cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Jurnal Mahasiswa Desain Interior" : 71 Documents clear
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL ALANA SURABAYA riszky oktaviano
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.408

Abstract

Hotel Alana Surabaya merupakan hotel dengan menghadirkan konsep city resort hotel. Hotel yang terletak di tengah kota namun mengadopsi suasana resort yang alami dan nyaman. Sebagai City-Resort Hotel yang terletak di kota yang padat, ramai dan gaya hidup serba modern, hotel Alana igin tetap menunjukan ciri khas Surabaya.Permasalahan yang dihadapi yaitu bagaimana menciptakan suasana resort pada hotel di tengah kota dengan tetap menunjukan ciri khas Surabaya. Selain itu permasalahan juga terletak pada luas area yang tidak terlalu luas untuk sebuah hotel bintang empat namun harus dapat menampung segala aktifitas pengguna ruang.Metode desain meliputi pengumpulan data fisik dan non fisik. Studi pustaka, majalah, dan internet mengenai standarisasi resort hotel bintang empat. Analisis terhadap aspek-aspek interior sehingga di dapatkan sebuah konsep desain.Tema “Past on Natural Port City” dengan gaya postmodern menjadi konsep perancangan interior hotel ini. Tema past on natural port city yang berarti masa lalu pada kota pelabuhan yang natural bermaksud menghadirkan ciri khas kota Surabaya sebagai kota pelabuhan pada masa lalu. Pencapaian tema dan gaya dicapai dengan penerapan unsur-unsur pelabuhan seperti air, kapal, rempah-rempah, koin kuno dan tanaman pada elemen-elemen interior. Perancang harus menghadirkan suasana resort pada luas hotel yang terbatas. Suasana resort dicapai dengan penggunaan material-material alam seperti batu alam, bata expose, kayu dan menyertakan tanaman sebagai elemen estetis. Penggunaan furniture yang tidak banyak memakan space menjadi solusi desain ini.Kata kunci : city-resort hotel, local culture, past on natural port city, postmodern
PERANCANGAN INTERIOR PAMERAN “INDONESIA SOLO EXHIBITION 2012” DI SHARDJAH EXPO CENTER, DUBAI sartika dewi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.409

Abstract

“Indonesia Solo Exhibition 2012” di Shardjah Expo Center-Dubai, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam usaha penetrasi pasar ekspor serta sekaligus sebagai media promosi yang efektif dalam upayanya meyakinkan dunia akan potensi produk dan pariwisata Indonesia. Event ini juga dapat mengundang potential investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia. “Indonesia Solo Exhibition 2012” mempromosikan kebudayaan Indonesia melalui desain interior exhibition. Tujuan perancang yaitu merancang interior pameran “Indonesia Solo Exhibition 2012” dengan menerapkan gaya Post-Modern yang mampu menghadirkan image Indonesia yang bertema Heritage dan Culture. Perancangan Interior Pameran Indonesia Solo Exhibition 2012 ini meliputi area info counter, area display, area stage dan area lounge yang mengangkat tema motif Tenun Songket Melayu Riau dalam gaya Post-Modern. Adapun penerapan tema motif Tenun Songket Melayu Riau yaitu pada sign system, meja receptionist, display TV, display gambar, rak brosur, sofa dan meja lounge, dan dinding pembatas area tertentu. Pemilihan konsep diharapkan mampu untuk memajukan dan mengenalkan perdagangan Indonesia di mata dunia atau internasional tanpa meninggalkan unsur tradisional di dalamnya. Kata Kunci : Perancangan, Interior, Pameran, Indonesia Solo Exhibition.
STUDI KOMPARASI INTERIOR RUMAH TINGGAL TRADISIONAL SUKU SASAK PESISIR DAN SUKU SASAK PEDALAMAN LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT swastika dhesti anggriani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.410

Abstract

Suku Sasak merupakan suku yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Salah satu hasil kebudayaan Suku Sasak dapat dilihat pada rumah tradisionalnya baik pada bangunan maupun interiornya. Perbedaan lokasi yaitu di pesisir dan pedalaman mengakibatkan adanya perbedaan budaya, pola hidup, dan rumah tinggalnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasikan dan mengetahui perbedaan dan persamaan dari rumah tinggal Suku Sasak di pesisir dan pedalaman serta makna pada rumah tradisionalnya. Sampel di daerah pesisir meliputi rumah di Desa Repuq Gapuq, Desa Tanjung Luar, dan Desa Mandar, sedangkan di pedalaman diambil dari rumah di Desa Rembitan, Desa Segenter, dan Desa Sembalun Bumbung.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara penelitian deskripsi yang mengambil jenis kegiatan komparasi rumah tinggal di pesisir dan pedalaman Pulau Lombok. Data sampel diperoleh dari observasi langsung ke lapangan, wawancara kepada narasumber terkait yaitu pemilik rumah, kepala desa dan budayawan, serta mengambil dokumentasi dari setiap sampel rumah berupa foto, gambar layout, dan potongan.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dan persamaan antara rumah di pesisir dan pedalaman. Rumah di pesisir menggunakan sistem panggung yang berfungsi untuk menghindari pasang air laut dan banjir dari dataran tinggi sedangkan rumah di pedalaman dibangun langsung di tanah. Ruang-ruang pada rumah di pesisir dibangun dalam satu massa bangunan, sedangkan ruang-ruang pada rumah di pedalaman dibangun dalam beberapa massa bangunan. Rumah di pesisir menggunakan konstruksi plafon dan jendela sedangkan rumah di pedalaman tidak menggunakan konstruksi plafon dan jendela, sehingga udara dan cahaya masuk melalui anyaman bambu yang dibuat renggang. Persamaan rumah di pesisir dan pedalaman adalah material diambil dari alam sekitar. Rumah di pesisir tidak memiliki banyak makna karena merupakan hasil proses peniruan sedangkan di pedalaman terdapat banyak makna pada rumah tinggalnya sesuai dengan aturan adat yang berlaku di daerah pedalaman.Kata Kunci : Interior Rumah Tinggal, Suku Sasak, Pesisir, Pedalaman, Komparasi
PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PT. DEDATO INDONESIA, BINTARO, JAKARTA JURNAL Oleh : Al Vinasys NIM 0911701023 PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2013 al vinasys
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.411

Abstract

PT. Dedato Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan interior, arsitektur, desain grafis, dan desain produk yang mengkhususkan diri dalam desain perkantoran, perabotan dan desain produk.Perancangan Interior Kantor PT. Dedato Indonesia yang meliputi: Lounge and Canteen, Director Room, Staff Room, dan Happy Zone serta beberapa ruang pendukung lainnya dengan mengangkat tema Playful and Homy dan gaya Postmodern. Sesuai dengan keinginan klien yang menginginkan perubahan dari gaya modern ke gaya postmodern, karena gaya postmodern merupakan gaya yang selalu dapat diterima dari waktu ke waktu.Tema playful and homy dan gaya postmodern yang dipilih diperkuat dengan bentuk-bentuk elemen interior yang unik karena dapat menciptakan karakter tersendiri untuk desain interior kantor PT. Dedato Indonesia.Kata Kunci: PT. Dedato Indonesia, Perancangan Interior, Playful and Homy, Postmodern.
DESAIN WARNA PADA INTERIOR PANTI RAWAT TERAPI AUTIS “BETLEHEM” YAYASAN TRI ASIH JAKARTA aleluia arindra irmaputri
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.412

Abstract

Penderita “Autis” dalam 10 tahun terakhir ini semakin banyak terdapat di Jakarta. Hingga saat ini, fasilitas yang tersedia untuk anak autis belum terpenuhi. Padahal setiap penderita autis membutuhkan fasilitas yang disesuaikan dengan usia dan perkembangannya serta membutuhkan lingkungan fisik yang dapat mendukung kegiatan mereka. Lingkungan fisik terbangun yang ada diharapkan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan anak.Perancangan interior Panti Rawat Terapi Autis Jakarta dengan tema ‘To Be One’ dan menerapkan gaya ‘Modern’ ini bertujuan agar anak autis memperolah sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan anak autis yang disesuaikan dengan psikologi warna, bentuk. Sehingga anak bisa mencapai kesembuhan yang optimal, bisa hidup mandiri dan bisa diterima di lingkungan masyarakat.Desain adalah solusi untuk memecahkan masalah pada panti rawat terapi autis ini. Dalam perancangan interior panti rawat terapi autis ini, perancang berupaya memecahkan permasalahan yang spesifik dari faktor warna dan bentuk sehingga dapat menciptakan kenyamanan bagi pengguna. Warna yang didesain untuk ruang terapi disesuaikan dengan psikologi anak yang menyukai warna yang cerah. Dalam beberapa ruang terapi diterapkan warna cerah, dan ada yang menggunakan warna pastel tergantung tingkat kebutuhan dari ruang terapi. Bentuk ditiap elemen yang digunakan pada ruang ini menggunakan bentuk dari proses transformasi logo, yaitu daun semanggi baik dari dinding, lantai, plafon, furniture. Ruang yang dirancang dengan pendekatan interior yang tepat diharapkan akan menjadikan sebuah dampak yang lebih positif bagi kesembuhan anak, yang kebutuhan ruang terapi disesuaikan dengan kebutuhan anak autis.Kata Kunci: Perancangan, Interior, Panti Rawat Terapi, Autis, Modern, To Be One.
PERANCANGAN INTERIOR KARAOKE DAN SAUNA HAPPY LAND YOGYAKARTA anna marlyta
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.413

Abstract

Karaoke dan Sauna Happy Land Yogyakarta merupakan salah satu projek hiburan dan kebugaran yang akan dikembangkan di Yogyakarta. Sebuah tempat yang menawarkan sarana hiburan dan kebugaran jasmani maupun rohani tentunya akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat mengingat padatnya aktifitas dan pekerjaan masyarakat perkotaan. Sejalan dengan perkembangan itu, tentunya banyak peluang yang besar untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan tempat hiburan dan kebugaran keluarga yang modern, sopan, namun tetap terjangkau harganya.Sasaran pengguna ruang adalah keluarga. Perancangan interior Karaoke dan Sauna Happy Land Yogyakarta yang meliputi area lobby, bar, dan lounge, dengan menerapkan gaya Postmodern dan mengangkat tema Bunga Sakura yang merupakan icon baru Karaoke dan Sauna Happy Land. Tema bunga sakura yang dihadirkan dapat memperkuat kesan Homy pada desain interiornya untuk mengangkat tag line Happy Land Medical Center "beter care, feels like home". Kesan 'homy' hadir pada pemilihan warna yang hangat, kenyamanan furnitur, maupun sirkulasi ruang yang baik, diharapkan mampu menguatkan citra Karaoke dan Sauna Happy Land Yogyakarta melalui aspek desain interiornya. Dengan desain interior yang fungsional dan menarik, diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang.Kata Kunci: Interior, Karaoke Keluarga, Sauna, Sakura
EVALUASI PASCA HUNI (EPH) RUANG RAWAT INAP KELAS I PADA INSTALASI KESEHATAN ANAK (INSKA) RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA bima yanuar arifin
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.414

Abstract

Sebuah bangunan yang sudah melewati jangka waktu yang lama pasti akan melewati berbagai perubahan dan kerusakan, tidak terkecuali bangunan yang terdapat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Salah satunya adalah bangunan pada ruangInstalasi Kesehatan Anak (INSKA) ruang rawat inap kelas I. Gedung yang sudah dihuni sejak tahun 1983 yang masih digunakan sampai saat ini. Penelitian ini difokuskan pada penelitian level indikasi pada elemen teknis, elemen fungsi dan elemen perilaku sehingga dapat menidentifikasi elemen pembentuk ruang (lantai, dinding, plafon), tata kondisional (pencahayaan alami dan pencahayaan buatan), akustik ruang, fire safty, pengaruh elemen fungsional terhadap faktor manusia dan privasi pasien yang merupakan aspek psikologis dan sosial bagi kepuasan si pemakai.Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari pengambilan data adalah 48,12 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inapkelas I INSKA masih sangat baik, 42,03 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inap kelas I INSKA masih baik dan 10,73 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inap kelas I INSKA kurang baik. Sehingga diperoleh hasil bahwa darievaluasi pasca huni tentang elemen teknis, elemen fungsi, dan elemen perilaku pada ruang rawat inap kelas I INSKA secara keseluruhan masih memenuhi kriteria-kriteria yang ada.Kata Kunci: Evaluasi Pasca Huni (EPH), Rumah Sakit, ruang rawat inapanak.
Perancangan Interior Lobby, Lounge dan Restaurant Apartemen Grand Asia Afrika Residence Bandung dedi kurniadi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.415

Abstract

Grand Asia Afrika Residence ini merupakan salah satu apartemen yang memiliki keunggulan jika di bandingkan dengan apartemen-apartemen lain yang berada di kota Bandung karena memiliki unit paling banyak dan fasilitas publik terlengkap seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya sehingga akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya. Seiringdengan perkembangan kehidupan masyarakat perkotaan dengan mobilitas yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis.Perancangan interior apartemen Grand Asia Afrika Residence meliputilobby, lounge, dan restaurant yang mengangkat tema budaya Melayu serta dipadukan dengan gaya post-modern.Kata kunci: Grand Asia Afrika Residence Bandung, apartemen, interior lobby,
PERANCANGAN INTERIOR MARCHÉ MOVENPICK RESTAURANT, PLASA SENAYAN, JAKARTA dina kristiana seftianingsih
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.416

Abstract

Marché Movenpick Restaurant, Plasa Senayan, Jakarta merupakan salah satu restoran yang berada di dalam sebuah Mall yang mengkhususkan pada makanan dan masakan spesial dari Swiss Restoran dengan area seluas ± 1.132 m2dan berlokasi di Plaza Senayan lantai 5, Jakarta Selatan ini akan memberikan pengalaman unik bagi anak-anak dan keluarga. Pihak pengelola menyediakan fasilitas playground berupa rumah kayu khas Swiss yang disebut Pondok Heidi.Konsep perancangannya mengambil tema arsitektur tradisional Swiss yang diadaptasi dari cerita anak-anak Heidi tahun 1880 dengan cara mengekplorasi bentuk-bentuk pondok-pondok pada tahun 1880 dan suasana pedesaan dan pasardi malam hari di bawah pegunungan Alpen. Gaya  perancangannya yang dipilihadalah gaya tradisional Swiss, dimana dalam perancangan interiornya menggunakan desain-desain dengan material-material alam seperti kayu, batu alam, batu bata dan tanah liat dengan bentuk geometris sederhana mencerminkansuasana hangat dan tenang di bawah pegunungan Alpen yang dingin.Material yang sebagian besar digunakan adalah kayu pinus. Sebagian material kayu pinus digunakan pada lantai, dinding dan plafon pondok-pondok restoran. Selain itu perabotan dan furnitur yang digunakan adalah dari material kayu pinus.Kata kunci: Interior, Marché Movenpick Restaurant, arsitektur, tradisional Swiss
STUDI KOMPARASI INTERIOR MASJID-MASJID BERGAYA CINA DI JAWA elianna gerda pertiwi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.417

Abstract

Masa orde baru, merupakan masa keterpurukan bagi warga Tiong Hoa di Indonesia. Rezim Orde Baru melarang segala sesuatu yang berbau Cina.Kemudian lengsernya Presiden Suharto pada tahun 1998 membawa angin segar bagi warga keturunan Tiong Hoa. Termasuk didalamnya adalah masyarakat Tiong Hoa muslim yang jumlahnya minoritas.Dewasa ini, kelompok Muslim Tionghoa ini mulai melakukankonsolidasi baik ke dalam dan ke luar, dengan mengendarai organisasi yang bernama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Melalui Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), mereka membangun masji-masjid bernuansa Cinadi berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud dari eksistensi dan identitas.Hasil penelitian ini menemukan adanya penerapan gaya Cina pada interior masjid-masjid bergaya Cina di Jawa. Pada masjid-masjid bergaya Cina di Jawa yang terletak pada satu garis sumbu timur-barat adalah pintu masuk utama, ruang sholat utama dan mihrab. Hal ini dikarenakan padamasjid-masjid bergaya Cina di Jawa tidak memiliki pavilion bulan dan minaret.Penerapan gaya cina pada elemen pembentuk ruang dan ornamentasi meliputi penggunaan warna merah pada lantai masjid Cheng Hoo Surabaya dan Purbalingga, penggunaan material terakota yang disusun menyerupai batu-bata pada masjid Cheng Hoo Surabaya dan penggunaan dinding berupaGeshanmen (gerbang dengan jendela kisi) dan pengaplikasian bentuk Pat Kwa pada plafon masjid Cheng Hoo Surabaya dan Purbalingga. Sedangkan dari segi ornamentasi, terdapatnya ornamen meander sebagai simbol kebaikan pada ketiga masjid tersebut, pengaplikasian bentuk dasar Pat kwayang memiliki makna keberuntungan pada masjid Cheng Hoo Surabaya dan Purbalingga, pengaplikasian abstraksi ornamen naga yang melambangkan kekuatan pada pilar masjid Jami’ Tan Kok Liong, terdapatnya ornamen ombak pada bagian bawah pilar masjid Cheng Hoo surabaya dan pengaplikasian warna khas Cina yaitu merah, kuning/emas, dan hijau padaketiga masjid tersebut.Kata Kunci : Studi Komparasi, Masjid-Masjid, Bergaya Cina, di Jawa.