cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2011): July 2011" : 30 Documents clear
Latihan Fisik Aerobik Submaksimal dan Respon Lipolisis Trigliserida Plasma pada Atlit dan Non Atlit -, Sugiharto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1136

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan respon lipolisis melalui peningkatan tingkat trigliserida serum pada atlit dan atlit non pengaruh latihan aerobik submaksimal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah "faktorial pretest posttest-desain". Sampel 18-21 tahun, 5 wanita dan 5 wanita atlit atlit non. Kedua kelompok tunduk pada perlakuan yang sama, yaitu; Ergometer olahraga bersepeda dimuat. Loaded Ergometer olahraga bersepeda dilakukan per 3 menit semakin mencapai 70-80% Hrmax dan dipertahankan di kisaran ± 15 menit. Trigliserida tingkat diukur dengan menggunakan metode GPO / PAP. Tidak ada perbedaan yang signifikan (P=0.612) antara tingkat trigliserida sebelum berolahraga (rata-rata = 139,8 mg / dl) dan setelah latihan (rata-rata=158,6 mg/dl) setelah latihan. Itu menyimpulkan bahwa: 1) tingkat trigliserida serum meningkat setelah latihan aerobik submaximal, tetapi tidak perbedaan yang signifikan untuk tingkat trigliserida meningkat antara twogroups. 2) tingkat trigliserida serum setelah latihan aerobik submaximal di atlet lebih tinggi dari non atlit, tetapi tidak signifikan.Kata Kunci: latihan fisik aerobik submaksimal; lipolisis; trigliseralida plasma The objective of this study was to demonstrate the lipolysis response through increase of serum triglycerides level in atlit and non atlit the effect of aerobik submaksimal exercise. Design used in this study was “faktorial pretest-posttest design”. Samples were 18-21 years old, 5 atlit  women and 5 non atlit women. Both groups were subject to the same treatment, i.e; loaded ergometer cycling exercise. Loaded ergometer cycling exercise was done increasingly per 3 minutes to reach 70-80% Hrmax and maintained in that range ± 15 minutes. Triglycerides level was measured using GPO/PAP method. No significant differences (P=0,612) between triglycerides level before exercise (mean = 139,8 mg/dl) and after exercise (mean=158,6 mg/dl) after exercise. It be conclude that: 1) Serum triglycerides level increased after aerobik submaximal exercise, but does not significant differences for triglycerides level increased between twogroups. 2) Serum triglycerides level after aerobik submaximal exercise in atlet higher than non atlit, but does not significant.Keywords: aerobik submaximal exercise; lipolysis; triglycerides serum
Peran Pelatih dalam Membentuk Karakter Atlet Hadi, Rubianto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1141

Abstract

Seorang pelatih harus dapat menentukan dosis atau beban latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet secara individual. Selain dosis latihan seorang pelatih harus mampu membina mental atau karakter atlet. Tujuan dari penulisan artikel adalah untuk mengungkapkan peran pelatih dalam membentuk karakter atlet. Pelatih sebaiknya memperhatikan beberapa hal untuk dapat membina mental atau karakter atlet, antara lain: 1) menciptakan komunikasi yang sebaik-baiknya antara pelatih dengan atlet, 2) memahami watak, sifat-sifat, kebutuhan dan minat, 3) pelatih harus mampu menjadi motivator, 4) membantu atlet dalam memecahkan problema-problema yang dihadapi.Kata Kunci: pelatih; mental; atlet A coach must be able to determine the dose that or training load in accordance with the needs of individual athletes. In addition to training dose of a coach should be able to promote mental or character of athletes. The purpose of writing the article is to reveal the role of trainers in shaping the character of athletes. Coaches should consider several things to be able to build mental or character of athletes, among others: 1) create the best possible communication between the coaches with the athletes, 2) understand the nature, the nature of nature, needs and interests, 3) the coach should be able to be a motivator, 4 ) assist athletes in solving their problemsKeywords: coach; mental; athletes
Kondisi Atlet Panahan Program Atlet Andalan Nasional Indonesia Emas (Prima) -, Soegiyanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1132

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memberikan perbaikan pada kondisi kekurangan fisik untuk atlet panahan anggota dari Program Unggulan Nasional Indonesia Atlet Indonesia Emas (PRIMA). Tipe penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian tindakan olahraga, sedikit pun dibagi menjadi 2 siklus, yang dilakukan di pusat pembinaan atlet andalan Indonesia yang national memanah emas di Jakarta. Metode yang digunakan adalah teknik analisis diskriptif, dengan Instrumennya pengujian concisting Program PRIMA dari 20 item. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 item tes, ada beberapa komponen area fisik yang telah diteliti dalam kategori yang sempurna, sangat baik, baik dan memadai. Tapi ada area masih dikategorikan sebagai kurang dari mereka memaksa otot tangan menarik dan mendorong, kekuatan otot punggung, otot-otot kaki yang kekuatan daya tahan kemampuan. Effors Refrom melalui pelatihan berat gabungan antara latihan isometrik yang isotonik yang toiloret dengan pergerakan memanah dan untuk meningkatkan kemampuan pelatihan ketahanan dilakukan berongga sprint yang berjalan berkesinam-bungan. Kesimpulan penelitian ini, kondisi atlet andalan  nasional Indonesia emas, masih perlu untuk mendapatkan perbaikan pada beberapa komponen kondisi dominan fisik.Kata Kunci: kondisi fisik atlet; Program Indonesia EmasThe purpose is to provide improvements in the deficiencies of physicsl condition for the archery athlete who are member of Indonesia's national flagship program athletes Indonesia Gold (PRIMA). Types of research can be categorized as sport action research, whit is divided into 2 cycles, It was conduced at the centre of coaching athletes mainstay of Indonesia's national archery gold in Jakarta. The method used descriptive analysis technique, instrument used to determine the condition of athletes that is using the physical condition of athletes testing program PRIMA concisting of 20 items. The results showed that of 20 test items, there are physical components that have reached the category of perfect, excellent, good and sufficient. But there are still categorized as less of them force the hand muscles pull and push, the strength of back muscles, leg muscles strength ang endurance capability. Refrom effors through a combined weight training between isotonic ang isometric exercises are toiloret to the movement of archery, and to improve the ability of endurance training performed Hollow Sprint ang Continuos running. The Conclution is the physical condition of athletes mainstay of Indonesia's national archery gold, stell need to get repair on several componens of the dominan physical condition.Keywords: physical condition of athlete; Indonesia Gold Program
Tingkat Kesegaran Jasmani, Status Gizi dan Asupan Zat Gizi Makan Pagi pada Siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta Ulvie, Yuliana Noor Setiwati
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1137

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan makan pagi dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMPN di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan observasional rancangan kroseksional dan rancangan kasus kontrol. Sampel penelitian adalah siswa SMP usia 13-15 tahun, dengan teknik randong sampling. Analisa data menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik adalah 63,17%. Tidak ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa laki-laki antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p>0,05). Ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa perempuan antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p < 0,05). Ada perbedaan yang bermakna status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p<0,05). Terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara siswa laki-laki dan perempuan. Status gizi dan asupan makan pagi mempengaruhi perbedaan tingkat kesegaran jasmani.Kata Kunci: latihan fisik aerobik submaksimal; lipolisis; trigliseralida plasmaThe purpose of this research to determine the role of breakfast and nutritional status in determining the level of physical fitness of junior high school students in the city of Yogyakarta. The Method is observational study using crossectional design and case-control design. The sample is students in junior high school age 13-15 years old, within random sampling technique. Analysis of data using t-test. The result of research showed that prevalence of physical fitness level which is not good is 63.17%. There is no significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the male students between the groups that have good and not good physical fitness level (p> 0.05). There is a significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the female students between the groups that have good and not good physical fitness level (p-value <0.05). There is significant differences between the nutritional status of groups that have good and not good physical fitness level (p-value <0.05). There is a difference between students' physical fitness level of male and female students. Nutritional status and intake of breakfast affects different levels of physical fitness.Keywords: nutrient intake; breakfast; nutritional status and the level of physical fitness
Dampak Senam Aerobik terhadap Daya Tahan Tubuh dan Penyakit -, Purwanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak senam aerobik terhadap daya tahan tubuh dan penyakit peserta senam aerobik di sanggar senam aerobik Magelang. Subjek penelitian adalah 60 orang ibu di Magelang. Mereka terdiri dari 30 orang ibu  peserta senam aerobik dan 30 orang ibu yang tidak melakukan senam aerobik sebagai pembanding. Teknik mengumpulkan data menggunakan angket. Analisis datanya menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta senam aerobik dengan tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta tidak mengikuti senam aerobik terdapat perbedaan yang signifikan dengan z = 3,803 dan p < 0,05 dan rerata sebesar 84,80 untuk yang mengikuti senam aerobik, sedang yang tidak mengikuti senam aerobik dengan rerata sebesar 77,03. Dengan demikian bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit yang tidak mengikuti senam aerobik. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senam aerobik dapat berdampak pada daya tahan tubuh terhadap penyakit.Kata Kunci: aerobik; daya tahan; penyakitThis study aims to determine the effects of aerobic exercises on endurance to disease aerobics participants in the aerobics studio Magelang. Subjects were 60 mothers in Magelang. They consist of 30 married women-the mothers aerobics participants and 30 mothers who do not do aerobics as a comparison. Techniques to collect data using questionnaires. Data analysis using the Mann Whitney U Test. The results showed that the level of resistance to disease aerobics participants with a level of resistance to disease aerobics participants did not follow any significant difference by z to 3.803 and p <0.05 and a mean of 84.80 to the following aerobic gymnastics, while that does not follow aerobics with a mean of 77.03. Thus the level of immunity against diseases that do not follow the aerobics. Based on the findings of this study, it can be concluded that aerobic exercise had affect to endurance and diseases.Keywords: aerobics; endurance; diseases
Faktor Timbulnya Cedera Olahraga Setiawan, Arif
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1142

Abstract

Olah raga tidak terlepas dari adanya gerakan yang selanjutnya akan melibatkan berbagai struktur/jaringan pada tubuh manusia, misalnya sendi, otot, meniscus/discus, kapsuloligamenter dan otot. Gerakan terjadi bilamana mobilitas serta elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi terjamin. Semakin mobile suatu persendian mempunyai konsekuensi berupa semakin tidak stabilnya sendi tersebut. Ketidakstabilan suatu sendi akan mengakibatkan struktur sekitarnya mudah cedera apalagi bila elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi tidak memadai. Stabilitas suatu persendian akan dipengaruhi oleh konfigurasi tulang pembentuknya, keadaan kapsuloligamenter, keadaan otot penggerak, tekanan intra artikuler, keadaan discus/meniscus, derajat kebebasan gerak serta pengaruh gaya gravitasi. Kejadian cedera bila tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan cedera yang lebih parah.Kata Kunci: olahraga; cederaThe sport is inseparable from the movement which in turn will involve a variety of structures / tissues in the human body, such as joints, muscles, meniscus / disc, ligament  of capsule, and muscle. The Movement happened how ever when mobility and tissue elasticity and strength and drive standard of joint. The more mobile a joint has the consequence of the increasingly unstable joints. Instability of a joint will result in surrounding structures easily injured, especially if the elasticity and strength of the network and drive joints standard inadequate. The stability of the joints will be influenced by: its constituent bones configuration, capsule of ligament circumstances, the state of muscle force, pressure intra articuler, state disc/meniscus, degrees of freedom of movement and the influence of gravity. Accident injury of sport if not have good treatment that is can make akut injury.Keywords: sport; injury
Kondisi Fisik dan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus di Mts Al Asror ) -, Zaeni; Subiono, Hadi Setyo
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1133

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa yang berada di SKBM (Kelengkapan Studi Standar Minimum) untuk kelas 2 hanya hanya 74,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi, kebiasaan sarapan dan prestasi belajar siswa kelas II di Semarang MTs Al Asror Gunungpati. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 65 siswa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi dan kebiasaan sarapan. Univarite dan analisis bivariat dilakukan. Tiga variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar, yaitu: hemoglobin status, status gizi, kebiasaan sarapan. Dalam studi ini, kebugaran fisik tidak memiliki signifikan dengan prestasi belajar. Berdasarkan temuan penelitian, menunjukkan bahwa MTs Al Asror untuk menentukan variabel kesehatan (hemoglobin status, status gizi dan kebiasaan sarapan) dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: kondisi fisik; prestasi belajarAbstract Preliminary study showed that student who were in SKBM (Standard Completeness Minimum Study) for 2nd grade just only 74,3%. The aim of the research is to  know the association between physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits and learning achievement of grade II students in MTS Al Asror Gunungpati Semarang. The design used is cross sectional. Sixty five students were studied. The independent variables in this research are physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habits. Univarite and bivariate analysis were performed. Three variables have significant association with learning achievement, those are: hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits. In this study, physical fitness has no significant with learning achievement. Based on research finding, suggested that MTs Al Asror to determine health variable (hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habit) in order to increase the learning achievement of student.Keywords: physical fitness; learning achievement
Coaching Athletes with Disabilities - Guidelines and Principles in Training Methodology Abdullah, Nagoor Meera; Ampofo-Boateng, Koame; Latif, Rozita Abdul; Mat, Hisyam Che
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1138

Abstract

Artikel ini membahas tentang atlet penyandang cacat dan bagaimana kondisi mereka dapat diadaptiskan dengan kegiatan yang cocok untuk memungkinkan mereka berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan olahraga. Tujuan yang diharapkan adalah untuk membantu pelatih dalam melakukan pelatihan untuk para penyandang cacat, 1) Untuk memahami kondisi mereka, 2) Merancang program yang tepat untuk kondisi mereka, 3) Menyoroti hambatan dan kondisi yang mempengaruhi atlet dengan partisipasi penyandang cacat dalam olahraga, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan dan pertimbangan medis yang pelatih harus memahami dan mengelola hati-hati. Artikel ini menawarkan rekomendasi tentang bagaimana pelatih harus melatih atlet dengan cacat.Kata Kunci: pelatihan atlet kebutuhan khususAbstract The article briefly discusses athletes with disabilities and how their condition can be matched with suitable activities to allow them to participate in physical activity and sports. The article also aims at assisting coaches who conducts training for people with disability to understand their condition first, and then devise programs that are appropriate for their condition. Furthermore, it highlights the barriers and conditions that affect athletes with disabilities participation in sports, especially those related to the health, safety, and medical considerations that coaches should understand and manage carefully. The article offers recommendations on how coaches should train athletes with disability.Keywords: disability athletes coaching
Mengoptimalkan Kompetensi Mahasiswa dalam Mata Kuliah Perkembangan Motorik melalui Media Film Animasi Rahayu, Tri Winarti; Kristiyantoro, Agus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi siswa dalam subyek pembangunan motor melalui media film animasi. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan penelitian tindakan. Desain penelitian ini terdiri dari empat komponen yang saling terkait: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi pada setiap siklus. Tindakan dalam penelitian ini meningkatkan kompetensi siswa dalam subyek dari perkembangan motorik melalui media film animasi. Berdasarkan analisis dan refleksi pada siklus tindakan yang telah dilaksanakan maka diperoleh kesimpulan berikut: (1) Penggunaan media film animasi dapat mengoptimalkan kompetensi siswa dalam mata pelajaran perkembangan motorik, (2) meningkatkan antusiasme dan ketertarikan siswa dalam belajar perkembangan motorik, (3) Siswa memperoleh kepuasan setelah menghadiri perkembangan motorik belajar.Kata Kunci: kompetensi mahasiswa; perkembangan motorik; film animasi This research aims to optimize the student competence in the subject of motor development through the medium of film animation. The experiment was conducted using action research design. This research design consisted of four interrelated components: planning, implementation of the action, observation and reflection on each cycle. Action in this research improving student competence in the subject of motor development through the medium of film animation. Based on analysis and reflection on cycles of action which has been implemented then obtained the following conclusions: (1) The use of animated film media can optimize student competence in subjects motor development, (2) Increased student enthusiasm and interest in learning motor development, (3) Students obtain satisfaction after attending learning motor development.Keywords: student competence; motor development; animation film
Variasi Tipologi dan Prestasi Atlet (Ditinjau dari Atlet Jawa Timur pada PON XVII) Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1134

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi tipologi terhadap prestasi atlet. Sampel yang digunakan sebanyak 25 orang atlet PON XVII Jawa Timur terdiri dari 12 orang atlet wanita dan 13 orang atlet pria kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata IMT pada wanita 22.147 kg/m2,  sedang pada pria 25.198 kg/m2. Prestasi atlet cabang gulat dan wushu di dominasi oleh pria, sedangkan atlet wanita pada cabang anggar dan judo. Variasi tipologi atlet baik pria dan wanita memberikan kontribusi prestasi yang seimbang tergantung dari cabang olahraga dan kelas yang dipertandingkan. Kata kunci: Tipologi; prestasi; atlet   The aims of this study is to know about  the variation of  typology to athletes achievement.  The sample are 25 athletes, consist of 12 women athletes, and 13 man athletes. The data had been analyze using descriptive analyze technique. The result of study showed that mean IMT of women is 22.147 kg/m2, than mean IMT of man athletes is 25.198 kg/m2. Athletes achievement in wrestling and Wushu had domination for man, than women had domination in fencing and judo. The variation of  typology athletes for man or woman had balance impact depend of sports and class games. Keywords: typology; achievement; athletes

Page 1 of 3 | Total Record : 30