cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Pedoman
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i1.5863

Abstract

PERBANDINGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN NAIVE BAYES DALAM DETEKSI SESEORANG TERKENA PENYAKIT STROKE
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3724

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuat aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan dan Naive Bayes untuk memprediksi penyakit stroke dan membandingkan tingkat akuratan dari kedua metode yang digunakan. Sebuah aplikasi software MATLAB diciptakan untuk mendeteksi seseorang Suspect stroke.  Metode yang baik dalam mesin pembelajaran berdasarkan data training adalah Jaringan Syaraf Tiruan dan Naive Bayes, variabel data faktor gejala penyakit stroke digunakan sebagai data training dalam proses pembelajaran dari sistem yang dibuat menentukan prediksi penyakit stroke. Dari 120 data percobaan yang dilakukan, akan dihitung akurasi hasil kerja sistem yang dibagi menjadi data pelatihan dan data pengujian. Diperoleh persentase hasil kerja sistem yaitu Jaringan Syaraf Tiruan sebesar 71,11 persen, sedangkan Naive Bayes sebesar 80,55 persen. Naive Bayes lebih akurat daripada Jaringan Syaraf Tiruan dalam hal pengambilan keputusan data baru namun Jaringan Syaraf Tiruan memiliki teknik yang lebih bagus dibandingkan dengan Naive Bayes. Jaringan Syaraf Tiruan mempunyai karakteristik belajar dari data sebelumnya.The purpose of this research are make application system of Artificial Neural Network and Naive Bayes to predict stroke  and to compare the accuration between of  both methods. An application applying MATLAB software has been invented to detect a stroke suspect. A good method in learning machine based on the training data is Artificial Neural Network and Naive Bayes method, by using the data variable of some common stroke symptoms used as the training data in the learning process of the system which is going to be built to determine whether prediction of stroke disease. From 120 experiments data which had been done, will be counted the accuracy of the system which divided into some training data and the other experiment data. Retrieved the percentage of  accuracy system, The Artificial Neural Network is 71,11 percent whereas Naive Bayes is 80,555 percent. Naive Bayes is more accurate than Artificial Neural Network in terms of new data decision making, but Artificial Neural Networks has better technique than Naive Bayes. Artifical Neural Network has the characteristics of learning from previous data.
AKTIVITAS SPERMATOPROTECTIVE EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) PADA JUMLAH SPERMATOZOA TIKUS PUTIH TERINDUKSI KADMIUM
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i2.2967

Abstract

Kadmium dapat bersifat meningkatkan aktivitas oksigen reaktif yang memicu munculnya radikal bebas. Zat aktif dalam daun jambu biji bersifat antioksidan yaitu suatu senyawa yang dapat berikatan atau menghambat terbentuknya radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya hubungan  antara ekstrak daun jambu biji dengan jumlah spermatozoa tikus terinduksi kadmium. Penelitian eksperimental ini menggunakan 20 ekor tikus yang terinduksi kadmium melalui air minum dengan dosis 100ppm/ekor/hari. Kelompok kontrol mendapatkan ekstrak daun jambu biji 0 mg/ekor sedangkan kelompok I, II dan III berturut turut adalah 50 mg/ekor, 100 mg/ekor dan 150 mg/ekor. Pemberian ekstrak daun jambu biji selama 30 hari. Data jumlah spermatozoa dan kadar kadmium dianalisis dengan uji korelasi pada taraf uji 5%. Pada hari ke 31, testis diambil untuk diukur kadar kadmium dan jumlah spermatozoanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara jumlah spermatozoa dan kadar kadmium dengan nilai sig 0,009 0,05 dan berbanding terbalik sebesar  -0,567. Hal ini berarti semakin besar kadar kadium dalam testis maka semakin sedikit jumlah spermatozoa tikus dan semakin kecil kadar kadium dalam testis maka semakin banyak jumlah spermatozoa tikus. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji dapat berperan sebagai spermatoprotective tikus yang terpapar Cadmium. Cadmium can be used to increase the activity of reactive oxygen that triggers the emergence of free radicals. The active substances in guava leaves is an antioxidant compound that can bind or inhibit the formation of free radicals . This study aims to examine the relationship between guava leaf extract with the amount of rat spermatozoa induced by cadmium. This experimental study used 20 mice induced by cadmium through drinking water at  dose of 100ppm/mice/day. The control group received guava leaf extract of 0 mg/mice , while group I , II and III received 50 mg , 100 mg and 150 mg in 30 days . The data of the number of spermatozoa and cadmium levels were analyzed by using correlation test in the level of 5 %. The results showed that there was a correlation between the number of spermatozoa and cadmium levels with sig level of  0.009 0.05 and inversely at -0.567 . This means that the greater level of cadmium in the mice’s testicle the less the number of their spermatozoa, therefore the smaller level of cadmium in the mice’s testicle , the more the number of their spermatozoa . Therefore it can be concluded that guava leaf extract can act as spermatoprotective for mice that were exposed by cadmium. 
Penyelesaian Resource Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) Menggunakan Algoritma Cat Swarm Optimization
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i2.33142

Abstract

Resource-Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) adalah masalah penjadwalan proyek yang harus memenuhi Precedence Constraint dan Resource constraint. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan penggunaan Algoritma Cat Swarm Optimization (CSO) untuk penjadwalan proyek dan simulasi penjadwalan proyek yang optimal pada beberapa kasus RCPSP. Penelitian ini menggunakan CSO dalam menyelesaikan permasalahan dengan bantuan software Matlab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Algoritma CSO yang diawali dengan membuat solusi RCPSP yang valid dan dihitung maskepannya. Bangkitkan sebanyak N kucing, termasuk kucing dengan solusi valid. Evaluasi kucing sesuai dengan posisi tiap kegiatan. Berdasarkan N kucing yang diperoleh hitung nilai maskepannya. Selanjutnya, pindahkan kucing sesuai dengan MR dalam seeking mode dan tracing mode. Evaluasi kembali posisi setiap kucing untuk menyimpan kucing dengan nilai fitness terkecil. Akhiri algoritma dengan mengambil solusi yang memiliki fitness terkecil. Kasus RCPSP dengan solusi valid yang memiliki nilai maskepan yang masih jauh dari nilai maskepan terkecil yang bisa diperoleh menghasilkan solusi yang berbeda-beda setiap kali program dijalankan sehingga diperlukan beberapa kali simulasi untuk memastikan solusi yang didapatkan benar-benar memiliki maskepan terkecil. Bila solusi valid yang dibuat memiliki maskepan yang telah mendekati maskepan terkecil yang bisa diperoleh, maka program akan menghasilkan solusi yang sama setiap program dijalankan.
PENGEMBANGAN PROGRAM PENGOLAHAN CITRA UNTUK RADIOGRAFI DIGITAL
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i1.2096

Abstract

Telah dikembangkan sebuah program pengolahan citra untuk radiografi digital yang disusun menggunakan perangkat lunak Borland C++ Builder 4 Professional. Untuk melakukan pengolahan terhadap citra radiografi digital,dengan pengolahan terhadap pixel-pixel dari citra. Teknik pengolahan citra, meliputi pengaturan kecerahan citra (image brightness), kontras citra (image contras), pelembutan citra (image smoothing), penajaman citra (image sharpening), deteksi tepi (edge detection), citra negatif (negative image), dan histogram. Hasil pengolahan citra dihasilkan citra radiografi digital yang mudah  diinterprestasi  lebih  teliti  oleh  pengamat.  Tujuan penelitian ini adalah mendesain perangkat lunak pengolahan citra radiografi digital. Perangkat yang telah disusun kemudian digunakan untuk melakukan pengolahan terhadap citra radiografi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas citra radiografi digital, sehingga dapat membantu seorang radiographer dalam mendiagnosa atau menginterprestasikan citra radiografi digital lebih teliti. Citra radiografi awal dan citra hasilnya dapat dilihat pada layar monitor sehingga  kualitas  pengolahan  dapat dibandingkan secara langsung. The image processing program has been developed for digital radiography that is designed by using software Borland C++ Builder 4 Professional to process the radiography digital image with image pixels processing. Image processing technique consists of image brightness, image contrast, image smoothing, image sharpening, edge detection, and negative image and histogram. From the result of image processing it produced radiography image that is easier to interpret by the observer. The purpose of this research is to design the software of image processing for digital radiography. Then the software is used as the image processor for digital radiography. The result shows that there is a quality improvement of digital radiography image, so it can help the radiographer to diagnose or interpret the detail radiography image. We also can see the radiography image and its result in the monitor screen and compare the quality of processing directly.
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH MATA AIR PANAS KRAKAL KEBUMEN DENGAN METODE GEOLISTRIK
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5818

Abstract

Energi geothermal merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam yang sedang dikembangkan. Salah satu kawasan geothermal tersebut adalah kawasan wisata mata air panas Krakal, Kebumen. Sumber daya alam geothermal tersebut dikembangkan sebagai objek wisata. Dalam pengembangannya, belum ada informasi struktur bawah permukaan daerah wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran struktur bawah permukaan daerah mata air panas Krakal. Pengambilan data dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi schlumberger pada 5 lintasan dengan 3 titik sounding tiap lintasan. Pengolahan data menggunakan software Progress dan Surfer 10.  Hasil pengolahan data menunjukkan struktur bawah permukaan tersusun oleh 3 lapisan batuan yaitu batu pasir dengan kisaran nilai resistivitas kurang dari 10 Ωm dan ketebalan hingga 20 meter, batu lempung berpasir  dengan rentang nilai resistivitas 10-50 Ωm dan ketebalan mencapai 20 meter, dan batu lempung gamping dengan kisaran resistivitas 50-65 Ωm dan ketebalan 20 meter. Anomali resistivitas rendah mengindikasikan adanya akuifer air panas dan air dingin yang muncul ke permukaan.  Geothermal energy is one of the wealth of natural resources that are being developed. One such area is the tourist area of geothermal hot springs Krakal, Kebumen. Natural geothermal resources were developed as a tourist attraction. In its development, no information on subsurface structure of the tourist area. This study aims to reveal the subsurface structure of the Hot Springs area Krakal. Data collection was performed by Schlumberger configuration geoelectric method in five 3-point sounding track with each track. Data processing using the software Surfer Progress and 10. The results of the processing of the data showed subsurface structure is composed of 3 layers of rock is sandstone with a range of resistivity values of less than 10 Ωm and a thickness of up to 20 meters, sandy clay stone with a range of values of resistivity 10-50 Ωm and thickness reaches 20 meters, and limestone clay stone with a resistivity range of 50-65 Ωm and a thickness of 20 meters. Low resistivity anomalies indicate the presence of water aquifers hot and cold water that comes to the surface.
KEANEKARAGAMAN SPESIES DAN PERANAN RODENTIA DI TPA JATIBARANG SEMARANG
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies dan mengetahui peranan ordo Rodentia di TPA Jatibarang Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode perangkap kurungan (trapping) dan peranan ordo Rodentia diketahui dari analisis makanan dalam lambung. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2014. Hasil penelitian menemukan sebanyak enam spesies Rodentia terdiri dari celurut rumah (Suncus murinus), tikus riol (Riol norvegicus), mencit rumah (Mus musculus), tikus rumah (Rattus rattus), tikus wirok (Bandicota indica) dan tikus sawah (Rattus argentiventer). Indeks keanekaragaman spesies rendah (H’=0,5-0,65). Analisis lambung menujukkan bahwa ada empat jenis makanan ordo Rodentia terdiri atas bahan organik, biji-bijian, serangga, dan lain-lain yang tidak teridentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keanekaragaman spesies Rodentia di TPA Jatibarang Semarang tergolong rendah. Peranan ordo Rodentia berperan sebagai detritivor, granivor, dan insektivor.This purpose of this research was to identify the species biodiversity and to find the role of Rodentia in TPA Jatibarang Semarang. This research was conducted using trap method and the stomach of the captured animals was analyzed to determine their role. This research period was September-October 2014. The research found six species of Rodentia, namely house shrew (Suncus murinus), riol rat (Rattus norvegicus), house mouse (Mus musculus), house rat (Rattus rattus), bandicoot rat (Bandicota indica) and field mouse (Rattus argentiventer). The diversity index is relatively low (H’=0.5-0.65). Stomach analysis showed that there were four kind Rodentia diet and were dominated by material organic, seeds, insects, and other unidentified material. It was concluded that the level of diversity spesies Rodentia in TPA Jatibarang Semarang is low. The species in ordo Rodentia has role as detritivore, granivore, and insectivore.
ANALISIS KEROPOS PADA PENGELASAN LASER MIKRO KAPSUL TERAPI KANKER LAJU DOSIS RENDAH
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2958

Abstract

Salah satu terapi pengobatan kanker adalah dengan menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam mikrokapsul untuk diimplan ke dalam jaringan tubuh pasien yang terkena kanker.  Mikrokapsul terbuat dari bahan Ti6Al4V ditutup menggunakan las laser. Pada saat pengelasan terjadi proses perubahan fase padat ke cair dan sebaliknya. Proses pendinginan dalam pengelasan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keropos karena adanya gas yang terjebak pada saat pemadatan.  Waktu pencairan dan pemadatan pada pengelasan laser dipengaruhi oleh pulsa berkas laser dan aliran gas selubung .  Pada penelitian ini digunakan las laser Nd-YAG dengan bentuk pulsa trapezium pada frekuensi 5 Hz ,pada daya 300 W dan 400 W serta variasi aliran gas selubung 20,18,15 dan 12 l/min. Hasil pengelasan setelah dibelah dan diamati menggunakan mikroskop stereo ditemukan adanya lobang keropos pada sampel las dengan aliran gas 20 l/min dan efisiensi energy laser turun dengan penambahan panjang durasi pulsa laser pada fase pendinginan.  Untuk mencegah adanya keropos, pengelasan efektif menggunakan aliran gas 15 l/min.  Microcapsules containing radioisotope is one of methods used for cancer treatment. It is put in the microcapsule to be implanted to the body tissues of patient who is affected by cancer. The microcapsule was made of Ti6Al4V and sealed by using laser welding. A phase change from solid to liquid or vice versa occurred during the welding process. A fast cooling time in welding process can cause a loss of porosity due to a gas entrapment during solidification. The melting and solidification time of laser welding were affected by laser beam pulse and the flow of sealed gas. In this study, Nd-YAG laser was used in a shape of trapezium pulse. The study was carried out with a frequency, power and sealed gas flow of 5Hz, 300 and 400 W, and 20, 18, 15, 12 l/min, respectively. The welding product after splitting was further observed using a stereo microscope. The result revealed that a porous hole was found in welding samples in a gas flow of 20 l/min and a decrease of laser energy exist by the increasing of long duration laser pulses in cooling time. Laser welding process was also found to be effective in gas flow of 15 l/min.
Optimasi Pertumbuhan Plantlet Krisan melalui Peningkatan Permeabilitas Tutup Botol dan Penurunan Sukrosa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.15816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan luas permeabilitas tutup botol kultur dan konsentrasi sukrosa dalam medium kultur yang optimal untuk pertumbuhan plantlet krisan (Chrysanthemum indicum L.). Peningkatan luas permeabilitas tutup dilakukan dengan pembuatan lubang seluas 0,2 cm2 pada tutup botol kultur yang kemudian dilapisi dengan membran mikropori berukuran 0,5 µm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu luas permeabilitas (0 ; 0,2 ; 0,4 dan 0,6 cm2) dan konsentrasi sukrosa (0;, 10; 20 dan 30 g/l) dalam media Murashige and Skoog (MS). Parameter yang diamati adalah waktu munculnya tunas, jumlah dan tinggi tunas, jumlah dan luas daun, serta jumlah dan panjang akar. Data dianalisis dengan Anava dua arah dan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas permeabilitas tutup botol kultur, konsentrasi sukrosa, dan interaksinya mempercepat waktu munculnya tunas krisan. Konsentrasi sukrosa meningkatkan tinggi tunas, jumlah daun dan luas daun plantlet. Medium MS yang mengandung sukrosa 20 g/l dengan semua taraf permeabilitas dapat mengoptimalkan pertumbuhan plantlet krisan. Perlakuan tersebut menghasilkan tunas tertinggi, daun terluas, dan mampu mendorong munculnya tunas yang lebih cepat. Berdasarkan hasil tersebut disarankan menumbuhkan krisan secara in vitro dalam media MS mengandung sukrosa 20 g/l dengan atau tanpa peningkatan permeabilitas tutup botol kultur.This study aims to determine the permeability area of the culture vessel cap and the optimum sucrose concentration in the culture medium on the growth of chrysanthemum (Chrysanthemum indicum L.) plantlet. Increased permeability area of the cap is made by making a 0,2 cm2 hole in the culture vessel cap and then coated with a 0,5 μm microporous membrane. This research was carried out using completely randomized factorial design with two factors, permeability (0; 0,2; 0,4 and 0,6 cm2) and sucrose concentration (0; 10; 20, and 30 g/l) in Murashige and Skoog (MS) media. The parameters observed were the time of bud appearance, number and height of shoot, number and area of leaves, and number and length of roots. Data were analyzed with two-way Anova and Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the permeability area of culture vessel cap, sucrose concentration and interaction accelerated the time of chrysanthemum buds emergence. The concentration of sucrose increases the shoot height, leaf number and plantlet leaf area. Medium MS containing sucrose 20 g/l with all permeability area can optimize the growth of chrysanthemum plantlet. The treatment produces the highest shoots, the largest leaves and is able to encourage the emergence of faster shoots. Based on these results it is advisable to grow chrysanthemums in vitro in MS medium containing sucrose 20 g/l with or without increased permeability of culture vessel cap.
Pengaruh Sulfonasi terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Membran Polisulfon
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22686

Abstract

Pembuatan material membran diarahkan untuk menghasilkan membran yang memiliki karakteristik antara lain berpori-pori kecil yang seragam, kuat secara mekanik, bersifat hidrofilik, dan mempunyai ketahanan terhadap tekanan tinggi. Penelitian ini mempelajari pengaruh tiga konsentrasi asam sulfat pada proses sulfonasi terhadap membran polisulfon (PSf). Membran dibuat melalui metode inversi fasa dan modifikasi dilakukan melalui pemaduan PEG dan reaksi sulfonasi. Keberhasilan reaksi modifikasi dianalisis menggunakan FT-IR dan derajat sulfonasi (DS). Karakteristik fisika membran dianalisis menggunakan uji serapan air, pengembangan air, porositas, ketahanan pH, dan hidrofilisitas. Hasil spektra FT-IR membran mengindikasikan bahwa modifikasi membran polisulfon dengan PEG dan proses sulfonasi berhasil dilakukan. Semakin tinggi  konsentrasi asam sulfat sebagai agen sulfonasi, derajat sulfonasi, persentase serapan air, daya pengembangan, porositas, dan hidrofilisitas membran meningkat. Secara umum, modifikasi meningkatkan sifat fisiko-kimia membran PSf.