cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERVISI SETS
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 13, No 1 (2019): January (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v13i1.15154

Abstract

A research aimed to explore students’ science process skill of students in colloid concept through project based learning vision of SETS. This research involved 34 reseach subjects. Instrument used research is observation sheet and as supporting data student response questionnaire. The data obtained from observation sheets learning to know the science process skills developed by students and queationnaires were used to collect the students’ respond to learning. Student response questionnaire used to know student response to learning done. The data are analyzed descriptively. Results from this study showed that the students had all the indicators of science process skills a googd category with a percentage of 65.48%. Students give a positive response to learning because they feel more understanding, increase motivation and interest in learning. This is evidenced by 85% students of class XI IPA 1 SMA N 2 Purbalingga provide responses that fall into either category of learning that hs been done.
PROFIL KEMANDIRIAN DAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA PADA MATA KULIAH WAWASAN DAN KAJIAN MIPA MELALUI PEMBELAJARAN E-LEARNING
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 11, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v11i2.10608

Abstract

Perkembangan teknologi membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali juga berdampak pada bidang pendidikan dan pengajaran. Perubahan ini terutama terlihat dalam pemanfaatan teknologi internet dalam proses pembelajaran.Salah satunyadalam pembelajaran e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemandirian dan minat belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Wawasan dan Kajian MIPA melalui pembelajaran e-learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan instrumen berupa modul e-learning, lembar angket kemandirian, serta lembar angket minat mahasiswa. Modul e-learning yang digunakan berupa paket bahan pembelajaran lengkap selama satu semester atau enam belas kali pertemuan. Implementasi pembelajaran e-learning ini dilakukan di lingkungan Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Subjek penelitian yaitu mahasiswa semester 2 Pendidikan Kimia angkatan 2015 sebanyak 29 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian mahasiswa melalui pembelajaran ini sebesar 73,3% yang berada pada kategori baik (B), sedangkan minat belajar mahasiswa sebesar 84,3% yang berada pada kategori sangat baik (SB). Secara umum, minat mahasiswa lebih tinggi jika dibandingkan dengan kemandirian belajarnya. Oleh karena itu, peran dosen sebagai fasilitator tetap diperlukan dalam proses pembelajaran.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI SENYAWA HIDROKARBON SISWA SMAN 1 KALIWUNGU DENGAN METODE ”TUBA ASYIK”
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i2.4418

Abstract

The background of this study was the reality that the understanding of students in class X of SMAN 1 Kaliwungu about Hydrocarbon compounds is still very low. Learning method that has been done was the discussion of information and exercises. Students’ attention was initially 100%, but weakened after a such period and just when students did exercises, they seemed to lose of desire to learn. The change of teaching methods used was attempted by using the method  of Tuba Asyik, the method of peer tutor combined with the fun games. This action research consisted of two cycles, each of which had a step of plan-action-observation-reflection. The analysis used was a qualitative and quantitative analysis, while the validation of the data used was triangulation. The percentage of attendance of students in Cycle I and Cycle II was 100%. The number of students who are enthusiastic about taking on the learning process was 65% PreCycle, Cycle I was 90%, in Cycle II was 92.5%. Classical Thoroughness of Learning in Cycle I was 78% and that in Cycle II was 85%. These figures showed that Tuba Asyik method was an appropriate and effective mthod to improve student learning outcomes in hydrocarbon compound topic.Keywords: TUBA Asyik Method 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SISTEM JAWAB BERANTAI DAN MINAT SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i2.1278

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh model pembelajaran sistem jawabberantai dan minat siswa terhadap hasil belajar kimia pokok materi larutan penyanggapada siswa kelas XI SMA N 1 Brebes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XISMA Negeri 1 Brebes tahun ajaran 2008/2009. Pengambilan sampel menggunakan teknikcluster random sampling, yaitu diambil dua kelas sebagai kelompok eksperimen (kelas XIIPA 2) dan kelompok kontrol (kelas XI IPA 3). Variabel bebas dalam penelitian ini adalahmodel pembelajaran Sistem Jawab Berantai dan minat siswa, sedangkan variabel terikatnyaadalah hasil belajar kimia. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi,tes, observasi, angket dan dilanjutkan dengan analisis regresi ganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Sistem Jawab Berantai terhadaphasil dan minat belajar kimia pokok materi larutan penyangga pada siswa kelas XI SMA N 1Brebes. Guru hendaknya menggunakan model pembelajaran Sistem Jawab Berantai sebagaisalah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran kimiauntuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran kimia. Kata Kunci : sistem jawab berantai, minat siswa
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN KIT BERORIENTASI VISUAL, AUDITORY, KINESTHETICATTACHEDTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LARUTAN ASAM BAS
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2012): January 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v6i1.6522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas hasil belajar dan pembelajaran serta peningkatan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan kit berorientasi VAKA pada materi pokok larutan asam basa. Populasi bersifat normal dan homogen sehingga digunakan teknik cluster random sampling untuk memperoleh sampel. Efektivitas pembelajaran kimia menggunakan kit berorientasi VAKA sebesar 87.50% terhadap kognitif siswa. Uji Mann Whitney U Test memberikan hasil Zhitung (-12.37) -Z1abe1 (-1.966) yang berarti ada perbedaan tingkat kreativitas yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan kreativitas siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan kit berorientasi VAKA efektif terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa.The purpose of this study was to determine the effectiveness of teaching and learning outcomes as well as the increase in students' learning outcomes who experienced the kit-oriented Vaka learning acid-base solution topic. Population were normal and homogeneous so that cluster random sampling technique was used to obtain the sample. The effectiveness of learning chemistry using kit-oriented Vaka was 87.50% of the student's cognitive. The results of Mann Whitney U test gave Zeal (-12.37) -Z1ab1e (-1966) which means there was a significant difference difference of creativity levels between experimental and control class with creativity of experimental class was better than that of the control class. It can be concluded that learning using the kit oriented Vaka was effective towards students' learning outcomes and creativity.
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v2i1.1222

Abstract

Sebagian  siswa SMA Negeri  1  Temanggung merasa  kesulitan memahami materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Hal ini dapat diatasi apabila guru menerapkan model pembelajaran learning Cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model learning Cycle terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri  1  Temanggung  tahun  ajaran  2007/2008  yang  berjumlah  143  siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling diperoleh kelas XI  IPA-4  yang  berjumlah  36  siswa  sebagai  kelas  eksperimen  yang  pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle dan kelas XI IPA-3 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas control. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai post test rata-rata kelompok  eksperimen  73,79  dan  kelas  kontrol  65,28. Pengujian  terhadap  hipotesis diperoleh harga r11 = 0,53 dan  SE r11 x 1,961 = 0,30. Oleh karena harga r11 SE r11 x 1,961 dapat  disimpulkan bahwa ada  pengaruh penggunaan model  Learning  Cycle  terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Temanggung pada pokok materi kelarutan dan hasil  kali  kelarutan  tahun  ajaran  2007/  2008. Berdasarkan hasil  perhitungan koefi sien determinasi diperoleh pengaruh sebesar 28,38%.Kata Kunci: model learning cycle
APLIKASI MODEL JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MATERI pH LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v9i2.4819

Abstract

Dalam rangka meningkatkan keberhasilan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, perlu dilakukan inovasi dalam pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut adalah menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw. Pembelajaran dengan model Jigsaw merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan tim ahli, yaitu tim yang bertugas untuk membahas suatu konsep tertentu untuk dijelaskan kepada anggota kelompok semula. Model pembelajaran Jigsaw menuntut siswa untuk kreatif, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kelompoknya. Dalam penelitian ini, diamati bagaimana motivasi dan hasil belajar kimia siswa setelah mengalami pembelajaran dengan menggunakan model Jigsaw. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Pada setiap akhir siklus dilakukan tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Validasi data dilakukan oleh teman sejawat. Indikator kinerja pada penelitian ini adalah meningkatnya jumlah siswa yang mencapai KKM mata pelajaran kimia sekurang-kurangnya sebesar 72% secara klasikal pada akhir siklus I di kelas XI IPA3 SMA N 1 Pegandon. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan yakni dari 58,8% sebelum menggunakan model Jigsaw menjadi 61,8% setelah menggunakan model Jigsaw pada siklus I dan 73,5 % pada siklus II. Selain itu juga terdapat peningkatan motivasi siswa dalam belajar kimia yang diukur melalui observasi dan wawancara. In order to increase student success in achieving the expected competencies, need innovations in learning. One of them by using Jigsaw Learning Model. Learning with Jigsaw model is a model of learning which involves a team of experts, the team assigned to discuss a certain concept to be explained to members of the original group. Jigsaw learning model requires students to be creative, have high curiosity as well as having responsibility for himself and his group. In this study, it was observed how the chemistry motivation and learning outcomes of students after studied by using Jigsaw model. This study consisted of two cycles. At the end of every cycle carried out tests to determine the level of student understanding. Validation of data is conducted by peer review. The performance indicators in this study is the increasing number of students who reach minimum critreria achievement (KKM) on chemistry subjects of at least 72% in the classical style at the end of the first cycle in class XI IPA3 SMA N 1 Pegandon. Results showed that students who achieve the KKM has increased from 58.8% before using Jigsaw model became 61.8% after using Jigsaw model in the first cycle and 73.5% in the second cycle. Also there is an increase in students' motivation to learn chemistry as measured through observation and interviews.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBANTUAN STUDY CARD
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v11i1.9711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbantuan study card di SMA Negeri 1 Kudus. Pembelajaran ini melibatkan aktivitas siswa meliputi konstruktivisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya. Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama 3 siklus. Metode pengumpulan data berupa tes kognitif berupa pilhan ganda, lembar observasi, dokumentasi dan angket. Peningkatan motivasi diukur melalui angket. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, secara klasikal ketuntasan belajar kognitif siswa pada siklus I, II dan III adalah 29,412%, 50% dan 73,529%. Hasil aktivitas siswa saat pembelajaran dari siklus I, II, dan III adalah 52,921%, 88,235% dan 100% dengan kriteria baik. Hasil belajar sikap siswa saat pembelajaran pada siklus I, II, dan III adalah 47,059%, 64,706% dan 100% dengan kriteria baik. Hasil peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I, II, dan III adalah 44,118%, 64,706% dan 82,535%. Analisis data menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar kognitif, aktivitas, sikap, dan motivasi belajar siswa. Tanggapan siswa terhadap pembelajaranyang diterapkanmateri reaksi redoks mendapatkan tanggapan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbantuan study card dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Kudus.
PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i1.4409

Abstract

This study was motivated by the lack of student learning outcomes and involvement of the student in class XI of High School in Kudus especially on solubility and solubility results subject. Think pair share learning model based on creative problem solving was applied to overcome these problems. This study aimed to determine the improvement of student learning outcomes. The experiment was conducted on an experimental basis, with the entire population  of high school students of class XI. Sampling was done by using cluster random sampling, so then obtained XI IPA 3 class as the experimental class and XI IPA 1 class as the control class. The data of increasing students' cognitive learning outcomes derived from the test multiple choice questions, while the data psychomotor and affective learning outcomes of students were from the observation sheet. The result of data analysis showed an increase in learning outcomes and student activity. In addition, an increase in cognitive learning outcomes classical achieved completeness. It can be concluded that the application of the think pair share learning model based on creative problem solving can improve student learning outcomes.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS QUESTION STUDENT HAVE DENGAN BANTUAN CHEMO-EDUTAINMENT MEDIA KEY RELATION CHART TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i1.1269

Abstract

Metode pembelajaran ceramah yang umum dilakukan oleh guru membuat siswamerasa bosan dan jenuh. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang tepatagar siswa merasa tertarik dan termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah pembelajaran berbasis Question Student Have (QSH) dengan bantuanChemo-Edutainment (CET) media key relation chart efektif terhadap hasil belajar siswa.Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA N 1 Kedungwuni kecuali kelas X1tahun ajaran 2008/2009 Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X7 sebagai kelaseksperimen dan kelas X6 sebagai kelas kontrol. Teknik pemilihannya dengan cluster randomsampling. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah dokumentasi, tes danangket. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 72 sedangkankelas kontrol 61. Hasil analisis data menunjukkan adanya keefektifan pembelajaran berbasisQuestion Student Have (QSH) dengan bantuan Chemo-Edutainment (CET) media keyrelation chart terhadap hasil belajar siswa pokok bahasan hidrokarbon dan minyak bumi. Halini dapat ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar dengan peningkatan kelompok kontroltidak lebih baik dari eksperimen yaitu masing-masing sebesar 37 dan 46. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa Question Student Have (QSH) dengan bantuan Chemo-Edutainment (CET) media key relation chart efektif terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. Kata Kunci: question student have, media key relation chart

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue