cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Jurnal Mahasiswa Desain Interior" : 71 Documents clear
PERANAN ELEMEN DESAIN DALAM MEMBENTUK ATMOSFER INTERIOR KAFE DI YOGYAKARTA femilia dini setianthi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.418

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peranan Elemen Desain dalam membentuk Atmosfer Interior Kafe”. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan elemen desain dalam membentuk atmosfer interior kafe. Manfaat penelitian untuk menambah pengetahuan dibidang interior khususnya tentang atmosfer interior kafe. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan melalui pengamatan, pencatatan, dan wawancara. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan kriteria tersebut, maka pada penelitian ini sample yang diambil adalah Starbucks Coffee, Vanilla Sky lounge, Kopi Oey dan Paris bakery and café lounge. Analisis dilakukan dengan triangulasi data lapangan, teori dan hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen desain yang paling berpengaruh terhadap terbentuknya suasana adalah elemen cahaya sedangkan elemen paling sedikit dalam membentuk suasana ruang adalah elemen pola. Elemen desain juga dapat menguatkan tema yang diterapkan pada interior kafe. Suasana yang terbentuk dari elemen desain tersebut antara lain menarik, rileks, luas, sempit, intim, romantis, tegas, berkelas, mewah, hangat, unik dan tematis.Kata Kunci: Elemen desain, Atmosfer (Suasana), Interior Kafe
PERANCANGAN TK NEGERI 2 YOGYAKARTA hana lestari
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.419

Abstract

Ruang kelas untuk anak usia tiga tahun keatas dapat ditemukan seperti di sekolahnegeri, suwasta, dan pusat pengembangan anak, dan hampir setiap lingkungan serta diseluruh dunia. Sekolah ada yang menghadiri kelas dari pagi sampai siang , ada juga dari pagisampai sore hari. Ruang kelas prasekolah dan Taman Kanak-Kanak merupakan tempatistimewa yang memberikan paduan tepat untuk memenuhi kebutuhan anak dalam rangkabelajar, tumbuh dan berkembang.TK Negeri 2 Yogyakarta merupakan salah satu tempat pendidikan yang cukup terkenalkarena TK Negeri 2 Yogyakarta sekolah TK Negeri, maka dari itu TK Negeri 2 Yogyakartabanyak yang mencari dan kualitas pembelajarannya cukup baik. Namun kualitas gedungsekolah ini tidak sebanding dengan kualitas pengajarannya, karena kenyataannya banyak hal(bagian interiornya) yang tidak mendukung bagi pengembangan anak itu sendiri. Misalnyasaja dinding menggunakan warna coklat, padahal warna coklat bukan warna karakter anakanak namun orang dewasa.Maka dari itu perubahan utama yang akan perancang lakukan adalah merencanakan interior lebih sesuai bagi anak-anak Playgroup dan TK, Sehingga antara desain interior dan carapembelajarannya dapat saling mendukung ke arah yang lebih baik pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti dinding mengunakan warna karakter anak dan wallpaper. Selainitu nantinya akan diterapkan tema “Powerpuff Girl”.Kata Kunci: Perancangan, Interior, TK Negeri 2, anak-anak.
EVALUASI PASCAHUNI TINGKAT INVESTIGATIF PADA ASKPEK FUNGSIONAL RUMAH SAKIT MATA Dr. YAP YOGYAKARTA indri fitriani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.420

Abstract

Penelitian Evaluasi Pascahuni ini berjudul “Evaluasi Pascahuni Tingkat Investigatif Pada Aspek Fungsional Interior Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara kinerja interior bangunan Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta dengan aktivitas yang dilakukan oleh penghuni atau pengguna ruang. Manfaat dari Evaluasi Pascahuni ini adalah untuk mengidentifikasi segi baik dan buruk dari kinerja bangunan sehingga dapat memberikan masukan yang lebih baik yang dapat dipakai sebagai dasar untuk desain bangunan atau sejenis dimasa datang atau perbaikannya.Penelitian Evaluasi Pascahuni ini dilakukan sampai dengan level investigatif dengan pertimbangan terbatasnya waktu, alat dan dana yang tersedia. Elemen-elemen fungsional yang diteliti diantaranya yang berhubungan dengan human factors (faktor-faktor manusia, storage (penyimpanan), komunikasi serta fleksibilitas dan perubahan. Pada penelitian ini, mengingat keterbatasan yang ada, penulis hanya menguraikan hasil temuan secara singkat dan rekomendasi berupa konsep pemikiran bagaimana seharusnya kondisi kinerja fungsional yang baik.Hasil penelitian Evaluasi Pascahuni aspek fungsional pada Rumah Sakit Mata Dr. Yap menunjukkan bahwa kinerja dari beberapa elemen fungsional interior bangunan yang diuji belum sesuai dengan aktivitas yang dilakukan pengguna ruang di dalam ruang. Sebagian besar kinerja aspek fungsional pada beberapa ruang tersebut berjalan kurang baik, namun sebagian besar pengguna ruang tidak merasakan kekurangan kinerja tersebut sebagai gangguan, dan masih bisa menjalankan aktivitas mereka, khususnya bagi penghuni internal yang sudah mengalami adaptasi dengan kinerja fungsional ruangan tersebut.Kata Kunci: Evaluasi Pascahuni, Investigatif, Aspek Fungsional, Rumah Sakit Mata.
PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DAN AUDITORIUM KOMPLEKS WISATA PABRIK GULA GONDANG BARU KLATEN JAWA TENGAH intan nur ikhsani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.421

Abstract

Kompleks Wisata Pabrik Gula Gondang Baru merupakan sebuah kawasan wisata disekitar pabrik gula yang memiliki bangunan bersejarah dilindungi pemerintah yang terletak di lokasi yang strategis sehingga mampu menyedotperhatian orang-orang untuk berwisata dan menggunakan seluruh fasilitas yang disediakan.Renovasi fasilitas yang telah dilakukan membuat bangunan tidak menggunakan gaya kolonial Belanda, menjadi salah satu permasalahan yang mendapat perhatian khusus mengingat pabrik gula Gondang Baru merupakan sebuah pabrik yang penuh dengan nilai historis yang masih tetap mempertahankankeaslian arsitektur kolonialnya.Perancangan interior restoran dan auditorium kompleks wisata PG Gondang Baru Klaten ini mengangkat tema i amsterdam dalam gaya kolonial Belanda. Perancangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai serta fungsi dari fasilitas restoran maupun auditorium agar lebih memaksimalkanpemberdayaan seluruh sumber daya perusahaan Kata Kunci : perancangan, interior, Kompleks Wisata Pabrik Gula GondangBaru Klaten, i amsterdam
KEBERLANJUTAN INTERIOR RUMAH ADAT BETAWI DALAM KEMAJUAN JAMAN DI SETU BABAKAN ismail saleh
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.422

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Betawi Setu Babakan terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai suatu Konservasi Budaya ”baru” di tempat tersebut dengantujuan untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang merupakan warisan nenek moyang, salah satunya berupa rumah adat Betawi.Di dalam Cagar Budaya Betawi Setu Babakan terdapat beberapa rumah adat yang memang sudah mengalami renovasi namun pada bagian-bagian yang rusak saja dan bentuknya masih sesuai dengan aslinya baik dari segi arsitektur dan interior. Akan tetapi banyak juga rumah yang mulai berubah, baik dari segi fungsi maupun arsitektur secara modern namun diharuskan tetap mengadopsi bentuk atausimbol arsitektur rumah Betawi oleh pemerintah setempat.Keberlanjutan suatu arsitektur budaya sangat erat  engaruhnya dari peran serta penduduk atau masyarakat yang memiliki kebudayaan. Hal tersebut menyangkut keberlanjutan interior rumah adat Betawi itu pula, seiring dengan kemajuan jaman di masa kini.Kata kunci: Cagar Budaya Betawi Setu Babakan, Konservasi Budaya, Rumah Adat Betawi, Keberlanjutan Interior, Kemajuan Jaman.
PENERAPAN TEMA PASAR CINA PERANAKAN PADA INTERIOR EAT AND EAT FOOD MARKET DI MALL KELAPA GADING JAKARTA leonnyta rachma kesuma
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.423

Abstract

Eat and Eat Food Market di Mall Kelapa Gading Jakarta merupakan food court yang menerapkan tema Pasar Cina Peranakan ke dalam interiornya. Cina Peranakan adalah istilah yang lazim digunakan untuk menyebut kelompok etnishasil pernikahan campuran antara pendatang Cina dengan wanita pribumi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen dari tema Pasar Cina Peranakan yang diterapkan pada interior Eat and Eat Food Market di Mall Kelapa Gading Jakarta dilihat dari segi bentuk, bahan, warna, dan ragam hias.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan elemen dari tema tersebut pada interior Eat and Eat Food Market di Mall Kelapa Gading Jakarta yaitu bentuk, bahan, warna dan ragam hias yang diterapkan sesuai dengan yang banyak digunakan pada rumah Cina Peranakan, mulai dari fasad, furnitur hingga ke aksesoris interiornya.Kata Kunci: Tema, Pasar Cina Peranakan, interior, Eat and Eat Food Market
STUDI INTERAKSI SOSIAL LANJUT USIA DITINJAU DARI SETTING RUANG DI PSTW BUDHI LUHUR, GRAHA WREDHA MULYA, DAN WISMA LANGEN PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR INSTITUT SENI WERDHASIH marhama amelia
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.424

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meneliti tentang interaksi sosial di hunian lansia dengan adanya perbedaan pada setting ruang, serta mempelajari dan mendalami tentang hunian lansia.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus dengan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara interview, direct behavior observation, dan time budget. Pengambilan sampel dilakukan denganteknik purposive sampling. Sampel yang diambil adalah PSTW Budhi Luhur, Graha Wredha Mulya, dan Wisma Langen Werdhasih. Analisis dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setting ruang yang digunakan untuk lansia berinteraksi sosial pada hunian lansia berkaitan dengan jumlah penghuni, gender, keakraban, kesamaan, privasi, teritori, feedback, dan jenisruangan (tertutup dan terbuka). Privasi merupakan hal yang terpenting dalam ruang sosiofugal, sedangkan hal yang paling penting dalam ruang sosiopetal adalah kesamaan.Kata kunci: interaksi sosial, lanjut usia, setting ruang, PSTW Budhi Luhur, Graha Wredha Mulya, Wisma Langen Werdhasih
SISTEM WAYFINDING DITINJAU DARI ASPEK MENTAL MAP PENGUNJUNG PADA TUJUAN AREA RAWAT INAP DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Masithoh Zulaiha A. K
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.425

Abstract

Salah satu hal yang dapat mengatasi permasalahan wayfinding dalam rumah sakit adalah dengan memiliki imageability rumah sakit yang baik. Imageability rumah sakit ini dapat diidentifikasi dengan mental map. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui obyek-obyek elemen mental map yang terdiri dari landmarks (tengaran), paths (jalur), nodes (titik pertemuan antar jalur), edges (batas-batas wilayah), dan district (kawasan/zona) pada wayfinding pengunjung menuju area rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi imageability obyek tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus mengenai sistem wayfinding yang ditinjau dari aspek mental map pengunjung untuk mengidentifikasi obyek-obyek yang bersifat imageability di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian menggunakan sumber sketsa peta mental, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel tujuan wayfinding dipilih secara purposive sampling, yaitu IRNA I (rawat inap dewasa), IRNA II (rawat inap anak), dan IRNA III (bangsal VIP). Responden adalah sepuluh pengunjung yang dipilih dengan ketentuan umur dewasa muda (20-40 tahun). Responden berpatisipasi dalam penelitian ini dengan melakukan kegiatan wayfinding menuju lokasi tujuan yang telah ditentukan sebanyak tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat obyek elemen mental map yang membantu pengunjung dalam menemukan area rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Obyek tersebut merupakan elemen landmark, paths, edges, nodes, dan satu informasi lingkungan yang mendukung yaitu elemen penanda. Obyek elemen mental map pada tujuan area rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta secara keseluruhan dipengaruhi oleh karakter visual, karakter fisik, dan lokasi. Penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa karakter fisik dan lokasi dari elemen acuan visual rumah sakit mempengaruhi lingkungan tersebut sehingga mudah diidentifikasi dan dibedakan. Kata Kunci : wayfinding, mental map, lanskap, imageability, rumah sakit.
PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, LOUNGE DAN COFFEE SHOP ASTON MADIUN HOTEL JAWA TIMUR Mega Sheli Bastiani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.426

Abstract

Kota Madiun adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak sebelah barat kota Surabaya dan sebelah timur kota Surakarta. Di Kota ini terdapat Pusat Industri Kereta Api (INKA) dan dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI. Seiring pesatnya pertumbuhan kota Madiun yang sekaligus menjadi kota transit, berkembang pula permintaan domestik untuk hotel bisnis dengan standar internasional dan fasilitas bermutu. Alasan itulah yang menjadikan pihak Aston Internasional Hotels, Resorts & Residences dan PT. Bumi Pembangunan Pertiwi bekerja sama dengan pemerintah kota Madiun untuk membangun sebuah Hotel berstandar Internasional bintang tiga pertama di Madiun.Perancangan interior Aston Madiun Hotel yang meliputi area lobby, lounge dan coffee shop menerapkan gaya post-modern dan mengangkat tema “nature forest” yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Madiun danpara pengunjung yang singgah melalui aspek desain interiornya. Pemilihan tema disertai perpaduan alam dan budaya bertujuan supaya pengunjung merasakannyaman untuk singgah sejenak. Kata Kunci: Hotel, Post-Modern, Nature Forest.
PERANCANGAN INTERIOR LOBBY LOUNGE DAN RESTORAN HOTEL AMAROOSSA BALI Rani Novelia
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.427

Abstract

Bali merupakan kota wisata paling banyak peminatnya di Indonesia baik dari dalam negri maupun mancanegara. Hotel menjadi sarana penting untuk mendukung kegiatan pariwisata atau bisnis. Hotel ini mengangkat tema Balinesse Culture dengan gaya Postmodern, yang terletak di Jl. Kebo Iwa No. 4 Denpasar. Hotel ini menyediakan berbagai macam fasilitas untuk pengunjung hotel, baik dengan tujuan bisnis, maupundengan tujuan liburan, serta fasilitas eklusif lain untuk pengunjungnya. Hotel Amaroossa Bali memiliki 43 kamar, untuk fasilitas meeting room, serta fasilitas restoran, kolom renang, dan lain-lain. Hotel Amaroossa ini dirancang untuk kenyamanan optimal dan mempunyai karakter khusus, dengan suasana tradisional yaitu mengangkat tema BalinesseCulture yaitu lebih mengacu pada bentuk ornamen, dan pura dengan gaya postmodern. Pearancangan hotel ini diutamakan pada area lobby, lounge, restoran dan meeting room, dengan pemakaian bahan material lokal yang sesuai dengan tema pada setiap elementnya.dengan view kolom renang sebagai point of interestnya menambah daya tarik tersendiri bagi hotel ini. Diharapkan dengan mengangkat tema Kebudayaan Bali " Balinesse Culture " dan gaya postmodern, hotel ini mempunyai karakter khusus, dan menghasilkan suatu perancangan interior yang mengakomodasi kelengkapan ruang dan bangunanyang ada.Kata Kunci : Interior, Lobby, Lounge, Restaurant, Meeting room, Hotel,Postmodern,