Articles
482 Documents
STUDI MIGRASI PUBLIC SWITCHED TELEPHONE NETWORK (PSTN) MENUJU JARINGAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS PAKET NEXT GENERATION NETWORK (NGN) DENGAN TEKNOLOGI SOFTSWITCH
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v1i1.1606
Public Switched Telephone Network (PSTN) adalah sistem telekomunikasi berbasis circuit-switched. Pada awalnya PSTN hanya menyediakan layanan voice. PSTN sekarang telah berkembang ke arah pelayanan komunikasi data yang didorong oleh berkembangnya dunia internet dengan Internet Protokol (IP)-nya. Telah muncul teknologi Voice over IP (VoIP) yang mampu melewatkan trafik voice pada jaringan data dengan mengubah voice menjadi paket. VoIP telah mendorong trend/kecenderungan terjadinya konvergensi antara PSTN dengan Public Switched Data Network (PSDN) menjadi satu jaringan masa depan yang berbasis packet-switched yang disebut Next Generation Network (NGN). Softswitch telah muncul sebagai sebuah teknologi yang mampu menghubungkan PSTN dengan PSDN. Softswitch dirancang untuk dapat memberikan layanan VoIP, data, dan multimedia. Softswitch dengan protokol yang dimilikinya dapat memberikan seluruh fungsi layanan PSTN, baik secara trunk maupun lokal. Arsitektur softswitch terdiri atas 4 layer, yaitu: Application Layer, Control Layer, Transport Layer, dan Access Layer. Hal ini mengacu pada arsitektur NGN.PT. Telkom Divre IV Semarang melakukan migrasi terhadap jaringan PSTN-nya pada level trunk (class 4) dengan mengintegrasikan Trunk Gateway Softswitch yang berbasis packet-switched sebagai pengganti sentral trunk SM1T yang masih berbasis circuit-switched. Pekerjaan integrasi ini dilakukan dengan memigrasikan trafik dari sentral local exchange yang semula dibebankan terhadap sentral trunk SM1T yang berbijak pada Time Division Multiplexing (TDM) backbone ke Trunk Gateway Softswitch (SM2T) yang berpijak pada IP backbone.Kata kunci : PSTN, Softswitch, NGN , Trunk Gateway, Integrasi, Migrasi, Paket.
PENGEMBANGAN SISTEM PERINGATAN GANTI OLI PADA SEPEDA MOTOR
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v3i1.1554
Salah satu perawatan utama pada sepeda motor ialah ganti oli, karena oli sangat berperan pentingdalam kinerja mesin kendaraan terutama pada mesin 4 tak. untuk mengganti oli perlu diperhatikan jaraktempuh kendaraan, biasanya antara 2000km. dari latar belakang tersebut perlu dibuatkan sistemperingatan ganti oli dengan perhitungan jarak tempuh pada kendaraan. permasalahan yang dihadapiadalah bagaimana mengetahui sistem perhitungan jarak tempuh pada sepeda motor modern, yaituspeedometer digital dan bagaimana membuat sistem yang mampu memperingatkan pengendara setelahmencapai jarak tempuh untuk ganti oli. serta apakah alat yang dibuat memiliki akurasi yang dekat denganspeedometer asli kendaraan. metode dalam penelitian ini meliputi pengamatan, pencarian data terkaituntuk merencang alat, kemudian dibuat dan di uji akurasinya. hasil penelitian menunjukan bahwa sensorjarak tempuh yang digunakan yaitu sensor proximity induktif mendeteksi gear transmisi pada mesin. hasilpembuatan alat berupa LCD karakter dan lampu indikator yang dipasang pada dashboard kendaraan yangmudah diperhatikan pengendara dan rangkaian elektronik yang berisi sistem mikrokontroller terpasangpada box kecil yang dapat ditaruh pada bagasi kendaraan. alat yang terpasang pada kendaran diuji denganmembandingkan jarak tempuh alat dengan speedometer asli kendaraan. hasil pengujian menunjukan alatmemiliki akurasi ± 6% pada jarak 100km. saran agar alat tersebut dapat disempurnakan dan benar- benarditerapakan pada masyarakat.Keyword : Peringatan, Ganti Oli, Jarak Tempuh
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Jantur Tabalas Kalimantan Timur
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v5i2.3555
Abstrak— PLTMH di Jantur Tabalas dibangun pada tahun 2007 dengan kapasitas daya sebesar 40 KW. Tujuan yang ingin di capai adalah memanfaatkan energi potensi air menjadi energi listrik untuk memnuhi kebutuhan masyarakat Jantur Tabalas. Dari debit air tersedia saluran penghantar air menghasilkan data beban listrik tersambung, sehingga dapat direncanakan kapasitas turbin dan generator, serta tipe jaringan listrik, dan menghasilkan tegangan listrik yang konstan antara -5% s.d + 10 % dari tegangan listrik efektif sesuai Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000). Metodologi yang dilakukan adalah melakukan pengukuran debit air (Q), diamater pipa pesat (d), tinggi jatuh air (H), mendata jumlah beban terpasang, hingga dapat menentukan turbin dan generator. Hasil yang diperoleh debit air (Q) di sungai mencapai 323 liter/detik, , serta tinggi jatuh air 15 m dan aliran air melalui pipa menuju ruang turbin sebesar 274,55 liter/detik. PLTMH yang direncanakan menghasilkan daya sebesar 40 KW. Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas PLTMH yang dihasilkan hanya dapat memenuhi kebutuhan 113 konsumen. Keywords— PLTMH, turbin air
PERANCANGAN ALAT UKUR IMPEDANSI PEMBUMIAN
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 2 (2009): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v1i2.1597
Pengukuran impedansi selama ini dilakukan secara praktis dengan mengukur tahanan resistansidan secara percobaan dengan mengukur harga tegangan puncak dan arus injeksi secara terpisah.Impedansi pembumiannya diperoleh dengan membagi harga tegangan puncak dengan arus puncaknya.Dalam penelitian ini perancangan dilakukan untuk memperoleh alat ukur impedansi pembumianyang mampu mengukur tegangan puncak, arus puncak dan impedansi pembumian dalam satu kesatuanpengukuran. Pengujian alat ukur dilakukan dilaboratorium menggunakan sumber tegangan impuls 400Vdan rangkaian-rangkaian pengganti untuk keperluan pengujian.Hasil pengujian alat ukur impedansi pembumian ini menunjukkan bahwa alat ukur telah dapatdigunakan untuk pengukuran impedansi impuls dan tahanan dc yang menggunakan rangkaian penggantidengan mengabaikan pengaruh pengkabelan. Pengujian dengan beban resistansi, induktansi sertacampuran induktansi dan resistansi menunjukkan kecenderungan bahwa semakin besar beban yangdigunakan akan memperbesar pula impedansi impulsKata kunci: Tegangan puncak, arus puncak, impedansi pembumian
STUDI MIGRASI PUBLIC SWITCHED TELEPHONE NETWORK (PSTN) MENUJU JARINGAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS PAKET NEXT GENERATION NETWORK (NGN) DENGAN TEKNOLOGI SOFTSWITCH
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v2i1.1587
Public Switched Telephone Network (PSTN) adalah sistem telekomunikasi berbasis circuit-switched. Padaawalnya PSTN hanya menyediakan layanan voice. PSTN sekarang telah berkembang ke arah pelayanankomunikasi data yang didorong oleh berkembangnya dunia internet dengan Internet Protokol (IP)-nya. Telahmuncul teknologi Voice over IP (VoIP) yang mampu melewatkan trafik voice pada jaringan data denganmengubah voice menjadi paket. VoIP telah mendorong trend/kecenderungan terjadinya konvergensi antaraPSTN dengan Public Switched Data Network (PSDN) menjadi satu jaringan masa depan yang berbasis packetswitchedyang disebut Next Generation Network (NGN).Softswitch telah muncul sebagai sebuah teknologi yang mampu menghubungkan PSTN denganPSDN. Softswitch dirancang untuk dapat memberikan layanan VoIP, data, dan multimedia. Softswitchdengan protokol yang dimilikinya dapat memberikan seluruh fungsi layanan PSTN, baik secara trunkmaupun lokal. Arsitektur softswitch terdiri atas 4 layer, yaitu: Application Layer, Control Layer, TransportLayer, dan Access Layer. Hal ini mengacu pada arsitektur NGN.PT. Telkom Divre IV Semarang melakukan migrasi terhadap jaringan PSTN-nya pada level trunk(class 4) dengan mengintegrasikan Trunk Gateway Softswitch yang berbasis packet-switched sebagaipengganti sentral trunk SM1T yang masih berbasis circuit-switched. Pekerjaan integrasi ini dilakukandengan memigrasikan trafik dari sentral local exchange yang semula dibebankan terhadap sentral trunkSM1T yang berbijak pada Time Division Multiplexing (TDM) backbone ke Trunk Gateway Softswitch (SM2T)yang berpijak pada IP backbone.Kata kunci : PSTN, Softswitch, NGN , Trunk Gateway, Integrasi, Migrasi, Paket.
Frekuensi Gangguan Terhadap Kinerja Sistem Proteksi di Gardu Induk 150 KV Jepara
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v5i2.3565
Abstrak— PT PLN (Persero) P3B JB APP Semarang, Gardu Induk 150 KV Jepara merupakan pusat pengatur kebutuhan beban tenaga listrik dan berfungsi sebagai pusat pengamanan peralatan-peralatan sistem tenaga listrik dan sebagai pusat proses penormalan terhadap gangguan-gangguan yang ada di wilayah Jepara. Sistem penyaluran tenaga listrik tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi gangguan, terutama gangguan yang disebabkan oleh alam. Adanya gangguan yang tidak dapat diprediksi maka diperlukan suatu peralatan pengaman (sistem proteksi) yang tepat dan dapat diandalkan agar mampu meningkatkan penyaluran tenaga listrik ke beban (konsumen). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuantitas gangguan dan keandalan sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi ilmiah sebagai bahan pertimbangan untuk menyikapi kuantitas gangguan dan kinerja sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penilitian deskriptif kualitatif yang sifatnya eksploratif untuk mengetahui pengaruh gangguan terhadap kinerja sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012. Hasil penelitian diketahui, pesentase gangguan yang mempengaruhi sistem proteksi area trafo tenaga 1 di Gardu Induk 150 KV Jepara adalah gangguan nonteknis sebesar 50% dan gangguan yang tidak diketahui penyebabnya sebesar 50%. Sistem proteksi area trafo tenaga 1 di Gardu Induk 150 KV Jepara memiliki persentase keandalan rele sebesar 91,67%. Pesentase gangguan yang mempengaruhi sistem proteksi area trafo tenaga 2 di Gardu Induk 150 KV Jepara adalah gangguan teknis sebesar 50% dan gangguan yang tidak diketahui penyebabnya sebesar 50%. Sistem proteksi area trafo tenaga 2 di Gardu Induk 150 KV Jepara memiliki persentase keandalan rele sebesar 91,67%. Berdasarkan hasil penelitian, gangguan yang sering mempengaruhi sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012 adalah gangguan nonteknis dan gangguan yang tidak diketahui penyebabnya, yang mengakibatkan Short Circuit Feeder (SCF) pada Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) tertimpa pohon. Sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012 memiliki keandalan dengan predikat cukup baik dalam mengatasi kuantitas gangguan.Keywords— Gangguan Gardu Induk, sistem proteksi Gardu Induk, PLN
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi dengan Simple Additive Weighting
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v6i1.3575
Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan yang dapat memudahkan dalam proses pemilihan guru berprestasi dan memberikan alternatif peringkat hasil seleksi pemilihan guru berprestasi. Sistem pendukung keputusan ini menggunakan metode perhitungan Simple Additive Weighting (SAW). Sistem ini dapat menampilkan hasil perangkingan guru berprestasi berdasarkan hasil peritungan metode SAW. Namun, dalam metode SAW belum dapat menyelesaikan suatu kasus dimana ada nilai preferensi yang sama. Sehingga dalam sistem ini ditambahkan suatu algoritma untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan membandingkan nilai di setiap kriteria yang ada. Kriteria yang digunakan untuk penilaian mengacu pada Buku Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi tahun 2013. Data yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini diambil dari data pemilihan guru berprestasi di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali tahun 2013. Sistem ini dikembangkan dengan tahaptahap dalam metode pengembangan sistem waterfall yaitu analisis, desain, pengkodean dan pengujian. Pengujian dilakukan dengan uji akurasi dan pengujian fungsionalitas sistem. Hasil uji akurasi yang diperoleh adalah 100% untuk perangkingan guru SMK, 100% perangkingan guru SMA, 52% untuk perangkingan guru SMP, 57,89% untuk perangkingan guru SD dan 56,25% untuk perangkingan guru TK. Pengujian fungsionalitas sistem dilakukan dengan metode pengujian black box. Hasil yang diperoleh dari pengujian black box adalah semua fungsi telah berjalan dengan baik sesuai dengan hasil yang diharapkan. Sistem pendukung keputusan pemilihan guru berprestasi dengan metode SAW ini dapat membantu mempermudah pelaksanaan pemilihan guru berprestasi dan memberikan alternatif hasil perangkingan dengan metode SAW. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan pemilihan guru berprestasi dengan menggunakan metode yang berbeda atau mengkombinasikan metode SAW dengan metode lainnya. Kata kunci— Sistem Pendukung Keputusan, Simple Additive Weighting, Pemilihan Guru Berprestasi.
PENGAMAN SURJA PETIR (LIGHTNING SURGE) DALAM KOORDINASI ISOLASI
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2011): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v3i2.3527
Arester petir (lightning arrester) merupakan alat pengaman yang sempurna diantara alat pengaman surja petir lainnya, karena mampu memutus arus susulan (follow current) dan memiliki protective ratio yang tinggi. Arester ini tersusun dari dua elemen yang saling dihubung seri dan kedua elemen itu adalah sela api (spark gap) dan resistans non linier. Dalam koordinasi isolasi suatu sistem tenaga listrik, arester ini sebagai kunci pokok, artinya jika surja petir mencapai gardu induk maka arester bekerja untuk melepas muatan listrik serta mengurangi tegangan abnormal yang akan mengenai peralatan yang ada dalam gardu induk. Karakter dari arester adalah mampu melakukan arus surja dalam waktu lama atau yang terjadi berulang- ulang tanpa menaikan suhunya juga dapat membatasi tegangan lebih.
PENGARUH FADING PADA SISTEM KOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO TETAP DAN BERGERAK
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v3i1.1559
Pada sistem komunikasi gelombang mikro, terjadinya fading merupakan faktor yang mempengaruhikualitas sinyal penerimaan.Dengan perambatan gelombang radio yang harus satu garis pandang dankondisi atmosfer yang tidak menentu memungkinkan terjadinya refleksi, difraksi dan refraksi,sehinggamengakibatkan terjadinya multipath fading.Pengaruhnya terhadap sinyal terima dapat memperkuat ataupunmemperlemah, tergantung besar fasa dari resultan sinyal langsung dan sinyal tidak langsung.Untuk komunikasi gelombang mikro terestrial yang tetap, efek ini dapat diproteksi atau diatasi denganpenerimaan sistem diversity baik dengan space diversity ataupun frequency diversity.Tetapi pada sistemkomunikasi bergerak, selain faktor alam juga ada faktor yang menyangkut struktur dan topografilingkungan sekeliling, sehingga akan menciptakan efek transmisi yang rumit. Salah satu pengaruhnyaadalah terjadinya Doppler Shift, yang merupakan perubahan atau pergeseran frekuensi yang disebabkanoleh gerakan MS (Mobile Station). Pergeseran frekuensi ini juga bergantung pada kecepatan dan arah gerakMS yang akan menyebabkan modulasi frekuensi acak pada sinyal radio bergerak yang dapatmenyebabkan menurunnya kualitas suara.Kata kunci : gelombang mikro, fading, multipath, Doppler Shift
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta dalam Upaya Peningkatan Mutu dan Produktivitas Kerja Karyawan
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v5i1.3551
Abstrak— PT PLN (Persero) Distribusi Area Manager Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dalam upaya untuk menjadi manajer distribusi listrik yang memiliki keandalan kelas dunia harus memperhatikan keselamatan karyawan dan kenyamanan ketika mereka bekerja. Yaitu dengan memberikan perlindungan dan jaminan kerja keselamatan dan kesehatan bagi karyawan. Perlindungan ini bertujuan untuk melindungi hak-hak dasar karyawan dan untuk memastikan pekerjaan dan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk menciptakan kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Berdasarkan latar belakang di atas penelitian ini membahas tiga masalah utama termasuk apa seperti penerapan Sistem Manajemen K3, seberapa besar tingkat kesadaran karyawan terhadap penerapan K3, dan apakah aplikasi tersebut memiliki dampak atau implikasi signifikan terhadap kualitas dan Produktivitas Kerja PT PLN (Persero) Distribusi Area Manager Karyawan dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis pendekatan deskriptif, itu adalah penelitian yang menggambarkan keseluruhan masalah obyek yang ada dan kemudian disimpulkan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT PLN (Persero) Distribusi Area Manager Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dan juga menjadi sumber atau informan. Pengumpulan data teknik dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, check list, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerapan sistem Manajemen K3 di PT PLN (Persero) Distribusi Area Manager Jawa Tengah dan DI Yogyakarta telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan jumlah keputusan menteri PER 05/MEN/1996. Namun pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam pemeriksaan dan tahap evaluasi. Tingkat 'kesadaran terhadap K3 relatif tinggi, hal itu dibuktikan oleh karyawan karyawan pengetahuan tentang K3 sangat baik, mereka juga memperhatikan dan menerapkan Standard Operating System (SOP) dalam setiap pekerjaan mereka. Karyawan tahu risiko dan manfaat untuk diri sendiri atau perusahaan mereka jika mereka bekerja tidak sesuai yang ada K3. Yang penting adalah penerapan K3 memberikan dampak atau implikasi yang signifikan terhadap kualitas dan produktivitas kerja karyawan, meskipun valuasi Sistem Manajemen K3 di sini hanya mencapai 55%. Keywords— PT PLN (Persero), Employees, Management System of K3.