cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
PENERAPAN IPTEK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK OLAHAN IKAN MENUJU PASAR EKSPOR Sunyoto Sunyoto; Atiek Zahrulianingdyah; Indah Anisykurlillah
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.15636

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi UKM Mitra yang bergerak di bidang usaha pengolahan ikan sehingg dapat bersaing di pasar ekspor, terutatama di kawasan Asean.   Terdapat dua mitra kegiatan, yaitu CV.  Home  Industri  Milkfish  New  Istichomah  (UKM  1)  dengan  produk  utama bandeng presto  dan UD. Ananda Jaya Industry (UKM 2) dengan produk utama ikan crispy. Permasalahan yang akan ditangani mencakup beberapa aspek, antara lain produksi/kuantitas, kualitas, kontinuitas, manajemen usaha, dan pemasaran. Pada tahun pertama kegiatan IbPE telah dihasilkan beberapa luaran terutama terkait aspek produksi, seperti panci presto LTHPC, tungku penggorengan, renovasi dapur/tempat produksi,  pelatihan  HACCP,  pengembangan  resep  baru,  dan  analisis  proksimat. Selain aspek produksi juga ditingkatkan aspek manajemen usaha dan pemasaran, antara lain melalui pelatihan ekspor, pendampingan manajemen usaha, mengikuti pameran, dan pembuatan web site. Melalui beberapa luaran pada tahun I diharapkan dapat dijadikan pondasi dalam pengembangan usaha dengan titik berat pemasaran produk ekspor pada tahun kedua.
PENINGKATAN KUANTITAS, KUALITAS DAN KONTINUITAS INDUSTRI KERTAS HANDMADE Widowati Widowati; Amin Retnoningsih; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti
Jurnal Abdimas Vol 21, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v21i1.10986

Abstract

Permasalahan industri kecil kertas handmade bersumber dari belum optimalnya kuantitas dan kualitas produk yang pada akhirnya berdampak pada kontinuitas. Produksi kertas ini dipengaruhi cuaca, keterbatasan bahan dan teknik pembuatan kertas handmade yang pada akhirnya mempengaruhi kontinuitas produk. Konsumen kertas handmade yang umumnya pengrajin juga menghendaki kertas yang bervariasi dalam pembuatan produk berbahan kertas. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan industri kecil untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kertas handmade serta produk berbahan kertas handmade. Implementasi ipteks dalam pembuatan kertas handmade menghasilkan 6 varian kertas yang dibuat dari bahan baku tunggal maupun campuran dari mendong, rumput, limbah kertas dan debog pisang dengan pewarnaan sintetis maupun alami dan corak menggunakan berbagai bentuk daun. Pemanfaatan alat potong yang bervariasi dan tajam juga telah menghasilkan 6 jenis paper box berbahan kertas handmade, termasuk bentuk yang cukup sulit dibuat seperti bulat, oval atau bentuk jantung. Pembuatan produk untuk jumlah tertentu telah dikuasai sehingga industri kecil mampu menerima pesanan dalam waktu relatif cepat sesuai kebutuhan konsumen.
BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SIMOLAP KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN TANAH KARO Rizal Aziz; Suswati Suswati; Asmah Indrawati
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i2.4713

Abstract

Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluas di Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yang dihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepada kelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkan briket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metoda yang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologi pembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tani jagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkan melalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.Kata kunci: limbah jagung, tongkol, Tigabinanga, kelompok tani, briket, bahan bakar alternatif
PEMBERDAYAAN GURU-GURU SD MELALUI PEMBIMBINGAN PENULISAN PROPOSAL PIPS (PTK) Arif Widagdo; A Zaenal Abidin; Isa Ansori; Tri Murtiningsih
Jurnal Abdimas Vol 14, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i2.31

Abstract

Pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah, yang selanjutnya disingkat PIPS atau yang biasa disebut dengan istilah penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu program pengembangan inovasi pembelajaran yang ditujukan untuk mengenali masalah pembelajaran, menemukan pemecahan masalah pembelajaran yang aktual dengan mengembangkan inovasi pembelajaran dalam konteks per sekolahan. Inovasi dapat berupa rekayasa, pengembangan baru, modifikasi, penggabungan, dan/atau penyesuaian komponen pembelajaran dengan kondisi setempat. Dalam kaitannya dengan masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran, maka guru dituntut memiliki kompetensi mengidentifikasi masalah-masalah tersebut, menyusunhipotesis, menentukan langkah-langkah ilmiah pemecahannya untuk menguji hipotesis dan mendapatkan solusi dari masalah tersebut. Langkah-langkah ilmiah tersebut disusun dalam suatu bentuk karya ilmiah yang disebut proposal penelitian. Proposal merupakan panduan bagi peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian, agar mendapatkan hasil yang empiris, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Permasalahan riil yang melatarbelakangi kegiatan ini yaitu belum banyak guru sekolah dasar (SD) yang memiliki keterampilan cukup untuk menyusun sebuah proposal dan laporan penelitian tindakan kelas yang standar. Tujuan kegiatan ini adalah (1) memberikan (sharing) pelatihan dan mendampingi guru-guru SD dalam membuat proposal penelitian PIPS secara tepat, dan (2) menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan guru-guru SD dalam membuat proposal penelitian PIPS secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk guru-guru SD di lingkup UPTD Pendidikan Dasar kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Peserta kegiatan berjumlah 50 guru. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan beberapa kali, yang dapat memberikan masukan dan manfaat, diantaranya yaitu: (1) guru-guru SD mendapatkan pelatihan dan bimbingan dalam membuat proposal penelitian PIPS secara intensif, dan (2) wawasan dan keterampilan guru-guru SD meningkat dalam membuat proposal penelitian PIPS. Kata Kunci: PIPS/PTK, Pelatihan, Guru-guru SD
INTRODUKSI TEKNOLOGI PRODUKSI KOMPOS DARI JERAMI PADI DAN VINASSE Happy Mulyani; Ifandari Ifandari; Rahmat Budi Nugroho
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.11684

Abstract

Jerami padi buangan aktivitas pertanian mitra I (Kelompok Tani Ngombakan II) utamanya baru dimanfaatkan dalam kondisi segar sebagai pakan ternak. Produksi 200 L pupuk organik cair  guna pemenuhan kebutuhan lahan pertanian di Desa Ngombakan tiap musim tanamnya yang hanya memerlukan 12,5% volume vinasse hasil buangan produksi alkohol mitra II (UKM Industri Alkohol Ngombakan) tiap harinya membuat pencemaran masih rawan terjadi. Kompos pun baru diproduksi oeh kedua mitra sebagai hasil samping produksi pupuk organik cair tersebut dengan kuantitas hanya 18,6 kg. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa introduksi teknologi produksi kompos dari jerami padi dan vinasse kepada kedua mitra tersebut sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pupuk organik berkualitas dan murah secara mandiri merupakan strategi efektif pemecahan masalah-masalah tersebut. Proses inttoduksi dilakukan menurut tahapan 1) introduksi alat (mesin pencacah jerami dan drum hidrolisis jerami padi), 2) sosialisasi kegiatan introduksi proses produksi kompos dari jerami padi dan vinasse, dan 3) demonstrasi dan praktik langsung proses produksi kompos dari jerami padi dan vinasse. Hasil kegiatan ini adalah kedua mitra secara bersinergi menjadi mampu melakukan produksi kompos yang berkualitas dari bahan baku jerami padi dan vinasse.
PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAHAN DESA BERBASIS TERTIB ADMINISTRASI DALAM MENINGKATKAN LAYANAN MASYARAKAT SEKECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG Jayusman Jayusman
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v15i2.9905

Abstract

Pengelolaan administrasi yang tertib akan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi yang sewaktu-waktu diperlukan. Akses informasi akan dapat tersaji dengan cepat dan tepat, apabila aparatur desa siap dan mempunyai kemampuan dalam menemukan kembali dokumen yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. Karena dokumen pemerintah atau arsip merupakan salah satu komponen esensial dalam mendukung kinerja pemerintahan desa. Dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah terus, aparat desa dituntut untuk mengelola administrasi dengan cepat dan rapi. Proses administrasi membawa konsekuensi terhadap pengarsipan, yang pada gilirannya bermuara pada pelayanan masyarakat. Setiap pemerintah desa mempunyai tanggung jawab dan kewajiban memberikan layanan publik yang prosesnya harus melalui administrasi desa. Proses administrasi membawa konsekuensi terhadap pengarsipan, yang pada gilirannya bermuara pada pelayanan masyarakat.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT DESA BANYUSIDI UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN 2 3 1 MELALUI AGRIBISNIS AYAM KAMPUNG Rina Dwiarti; Setyo Utomo; Nur Rasminati
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v20i2.8956

Abstract

Tujuan dari Program IbM di desa Banyusidi adalah meningkatkan kesejahteraan Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui usaha bisnisayam kampung secara semi intensif, dan peningkatan produktivitas ayam kampung melalui peningkatan manajemen produksi dan pemasaran. Program IbM di desa Banyusidi melibatkan dua kelompok mitra yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Pedukuhan Nglarangan dan KWT Larasati di Pedukuhan Dayugo. Dua kelompok mitra ini sebagian adalah masyarakat yang dikategorikan kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM). Metode yang digunakan adalah, pertama, metode pelatihan, yang ditujukan untuk memberikan motivasi usaha ayam kampung dan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembibitan dan memelihara ayamkampung, sistem perkandangan, manajemen usaha praktis agribisnis ayam, upaya pencegahan penyakit dan vaksinasi pada ayam kampung, kedua metode babonisasi yang dilakukan dengan mendistribusikan ayam babon kepada anggota KWT terpilih dengan ketentuan masuk kategori RTM, bersemangat untuk memelihara ayam kampung dan sanggup mengembalikan 2 ekor/induk yang diterima dengan umur ayam yang samapada saat menerima pada satu tahun kemudian, ketiga,metode diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan IbM ini ditunjukkan oleh meningkatnya motivasi warga untuk menjalankan usaha bisnis ayam kampung sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraaan RTM di desa Banyusidi.Pelatihan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan kualitas pengetahuan anggota KWT Larasati dan KWT Mekar Sari di desa Banyusidi untuk penanggulangan penyakit, cara pemeliharaan dan pemberian pakan, kemampuan melaksanakan vaksinasi secara berkala.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA MENGAJAR BIOLOGI DENGAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, INOVATIF, DAN MENYENANGKAN DI MGMP BIOLOGI KABUPATEN DEMAK Retno Sri Iswari
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.22

Abstract

Dari hasil observasi dan wawancara awal dengan para guru Biologi SMA di Kabupaten Demak, terasa bahwa para guru Biologi SMA sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi yang bermakna, sesuai dengan hakekat Biologi dan mendukung tercapainya makna KTSP. Para guru juga sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi dengan metode penemuan dan mengajarkan biologi dengan metode yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selama ini para guru merasa kesulitan bagaimana menyampaikan pembelajaran Biologi dengan metode penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Para guru beranggapan bahwa untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan harus dengan percobaan. Untuk percobaan butuh alat dan bahan, kedua sarana itulah yang tidak dapat dipenuhi oleh para guru. Sebenarnya untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif,  kreatif, inovatif dan menyenangkan tidak harus dengan eksperimen (percobaan) tetapi dapat juga dilakukan dengan metode yang lain seperti observasi, diskusi dan simulasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan pemahaman para guru Biologi SMA tentang pendekatan kontekstual, metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan; (2) meningkatkan ketrampilan para guru Biologi SMA menerjemahkan kurikulum Biologi ke dalam bentuk sillabi; (3) Meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA membuat rencana pembelajaran dari sillabi; (4) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA menggunakan alat peraga, alat percobaan dan lingkungan sebagai sumber belajar; dan (5) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA mengajar Biologi dengan pendekatan kontekstual menggunakan metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Sasaran utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru Biologi SMA di wilayah Kabupaten Demak baik negeri maupun swasta. Jumlah guru yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 37 orang guru. Ketigapuluh tujuh orang guru tersebut terdiri atas guru pengampu Biologi kelas X, XI dan XII. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2009 sampai 17 September 2009. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru Biologi SMA memperoleh pengetahuan tentang strategi Mengajar Biologi yang tepat dan metode Pembelajaran Biologi dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, cara pembuatan rencana dan pelaksanaan pembelajaran Biologi menggunakan metode Pembelajaran Aktif Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Diharapkan para guru Biologi SMA menyabarluaskan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mengajar dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan yang diperolehnya, di sekolah masing-masing sehingga benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi di Kabupaten Demak. Kata Kunci: Biologi, Pembelajaran
MEMBANGUN KEMANDIRIAN FINANCIAL ANAK PANTIASUHAN MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN yuyun isbanah; Achmad Kautsar; Prayudi Setiawan Prabowo
Jurnal Abdimas Vol 21, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v21i2.11419

Abstract

The purpose of entrepreneurship training is to increase intention, motivation, and entrepreneurship skills to the orphanage children. An Orphanage girl is selection as training objects because they need to have the skills to train their own souls. Entrepreneurship training is aim to training financial independence early on. Entrepreneurship training and making beads brooch located at Al-Chusnaini Sidoarjo  Orphanage, which followed by 34 participants consisting of young women and administrators of orphanages. The method of implementation is used two steps. The first step is entrepreneurship learning and the second step is the workshop of making beads brooch. This training goes as expected. The results of the questionnaire indicate that generally, the training is able to understand by the participants. Most of the participants thought that training were able to increase their skills, and there was an increase in entrepreneurship intention. Keywords: financial independence, orphanage, entrepreneur intention
PELATIHAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR RENANG CRAWL STROKE, BREAST STROKE, BUTTERFLY STROKE, BACK STROKE PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD Sungkowo Sungkowo; Kaswarganti Rahayu
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9793

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan melatih teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan pembelajaran renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat.Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tingkat kemampuan mengajar para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembelajaran teknik dasar renang Crawl Stroke, Breast Stroke, Butterfly Stroke, Back Stroke Pada Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kecematan Demak menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan mengajar renang mereka meningkat.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue