cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2013)" : 14 Documents clear
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA PUSKESMAS KABUPATEN PATI Pratiwi, Dyah; Maharani, Chatila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbahmedis padat. Puskesmas di Kabupaten Pati telah memiliki incinerator untuk mengelolalimbah medis padat. Masalah penelitian adalah bagaimana proses pengelolaan limbahmedis padat di Puskesmas Kabupaten Pati dan apakah sudah sesuai dengan KepmenkesNo.1428/Menkes/SK/XII/2006. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana prosespengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Kabupaten Pati. Metode penelitiandeskriptif dengan rancangan studi kasus di 3 Puskesmas, yaitu Puskesmas A, B, dan C.Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara,alat perekam gambar, dan alatperekam suara. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan limbah medis padatpada puskesmas yang seharusnya menggunakan incinerator, belum semua puskesmasmelakukannya. Puskesmas A melakukan penanganan akhir limbah medis padatmenggunakan incinerator, Puskesmas B dengan pembakaran biasa, dan PuskesmasC dengan melakukan pembakaran di dalam tong berdiameter 40 cm tanpa tidakmenggunakan incinerator. Simpulan penelitian, pengelolaan limbah medis padat padaPuskesmas Kabupaten Pati belum sesuai dengan ketentuan dalam pengelolaan limbahmedis menurut Kepmenkes No 1428/MENKES/SK/XII/2006. Public Health Center is one of the health care unit that produces solid medical waste.Public Health Centers in Pati have incinerator to manage solid medical waste. Researchproblem was how to process solid medical waste in health centers Pati and whether it is inaccordance with Kepmenkes No.1428/Menkes/SK/XII/2006. Research purpose to determinethe process of solid medical waste management in health centers Pati. Descriptive researchmethods by case study in 3 health centers, namely A , B , and C. Research instrument wereinterview guides, image recording, and voice recorder. Th e results showed solid medicalwaste management processes in health centers should use the incinerator, but not all healthcenters did it. Health center A handling solid medical waste by incinerators, Health centerB by usual burning, and Health Center C burning in the barrel with diameter of 40 cmwithout incinerator. Th e conclusions, medical management of solid medical waste in healthcenter Pati not accordance with the provision of management medical waste according toKepmenkes No. 1428/MENKES/SK/XII/2006.
DETERMINASI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI DAERAH PEDESAAN Suharyo, Suharyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut laporan WHO tahun 2013, prevalensi TB di Indonesia menempati urutanketiga setelah India dan China yaitu hampir 700 ribu kasus, angka kematian masihtetap 27/100 ribu penduduk. Karakteristik wilayah pedesaan menjadi determinantersendiri pada kejadian penyakit TB. Masalah penelitian,adalah bagaimana faktordeterminan TB pada penduduk di pedesaan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikanfaktor determinan TB pada penduduk di pedesaan. Metode penelitian kualitatifmelalui wawancara mendalam dan dilakukan analisis deskripsi isi. Hasil penelitianmenunjukkan sebagian besar penderita TB paru berpendidikan menengah, dalam masausia produktif, dan dalam kategori kurang mampu dari sisi ekonomi. Tempat tinggalsebagian besar penderita TB paru belum memenuhi kriteria rumah sehat baik dari sisikepadatan hunian, pencahayaan, ventilasi, dan kelembaban. Hampir semua penderitaTB paru mempunyai pengetahuan cukup baik, namun masih ada sebagian yang masihberperilaku buruk, yaitu tidak menutup mulut saat batuk. Peran tokoh masyarakat dipedesaan belum menunjang program pencegahan dan penanggulangan penyakit TBparu. Peran petugas kesehatan (koordinator TB paru) masih terbatas melaksanakanpengobatan, penyuluhan, dan belum melaksanakan pencarian kasus baru secara aktif.Simpulan penelitian, factor yang menjadi determinan penyakit TB di daerah pedesaanadalah pengetahuan, pendidikan, dan kondisi rumah. According to WHO report in 2013, the prevalence of TB in Indonesia ranks third aft er Indiaand China was nearly 700 thousand cases, the mortality rate was still 27/100 thousandsinhabitants. Characteristics of rural areas as determinant on TB incidence. Researchproblem was how the determinant factors of TB in rural areas. Research purpose to describethe determinant factors of TB in rural areas. Qualitative research method through indepthinterview and analysis content description. Th e results showed the majority of patients withpulmonary tuberculosis have secondary education, in the productive age period, and in lesscategory of economic. Most TB patients have not healthy home, both in residential density,lighting, ventilation, and humidity. Almost all patients with pulmonary tuberculosis havepretty good knowledge, but some of them have bad behaviour, which does not cover themouth when coughing. Th e role of leaders in rural communities not yet support to pulmonaryTB prevent and control programs. Th e role of health workers (coordinator of pulmonaryTB) was still limited for treatment, counseling, and did not make an active search of newcases. Th e conclusions, determinant factors of TB in rural areas were knowledge, education,and house conditions.
SARUNG TANGAN LATEX SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DERMATITIS KONTAK Ningtiyas, Ardhinka Fitri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di CV. Yuasa Food Wonosobo, ditemukan 3 dari 7pekerja pengupas Karika Dieng merasakan gatal dibagian pergelangan tangan dan sekitarkuku walaupun memakai sarung tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikemampuan sarung tangan latex untuk mencegah dermatitis kontak pada pekerja bagianpengupasan Karika Dieng di CV. Yuasa Food Wonosobo. Jenis penelitian ini adalaheksperimen semu dengan pendekatan Pre-test Post-test Control Group Design yangdilakukan pada tahun 2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah 30 pekerja, sedangkan sampel dalam penelitian iniberjumlah 8 pekerja. Hasil uji wilcoxon diperoleh hasil signifi kansi 1,000 berarti tidakterdapat perbedaan yang bermakna antara hasil pre-test dan post-test. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa sarung tangan latex dapat digunakan sebagai upayapencegahan dermatitis kontak pada pekerja bagian pengupasan Karika Dieng di CV.Yuasa Food Wonosobo. Based on a pre-study in CV. Yuasa Food Wonosobo, there were 3 from 7 workers who peelKarika Dieng felt itchy in their wrist and around the nails even wore gloves. Th e purposeof the study was to fi nd out the ability latex gloves for preventing the contact dermatitis inworkers parer Karika Dieng in CV. Yuasa Food Wonosobo. Th e study was quasi experimentwith approaches pre-test post-test control group design conducted in 2012. Sampling wasconducted with a random sampling. Population in this study were 30 workers, the sampleswere 8 workers. Wilcoxon test result obtained 1,000 signifi cant results that means therewas no signifi cant diff erences in value between pretest and posttest. Based on the result ofthis study concluded that the latex gloves can be used for preventing dermatitis contact inworkers who peel Karika Dieng in CV. Yuasa Food Wonosobo.
KEPATUHAN DIIT PASIEN HIPERTENSI Novian, Arista
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang munculnya tidak disadari. Faktorpenyebab hipertensi dapat terjadi karena keturunan, umur, pola makan yang salah,aktifi tas yang kurang, gaya hidup dan pikiran atau stres. Kepatuhan diit adalah suatuaturan perilaku yang disarankan oleh perawat, dokter atau tenaga kesehatan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhandiit pasien hipertensi (studi pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam SultanAgung Semarang). Penelitian ini merupakan penelitian explanation research denganpendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diithipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Sampel berjumlah24 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji ChiSquare dengan nilai signifi kansi alpha 5% (= 0,05) dengan uji fi sher sebagai alternatifnya.Hasil dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara tingkat pendidikan, tingkatpengetahuan, peran keluarga, peran petugas kesehatan dengan kepatuhan diit pasienhipertensi dan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pekerjaan dengankepatuhan diit pasien. Hypertension is a degenerative disease emergence is not realized. Factors causinghypertension may occur because of heredity, age, wrong diet, less activity, lifestyle, andmind or stress. Dietary obidience is a conduct that suggested by the nurse, doctors orhealth workers. Th e objective of this research were to know the factors correlated to dietaryobedience of hypertension patients. Th is research was explanatory research with crosssectional approach. Population in this research was diit hypertensive patients. Sample was24 patients. Th e data were analyzed univariantly and bivariantly using Chi-Square orfi sher as an alternative test. Th e conclusion of this research is that there was a signifi cantcorrelations between the level of education, the level of knowledge, the role of the family,the role of health workers with dietary obedience of hypertension patients and there wasn’tcorrelation between age, gender, occupation with dietary obedience of hypertension patients.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2013 2013