Articles
734 Documents
Pemberdayaan Kelompok Tani Kopi Robusta di Desa Amadanom Kecamatan Dampit Berbasis Teknologi untuk Peningkatan Kualitas Hasil Panen
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.34375
Desa Amadanom yang terletak di Kecamatan Dampit sudah lama dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi khususnya jenis robusta di wilayah Selatan Kabupaten Malang Propinsi Jawa Timur. Wilayah tersebut menjadi bagian dari branding kopi yang populer dengan akronim AMSTIRDAM (Ampel Gading, Sumbermanjing, Tirtoyudo dan Dampit). Produk kopi dari wilayah AMSTIRDAM tersebut sudah tersebar di berbagai wilayah bahkan sampai mancanegara. Mengingat, cita rasanya yang khas dari daerah pegunungan tropis. Maka, tidak mengherankan jika industri kopi di wilayah tersebut mampu bertahan setidak-tidaknya sampai empat generasi dengan berbagai tantangan yang dihadapinya. Salah satu dari kendala yang masih dihadapi oleh kelompok tani kopi di Desa Amadanom adalah terkait dengan adopsi teknologi, khususnya yang berkaitan dengan pengolahan hasil panen untuk peningkatan kualitas kopi yang dihasilkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa fokus dari industri perkebunan kopi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas (volume) hasil panen, tetapi juga peningkatan kualitas kopi yang dihasilkan. Ini menjadi faktor yang tidak bisa di tinggalkan, karena kualitas produk menjadi acuan utama bagi customer dalam menentukan varian pilihan yang tersebar di pasaran. Artinya bahwa antara sisi kuantitas dan kualitas menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan, di satu sisi volume hasil panen harus mampu menjaga stabilitas kebutuhan produk, tetapi di sisi lain bahwa kualitas produk tidak boleh terabaikan hanya karena mengejar volume permintaan pasar. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian ini di fokuskan pada upaya peningkatan kualitas hasil panen berbasis teknologi pengupas kulit kopi. Mengingat, sampai saat kelompok tani kopi di wilayah tersebut masih menggunakan cara manual yang membuat prosesnya menjadi lebih lama dan cukup melelahkan dan berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan karena berpotensi merusak tekstur biji kopi tersebut. Pengadaan alat pengupas kulit kopi tersebut telah disertai dengan transfer of technology kepada kelompok tani kopi robusta di wilayah pengabdian. Adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut: (a). Penyuluhan tentang strategi peningkatan kualitas komoditas kopi robusta; (b). Pelatihan transfer of technology alat pengupas kulit kopi; dan (c) Diskusi evaluasi dari hasil penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan pengabdian pada tahun berikutnya.
Pendampingan Pembuatan Web-Blog Sebagai Strategi Promosi Digital bagi Pokdarwis Kampung Tematik Jamrut
Jurnal Abdimas Vol 26, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i2.38114
Kampung Jamrut yang terletak di Kelurahan Ngijo ini mempunyai Pokdarwis yang mengurusi manajemen Kampung tematik Jamrut. Sosial media yang sudah dikelola oleh Pokdarwis masih belum optimal karena berbagai prestasi ataupun event penting yang dilaksanakan di Kampung Jamrut belum terpublikasi dengan baik. Oleh karena itu diperlukan dengan pendampingan Web-blog bagi Pokdarwis. Tujuan dari pengabdian ini adalah 1) memberikan pengetahuan untuk merancang dan mengelola Web-blog, dan 2) memberikan ketrampilan untuk merancang dan mengelola Web-blog Kampung Jamrut. Tim Pendamping bersama Pokdarwis melakukan praktek pembuatan Web-blog. Pemetaan konten Web-blog dilakukan pada hari Jumat (16/07) dan diteruskan dengan memulai merancang dan mengelola Web-blog pada hari Sabtu (17/07) dan Minggu (18/07). Terdapat 20 ketua dan anggota Pokdarwis yang menjadi peserta pelatihan ini.Hasil pengabdian adalah terciptanya Web-blog yang dikelola oleh Pokdarwis Kampung Jamrut dengan link https://jambujeruk.wordpress.com/. Pokdarwis mengetahui cara login dan mengenal dasbor, mengganti tema, menambah laman, mengedit laman, menambah widget, menulis postingan dan mengganti gambar/ tambah gambar di Web-blog. Rancangan Web-blog terdiri dari 5 (lima) laman yaitu Beranda, Blog, Galeri, Kontak dan Produk Unggulan.Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa (1) pengetahuan dalam merancang dan mengelola Web-blog anggota Pokdarwis Kampung Jamrut meningkat setelah diberikan ceramah terkait pemetaan kebutuhan konten, pemilihan tema, editing tema dan penambahan laman/ editing laman (2) Ketrampilan dalam merancang dan mengelola Web-blog meningkat karena mampu membuat Web-blog; peserta juga mampunmengunggah foto dan tulisan di Web-blog tersebut. Selanjutnya, Pokdarwis Kampung Jamrut diharapkan untuk mengelola Web-blog agar lebih dinamis dan aktif agar promosi digital bisa terdokumentasi dan terpublikasi dengan maksimal.
Kesantunan Berbahasa dalam Puisi Tradisional Etnik Dusun
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.35857
Etnik Dusun merupakan kaum yang menetap di Sabah terdiri daripada beberapa suku, antaranya adalah Dusun Liwan, Dusun Bundu, Dusun Kimaragang, Dusun Lotud, Dusun Tindal, Dusun Tombonuo dan sebagainya. Etnik ini masih mengamalkan adab dalam komunikasi dengan menekankan kesantunan bahasa. Sehubungan dengan itu, kertas kerja ini akan membincangkan aspek manifestasi kesantunan bahasa yang diungkapkan dalam puisi tradisional etnik Dusun. Kajian akan memfokuskan kepada empat jenis puisi tradisional iaitu tukadan, sudawil, tabal-abal dan talaala. Kajian ini mendapati bahawa manifestasi kesantunan bahasa dalam puisi tradisional merupakan manifestasi ungkapan bertatasusila etnik Dusun untuk menggantikan penggunaan kata-kata kasar dan penghuraian adat istiadat masyarakat pendukungnya yang mementingkan keharmonian dengan mengelakkan tutur kata yang menyinggung perasaan. Selain itu, kesantunan bahasa turut memanifestasi etnik ini berkaitan dengan kepentingan menepati waktu, kerajinan, ketekunan serta kesungguhan melaksanakan sesuatu meskipun terpaksa melalui pelbagai cabaran, masalah dan rintangan. Manifestasi kesantunan bahasa etnik Dusun dalam puisi tradisional ini merupakan wadah penyebaran nilai-nilai bukan sahaja memperlihatkan irama yang indah, tetapi juga disusun dengan begitu teliti agar pemilihan perkataan yang digunakan dapat membayangkan corak pemikiran yang kritis, memaparkan kebijaksaan etnik ini yang berpandangan jauh dalam melontarkan idea dan pengajaran kepada generasinya.
Penerapan Model Intervensi BROSSING Pada Remaja Putri dalam Upaya Prevensi Generasi Stunting
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.35456
Adolescent girls are the future mothers and their nutritional needs during adolescence is very important. Poor nutrition during adolescence can have negative effect, both the adolescents themselves and their descendants. Adolescent girls who experience anaemia and chronic energy deficiency will increase the risk of having low birth weight children (LBW). Infants with LBW have a higher risk of stunting than non-LBW infants. Lack of information about the nutritional needs of adolescent girls can be one of the factors that causes stunting problems in their descendants. The intervention effort that can be done is by conducting health education through a variety of media that appeal to adolescent girls. Health education in this activity used the media of education BROSSING (Bermain Monopoli Stop Stunting Itu Penting). BROSSING developed by a community service team to attract the interest of adolescent girls in understanding the importance of nutrition during the first 1000 days of life. The purpose of this community service activity was to build adolescent girls’ awareness on the importance of knowledge in nutritional needs during 1000 days of life. This activity was conducted gradually in SMA Negeri 18 Palembang. The activity started by reviewing the information needs related to nutrition in adolescent girls, then conducted health education which used lecture and simulation game methods with the media BROSSING. From this activity, the adolescent girls’ knowledge has increased and expected it can be the basis for forming healthy life behaviour in adolescent girls, especially in consuming nutritious and balanced food according to their needs.
Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Kerajinan Tangan di Desa Sukadamai, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.32260
Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah secara tidak langsung akan berdampak terhadap peningkatan jumlah sampah, terutama sampah rumah tangga. Apabila pengelolaan limbah sampah tidak segera diatasi dengan baik, maka akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Sampah plastik menjadi salah satu sampah yang sulit terurai, jika sampah plastik tidak dikelola dengan baik maka dapat menyebabkan banjir serta pemanasan global. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan serta pengetahuan warga Desa Sukadamai, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo mengenai pengelolaan limbah sampah plastik. Metode pelaksanaan program pengabdian ini melalui sosialisasi serta pelatihan dengan cara mengajarkan kepada masyarakat mengenai cara pengolahan limbah plastik. Dalam melaksanakan kegiatan ini diikuti oleh 7 peserta, peserta dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu RT 24 Desa Sukadamai. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah ibu-ibu RT 24 Desa Sukadamai menjadi terampil membuat 3 tas cantik yang memiliki nilai ekonomis.
Penguatan Kader Kesehatan dan Masyarakat Desa Kemawi dalam Pencegahan Stunting
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.36849
Stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting merupakan permasalahan nasional yang butuh kontribusi masyarakat menyikapinya. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memahamkan pola asuh anak dan higieni sanitasi makanan dan pemantauan kesehatan ibu dan anak. Sasarannya adalah kader pembangunan manusia (KPM), ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Kemawi. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan penyuluhan pola asuh anak memberikan pemahaman dan kesadaran untuk memberikan contoh baik pada balita. Semisal contohnya orang tua menyediakan makanan gizi seimbang setiap hari seperti menu nasi putih/merah, sayuran, tahu, tempe, daging, dan buah-buahan. Selanjutnya, memberikan contoh dan arahan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Higienie sajian makanan dapat menentukan pembentukan tumbuh kembang anak-anak dengan baik. Program posyandu memberikan kesempatan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk mengetahui berat badan ideal dan tumbuh kembang anak secara normal.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Dari Kubis dan Susu di Desa Batur
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.37333
Desa batur yang berada di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, memiliki potensi pertanian maupun pertenakan yang melimpah berupa kubis dan susu. Mereka menjual dalam bentuk sayuran segar dan susu tanpa diolah ke pasar dan pengepul. Namun, mereka mendapatkan keuntungan yang tidak banyak akibat naik turunnya harga. Dengan ini Tim KKN Unnes Giat mengadakan kegiatan pemberdayaan ekonomi melalui pembuatan makanan olahan. Kegiatan pelatihan berupa pengolahan makanan dari bahan dasar kubis dan susu, cara mengemas produk yang menarik dan praktis, serta cara memasarkan produk. Dari hasil kegiatan pelatihan, peserta dapat mengolah kubis menjadi olahan makanan berupa Kolgu (Kol Gulung) dan susu menjadi Nagetsu (Nugget Susu) sebagai menu inovasi makanan terbaru sekaligus dapat dijadikan produk oleh-oleh khas Batur. Tetapi diperlukan kegiatan lanjutan supaya olahan tersebut dapat dikembangkan untuk skala komersil. Dengan ini dapat menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.
Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Tangan sebagai Upaya Konservasi Lingkungan dan Pencegahan Penularan Virus Covid-19
Jurnal Abdimas Vol 26, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i2.40053
Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang mempunyai luas wilayah 153.425 Ha dengan jumlah Penduduk 9.259 jiwa (Januari, 2019). Kelurahan Sekaran menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk, perkembangan industri kafe dan warung, serta usaha kuliner yang melesat karena adanya kampus UNNES yang selalu meningkat jumlah mahasiswanya. Hal ini menguntungkan bagi perekonomian masyarakat, tetapi di sisi lain juga membawa dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu dampak negatif yang terjadi berupa bertambahnya volume limbah minyak goreng bekas (minyak jelantah). Ini terjadi karena masyarakat dan para pedagang membuang limbah minyak jelantah ke lingkungan. Di sisi lain, jika minyak jelantah ini dipakai berulang-ulang untuk memasak sehingga dapat mengakibatkan keracunan dalam tubuh. Oleh karena itu, perlu penanganan yang tepat dalam mengatasi permasalahan minyak jelantah dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomis. Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan berpedoman pada 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu melalui pelatihan dan pendampingan khususnya bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Sekaran melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bermanfaat untuk konservasi lingkungan yaitu mengatasi pencemaran akibat pembuangan minyak jelantah dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomis sabun cuci tangan cair yang ramah lingkungan sekaligus media protokol kesehatan untuk pencegahan penularan covid-19.
Pendampingan Guru dalam Mendesain Penelitian Tindakan Kelas Berbasis Teknologi Informasi Trello
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.35657
Penelitian Tindakan Kelas merupakan upaya perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan secara terus menerus. Selain itu, melaksanakan penelitian tindakan kelas merupakan salah satu aspek yang disyaratkan bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Namun, lebih dari 50% guru-guru di SMP 34 Kota Semarang belum memiliki pengalaman dalam mendesain dan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Mereka memerlukan pendampingan dalam merencanakan tindakan, melaksanakan rencana tindakan, melakukan evaluasi serta melaksanakn perbaikan rencana berikutnya. Pendampingan dilakukan secara hybrid melalui video conference berbantuan aplikasi Zoom dan pertemuan tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan kelas memerlukan dukungan penguasaan teknologi informasi, misalnya aplikasi Trello. Terlebih lagi, selama masa pandemic Covid-19 kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan secara daring. Data-data yang dibutuhkan guru baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi yang berupa data elektronik dapat dikelola dan dianalisis secara lebih mudah dan sistematis menggunakan aplikasi Trello. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama yaitu pendampingan desain penelitian tindakan kelas, pendampingan penggunaan aplikasi Trello, serta diseminasi dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh guru-guru SMP 34 Semarang dan mampu meningkatkan keterampilan guru-guru di SMP 34 Semarang dalam mendesain penelitian tindakan kelas dan memanfaatkan aplikasi teknologi informasi Trello untuk membantu pelaksanaan penelitian tindakan kelas.
Pendampingan Budi Daya Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) bagi Warga Purna Tugas Desa Prambanan Klaten
Jurnal Abdimas Vol 26, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v26i1.38321
Masih banyak warga yang kondisi sehat secara rohani dan jasmani dalam memasuki masa purna tugas. Budi daya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) menjadi salah satu cara mengembangkan potensinya. Berbudidaya jamur dapat mengurangi stress, disamping juga menambah nilai ekonomi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan pemula budidaya jamur tiram dengan tujuan memberi pengetahuan, ketrampilan, merencanakan, dan menindaklanjuti usaha tersebut di desa Prambanan Blimbing Kecamatan Karangnongko yang kondisinya sangat memungkinkan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, demonstrasi yang dilakukan oleh pemateri, serta praktek langsung cara-cara pembudidayaan jamur tiram. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah setelah peserta mengikuti pelatihan, mereka tertarik untuk membudidayakan jamur tiram setelah mengetahui hasil profit yang akan diperoleh. Di samping hal tersebut, peserta juga telah mengetahui trik-trik mengatasi masalah budidaya jamur tiram. Beberapa warga peserta pelatihan juga telah merancang tempat-tempat di wilayah di desa yang semula tidak digunakan namun dapat dimanfaatkan untuk wirausaha tersebut. Uji coba budidaya terbatas yang dilakukan telah memperoleh hasil setelah sebulan pendampingan. Simpulan: warga peserta yang mengikuti pelatihan tergugah dan tertarik untuk berwirausaha budidaya jamur tiram dengan mempertimbangkan profit yang akan diperoleh. Pelatihan dan pendampingan budidaya jamur tiram mampu membangkitkan semangat warga yang pension dengan penuh harapan.