cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013)" : 42 Documents clear
EVALUASI MEDIA POSTER HIPERTENSI PADA PENGUNJUNG PUSKESMAS TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA Amalia, Icca Stella
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi pendahuluan menunjukkan angka morbiditas hipertensi di Puskesmas Talagamasuk 10 besar penyakit dengan prevalensi sebesar 6,07% pada tahun 2009. Meskidemikian, upaya promkes atas masalah tersebut belum dilakukan. Salah satu media yangdapat digunakan untuk promosi kesehatan adalah poster. Masalah penelitian adalahbagaimana ketertarikan dan pemahaman pengunjung Puskesmas Talaga terhadap mediaposter hipertensi dalam aspek disain, isi pesan dan tempat pemasangannya. Tujuanpenelitian untuk mengetahui ketertarikan dan pemahaman pengunjung puskesmas.Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif menggunakan rancangan fenomenologi.Subjek dalam penelitian ini adalah pengunjung Puskesmas Talaga. Informan lainadalah petugas promosi kesehatan puskesmas, Kepala Puskesmas dan Kepala BidangPromosi Kesehatan Kabupaten Majalengka. Pengumpulan data dilakukan melalui telaahdokumen, diskusi kelompok terarah (DKT), wawancara mendalam, dan observasi. Hasilpenelitian menunjukkan secara keseluruhan, sebagian besar pengunjung tertarik danmemahami poster hipertensi. Poster hipertensi versi bahasa Sunda lebih dapat diterimasebagai media promosi kesehatan oleh pengunjung Puskesmas Talaga yang mempunyaiminat pada disain dan isi pesan dalam poster hipertensi. Simpulan penelitian,pengunjung puskesmas tertarik dan dapat memahami poster hipertensi. The results of preliminary studies indicate hypertension morbidity in Talaga health centersinclude in top 10 diseases with prevalence of 6.07% in 2009. However, no eff orts from healthcentre about it. One medium that can be used for health promotion is a poster. Researchproblem was how the interest and understanding of Talaga health center visitors to hypertensionposter in design aspects, message content, and place of installation. Researchpurpose was to determine the interest and understanding of health center visitors. Researchmethod was descriptive qualitative design using phenomenology. Subjects in this study werevisitors of Talaga Health Center. Another informant was health promotion offi cer of healthcenter, head of health centers, and head of health promotion. Data collected through documentreview, focus group discussions ( FGD) , indepth interviews, and observation . Th eresults showed overall of visitors interested and understand about hypertension posters.Sundanese version hypertension poster more acceptable as medium for health promotionto Talaga health centers visitors who have an interest in the design and massage content ofhypertension poster. Conclusions, health centers visitors interested and understand abouthypertension posters.
MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DUDUK TERHADAP NYERI PUNGGUNG Koesyanto, Herry
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka prevalensi kejadian nyeri punggung yaitu 7,6% sampai 37% per tahun, masalahnyeri punggung pada pekerja umumnya dimulai pada usia dewasa muda dengan puncakprevalensi kelompok usia 25-60 tahun. Masalah penelitian adalah bagaimana hubunganmasa kerja dan sikap kerja duduk terhadap nyeri punggung pekerja tenun sarung di DesaWanarejan Utara Pemalang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubunganmasa kerja dan sikap kerja duduk terhadap nyeri punggung. Metode penelitian crosssectional. Populasi penelitian adalah pekerja tenun sarung berjumlah 92 pekerja dansampel berjumlah 46 pekerja. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner, lembarpenilaian REBA, dan meteran gulung. Hasil penelitian menunjukkan hubungan tiapvariabel bebas dengan nyeri punggung sebagai berikut: (1) usia (p=0,04; OR=4,583); (2)masa kerja (p=0,02; OR=5); dan (3) sikap kerja duduk (p=0,43). Simpulan penelitian,nyeri punggung berhubungan dengan usia, masa kerja, dan sikap kerja.Incidence of back pain prevalence rate of 7.6% to 37% every year, the problem of backpain in workers generally begins in young adulthood with a peak prevalence age group25-60 years old. Research problem was how relationships work period and sitting positiontowards back pain in workers woven sarong in North Wanarejan village, Pemalang. Research purpose was to determine the relationship of work period and sitting positiontowards back pain. Cross-sectional research method. Population study were woven sarongworkers amounts 92 workers and samples were 46 workers. Research instrument usedquestionnaires, REBA assessment sheets, and roll meter. Th e results showed the relationshipof each independent variables with back pain as follow : (1) age (p=0.04; OR=4.583), (2)working period (p=0.02; OR=5), and (3) sitting position (p=0.43). Th e conclusion, backpain associated with age, working period, and work position.
PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI MASYARAKAT Nuryanti, Erni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data penyakit demam berdarah tahun 2006-2009 menunjukkan bahwa Desa Karangjati,Kabupaten Blora setiap tahun terdapat penderita penyakit demam berdarah. Masalahpenelitian adalah faktor apa sajakah yang mempengaruhi perilaku pemberantasansarang nyamuk Masyarakat Desa karangjati Kabupaten Blora. Tujuan penelitianuntuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku pemberantasan sarang nyamukMasyarakat. Metode penelitian explanatory research, dengan metode penelitian surveimenggunakan pendekatan cross sectional. Responden dipilih secara random. Datadiperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat,dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang terbukti berhubungandengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue adalahpengetahuan, sikap, ketersediaan informasi, dan peran petugas kesehatan. Variabel yangtidak terbukti berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk demamberdarah dengue adalah umur, pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan. Simpulanpenelitian, pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi, dan peran petugas kesehatanberpengaruh terhadap perilaku pemberantasan sarang nyamuk demam berdarahdengue di masyarakat. Data dengue fever in 2006-2009 showed that the Karangjati village, Blora every year therewere people with dengue fever. Research problem was what factors that infl uence the behaviorof the mosquito breeding eradication in Karangjati Village Blora community. Researchpurpose was to determine factors that infl uence the behavior of mosquito breeding eradicationcommunity. Explanatory research method by cross sectional survey. Respondents wereselected by random. Data obtained using questionnaire and analyzed by univariate, bivariate,and multivariate. Th e results showed that variables associated with dengue hemorrhagicfever mosquito breeding eradication behavior were knowledge, attitude, availabilityof information, and the role of health workers. Variables that no associated with denguehemorrhagic fever mosquito breeding eradication behavior were age, education, gender,and income. Th e conclusions, knowledge, attitudes, availability of information, and the roleof health workers associated with dengue hemorrhagic fever mosquito breeding eradicationbehavior.
KUALITAS SUMBER AIR MINUM DAN PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE Wandansari, Arry Pamusthi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakitpotensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Pada tahun 2012 sampai bulanApril dijumpai 148 kasus diare dan 35 di antaranya berasal dari Desa Karangmangu.Masalah penelitian adalah bagaimana hubungan antara kualitas sumber air minum danpemanfaatan jamban keluarga dengan kejadian diare di Desa Karangmangu KecamatanSarang Kabupaten Rembang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antarakualitas sumber air minum dan pemanfaatan jamban keluarga dengan kejadian diare.Metode penelitian explanatory research dengan pendekatan secara cross sectional.Populasi adalah penduduk Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sejumlah 45 KK.Analisis data dengan uji chi square atau uji fi sher sebagai alternatifnya. Hasil penelitianmenunjukkan ada hubungan antara kualitas sumber air minum (p = 0,008) danpemanfaatan jamban keluarga (p = 0,005) dengan kejadian diare. Simpulan penelitian,ada hubungan antara kualitas sumber air minum dan pemanfaatan jamban keluargadengan kejadian diare.Diarrhea is an endemic disease in Indonesia and a potential outbreak disease are oft encause death. In 2012 until April found 148 diarrhea cases and 35 of them came from Karangmanguvillage. Research problem was how the relationship between quality of drinkingwater sources and utilization of family latrines with diarrhea incidence in Karangmanguvillage, Sarang District, Rembang. Research purpose was to determine the relationshipbetween the quality of drinking water sources and utilization of family latrines with diarrheaincidence. Explanatory research method with cross sectional approach. Th e populationis Karangmangu village community, Sarang district, Rembang. Sampling using purposivesampling, amounts 45 families. Data analysis by chi-square test or Fisher test as an alternative.Th e results showed no relationship between the quality of drinking water sources(p=0.008) and family latrine use (p=0.005) to diarrhea incidence. Th e conclusions, therewas a relationship between the quality of drinking water sources and utilization of familylatrines with diarrhea incidence.
PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK JALANAN DENGAN SEKS AKTIF DI KOTA SEMARANG Setyadani, Apit Sekar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan pergaulan yang keras dan bebas menyebabkan anak jalanan rentan terhadapgangguan kesehatan dan psikologi. Gangguan tersebut sering diakibatkan oleh perilakuseks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kesehatan reproduksipada anak jalanan dengan seks aktif di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposivesampling dilanjutkan snowball sampling. Informan berjumlah 5 anak jalanan denganseks aktif, 5 teman dekat mereka, dan 3 pengurus rumah perlindungan sosial anak diKota Semarang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalamdan observasi. Analisis data secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa anak jalanan dengan seks aktif mulai mengenaldan melakukan seks bebas pada usia 14-16 tahun. Mereka sering bergonta-gantipasangan dan melakukan seks bebas di sembarang tempat. Sebagian besar informantidak menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan seks, sehingga berdampakpada penularan Penyakit Menular Seksual (PMS) dan kehamilan. Faktor pendoronginforman melakukan hubungan seks bebas adalah karakteristik (usia, jenis kelamin,pendidikan, tempat tinggal, dan alasan turun ke jalan), kurangnya pengetahuan, sikap,serta lingkungan mereka. Central obesity/abdominal can be seen in the ratio of waist and hip circumference (RLPP).Central obesity is closely related to the occurrence of metabolic syndrome, one sign is anincrease in total blood cholesterol. Research problem was how the relationship of centralobesity with total blood cholesterol levels in women aged 45-54 years. Research purpose todetermine the relationship of central obesity with total blood cholesterol levels in women aged45-54 years. Explanatory research methods with cross sectional approach. Th e populationin this study were 276 women in Plalangan village, Gunungpati District of Semarang, usedstratifi ed random sampling, amounts 81. Th e data analysis technique used Chi-Square testwith α = 0.05 . Th e results showed that 61.7% of samples had central obesity and 16% ofsamples having total blood kolesteol levels including hypercholesterolemia. Th e results ofdata analysis showed no association between central obesity with total blood cholesterollevels (p=0.001). Th e conclusions, there was no association between central obesity withtotal blood cholesterol levels.
OBESITAS SENTRAL DAN KADAR KOLESTEROL DARAH TOTAL Listiyana, Aulia Dewi; Mardiana, Mardiana; Prameswari, Galuh Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas sentral/abdominal dapat diketahui melalui indikator rasio lingkar pinggangdan panggul (RLPP). Obesitas sentral sangat erat hubungannya dengan terjadinyasindroma metabolik yang salah satu tandanya adalah peningkatan kolesterol darah total.Masalah Penelitian adalah bagaimana hubungan obesitas sentral dengan kadar kolesteroldarah total pada wanita usia 45 - 54 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahuihubungan obesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total pada wanita usia 45 -54 tahun. Metode penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 276 wanita di Kelurahan Plalangan KecamatanGunungpati Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratifi edrandom sampling, dengan jumlah sampel 81. Teknik analisis data yang digunakan adalahuji Chi-Square dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,7% sampelmengalami obesitas sentral dan 16% sampel mempunyai kadar kolesteol darah totaltermasuk hiperkolesterolemia. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan antaraobesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total (p=0,001). Simpulan penelitian, adahubungan antara obesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total. Central obesity/abdominal can be seen in the ratio of waist and hip circumference (RLPP).Central obesity is closely related to the occurrence of metabolic syndrome, one sign is anincrease in total blood cholesterol. Research problem was how the relationship of centralobesity with total blood cholesterol levels in women aged 45-54 years. Research purpose todetermine the relationship of central obesity with total blood cholesterol levels in women aged45-54 years. Explanatory research methods with cross sectional approach. Th e populationin this study were 276 women in Plalangan village, Gunungpati District of Semarang, usedstratifi ed random sampling, amounts 81. Th e data analysis technique used Chi-Square testwith α = 0.05 . Th e results showed that 61.7% of samples had central obesity and 16% ofsamples having total blood kolesteol levels including hypercholesterolemia. Th e results ofdata analysis showed no association between central obesity with total blood cholesterollevels (p=0.001). Th e conclusions, there was no association between central obesity withtotal blood cholesterol levels.
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA Irmawaty, Lenny
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya perilaku seksual pranikah berdampak pada kehamilan di luar nikah. Masalahpenelitian adalah faktor apakah yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikahmahasiswa siswa di STIKes Medistra Indonesia Jakarta pada tahun 2011. Tujuan penelitianuntuk melihat pengaruh faktor predisposisi (karakter, konsep diri, pengetahuan, sikap, danreligiusitas), faktor reinforcing (peran teman sebaya, peran keluarga dan sikap PA dalamsiswa mentoring pribadi tentang kesehatan reproduksi remaja) dan faktor pemungkin(tinggal siswa) perilaku seksual pranikah mahasiswa. Metode penelitian kuantitatif dengandesain cross sectional. Subyek penelitian adalah siswa berusia ≤ 24 tahun dan belum menikahdi STIKes Medistra Indonesia Jakarta pada tahun 2011, berjumlah 582 responden. Tekniktotal sampling menggunakan analisis korelasi dan regresi dengan α = 0,05. Hasil penelitianmenunjukkan ada tiga variabel dalam faktor predisposisi memiliki pengaruh yang signifi kanterhadap perilaku seksual pranikah siswa yaitu karakter, konsep diri dan sikap. Kekuatankarakter 2%, konsep diri 2%, dan sikap 15% terhadap perilaku seksual pranikah siswa.Simpulan penelitian, faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah siswa di STIKesMedistra Indonesia termasuk karakter, konsep diri dan sikap. The increasing premarital sexual behavior impact on pregnancy outside marriage. Researchproblem was whether factors associated with premarital sexual behavior of college studentsSTIKes Medistra Indonesian in Jakarta in 2011. Research purpose to know the eff ect ofpredisposing factors (personality, self-concept, knowledge, attitudes, and religiosity), reinforcingfactors (the role of peers, family roles, and attitudes of students’ teacher to personal mentoringon adolescent reproductive health) and enabling factors (student residence) behavior premaritalsexual students. Quantitative research methods with cross sectional design. Subjects were studentsaged ≤ 24 years old and not married in STIKes Medistra Indonesia Jakarta in 2011, totaling 582respondents. Total sampling technique using correlation and regression analysis with α=0.05.Th e results showed there were three variables in predisposing factors have a signifi cant infl uenceon premarital sexual behavior of students that character, self-concept, and attitude. 2% strengthcharacter, 2% self-concept, and 15% attitude toward students premarital sexual behavior. Th econclusions, the factors aff ecting premarital sexual behavior of students were character, selfconcept,and attitude.
KEBIASAAN MAKAN PAGI, LAMA TIDUR DAN KELELAHAN KERJA (FATIGUE) PADA DOSEN Yogisutanti, Gurdani; Kusnanto, Hari; Setyawati, Lientje; Otsuka, Yasumasa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Fatigue merupakan fenomena normal bagi setiap orang sehat, yang dapat dikurangidengan istirahat maupun tidur. Kurang tidur (sleepiness) telah menjadi fokus masalah dalam isukesehatan kerja. Namun, penelitian kelelahan kerja pada dosen masih sangat terbatas dan belummenjadi perhatian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan pagi, lamawaktu tidur dengan kelelahan kerja. Metode. Desain cross sectional digunakan dalam penelitian dansebanyak 77 partisipan berasal dari 2 sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di Jawa Barat. Makanpagi dan lama waktu tidur per hari (variabel bebas) diukur menggunakan kuesioner. Kelelahankerja (variabel terikat) diukur menggunakan reaction timer yang dilakukan selama 3 hari dalam 1minggu. Kelelahan kerja merupakan rerata waktu reaksi dari hasil pengukuran. Hasil. Rerata waktutidur 6,12±0,670 jam, sebanyak 52(67,5%) dosen mempunyai kebiasaan makan pagi. Rerata waktureaksi 233,83±46,64 milidetik. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi didapatkan tingkatkelelahan berkorelasi negatif dengan kebiasaan makan pagi (p=0,000; r=-0,472) dan waktu tidur(p=0.000; r=-0,459). Kesimpulan. Kelelahan kerja dosen disebabkan kurang tidur dan intake kaloriyang dibutuhkan untuk beraktivitas. Untuk mengatasi kelelahan kerja perlu peningkatan kesadarandan pengetahuan dosen tentang keselamatan dan kesehatan kerja terutama kebiasaan makan danwaktu istirahat yang baik dan sehat agar menjadi budaya kerja. Background. In a healthy person fatigue is a normal phenomenon, experienced by everyone andusually easily relieved by rest or sleep. Increased sleepiness at work is now increasingly being focusedon a safety health issue. However, research on university teacher’s fatigue is very limited and has notbeen fully addressed. Objective. Th e Objective of this study was to clarify the relationship betweensleeping duration, breakfast habits and fatigue in university teacher. Method. Cross-sectional surveywas used and 77 participants were given a questionnaire about sleeping duration, breakfast habits andfatigue symptoms. Fatigue level was measured with reaction timer in the morning when they arrivedat the workplace and before they left the workplace. Correlation analyses were used to identify therelationship between independents and dependent variables. Result. Average hour of sleep was 6.12hours per night (SD=0.67) and 67.5% participants were not having breakfast. Level of fatigue in themorning was mostly in light fatigue level (259.68±49.16 mms), which was signifi cantly correlated withsleep duration (r=0.459; p=0.000), which was signifi cantly correlated with breakfast habits (r=-0.472;p=0.000). Conclusion. Fatigue level was associated with sleep deprivation and low intake calories frombreakfast. University teachers may suff er from fatigue at their beginning of work because of the lack ofsleep duration, while in the evening, fatigue became higher because of the lack energy from breakfast.To manage the fatigue level for university teachers should be considered to improve university teacher’sknowledge about sleep and breakfast and have enough time to sleep and breakfast before working.
INSENTIF DAN KINERJA KADER POSYANDU Wirapuspita, Ratih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drop out kader sangat mempengaruhi perkembangan posyandu. Drop out dikarenakankurangnya insentif, baik uang maupun non uang (pelatihan, piagam, bantuan operasional,seragam, dll), namun insentif apa yang sebenarnya mampu meningkatkan kinerja kader.Masalah penelitian adalah hubungan insentif uang dan non uang dengan kinerja kaderposyandu di Puskesmas Wonorejo Samarinda. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubunganinsentif uang (uang transport) dan non uang (seragam, lomba, tunjangan kesehatan, piagam,sembako, tunjangan hari raya (THR), bantuan operasional, bantuan alat tulis, kunjunganpihak kelurahan, kunjungan ketua rukun tetangga (RT), kunjungan pimpinan puskesmas(pimpus), dan rekreasi) dengan kinerja kader posyandu. Metode penelitian cross sectional,dengan responden adalah seluruh kader di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo. Hasilpenelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian bantuan operasional (p=0.002),piagam (p=0.01), uang transport (p=0.009), pelatihan (p=0.018) dengan kinerja kader. Tidakada hubungan antara seragam (p=0.927), lomba posyandu (p=0.936), tunjangan kesehatan(p=0.734), sembako (p=0.954), THR (p=0.493), kunjungan kelurahan (p=0.544), kunjunganketua RT (p=0.1), kunjungan pimpus (p=0.365) dan rekreasi (p=0.239) dengan kinerja kader.Simpulan penelitian, variabel yang berhubungan dengan kinerja kader adalah pemberianbantuan operasional, piagam, uang transport, dan pelatihan. Cadre drop out infl uenced the development of posyandu. Drop out because lack of incentives,both cash and non-cash (training, charter, operational support, uniforms, etc.), but whatincentive is actually capable of improving the performance of cadres. Research problem was howthe relationship of money and non-cash incentives with the cadres performance in posyanduWonorejo health center in Samarinda. Research purpose to determine the relationship ofincentive money (money transport) and non-cash (uniform, competition, health benefi ts, charter,groceries , holiday allowance (THR) , operational support, stationery, head of village visit, RTvisit, head of health center visit, and recreation) with the performance of posyandu cadres. Crosssectionalresearch methods, the respondent were a whole cadre in Puskesmas Wonorejo. Th eresults showed no relationship between the provision of operational support (p=0.002), charter(p=0:01), transport (p=0.009), training (p=0.018) with cadres performance. Th ere were norelationship between the uniform (p=0927), posyandu competition (p=0.936), health benefi ts(p=0.734), groceries (p=0.954), THR (p=0.493), head village visits (p=0.544), RT visit (p=0.1),head of health center visit (p=0.365) and recreation (p=0.239) with the performance of cadres.Th e conclusions, variables related to cadres performance were providing operational support,charter, transport, and training.
REMAJA SEHAT MELALUI PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA DI TINGKAT PUSKESMAS Agustini, Ni Nyoman Mestri; Arsani, Ni Luh Kadek Alit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemerintah dalam mewujudkan remaja sehat, salah satunya melalui pembentukan ProgramPelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Remaja diberikan pelayanan khusus yang disesuaikandengan keinginan, selera, dan kebutuhannya. Masalah penelitian adalah bagaimana peran dari pelayanankesehatan peduli remaja di tingkat puskesmas dalam mewujudkan remaja sehat. Tujuan penelitian untukmengetahui peran dari pelayanan kesehatan peduli remaja di tingkat puskesmas dalam mewujudkanremaja sehat. Metode penelitian kualitatif, di Wilayah kerja Puskesmas Buleleng I, Kecamatan Buleleng.Sumber data terdiri dari informan, tempat dan peristiwa, dokumen. Informan dipilih secara purposivesampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik analisisdata menggunakan analisis interaktive model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkanperanan puskesmas dalam mewujudkan remaja sehat salah satunya adalah melalui terealisasinya programPKPR, puskesmas sebagai penyedia sarana dan prasarana program PKPR agar program tersebut dapatterlaksana sesuai dengan sasaran. Program PKPR yang dicanangkan Puskesmas Buleleng 1 sebagian besarsudah terlaksana dengan baik, namun masih terdapat 1 sasaran yang belum tercapai yaitu pembentukankonselor sebaya serta belum maksimalnya sosialisasi kepada remaja secara luas. PKPR dirasakan memilikiperanan yang sangat penting bagi remaja. Melalui PKPR di tingkat puskesmas, remaja dapat memperolehpengetahuan mengenai kesehatan, tempat bersosialisasi, hingga mendapatkan pelayanan kesehatan yangmemperhatikan kebutuhan remaja. Simpulan penelitian, pelayanan kesehatan peduli remaja di tingkatpuskesmas berperan penting dalam mewujudkan remaja sehat. Government eff orts in realizing the healthy adolescents, one through by make Adolescent Health Care ServicesProgram (PKPR). Teenagers are given special services suitable with their desire, taste, and need. Researchproblem was how the role of adolescent health service at the health center level care in creating healthyadolescents. Research purpose to determine the role of adolescent health service at the health center levelcare in creating healthy adolescents. Qualitative research methods in Buleleng I health center working area.Data sources consisted of informants, places and events , documents. Informants were selected by purposivesampling. Data collected by interview, observations, and documents . Data analysed by Interaktive analysismodel of Miles and Huberman. Th e results showed the role of health centers in healthy adolescents realize oneof them was through by realization PKPR programs, health center as PKPR infrastructure providers so thisprogram can be implemented its target. PKPR program that launched by Buleleng I health center has wellperforming, but there was one target has not achieved yet, for example making peer counselors and has notsosialization to adolescent maximal widely yet. PKPR perceived have a very important role for adolescents.Th rough PKPR at primary care level, adolescent can get knowledge about health, socialize places, and to gethealth care suitable with adolescents needs. Th e conclusions, adolescent health care at the primary care levelimportant to creat healthy adolescents.

Filter by Year

2013 2013