cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 38, No 1 (2015): April 2015" : 42 Documents clear
IDENTIFIKASI LIMBAH MERKURI DENGAN METODE GEOLISTRIK: STUDI KASUS DESA JENDI KECAMATAN SELOGIRI, WONOGIRI Hendrawati, A; Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan merkuri yang tidak dikelola dengan baik pada pertambangan emas liar di Kecamatan Selogiri, Wonogiri berpotensi menimbulkan pencemaran di wilayah tersebut. Akumulasi pembuangan limbah merkuri dapat membahayakan lingkungan sekitar pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran limbah merkuri di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res3Dinv, RockWork, dan CorelDraw. Interpretasi difokuskan pada kedalaman, jumlah lapisan, serta resistivitas material bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi endapan merkuri pada kedalaman 7,45 meter pada lokasi 1 dan 6,74 meter pada lokasi 2.The use of mercury were not managed properly on illegal gold mining in the district Selogiri, Wonogiri potential to cause pollution in the region. Accumulation of waste disposal of mercury can harm the environment around the mine. The aim of this study was to determine the spread of mercury waste in the village Jendi Selogiri District of Wonogiri, using geoelectric method Schlumberger configuration. Data processing using software Res3Dinv, rockwork, and CorelDraw. Interpretation focused on depth, number of layers, and the resistivity of the subsurface material. Results showed indications of deposition of mercury at a depth of 7.45 meters at the first location and 6.74 meters at the second location.
STUDI CAMPURAN SURFACTANT UNTUK MENENTUKAN FUNGSI SOLUBILIZER DAN FIXATIVE PADA INDUSTRI PARFUM Adli, K N; Pramudono, B
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas parfum  ditentukan oleh kejernihan dan longlasting parfum. Campuran surfaktan dapat meningkatkan kualitas parfum dengan biaya produksi yang murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasio campuran surfaktan untuk menentukan fungsi solubilizer dan fixative. Bibit parfum yang digunakan dalam penelitian ini adalah eugenol, surfaktan dengan fungsi solubilizer adalah portasol 40 dan tween 80 sedangkan surfaktan dengan fungsi fixative adalah glucam P20 dan patchouli alkohol. Rasio yang digunakan pada penelitian ini antara lain rasio glucam p20 : portasol (r G/P), rasio portasol 40 : tween 80 (r P/T) dan rasio glucam P20 : patchouli alkohol (r G/PA). Hasil penelitian menunjukkan campuran surfaktan dapat meningkatkan kejernihan dan longlasting parfum lebih baik daripada surfaktan tunggal. Optimasi menggunakan RSM didapatkan rasio campuran yang paling berpengaruh terhadap kejernihan adalah r P/T sedangkan rasio yang paling berpengaruh terhadap longlasting parfum adalah r G/PA. Hasil optimum dengan respon turbiditas r G/P = 3,59; r P/T = 0,48; r G/PA = 0,41 dan respon longlasting  r G/P = 4,51; r P/T = 0,40; r G/PA = 0,42 menghasilkan turbiditas 0,0489 NTU serta longlasting 3,68 jam.Perfume quality is determined by the clarity and longlasting perfume. Surfactant mixture can improve the quality of perfumes at low production costs. This study objectives are to examines the blending ratio surfactant and to determine the function of solubilizer and fixative. Perfume seeds used in this study is eugenol, surfactants with solubilizer function is Portasol 40 and Tween 80 while surfactant with fixative function are glucam P20 and patchouli alcohol. The ratio used in this study include glucam ratio P20: portasol (r G/P), the ratio portasol 40: tween 80 (rP/T) and the ratio of glucam P20: patchouli alcohol (r G/PA). The results showed a mixture of surfactants may improve the clarity and longlasting perfume is better than a single surfactant. RSM optimization using a mixture ratios obtained the most influence on clarity is rP/T while the ratio of the most influential on longlasting perfume is r G/PA. Turbidity optimum results with the response r G/P = 3.59; r P/T = 0.48; r G/PA = 0.41 and r longlasting response G/P = 4.51; r P/T = 0.40; r G/PA = 0.42 yield 0.0489 NTU Turbidity and longlasting 3.68 hours.
KLASIFIKASI TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DENGAN ANALISIS DISKRIMINAN Rizkiana, A; Hendikawati, P
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha khususnya yang bergerak dalam bidang jasa, mengharuskan perusahaan menempatkan orientasi kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama. Untuk mempertahankan pelanggan, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan keuntungan, perusahaan harus berupaya menciptakan suatu strategi yang dapat memberikan nilai kepuasan terhadap pelanggan. Penelitian ini menganalisis kepuasan pelanggan Leasing Company di Kabupaten Semarang dengan analisis diskriminan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kepuasan pelanggan pengguna jasa Leasing Company dengan membentuk model diskriminan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengumpulan data primer menggunakan angket melalui pengambilan sampel proporsional. Kepuasan pelanggan dibedakan menjadi tiga kategori yaitu tidak puas, cukup puas dan sangat puas. Sedangkan variabel yang diduga mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan adalah usia pelanggan, lama aktifitas, lama waktu pelunasan, besar uang muka (DP), pendapatan, pengeluaran, dan harga kendaraan. Berdasarkan hasil analisis diskriminan tiga factor melalui uji prasyarat dan uji kelayakan variabel, diperoleh dua variabel yang layak dianalisis, yaitu lama waktu pelunasan pinjaman dan besar uang muka. Model diskriminan tiga faktor yang terbentuk adalah zScore =0,969 0,077 dan zScore = 4,146 + 0,085  dengan  sebagai variabel lama pelunasan dan  sebagai variabel uang muka. Hasil validasi menunjukkan angka ketepatan model yang cukup tinggi yaitu 54%. Competition in business, especially in services sector, causing every company must put orientation on customer satisfaction as a primary goal. To retain customers, expand market share and improve profitability, companies must strive to create a strategy to create customers satisfaction. This study analyzes Leasing Company customer satisfaction in Kabupaten Semarang with discriminant analysis. The purpose of this study was to determine significant differences in Leasing Company customer satisfaction with form a discriminant model. This study used survey method by collecting primary data using questionnaires through proportional sampling. Customer satisfaction divided into three categories: not satisfied, fairly satisfied and very satisfied. While the variables suspected affect the level of customer satisfaction are the customers age, duration of activity, long repayment period, down payment, income, expenses, and the price of the vehicle. Based on the results of discriminant analysis three factors through prerequisite test and test the feasibility of variables, obtained two viable variables analyzed, there are time repayment periode and down payment. Discriminant model z Score =  0,969 0,077 and z Score = 4,146 + 0,085  with  is long repayment period and  is down payment. The model accuracy rate is high at 54%. 
ANALISIS DAMPAK RADIASI SINAR-X PADA MENCIT MELALUI PEMETAAN DOSIS RADIASI DI LABORATORIUM FISIKA MEDIK Aryawijayanti, R; Susilo, Susilo; Sutikno, Sutikno
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dampak radiasi sinar-X pada mencit melalui pemetaan dosis radiasi di Laboratorium Fisika Medik.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi jarak minimum pekerja radiasi terhadap pesawat sinar-X dan untuk mengetahui dampak radiasi sinar-X pada darah mencit. Pemetaan dosis radiasi diukur setiap jarak 30 cm sejauh 120 cm ke arah utara, sejauh 150 cm ke arah selatan, serta setiap jarak 30 cm sejauh 180 cm ke arah timur dan barat dari berkas sumber radiasi. Faktor eksposi yang digunakan sama yaitu 80 kV, 32 mA dan 0,5 sekon. Pada penelitian ini menggunakan variasi ketinggian 75 cm dan 150 cm dari sumber radiasi. Semakin jauh jarak antara objek dengan pusat berkas sinar-X, maka dosis radiasi yang diterima semakin rendah. Untuk menguji dampak radiasi sinar-X melalui hasil pemetaan ruang Laboratorium Fisika Medik, mencit diberi dosis radiasi yang berbeda-bedauntukmengetahui komposisi eritrosit, leukosit dan hemoglobin dalam darahnya. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis yang digunakan, maka komposisi darah semakin jauh dari kriteria normal.Impact study has been carried out X-ray radiation in mice by mapping radiation dose in Physics Laboratory Medik. The purpose this study was to Obtain distance information to the aircraft minimum radiation workers and the X-rays to determine the impact of X-ray radiation through blood testing on mencit. In mapping radiation dose measured at a distance of 30 cm to 120 cm as far to the north, as far as 150 cm to the south, as well as every 30 cm distance as far as 180 cm to the east and west of the beam of radiation sources. Eksposi factors used by the same ie 80 kV, 32 mA and 0.5 second. In this study, using a variation of a height of 75 cm and 150 cm from the source radiasi. The more distant object with a center distance between the X-ray beam, the radiation doses received by the lower. To test the effects of X-ray radiation through the mapping of Medical Physics Laboratory space, mice were given different doses of different radiation to determine the composition of erythrocytes, leukocytes and hemoglobin in the blood. It can be concluded that the higher doses are used, then the composition of the blood is getting away from the normal criteria.
SELEKSI IN VITRO EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM MENGGUNAKAN KANAMISIN Aisyah, Aisyah; Anggraito, Y U
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang optimal untuk seleksi in vitro kedelai varietas tahan tanah kering masam dan mengetahui respon pertumbuhan kedelai varietas tahan tanah kering masam terhadap berbagai konsentrasi antibiotik kanamisin. Jenis eksplan yang digunakan adalah setengah biji. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi kanamisin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, dan 200 mg/L), dan varietas kedelai yang tahan tanah kering masam (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, dan Burangrang). Parameter yang diukur adalah hari muncul tunas, jumlah eksplan yang tumbuh tunas, jumlah tunas yang tumbuh dan jumlah eksplan yang hidup. Data dianalisis menggunakan Anava dua jalur dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kanamisin optimal berdasarkan LD50 (Lethal Dosis 50%) untuk setiap varietas memiliki sensitivitas yang berbeda. Varietas Gema, Gepak Kuning dan Tanggamus pada 150 mg/L, varietas Grobogan pada 100 mg/L, sedangkan varietas Burangrang sensitif pada konsentrasi 200 mg/L. Semakin meningkatnya konsentrasi kanamisin menyebabkan penurunan jumlah eksplan hidup, jumlah tunas dan eksplan yang membentuk tunas, serta penundaan munculnya tunas.This research aimed to determine the optimal concentration for in vitro selection of dry acid soil resistance soybean variety and evaluate the growth response of dry acid soil resistance soybean variety to various concentrations of the kanamycin antibiotic. The half-seed explants were used. The research used completely randomized design with two factors: the concentration of kanamycin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, and 200 mg/L), and soybean varieties which are resistant to dry acid soil (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, and Burangrang). Parameters measured were: the emerging shoot day, number of explants emerging shoots, number of shoots, and the number of survive explants. Data were analyzed used two-way ANOVA and Duncan test. The result of research showed that optimal concentration of kanamycin based on LD50 (Lethal Dose 50%) in each variety were different. Gema, Gepak Kuning, and Tanggamus variety were 150 mg/L,Grobogan vaiety in 100 mg/L, while Burangrang variety has its sensitivity on consentration 200 mg/L. The increasing of kanamycin concentration caused a decrease in the number of survive explants, the number of shoots, and explants forming shoots, and delaying of shoots emerging.
Pedoman Penulisan, Pedoman
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH TEMPERATUR DEPOSISI PADA PENUMBUHAN FILM TIPIS SILIKON KARBIDA DENGAN METODE HOMEMADE HOT-MESH CHEMICAL VAPOR DEPOSITION Astuti, B; Hashim, A M
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film tipis silikon karbida (SiC) telah ditumbuhkan di atas substrate graphene/SiO2/Si dengan metode Homemade Hot-mesh chemical vapor deposition (Hot-Mesh CVD). Pengaruh dari temperature deposisi pada struktur dan morfologi film tipis SiC telah dipelajari dengan menggunakan X-Ray diffractometer (XRD), FESEM dan EDX, dan spektroskopi Raman. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa film tipis SiC memiliki struktur polikristal tipe kubik dengan orientasi (111). Kualitas film tipis SiC, dan ukuran butir kristal dari morfologi film yang dihasilkan meningkat dengan peningkatan temperatur deposisi. Dari karakterisasi spektroskopi Raman, dapati terdapat dua puncak pergeseran Raman yang dominan pada daerah sekitar 780 - 800 cm-1 dan  950 – 980 cm-1 yang merupakan mode fonon SiC-TO dan SiC-LO. Puncak pergeseran Raman tersebut bergeser ke bilangan gelombang yang lebih pendek dengan peningkatan temperature deposisi.Silicon carbide (SiC) thin film grown on graphene/SiO2/Si substrate using homemade hot mesh chemical vapor deposition (Hot-Mesh SVD) method has been done. Effect of  deposition temperature on structure and morphology of the thin film was studied by using X-ray diffractometer (XRD), FESEM and EDX, and Raman spectroscopy. XRD characteristics shows that SiC thin film has cubic polycrystalline structure with (111) orientation. Quality of the SiC thin film, and crystallite grain size from the film morphology was resulted increases with the increase of the deposition temperature. Based on the characterization of Raman spectroscopy, shows that two peak Raman shift in the range of 780 - 800 cm-1 and  950 – 980 cm-1 was attributed to SiC-TO and SiC-LO phonon mode.  The Raman shift peak was shifted toward the lower wavenumber with the increase of deposition temperature.
KEANEKARAGAMAN SPESIES AMFIBI DAN REPTIL DI KAWASAN SUAKA MARGASATWA SERMODAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Yudha, D S; Eprilurahman, R; Muhtianda, I A; Ekarini, D F; Ningsih, O C
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Sermo merupakan salah satu kawasan lindung yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan tersebut merupakan habitat bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan, salah satunya adalah herpetofauna (amfibi dan reptil). Hutan di kawasan SM Sermo terdiri dari hutan sekunder yang umum dimasuki manusia dengan kerapatan vegetasi kurang dari 90%, dengan ketinggian antara 90-250 mdpl dan luas sekitar 181 ha. Sampling dilakukan selama dua hari tanggal 13-14 Januari 2013, dan dilakukan pada pagi dan malam hari dengan metode sampling perpaduan antara VES (Visual Encounter Survey), Time Search, dan Road Cruising. Hasil identifikasi diperoleh 5 (lima) spesies amfibi dan 13 (tiga belas) spesies reptil. Spesies amfibi yang ditemukan di kawasan SM Sermo adalah Fejervarya limnocharis, Duttaphrynus melanostictus, Ingerophrynus biporcatus, Polypedates leucomystax, dan Kaloula baleata. Reptil yang ditemukan terdiri atas dua Subordo, yaitu Subordo Serpentes (ular), dan Subordo Lacertilia (kadal). Subordo Serpentes yang ditemukan terdiri dari 4 (empat) spesies, yaitu Ahaetulla prasina, Rhabdophis subminiatus, Pareas carinatus, dan Rhamphotyphlops braminus. Subordo Lacertilia yang ditemukan terdiri dari 9 (sembilan) spesies, yaitu Draco volans, Dasia olivacea, Eutropis multifasciata, Eutropis rugifera, Hemidactylus frenatus, Gekko gecko, Cyrtodactylus marmoratus, Lygosoma quadrupes, dan Hemiphyllodactylus typus. Seiring berjalannya waktu, penambahan atau pengurangan jumlah spesies yang terdapat di kawasan SM Sermo dapat terjadi. Dengan demikian, monitoring jenis herpetofauna perlu dilakukan secara rutin untuk memantau keanekaragamannya di kawasan ini.Sermo is one of wildlife sanctuary which located in Daerah Istimewa Yogyakarta. It consists of several unique habitats for wildlife such as herpetofauna (amphibians and reptiles). Forest habitat mostly composed by secondary forest with the vegetation coverage less than 90% in 90-250 meters above sea level. This area is 181 ha in width. Sampling was done for two days (13-14 Januari 2013). Sampling was conducted during day and night using several methods viz. VES (Visual Encounter Survey), Time Search, and Road Cruising. Five species of amphibians and thirteen species of reptiles were identified. Amphibian species recorded in the sampling sites are Fejervarya limnocharis, Duttaphrynus melanostictus, Ingerophrynus biporcatus, Polypedates leucomystax, and Kaloula baleata. Reptile species are member of suborder Serpentes (snakes) and suborder Lacertilia (lizards). Snakes which found in Sermo wildlife sanctuary are Ahaetulla prasina, Rhabdophis subminiatus, Pareas carinatus, and Rhamphotyphlops braminus. While lizard species identified from the sampling sites are Draco volans, Dasia olivacea, Eutropis multifasciata, Eutropis rugifera, Hemidactylus frenatus, Gekko gecko, Cyrtodactylus marmoratus, Lygosoma quadrupes and Hemiphyllodactylus typus. Overtime, fluctuation of species richness is unavoidable. Monitoring species richness is needed to record the composition of amphibian and reptiles species in the area. 
Formulir Berlangganan, Formulir
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH TEMPERATUR PADA REAKSI HIDRASI α-PINENA MENJADI α-TERPINEOL TERKATALIS ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI Amilia, N; Siadi, K; Latifah, Latifah
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pada reaksi hidrasi α-pinena menjadi α-terpineol pada sistem heterogen dengan katalis zeolit alam teraktivasi dan untuk mengetahui besarnya energi aktivasi pada reaksi yang terjadi. Penelitian diawali dengan aktivasi zeolit alam sebagai katalis, karakterisasi katalis serta aplikasi zeolit pada reaksi hidrasi α-pinena minyak terpentin menjadi α-terpineol pada temperatur 30, 40, 50, 60, 70 dan 80°C. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan, volume pori, dan rerata jejari pori menggunakan Gas Sorption Analyzer NOVA 1200e metode BET. Hasil reaksi hidrasi terbaik mengunakan katalis zeolit alam teraktivasi dianalisis menggunakan spektrofotometer IR, Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil analisis IR menunjukkan adanya serapan gugus OH pada bilangan gelombang 3400cm-1, gugus C-H alifatik pada bilangan gelombang 2987,09cm-1, gugus C=C pada bilangan gelombang 1635,64cm-1, gugus C-O pada bilangan gelombang 1126,43 cm-1. Kesimpulan utama penelitian ini adalah kenaikan temperatur berpengaruh terhadap konversi (%) α-pinena menjadi α-terpineol. Hasil terbaik diperoleh pada temperatur reaksi 70°C dengan kadar 68,53% dan harga energi aktivasi pada reaksi hidrasi α-pinena sebesar 69,6546 kJmol-1.This study aims to determine the effect of temperature on the hydration reaction of α-pinene into α-terpineol in heterogeneous systems with activated natural zeolite catalysts and to determine the activation energy of the reaction that occurs. The study begins with the activation of natural zeolite as a catalyst, characterization and applications of zeolite catalysts in the hydration reaction of α-pinene from turpentine oil into α-terpineol at temperature of 30, 40, 50, 60, 70 and 80°C. Catalyst characterization includes the determination of the surface area, pore volume, and average pore by using NOVA Gas Analyzer 1200E sorption with BET method. The best result of hydration reaction with activated natural zeolite catalysts were analyzed by using IR spectrophotometer, Gas Chromatography (GC) and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). IR analysis results indicated the presence of OH group absorption at wave number 3400 cm-1, CH aliphatic at wave number 2987,09 cm-1, group C=C at wave number 1635,64 cm-1, the CO group at wave number 1126.43 cm-1. The main conclusion of this study is the rise in temperature associated with the conversion (%) α-pinene into α-terpineol. The best results obtained at a reaction temperature of 70°C with 68.53% in level and the activation energy on the hydration reaction of α-pinene is 69,6546 kJmol-1.