cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
MOBILITAS PEMBAWA MUATAN PADA OFET (ORGANIC FIELD EFFECT TRANSISTOR) BERBASIS FILM TIPIS
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i2.2984

Abstract

Abstrak __________________________________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah pembuatan dan karakterisasi pada OFET (Organic Field Effect Transistor) berbasis film tipis dengan struktur bottom-contact. Pembuatan OFET dilakukan dengan cara pencucian substrat dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan deposisi elektroda source dan drain di atas substrat SiO2 dengan metode  penguapan hampa udara pada suhu ruang dan teknik lithography. Selanjutnya dilakukan deposisi film tipis CuPc diantara source (S) dan drain (D) sebagai panjang saluran (channel) dan diakhiri dengan deposisi elektrode gate (G). Karakterisai OFET berbasis film tipis dilakukan dengan El-Kahfi 100, untuk menentukan karakteristik keluaran V-I. Hasil karakterisasi OFET dengan panjang channel (L) 100 μm dan lebar (W) 1 mm, mempunyai daerah aktif, yaitu: 2,80 V sampai dengan 3,42. Mobilitas pembawa muatan OFET untuk daerah saturasi, µ = 0,00182278 cm2 /Vs dan untuk daerah linier, µ = 0,000343818  cm2 /Vs   Abstract __________________________________________________________________________________________ The purpose of this research is to produce and characterize the OFET (Organic Field Effect Transistor) based on thin film with bottom-contact structure. The OFET production consists of the substract wash by using ethanol in the ultrasonic cleaner, then electrode deposition of source and drain on the SiO2 substract by using vacuum evaporation in the room temperature and lithography technique.  Then, the deposition of thin film of CuPc between source (S) and drain (D) was done as the channel length and ended with electrode gate (G) deposition. The OFET characterization  with channel length (L)  100 μm and wide (W) 1 mm  obtained the active area of 2,80 - 3,42 v. While the mobility of OFET charge carrier  obtained µ =  0,00182278 cm2 /Vs for the saturation area and µ = 0,000343818  cm2 /Vs for linier area.
Pemrograman Non Linear dengan Pendekatan Separable Programming dan Lagrange Multiplier dalam Penetapan Biaya Produksi Optimal Lanting di “Lanting Bumbu An-Nisa”
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 45, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v45i1.36370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan masalah pemrograman nonlinear dalam menetapkan biaya produksi optimal lanting di “Lanting Bumbu An-Nisa” dengan pendekatan Separable Programming dan Lagrange Multiplier. Separable programming merupakan suatu pendekatan penyelesaian masalah nonlinear dengan mentrasformasikan bentuk nonlinear menjadi bentuk linear yang memuat satu variabel, sedangkan Lagrange Multiplier dengan cara membentuk sebuah fungsi baru. Hasil dari Separable Programming diperoleh solusi bahwa “Lanting Bumbu An-Nisa” harus memproduksi 500 kemasan lanting rasa bawang, 500 kemasan lanting rasa keju, 500 kemasan lanting rasa pedas manis, dan 500 kemasan lanting rasa jagung dengan biaya total sebesar Rp 11.242.517,3. Dengan Lagrange Multiplier diperoleh solusi bahwa “Lanting Bumbu An-Nisa” harus memproduksi 533 kemasan lanting rasa bawang, 507 kemasan lanting rasa keju, 505 kemasan lanting rasa pedas manis, dan 455 kemasan lanting rasa jagung dengan biaya produksi sebesar Rp 11.213.943,6. Berdasakan penelitian, diperoleh bahwa metode Lagrange Multiplier lebih optimal dalam penentuan produksi lanting dibandingkan dengan Separable Programming.
PEMODELAN MATEMATIKA PADA EPIDEMI INFLUENZA DENGAN STRATEGI VAKSINASI
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5823

Abstract

Pada tahun 2009 merebak epidemi flu burung kemudian diikuti epidemi flu babi. Epidemi flu tersebut menyebabkan beberapa kasus kematian dan banyak manusia yang masuk ke rumah sakit. Salah satu usaha yang dilakukan untuk menanggulangi wabah ini adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi dilakukan terhadap orang yang belum terkena influenza. Melihat fakta bahwa penyakit ini bersifat epidemik, maka sangat dimungkinkan untuk membentuk model matematika dari kasus influenza tersebut. Model yang dihasilkan berbentuk SIRS dengan populasi konstan. Dalam penelitian ini digunakan metode tinjauan pustaka, analisis, dan pembuatan simulasi. Simpulan yang diperoleh berupa model matematika dan analisanya serta nilai minimal persentase individu yang divaksinasi supaya wabah tidak meluas.In 2009,  bird flu epidemic outbreak and it is followed by swine flu epidemic. Flu epidemic causes many mortality in human and more of human must be treated in hospital. One of the efforts to combat this plague is vaccination. Vaccination was given to susceptible human. From the fact that the disease is epidemic, it is possible to establish a mathematical model of the influenza cases. The resulting model is SIRS with constant population. In this study, it was used methods include literature reviews, analysis, and simulation. The conclusions obtained in the form of mathematical models and analysis as well as the minimum percentage of individuals who are vaccinated so that the plague has not spread.
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PADA REAKSI HIDRASI α-PINENA DARI MINYAK TERPENTIN DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3720

Abstract

Minyak terpentin dapat dihasilkan dari penyulingan getah pohon pinus (famili Pinaceae). Kandungan utama minyak terpentin adalah senyawa -pinena dengan rumus kimia 2,6,6-trimetil, bisiklo [3.1.1]-2-heptena. Harga jual minyak terpentin sangat murah dan saat ini banyak dikenal sebagai pengencer dan pelarut cat. Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi minyak terpentin adalah dengan melakukan transformasi senyawa -pinena menjadi senyawa derivatnya melalui reaksi hidrasi senyawa -pinena. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur dan waktu pada reaksi α-pinena dengan katalis zeolit. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah isolasi α-pinena dari minyak terpentin dan preparasi katalis zeolit. Tahap kedua adalah transformasi -pinena hasil isolasi minyak terpentin menjadi terpineol menggunakan katalis zeolit alam dengan variasi temperatur dan waktu reaksi. Tahap ketiga adalah penentuan hasil reaksi berdasarkan hasil kromatogram GC, IR dan GC-MS. Hasil reaksi transformasi tersebut dianalisis dengan membandingkan kromatogram hasil reaksi dengan kromatogram senyawa -pinena minyak terpentin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi transformasi -pinena dengan katalis zeolit alam terbukti menghasilkan senyawa flavor -terpineol dengan selektivitas 59,12% temperatur 65oC dan waktu 120 menit. Zeolit terbukti dapat mengkatalisis reaksi transformasi -pinena menjadi -terpineol.Turpentine oil can be produced from the distillation of pine tree sap (family Pinaceae). The main content of turpentine oil is α-pinene with the chemical formula of 2,6,6-trimethyl, bicyclo [3.1.1-2-heptene. The selling price of turpentine is very cheap and is now widely known as paint thinners and solvents. One attempt to increase the economic value of turpentine oil is by transforming the α-pinene into its derivatives by hydration reaction of α-pinene. The purpose of this research was to study the effect of temperature and reaction time on α-pinene with natural zeolite catalysts. The study was conducted in three phases. The first phase was isolation of α-pinene from turpentine oil and preparation of zeolite catalysts. The second phase was the transformation of the isolated α-pinene from turpentine oil into terpineol using natural zeolite catalyst with variation of temperature and reaction time. The third stage was the determination of the reaction result based on the GC chromatogram, IR and GC-MS. The result of the transformation reactions were analyzed by comparing the chromatogram of the reaction products with chromatograms of α-pinene from turpentine oil. The results showed that the transformation of α-pinene with natural zeolite catalysts has proven to produce flavor compounds of α-terpineol with selectivity value of 59.12%, at temperature 65C and with reaction time of 120 minutes. Zeolite has been proven to be able to catalyze the α-pinene transformation into α-terpineol.
SINTESIS MEMBRAN NATA ALOE VERA-ETILENDIAMIN DAN KARAKTERISASINYA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2963

Abstract

Serat yang terkandung di dalam nata Aloe vera adalah selulosa sehingga dapat digunakan dalam sintesis membran. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis membran nata Aloe vera-etilendiamin (nata-en) menggunakan sistem vakum cair. Proses preparasi membran berlangsung melalui tiga tahap, yaitu preparasi nata Aloe vera, aktivasi menggunakan asam sulfat, dan modifikasi dengan menggunakan etilendiamin. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari teknik dalam sintesis membran nata-en kemudian melakukan karakterisasi untuk mengetahui karakter strukturnya. Hasil penelitian menunjukkan perilaku yang berbeda dalam hal sifat mekanik dan strukturnya. Membran nata murni memiliki sifat mekanik yang kuat, nata teraktivasi cenderung rapuh, sedangkan nata-en bersifat liat. Spektra infra merah dari ketiga tipe membran (nata murni, nata teraktivasi, dan nata-en) secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan, hanya terjadi pergeseran panjang gelombang dari masing-masing membran. Berdasarkan spektra infra merah dapat diketahui bahwa masing-masing membran mempunyai gugus hidroksil, tetapi serapannya semakin melebar untuk setiap membran. Gugus alkil dan karboksil juga masih tampak, namun pada membran nata teraktivasi serapannya berkurang, sedangkan pada membran nata-en muncul puncak baru yang menunjukkan adanya gugus amin. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi ikatan antara nata dengan etilendiamin. Fibers contained in nata Aloe vera is cellulose that can be used in the synthesis of membrane. The research has done on the synthesis of nata Aloe vera-ethylenediamine (nata-en) membrane by using liquid vacuum system. Membrane preparation process consisted of three stages, they are nata Aloe vera preparation, activation using sulfuric acid, and membrane modification by using ethylenediamine. The purpose of research is to study the technique of nata-en membrane synthesis then to perform the characterization to determine the character of their structure.The results showed a different behavior in terms of mechanical properties and structure. The membrane of pure nata had strong mechanical properties, while the membrane of activated nata tended to be fragile, while the nata-en membrane was loamy. The infrared spectra of the three types of membranes (from pure nata, activated nata , and nata-en) generally did not change significantly, there was only a shift of the wavelength of each membrane. Based on the infrared spectra, it can be seen that each membrane has a hydroxyl group, but there was widened absorption for each membrane. Alkyl and carboxyl groups are still visible, although the activated nata membrane absorption is reduced, while in the nata-en membrane it was founded a new peak that indicated the presence of amine groups. This proves that there has been a bond between nata with ethylenediamine.
Penerapan Kombinasi Metode Ridge Regression (RR) dan Metode Generalized Least Square (GLS) untuk Mengatasi Masalah Multikolinearitas dan Autokorelasi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.16384

Abstract

Analisis regresi merupakan salah satu metode analisis data dalam statistika yang seringkali digunakan untuk mengkaji hubungan antara beberapa variabel dan meramal suatu variabel. Metode Generalized Least Square (GLS) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah autokorelasi. Metode Ridge Regression (RR) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah multikolinearitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan model regresi terbaik dengan menggunakan metode RR dan metode GLS pada jumlah uang yang beredar.Tujuan lainnya yang ingin dicapai adalah menetapkan tetapan bias  untuk mengatasi masalah multikolinearitas, selanjutnya menentukan nilai koefisien autokorelasi  berdasarkan nilai , AR(1) residual dan Cochrane Orcutt Iterative Procedure serta dengan mentransformasikan variabel  dan . Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai  dengan nilai VIF sebesar 4,6671 dan diperoleh persamaan model regresi berdasarkan nilai , AR(1) residual, dan Cochrane Orcutt Iterative Procedure. Model regresi berdasarkan nilai AR(1) residual merupakan model regresi terbaik karena mendekati selang  dengan nilai MSE 224506836,3 terkecil dan nilai  sebesar 72,3%.Regression analysis is a statistical method of data analysis that often used to examine the relationship between several variables and predict a variable. Method of Generalized Least Square (GLS) is one of the method that used to overcome the problem of autocorrelation. Methods Ridge Regression (RR) is one method used to solve the problem of multicollinearity. The purpose of this research is to determine the best regression model of the amount of money in circulation by using RR and GLS method. The other purpose is to establish constant bias  to overcome the problem of multicollinearity, then determine the coefficient score of autocorrelation  based on the value , AR (1) residuals and Cochrane Orcutt Iterative Procedure and by transforming the variabel  and . The results of this study were obtained value   with VIF value of 4.6671 and equation regression model based on value , AR (1) residuals, and Cochrane Orcutt Iterative Procedure.  The regression model based on value is the best regression model for AR(1) residual approaching the hose  with a MSE (Mean Square Error) value 224506836,3 and the value  amounted to 72.3%.
Potensi Antidiabetik Ekstrak Kulit Lidah Buaya Pada Tikus Hiperglikemik yang Diinduksi Aloksan
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i1.32700

Abstract

Hiperglikemia menyebabkan tingginya radikal bebas sehingga terjadi stres oksidatif. Pada kondisi tersebut, perlu antioksidan eksogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian ekstrak kulit lidah buaya terhadap kadar malondialdehid (MDA) dan kadar superoksid dismutase (SOD) tikus hiperglikemia yang induksi aloksan. Sebanyak 25 ekor tikus strain Wistar jantan diambil secara acak dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok pertama sebagai kelompok kontrol negatif (K-). Kelompok kedua adalah kontrol positif (K+), hanya diberi aloksan. Kelompok ketiga (KP I), keempat (KP II) dan kelima (KP III), diberi aloksan dan ekstrak kulit lidah buaya berturut-turut dosis 87,5 mg/kgBB, 175 mg/kgBB) dan 350 mg/kgBB. Aloksan sebagai inducer hiperglikemia diberikan secara Intra Peritoneal dosis 120 mg/kgBB. Setelah 4-7 hari, diberi ekstrak kulit lidah buaya secara oral selama 28 hari. Data MDA dan SOD masing-masing dianalisis secara statistik dengan uji Anova, dan dilanjutkan uji Turkey. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan kadar MDA dan SOD antara kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan. Potensi ekstrak kulit lidah buaya sebagai antidiabetik, ditunjukkan dengan menurunnya kadar MDA dan meningkatnya kadar SOD tikus hiperglikemik. Dosis ekstrak kulit lidah buaya yang paling efektif adalah 350 mg/kgBB (KP III), sehingga kadar MDA dan SOD tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatifHyperglycemia causes oxidative stress by free radicals. Exogenous antioxidants are needed to offset the impact. This research would observe Aloe vera peel extract to malondialdehyde (MDA) content and superoxide dismutase (SOD) level of diabetic rat. A total of 25 male Wistar rats were taken randomly and divided into 5 groups. The first group as a negative control group (K-). The second group is positive control (K +), given alloxan only. The third (KP I), fourth (KP II) and fifth (KP III) group were given alloxan and aloe vera pell extract at a dose of 87.5mg/kgBW, 175mg/kgBW and 350mg/kgBW, respectively. Alloxan as an inducer of hyperglycemia, was given intra-peritoneally at a dose of 120mg/kgBW. After 4-7 days, the aloe vera peel extract was given orally for 28 days. MDA and SOD data were statistically analyzed with the Anova test, followed by the Turkey test. The results showed a significant difference in MDA and SOD levels between the positive control group and the treatment group. The potential of aloe vera peel extract as an antidiabetic was shown by decreasing MDA levels and increasing levels of SOD in hyperglycemic rats. The most effective dose of aloe vera peel extract was 350mg/kgBW, it was able to reduce MDA and increase SOD until it was not significantly different from the negative control group.
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU SUPERFAMILI PAPILIONOIDAE DI DUKUH BANYUWINDU DESA LIMBANGAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i1.2092

Abstract

Kupu-kupu merupakan bagian dari biodiversitas yang harus dijaga kelestariannya. Kupu-kupu memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Secara ekologis kupu-kupu memberikan sumbangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya biodiversitas. Dukuh Banyuwindu merupakan salah satu pedukuhan di Desa Limbangan terletak di lembah dan berperan sebagai daerah ekoturisme. Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan keanekaragaman spesies kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kabupaten Kendal, khususnya pada habitat hutan sekunder, pemukiman, daerah aliran sungai, dan persawahan. Penelitian dilakukan dengan metode Abundance Point Index. Penelitian menunjukkan terdapat 62 spesies kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang terdiri dari 737 individu dan diklasifikasikan menjadi empat famili dinamai Papilionoidae, Pieridae, Lycaenidae, dan Nymphalidae. Indeks keanekaragaman jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu berkisar antara 2,74-3,09, indeks kemerataan jenis berkisar antara 0,86-0,87 dan memiliki dominansi berkisar antara 0,07-0,09. Indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis tertinggi tercatat pada habitat pemukiman yaitu 3,09 dan 0,87 sedangkan terendah tercatat pada habitat persawahan masing-masing sebesar 2,74 dan 0,86. The butterflies are part of biodiversity which must be preserved. These insect provide benefits to human life. Ecologically, butterfly contributed in maintain the balance of ecosystem and enrich the biodiversity. Banyuwindu Hamlet is one of the hamlets in Limbangan Village, located in the hills and will serve as an ecotourism area. The purpose of this study was to determine the diversity of butterfly species in the superfamily Papilionoidae at Banyuwindu Hamlet, Limbangan Village, Limbangan District, Kendal Regency, especially in secondary forest habitats, settlements, watershed, and rice fields. Research performed with Abundance Point Index Method. The research found there are 62 species of butterflies in superfamily Papilionoidae, consist of 737 individuals which classified into four families namely Papilionoidae, Pieridae, Lycaenidae, and Nymphalidae. The results analysis of species diversity index and evenness index showed that the type of species diversity ranged from 2.74-3.09, evenness index ranged from 0.86-0.87 and the type of dominance between 0.07-0.09. Species diversity index and evenness index recorded the highest type of settlement habitats in 3.09 and 0.87, respectively, and the lowest was recorded in rice field habitats were 2.74 and 0.86, respectively.
Pemanfaatan MOL Limbah Sayur pada Proses Pembuatan Kompos
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i1.12455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan pada proses pengomposan menggunakan mikorganisme lokal (MOL) limbah sayur dan EM4, mengetahui kualitas fisik kompos menurut penilaian responden dan kualitas kimia kompos berdasarkan analisis laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu, terdiri dari dua perlakuan, yakni pengomposan menggunakan bioaktivator MOL limbah sayur dan EM4. Data yang diambil meliputi fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan selama proses pengomposan, kualitas fisik (warna, bau dan tekstur) dan kualitas kimia (kadar air, pH, C/N rasio P2O5, dan K2O) setelah kompos matang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harian faktor lingkungan kompos dengan MOL limbah sayur dan EM4 memberikan gambaran fluktuasi yang cenderung sama. Kualitas fisik kompos menurut penilaian responden masing-masing menunjukkan skor 30 pada aspek warna, bau dan tekstur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  kualitas fisik kedua perlakuan kompos memiliki kategori warna kehitaman, bau seperti tanah, dan bertekstur halus sesuai kriteria SNI Nomor SNI 19-7030-2004. Namun demikian C/N rasio kompos yang menggunakan limbah sayur lebih baik karena telah memenuhi kriteria yang ditetapkan SNI dibanding kompos dengan menggunakan EM4.The purpose of this research are to know the daily environmental factor fluctuation in the composting process using vegetable waste local microorganism (MOL) and EM4, the compost’s physical quality based on respondent’s evaluation and compost’s chemical quality based on laboratory analysis. This research was conducted for 4 weeks, consisted of two treatments, which were composting using vegetable waste MOL bioactivator and EM4 bioactivator. The data taken including the daily environmental factor fluctatuion during the process, physical quality (colour, smell and texture), and chemical quality (water level, pH, C/N ratio, P2O5 and K2O) after the compost was processed. The data were analysed descriptively. The result of the research showed that the compost’s daily environmental factor fluctuation with vegetable waste MOL and EM4 showed a relatively similar result.  Each compost’s physical quality based on respondent’s evaluation give a result with score 30 in aspect of colour, smell and texture. This research conclude that the physical quality of both treatment showed blackish colour, smell like soil and smooth texture according to SNI 19-7030-2004 criteria. However, the C/N ratio of compost using vegetable waste was better than the EM4 compost, because it’s already meet the criteria determined by SNI.
KONVERGENSI ESTIMATOR DALAM MODEL MIXTURE BERBASIS MISSING DATA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i1.3150

Abstract

Model mixture dapat mengestimasi proporsi pasien yang sembuh (cured) dan fungsi survival pasien tak sembuh (uncured). Pada kajian ini, model mixture dikembangkan untuk  analisis cure rate berbasis missing data. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk analisis missing data.  Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Algoritma EM, Metode ini didasarkan pada dua langkah, yaitu: (1) Expectation Step dan (2) Maximization Step. Algoritma EM merupakan pendekatan iterasi untuk mempelajari model dari data dengan nilai hilang melalui empat  langkah, yaitu(1) pilih himpunan inisial dari parameter untuk sebuah model, (2) tentukan nilai ekspektasi untuk data hilang, (3) buat induksi parameter model baru dari gabungan nilai ekspekstasi dan data asli, dan (4) jika parameter tidak converged, ulangi langkah 2 menggunakan model baru. Berdasar kajian yang dilakukan dapat ditunjukkan bahwa pada algoritma EM, log-likelihood untuk missing data  mengalami kenaikan setelah dilakukan setiap iterasi dari algoritmanya. Dengan demikian berdasar algoritma EM, barisan likelihood konvergen jika likelihood terbatas ke bawah. Model mixture can estimate the proportion of recovering (cured) patients and function of survival but do not recover (uncured) patients. In this study, a model mixture has been developed to analyze the curing rate based on missing data. There are some methods applicable to analyze missing data. One of the methods is EM Algorithm, This method is based on two (2) steps, i.e.: ( 1) Expectation Step and ( 2) Maximization Step. EM Algorithm is an iteration approach to study the model from data with missing values in four (4) steps, i.e. (1) to choose initial set from parameters for a model, ( 2) to determine the expectation value for missing data, ( 3) to make induction for the new model parameter from the combined expectation values and the original data, and ( 4) if parameter is not converged, repeat step 2 using new model. The current study indicated that for the EM algorithm, the log-likelihood function of the missing data has increased after each iteration of the algorithm. Thereby based on the EM algorithm, the on-line likelihood is convergent if the likelihood is limited downwards.