sangat ilustratif karena mampu menggambarkan efek suara kereta api yang sedang berjalan.
Analisis Wacana Lagu Dolanan Anak-Anak Dalam Lirik Lagu Ayo Padha Dolanan dan Kamit Endang Retnaningdyah Elis N. M.
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.14 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i2.2224

Abstract

Lagu dolanan anak-anak merupakan salah satu bentuk warisan budaya bangsa yang perlu dipertahankan dan dilestarikan mulai dari sekarang. Hal ini mengingat semakin majunya peradapan di bidang alat-alat komunikasi yang mulai mengeser budaya lokal. Salah satunya media bermain anak-anak lewat syair lagu dolanan yang semakin langka. Lagu dolanan anak-anak merupakan salah satu media untuk membentuk karakter pendidikan pada anak-anak. Pembentukan karakter sangat diperlukan pada saat usia anak-anak karena akan mempengaruhi perkembangan jiwanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek gramatikal, aspek leksikal, dan aspek kontekstual dalam lirik lagu Ayo Dolanan dan Kamit. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggali berbagai aspek gramatikal, leksikal, dan kontekstual dalam lirik lagu dolanan Ayo Dolanan dan Kamit.Children dolanan song is one of the nation's cultural heritage which needs to be maintained and preserved from now. This is due to the rapid advancement of civilization in the field of communication which began to shift the local culture. One of these children play media through the lyrics of dolanan song is increasingly scarce. Children dolanan song is one of the media to shape the character of the children's education. The formation of character is indispensable at the age of children because it will affect the development of his soul. This study aims to analyze aspects of grammatical, lexical aspectss, and contextual aspects in the lyrics of the song Ayo Dolanan and Kamit. This study uses a qualitative descriptive study to explore various aspects of the grammatical, lexical, and contextual in dolanan song lyrics Ayo Dolanan and Kamit.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 26, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 26, No 1 (2025): April 2025 Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024 Vol 25, No 1 (2024): April 2024 Vol 24, No 3 (2023): December 2023 Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 24, No 1 (2023): April 2023 Vol 23, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): April 2022 Vol 22, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): April 2021 Vol 21, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): April 2020 Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): April 2019 Vol 19, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): April 2018 Vol 18, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): April 2017 Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): April 2016 Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): April 2015 Vol 15, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 15, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 14, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 13, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 11, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2010): Desember Vol 10, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 10, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 9, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 9, No 1 (2008): Juni 2008 More Issue