cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Prigi di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Tsalits Atana Haryadi; Joni Purwohandoyo
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i1.11249

Abstract

Kawasan Wisata Pantai Prigi merupakan salah satu pantai yang menjadi sasaran pengembangan wisata bagi pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pengembangan wisata alam yang rentan terhadap adanya penurunan atau perubahan kualitas lingkungan memerlukan perencanaan pengembangan pariwisata yang sesuai dengan kapasitas ekosistem wisata atau daya dukung kawasan wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan zonasi kawasan wisata berdasarkan kenyamanan fisiologis dengan besaran daya dukung wisata serta implikasinya terhadap wisatawan di kawasan wisata Pantai Prigi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui olah data sekunder laporan iklim harian BMKG, olah data sekunder jumlah kunjungan wisatawan Pantai Prigi, olah data primer pengukuran iklim harian di kawasan wisata Pantai Prigi, dan hasil kuesioner terhadap 145 wisatawan Pantai Prigi. Penelitian ini menunjukkan hasil akhir besaran daya dukung kawasan wisata Pantai Prigi sebanyak 390 wisatawan/hari yang menandakan kawasan wisata Pantai Prigi tergolong aman dan terkendali apabila dibandingkan dengan data jumlah kunjungan wisatawan di Pantai Prigi pada tahun 2011-2016. Zonasi kawasan wisata berada di luar zona optimum, tepatnya pada zona heat dan stress berdasarkan kenyamanan fisiologis. Zona ini memiliki suhu udara antara 20-32°C dan kelembaban udara lebih besar dari 55%. Besaran daya dukung dan zonasi kenyamanan fisiologis berimplikasi pada wisatawan, baik dalam hal jumlah, frekuensi kunjungan maupun dalam pemilihan aktivitas wisata.
AGIHAN DAN KESESUAIAN MEDAN UNTUK PERMUKIMAN (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI KECAMATAN TUGU DAN NGALIYAN KOTA SEMARANG) - Sriyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i1.112

Abstract

Satuan medan sebagai satuan analisis dibuat berdasarkan hasil tumpang-susun (overlay) antara peta geomorfologi, geologi, kelas lereng dan tanah. Metode survei dilakukan pada satuan medan terpilih berdasarkan pada tanah yang sama, sedangkan karakteristik fisik selengkapnya dianalisis berdasarkan variabel pada satuan medan lainnya, seperti : bentuklahan, batuan dan kemiringan lereng. Parameter kesesuaian medan untuk permukiman di daerah penelitian, telah ditentukan sebanyak 17 variabel, yakni meliputi : kemiringan lereng, daya dukung tanah, aktivitas lempung, panjang pengerutan tanah, indeks plastisitas, tekstur, indurasi batuan, indeks keausan batuan, bahan kasar, drainase permukaan, permeabilitas, tahan geser tanah, erosi, kerapatan alur, kedalaman alur, air tanah dan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) di daerah penelitian hanya terdapat dua variasi kualitas medan yang tercermin pada kesesuaian medan kelas sedang (SD) yang teragihkan pada areal seluas 54,0524 km2 (72,33 %) dan kelas buruk (BR) teragihkan pada areal seluas 20,6822 km2 (27,67 %), (b) lokasi perumahan umumnya terdapat pada satuan medan dengan kelas sedang (SD) mencakup wilayah seluas 354 ha atau 79,37 % dari seluruh lokasi perumahan di daerah penelitian. Kata kunci : satuan medan, evaluasi medan, kesesuaian medan permukiman
PENINGKATAN KETAHANAN TERHADAP RISIKO BENCANA MELALUI PENDIDIKAN KONSERVASI LAHAN BERBASIS MASYARAKAT DI DATARAN TINGGI DIENG Ariyani Indrayati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v10i2.8059

Abstract

The most important hazard problem at Dieng Plateu Region is land slide that giveintensive risk to the people especially who stay in the low land of the hilly land. Atthe other hand, land degradation happend very intensive and decreasing landfertility. It’s happend because of land erotion and over intensive using ofchemistry product such as chemistry pestiside and fertilizar. That problem ismore seriously because the people do not understand or do not aware about landconservation. Awareness to land conservation have many purpose, in short timecan increasing land degradation, and in long time it’s means investation ineconomic meaning because of the sustainable land. The outcome of conservationawareness is ability to facing risk disaster. This research give the optionalconservation model based on community that have multi purposed, not onlyincreasing land quality but also stronger the community building to facing thedisaster risk.
PERANAN WANITA DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL (STUDI KASUS TENTANG POLA RUANG BELANJA WANITA DI DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG) Ariyani Indrayati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i2.80

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran wanita dalam pemberdayaan ekonomi lokal, dengan tekanan pada studi ruang belanja wanita. Penelitian bersifat deskriptif-eksploratif, dengan menggunakan metode survei. Ruang lingkup kajian terdiri dari empat aspek, yaitu : (1) karakteristik sosial ekonomi wanita, (2) peran wanita dalam mengatur pengeluaran keluarga, (3) pola orientasi ruang belanja wanita, dan (4) faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi ruang belanja. Penelitian dilakukan terhadap wanita rumah tangga di kompleks perumahan di daerah pinggiran kota Semarang dengan mengambil 3 sampel strata perumahan berdasarkan tingkat ekonomi masyarakatnya, yaitu Perumahan Puri Sartika, Trangkil Sejahtera, dan Palm Hill. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosial ekonomi wanita rumah tangga di pinggiran kota memiliki modal dasar dan potensi besar bagi pemberdayaan ekonomi lokal, ditandai tingkat pendidikan, penghasilan dan pengeluaran yang tinggi. Wanita juga memiliki peran penting dan dominan dibanding pria dalam mengatur pengeluaran keluarga (60%). Selanjutnya dari aspek 10 jenis kebutuhan belanja, wanita memegang peran dominan lebih dari 50%. Potensi ekonomi yang besar dan peran wanita yang dominan tersebut ternyata kurang banyak memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi lokal. Hal ini disebabkan sebagian besar wanita membelanjakan uang atau pengeluarannya di kota Semarang (70%) dan hanya 30,28% yang berputar di wilayah lokal, tempat perumahan berada dan sekitarnya. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, penghasilan, pengeluaran, lokasi sekolah, lokasi kerja, dan jenis kebutuhan. Selain itu karena harga murah, barang lengkap dan berkualitas, serta kesamaan tempat kerja atau sekolah. Hasil analisis komparasi antar strata perumahan terhadap pola ruang belanja menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Semakin tinggi strata perumahan, semakin jauh ruang belanjanya. Dengan kata lain dampak terhadap upaya pemberdayaan ekonomi lokal semakin kecil. Hasil studi merekomendasikan : (1) Pengembangan perumahan kelas menengah ke bawah di pinggiran kota lebih disarankan dibanding dengan perumahan mewah. (2) penjelasan kontinyu dan intensif tentang peran wanita dalam pengembangan ekonomi lokal. (3) pengembangan wilayah pinggiran kota secara terpadu, khususnya dengan kota utama. (4) sarana dan prasarana ekonomi; (5) integrasi sosial dan ekonomi, (6) riset terpadu wilayah pinggiran kota. Kata kunci : Peranan wanita, pemberdayaan lokal, pola ruang
POLA PERSEBARAN OUTLET AIR MINUM ISI ULANG DI KABUPATEN SEMARANG Puji Hardati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i1.8015

Abstract

The need for drinking water is increasing, along with the total population, while the presence of waterresources for drinking increasingly limited. This study aims to explain the pattern of distribution of drinkingwater refill outlets . Data analysis using descriptive method, served with tables and figures. In Semarangregency, in 2005 there were forty outlets refill drinking water, increased approximately doubled over the lastten years. increased almost doubled over the last tens years. The existence OAMIU located in severalvillages/wards, formed a pattern of random distribution, related to the accessibility of the area andpopulation agglomeration. Ungaran Barat subdistrict, became one of the areas that have the most numberOAMIU, such as central government, social, and economic population. The location strategy, where thehighway leading to the city of Yogyakarta, Solo (Surakarta) from Semarang (Joglosemar).
SIFAT FISIK TANAH DAN KEMAMPUAN TANAH MERESAPKAN AIR PADA LAHAN HUTAN, SAWAH, DAN PERMUKIMAN Dewi Liesnoor Setyowati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.103

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dari hutan atau perkebunan menjadi lahan pertanian maupun permukiman akan menurunkan fungsi tanah. Tanah merupakan media untuk pertumbuhan vegetasi, terdapat hubungan erat antara komponen tanah, air, dan vegetasi. Bagaimanar kemampuan tanah meresapkan air pada beberapa vegetasi dan tipe penggunaan lahan? Penelitian dilakukan di DAS Kreo Semarang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling pada berbagai tipe penggunaan lahan meliputi hutan, kebun campuran, permukiman, sawah, dan rumput. Pengambilan sampel tanah dalam bentuk sampel tanah terusik dan tanah tidak terusik. Sifat fisik tanah pada hutan memiliki nilai BO dan permeabilitas paling tinggi, kebun campuran memiliki nilai rata-rata kadar air dan BV paling tinggi, sedangkan pada lahan sawah memiliki nilai paling tinggi untuk porositas dan BJ. Pada lahan permukiman dan rumput mempunyai nilai sedang hingga rendah, dengan kelas permeabilitas sedang hingga lambat. Kemampuan tanah meresapkan air diukur dari nilai kapasitas infiltrasi, pada lahan hutan lebih cepat dibandingkan dengan lahan kebun campuran dan sawah. Rata-rata nilai kemampuan potensial sementara tanah menahan air hujan dan aliran permukaan di DAS Kreo sebesar 0,094 m. Nilai ini menunjukkan bahwa keberadaan tanah dalam menahan air di DAS Kreo masih baik. Sifat tanah seperti tekstur, BO, kadar air, dan permeabilitas tanah sangat mendukung dalam meresapkan air ke dalam tanah. Kata Kunci: sifat fisik tanah, kemampuan tanah meresapkan air
PEMODELAN SPASIAL KERENTANAN WILAYAH TERHADAP PENYAKIT LEPTOSPIROSIS BERBASIS EKOLOGI Prima Widayani; Dyah Kusuma
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i1.8041

Abstract

Leptospirosis is an acute infectious disease that can infect humans and animalscaused by leptospira bacteria and classified as zoonotic pathogens. Outbreaks ofthe disease within a few years has been attacking people in Bantul. In the period2009 to March 2013 there have been 394 cases, based on these facts it isnecessary to mapping disease susceptibility regions to leptospirosis in order todetermine priority areas of treatment and prevention. Spatial pattern analysis ofspread of the disease leptospirosis is done by using a method Nearest NeighborDistance Average. Modelling the ecological mapping units using remote sensingdata to tap environmental data such as land use, soil texture, stream buffers, andthe buffers settlement with the visual interpretation method. Index models areused to create vulnerability models of leptospirosis disease. To test the accuracyof the data model is used the cases of leptospirosis which have plots in study field.Based on accuration test, it showed that there are 76 leptospirosis cases (or92.68%) layed on vulnerable area in Imogiri, Bantul and Jetis District. Spatialdistribution pattern analysis of the leptospirosis cases using average nearestneighbor distance methods showed that the distribution of the cases are groupedwith z score value is - 2.41.
RISIKO BENCANA DI KABUPATEN PEKALONGAN (DISASTER RISK IN PEKALONGAN REGENCY) Ananto Aji; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; Satya Budi Nugraha; Dewi Liesnoor Setyowati; Nana Kariada Tri Martuti
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i2.7975

Abstract

Pekalongan Regency of Central Java is a region with high risk of disaster. Various kinds of disaster such aslandslide, flood, drought, and tidal flood have somehow become “seasonal customer” for occurring inPekalongan Regency. This research aimed to prepare the mapping of disaster risk in order to strengthen theefforts in reducing disaster risk in Pekalongan Regency. The research method applied in this research refers tothe Head’s Regulation of National Risk Management Agency Number 2/2012. Since the risks of tidal flood werenot yet included in the regulation, the field observation approach was used in this research. The analysis ofdisaster risk also considered the collecting method of disaster history by organizing focus group discussion(FGD) with the related parties. The research result showed that there were high risks of flood disaster coveredsome sub-districts such as Kajen, Kesesi, Wonopringgo, Karangdadap, Tirto, Wiradesa and Wonokerto; therewere twenty six villages in total. High risk of landslide potentially occurred in large part of villages on the southarea of Pekalongan Regency. High risk of drought was relatively evenly spread in the center area. Lastly, highrisk of tidal flood potentially occurred in fifteen villages along side of Java Sea.
DETERMINATION THE OCCURANCE OF MERCURY IN SOIL IN THE MINING AREA OF ROMANG ISLAND Rudhy Hendarto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i2.11524

Abstract

The occurance of mercury in the environment whether on land, water and air can occur because of human activities or naturally existed. In gold mining activities, the source of mercury occurrence can be from the mining activity or being naturally exist in the land and water. Romang Island is one of the islands in the Maluku Islands. In the Romang Island, currently being done the process of exploring the potential of mining materials. Metallic minerals to be explore on Romang Island included Gold (Au) and associated metal minerals such as Silver (Ag), Copper (Cu), Zinc (Zn), Lead (Pb) and Manganese mineral (Mn ). This study aims to determine the occurrence of mercury in the soil in Romang Island. This research is very important to understand whether the mercury in Romang Island is natural existed or available due to the mining activities. In order to determine the mercury in the soil, laboratory test was conducted. Soil samples were taken using non-probability sampling method: accidental sampling and purposive sampling. Selection of this sampling method is done with consideration of limited road accessibility on Romang island and security. From the results of laboratory tests, we found that mercury in Romang Island is naturally existed. The value range from 0.223 to 1.627 ppm. The natural existence of mercury in the Romang Island is quite possible given the geological conditions on this area.
Analisis Peristiwa Angin Kencang dengan Citra Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Bangkalan, 17 Oktober 2021) Fikri Asfahanif; Sayful Amri
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v19i2.34826

Abstract

Angin kencang di atas 25 knots dapat menyebabkan kerusakan, misalnya infrastruktur dan tumbangnya pohon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dinamika atmosfer saat kejadian angin kencang di wilayah Bangkalan, Madura tanggal 17 Oktober 2021. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap variabel cuaca dan citra satelit Himawari-8 menggunakan aplikasi Sataid. Hasil dari penelitian ini menunjukan terjadinya pembentukan awan-awan konvektif di atas Pulau Madura bagian Timur yang bergerak menuju wilayah Bangkalan di Pulau Madura bagian Barat dengan suhu puncak awan mencapai -58 oC. Pada tanggal 17 Oktober 2021, wilayah Madura berada dalam periode transisi, terlihat dari angin dominannya masih dipengaruhi oleh monsun Australia dan mulai menguatnya monsun Asia. Hal ini memicu terbentuknya shearline di wilayah Madura dan sekitarnya. Selain itu, suhu permukaan laut di sekitar wilayah Madura cukup panas, sehingga meningkatkan penguapan dan memicu labilitas udara yang kuat. Kondisi ini memicu terbentuknya awan konvektif yang menyebabkan terjadinya angin kencang di wilayah tersebut.Strong winds above 25 knots can cause damage, for example, infrastructure and fallen trees. This study aims to determine the dynamics of the atmosphere during strong winds in the Bangkalan, Madura October 17, 2021. The method used was a descriptive analysis of weather variables and satellite imagery of Himawari-8 using the Sataid application. The results indicate the formation of convective clouds over the eastern part of Madura that moves towards the Bangkalan area on the western part of Madura, cloud peak temperatures reaching -58oC. On October 17, 2021, the Madura region is in a transition period, as can be seen from the dominant winds that are still influenced by the Australian monsoon also the Asian monsoon is starting to strengthen. The monsoon triggers the formation of a shearline in Madura and surrounding areas. Furthermore, the sea surface temperature around the Madura area is quite hot, thereby increasing evaporation and triggering strong air lability. This condition triggers the formation of convective clouds that cause strong winds.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue