cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
The Role of Organizational Citizenship Behavior as a Mediator in the Relationship between Job Satisfaction and Turnover Intentions
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i1.20111

Abstract

This study was conducted to investigate the mediating effect of organizational citizenship behavior (OCB) in the relationship between job satisfaction turnover intentions. Drawing on social exchange theory, it is expected that individuals with high job satisfaction, indicated by positive emotions towards aspects of work, will show high levels of OCB by helping their coworkers and the organization, and in turn show low turnover intentions. Data were taken from teachers in an International School in Jakarta (N = 80). Result showed that OCB was found to fully mediate the relationship between job satisfaction and turnover intentions, indicating that all variance of job satisfaction was translated into turnover intentions via OCB. Theoretical and practical implications were further discussed. 
POLA ASUH KERAS PADA AYAH DARI ANAK USIA DINI: STUDI DESKRIPTIF
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i1.8551

Abstract

Kasus kekerasan kepada anak yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur terbilang tidak sedikit. Perilaku ini banyak dipengaruhi oleh pola asuh yang bertumpu pada pemberian hukuman terutama oleh ayah. Pola asuh keras adalah bentuk pola asuh yang saat bentuk agresi dari orang tua ke anak yang bertujuan untuk menghukum perilaku anak, juga menyebabkan anak mengalami rasa sakit atau tidak nyaman. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola asuh keras dari ayah di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Partisipan penelitian adalah 159 orang ayah yang memiliki anak usia dini. Data dijabarkan secara deskriptif dan ditabulasi silang dengan data demografik. Hasil penelitian menunjukkan ayah di Kota Kupang memiliki perilaku terkait pola asuh keras yang berada dalam tingkatan sedang dari lima tingkatan dengan persentase 36,47%. Beberapa pola sebaran data dijelaskan di penelitian ini. Keadaan Kota Kupang yang sedang diprogramkan untuk menjadi Kota Layak Anak membuat kesadaran orangtua terutama ayah semakin bertambah untuk menjauhi pola asuh keras yang dapat berujung ke kekerasan pada anak usia dini.Child violence cases happened in East Nusa Tenggara province are more than just a few. These behaviours are influenced by parenting that relies on punishment especially from father. Harsh parenting is a form of parenting when an agression from parent to child that has objective of punishing child’s behaviour, also resulted in pain and discomfort in the child. This study’s objective was to describe the pattern of harsh parenting from fathers in Kupang City. Method used was quantitative descriptive with accidental sampling as the sampling technique. Participants were 159 fathers who have young child. Data were descriptively briefed and cross tabulated with demographic factors. The results showed that fathers in Kupang City have moderate level of harsh parenting from total five levels, with percentage of 36,47%. Some data distribution’s patterns were explained in this research. Kupang City as a city that is being programmed as a child-friendly city made parents’ awareness especially fathers to increase, in order to avoid harsh parenting practices that could leads to violence to young children.
Kajian Psikologi Konservasi untuk Pengembangan SDM melalui Program Go Green (Studi Kasus Pada Mahasiswa Penghuni Rusunawa UNNES)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i1.20121

Abstract

Unnes adalah kampus konservasi yang menjunjung prinsip-prinsip konservasi atau pelestarian alam dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan psikologi konservasi dalam pengembangan SDM di UNNES. Dalam perspektif psikologi konservasi, ada pertemuan antara nilai pelestarian alam dan komitmen untuk memajukan kesejahteraan mental dan perilaku manusia. Mengingat peran aktif dan keterlibatan mahasiswa dalam program-program konservasi, penelitian ini menyorot mahasiswa sebagai SDM yang penting untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya studi kasus dengan populasi mahasiswa penghuni rusunawa Unnes dan sampel sebanyak 30 mahasiswa. Data diperoleh dengan teknik wawancara dan dianalisis secara tematik. Untuk memperole kredibiltas data, penulis menggunakan triangulasi. Dengan menerapkan konsep psikologi konservasi pada mahasiswa penghuni rusunawa Unnes dengan program innovasi Go Green, hasil riset ini mengkonfirmasi bahwa pilar-pilar konservasi yang dicetuskan mampu membuat komitmen perilaku yang lebih simpatik terhadap pelestarian alam, atau berpengaruh ke aspek psikologis.UNNES is a conservation university that upholds the principles of natural and cultural conservation. This research aims to study the application of conservation psychology in developing human resources in UNNES. In the perspective of conservation psychology, there is an intersection between the values of natural conservation and the commitment to nurture mental health, well-being and human behaviors. Given the active on-going contribution of conservation programmes. This descriptive qualitative research by studying the case of students staying at Unnes boarding house as its population, with a sample of 30 students. Data is collected through interviews and is analyzed thematically. To obtain data credibility, authors use triangulation. By implementing conservation psychology on the students staying at Unnes boarding house, this study confirms that the pillars of conservation proposed by Unnes have been able to render the students more committed in taking care of their environment, and/or influencing their psychological aspects.
Perilaku Judi Kupon Togel Pada Remaja Desa Sukorejo Kabupaten Kendal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13316

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengaetahui:perilaku judi kupon togel yang dilakukan remaja desa sukorejo kabupaten kendal dan faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya perilaku judi kupon togel pada remaja desa Sukorejo, kabupaten Kendal. Pendekatam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola perilaku judi kupon togel memberikan banyak dampak negatif terhadap para pelakunya dalam hal ini adalah Remaja, dampak negatif berupa perubahan perilaku pada Remaja, seperti menjadi malas belajar, sering membolos sekolah, menjadi sering berbohong, melakukan tindakan kriminal yaitu mencuri uang.. Munculnya perilaku judi kupon togel ini juga di perngaruhi oleh beberapa faktor yaitu, Faktor psikologis, meliputi ketertarikan pada judi kupon togel sebelum adanya pengaruh dari lingkungan dan anggapan bahwa bermain judi togel merupakan alat untuk menyesuaikan diri dengan komunitasnya yang juga bermain judi togel. Faktor biologis, meliputi kebutuhan akan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Faktor lingkungan, meliputi pengaruh dari teman-teman subjek dan meniru perilaku judi kupon togel yang dilakukan orang tua, Kata Kunci : Perilaku Judi, Kupon Togel, Remaja   Abstract. The purpose of this study was to investigate togel coupon gambling behavior that adolescents do and the factors underlying the emergence of gambling behavior in adolescents coupon toggle Sukorejo village, district Kendal. Reseach method uses a descriptive qualitative research with  triangulation technique as a validity. Data collection using interview techniques. The results showed that the pattern of gambling behavior coupons toggle provide plenty of negative impact on the perpetrators in this case is the Young, the negative impact of a change in behavior in Adolescents, such as being a lazy learning, often skipped school, became frequent lying, committing a crime that is stealing money. . The advent of gambling behavior toggle coupon is also influenced by several factors: psychological factors, including interest in gambling coupons toggle before the influence of the environment and the notion that playing gambling toggle is a tool to adjust to the community is also playing gambling toggle. Biological factors, including the need for money to meet their daily needs. Environmental factors, including the influence of friends and the subject of gambling coupons toggle mimic the behavior of the parents.
Hubungan Perlakuan Diskriminasi Masyarakat Dengan Penerimaan Diri Transseksual Di Kota Semarang
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11611

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan perlakuan diskriminasi masyarakat dengan penerimaan diri transseksual di Kota Semarang. Hasil uji korelasi, diketahui bahwa koefisien korelasi (r) perlakuan diskriminasi dengan penerimaan diri sebesar 0,498 dengan taraf signifikan (p) 0,004 dimana p 0,05. Hal tersebut menunjukan bahwa hipotesis diterima. Hasil perhitungan F sebesar 5,793 dengan p = 0,053. Nilai p0,05, karena p0,05 maka pola hubungan antara perlakuan diskriminasi dengan penerimaan diri tidak linier. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hanya terdapat hubungan antara kedua variabel dan tidak ditemukan hasil yang menunjukkan jika variabel perlakuan diskriminasi dapat mempengaruhi variabel penerimaan diri.Kata Kunci: Diskriminasi, Penerimaan Diri, Transseksual Abstract. This study is a quantitative correlation which aims to determine how the relationship of discrimination with self-acceptance transsexual community in the city of Semarang. Korelari test results, it is known that the correlation coefficient (r) with self-acceptance discrimination of 0.498 with a significance level (p) 0.004 where p 0.05. It shows that the hypothesis is accepted. The results of the calculation of F of 5.793 with p = 0.053. P-value 0.05, since p 0.05 then the pattern of relationship between discrimination with self-acceptance is not linear. These results indicate that there is a relationship between only two variabels and found no results which indicate if the variabel discrimination can affect self-acceptance variabels.Keywords: Discrimination, Self Acceptance, Transsexual 
Peran Obsessive Passion Sebagai Mediator Dalam Hubungan Antara Tuntutan Pekerjaan Dan Kesejahteraan Psikologis Di Tempat Kerja
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i3.18809

Abstract

Abstrak. Fenomena terkait rendahnya kesejahteraan psikologis karyawan seringkali dijumpai di tempat kerja. Faktor eksternal yang memengaruhi kesejahteraan psikologis di tempat kerja, salah satunya adalah tuntutan pekerjaan. Penelitian ini ingin melihat peran obsessive passion sebagai mediasi hubungan antara tuntutan pekerjaan dan kesejahteraan psikologis di tempat kerja pada karyawan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner self-report. Partisipan penelitian berjumlah 217 karyawan bank BUMN dengan karakteristik minimal bekerja 1 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Dalam penelitian menggunakan instrumen penelitian diantaranya Kesejahteraan Psikologis di Tempat Kerja (2012) untuk mengukur kesejahteraan psikologis di tempat kerja, Questionnaire on The Experience and Evaluation of the Work Scale dan Technology Acceptance Model (2017) untuk mengukur tuntutan pekerjaan, selain itu digunakan instrumen Passion Scale (2003) untuk mengukur obsessive passion. Untuk menguji hipotesis menggunakan teknik analisis Process Macro for SPSS yang dikembangkan oleh Hayes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan pekerjaan tidak secara signifikan memiliki hubungan dengan kesejahteraan psikologis di tempat kerja (b = - .044, p .05), dan tuntutan pekerjaan berpengaruh secara negatif pada obsessive passion (b= - 1.96, p .05). Selain itu, obsessive passion berpengaruh secara negatif dengan kesejahteraan psikologis di tempat kerja (b= - .192, p .01). Penelitian ini juga menemukan peran obsessive passion memediasi hubungan antara tuntutan pekerjaan dan kesejahteraan psikologis di tempat kerja (b= - .082, p .05). Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis di Tempat Kerja, Obsessive Passion, Tuntutan PekerjaanAbstract. The phenomenon related to the low psychological well-being of employees is often found in the workplace. External factors that influence psychological well-being at work, one of which is job demands. This research was conducted to find the role of obsessive passion as a mediator in the relationship between job demands and psychological well-being at work. Data collection was done by using self-report questionnaires. Research participants were 217 state-owned enterprises bank employees with a minimum requirement of a year working experience in that respective workplace. The method of data collection was accidental sampling. Research instruments, namely Psychological Well-Being at Work (2012) was used to measure psychological well-being at work, Questionnaire on The Experience and Evaluation of the Work and Technology Acceptance Model (2017) to measure job demands, as well as Passion Scale (2003) to measure obsessive passion. Hypothesis was tested and analyzed using Process Macro for SPSS which was developed by Hayes. The result shows that job demands are not significantly related to psychological well-being at wok (b = - .044, p0.05), and job demands negatively affect the obsessive passion (b= - 1.96, p0.05). In addition, obsessive passion negatively affects psychological well-being at work (b= - .192, p .01). Further, this finding also described the role of obsessive passion mediates the relationship between job demands and psychological well-being at work (b= - .082, p .05).Keywords: Job Demands, Obsessive Passion, Psychological Well-being at Work
ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI PENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA STRATA SATU FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG ANGKATAN 2001 DAN 2002
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 1, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v1i1.8891

Abstract

Perilaku prokrastinasi penyelesaian skripsi nampaknya dilakukan oleh mahasiswa strata 1 FIP UNNES angkatan 2001 dan 2002. Fenomena ini tentunya harus segera diatasi mengingat efek buruk dari prokrastinasi yang tidak hanya dialami oleh pelaku sendiri, tapi juga jurusan dan pemerintah. Langkah pertama untuk mengatasi fenomena ini adalah menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya prokrastinasi. Melihat fenomena tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyabab prokrastinasi penyelesaian skripsi pada mahasiswa S1 FIP UNNES angkatan 2001 dan 2002. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan total sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 63 orang. Pada saat pelaksanaan penelitian ternyata hanya terkumpul data dari 55 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala prokrastinasi penyelesaian skripsi. Analisis data dilakukan dengan persentase. Penelitian ini menemukan bahwa faktor eksternal lebih mempengaruhi perilaku prokrastinasi penyelesaian skripsi. Sub faktor yang paling menyebabkan perilaku prokrastinasi penyelesaian skripsi dari faktor eksternal adalah kontrol lingkungan rendah, disusul banyak tugas, kurang informasi tentang tugas, kurang tersedia alat, dan kemampuan yang dimiliki diragukan orang. Sedangkan, sub faktor dari faktor internal yang paling menyebabkan perilaku prokrastinasi adalah relaxted type, disusul learned helpleness, tense afraid type, pasif, locus of kontrol external. Berdasarkan simpulan di atas maka disarankan bagi mahasiswa berkepribadian tense afraid type untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan dengan mengubah sudut pandang masalah. Mahasiswa dengan tipe pasif disarankan untuk lebih asertif. Mahasiswa berkepribadian relaxted type disarankan untuk mencari teman yang rajin melakukan bimbingan. Mahasiswa dengan leamed helpleness disarankan untuk mengamati gaya bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa dengan locus of control external disarankan mengubah persepsi akan hasil. Dosen pembimbing hendaknya mampu memberikan motivasi agar pengerjaan skripsi bisa menjadi pengalaman menarik. Jurusan disarankan agar mampu mengoptimalkan peran sebagai pengontrol yang baik. 
Reality Not Imagination: Konseling Reality Therapy Membantu Penyesuaian Akademik
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.20374

Abstract

Iklim akademik di perguruan tinggi menuntut mahasiswa memiliki penyesuaian diri yang mumpuni. Namun, tidak menutup kemungkinan terdapat mahasiswa yang kurang adaptif sehingga memengaruhi pencapaian prestasi akademiknya. Konseling dengan pendekatan reality therapy dapat digunakan untuk membantu mahasiswa menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling dengan pendekatan reality therapy dalam meningkatkan penyesuaian akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode single case experimental design dengan perlakuan berupa pemberian konseling dengan pendekatan reality therapy terhadap seorang mahasiswa semester 5 yang mengalami hambatan penyesuaian akademik. Instrumen penelitian berupa skala penyesuaian akademik. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggambarkan perubahan yang dialami subjek sebelum dan setelah mengikuti konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami peningkatan penyesuaian akademik setelah diberikan konseling dengan pendekatan reality therapy. Subjek mengalami kemajuan dalam memetakan target perkuliahan dan mampu menunjukkan kegigihan dalam meningkatkan penyesuaian akademik.Academic climate in Higher Education requires students to have a good adaptation, but it does not rule out the possibility that there are students who are less adaptive and thus affect their academic achievement. Counseling with the reality therapy approach can be used to help students become more responsible individuals. This study aims to determine the effectiveness of counseling with the reality therapy approach in improving student academic adjustment. This study used a single case experimental design method with the treatment in the form of giving counseling with a reality therapy approach to a 5th semester student who experiences obstacles in academic adjustment. The research instrument is an academic adjustment scale. Data was analyzed descriptively by describing the changes experienced by the subject before and after taking counseling. The results showed that subjects experienced an increase in academic adjustment after being given counseling with the reality therapy approach. Subject made progress in mapping the target lectures and were able to show persistence in improving academic adjustment.
PERBEDAAN MOTIF AFILIASI PADA REMAJA PENGGUNA FACEBOOK DITINJ AU DARI JENIS KELAMIN
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13348

Abstract

Abstrak. Penelitian ini beitujuan untuk menguji secara empiris perbedaan motif afiliasi pada remaja pengguna facebook ditinjau dari jenis kelamin. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan motif afiliasi antara laki-laki dan perempuan pengguna facebook. Motif afiliasi remaja perempuan pengguna facebook lebih kuat dari pada remaja laki-laki. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa Universitas Semarang, yang terbagi atas 50 mahasiswa perempuan dan 50 mahasiswa laki-laki. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tekmk incidental sampling.Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Skala Motif Affiliasi pada Remaja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan motif afiliasi antara remaja laki-laki dan remaja perempuan pengguna facebook. Motif afiliasi remaja perempuan pengguna facebook lebih kuat dari pada laki-Iaki, yang ditunjukkan dengan nilai Uji-t = 5,073 p = 0,000 (p 0, 01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kata kunci : jenis kelamin, motif afiliasi pada remaja
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS PADA REMAJA SMKN 10 SEMARANG
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11601

Abstract

Abstract. Truant behavior is a form of teenager delinquency which is status offenses. This type of delinquency, it is a non-criminal delinquency type, but it has a quite big negative impact on teenagers. One of the factors that causing truant behavior is due to the influence of peer environment. This research aims to find out how much peers conformity influence teenagers’ truant behavior in SMKN 10 Semarang. This research is a quantitative research using regression analysis technique. Sample taking using the purposive sampling technique. The samples in this research are 233 students. Measuring instruments in this research used two scales that are peers conformity scale and truant behavior scale. The research result shows that the correlation coef icient (R) between peers conformity on teenagers’ truant behavior amounted to 0. 0,591 with a determination coef icient (R Square) of 0.349 and F count equal to 123,848 with a significance level of 0.00 0.05, it indicates that the variable peers conformity has a significant positive ef ect on the variable of truant behavior by 34,9% while the rest is influenced by other factors. The higher the influence of peers conformity, then the higher the teenagers’ truant behavior of SMKN 10 Semarang, conversely, the lower the influence of peers conformity, then the lower the teenagers’ truant behavior of SMKN 10 Semarang. Peers conformity is in the middle category with the most contributing aspect is the normative influence aspect. Truant behavior is in the low category with the most contributing aspect is the absent from school for a full day aspect.