Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Mengoptimalkan Kompetensi Mahasiswa dalam Mata Kuliah Perkembangan Motorik melalui Media Film Animasi Rahayu, Tri Winarti; Kristiyantoro, Agus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi siswa dalam subyek pembangunan motor melalui media film animasi. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan penelitian tindakan. Desain penelitian ini terdiri dari empat komponen yang saling terkait: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi pada setiap siklus. Tindakan dalam penelitian ini meningkatkan kompetensi siswa dalam subyek dari perkembangan motorik melalui media film animasi. Berdasarkan analisis dan refleksi pada siklus tindakan yang telah dilaksanakan maka diperoleh kesimpulan berikut: (1) Penggunaan media film animasi dapat mengoptimalkan kompetensi siswa dalam mata pelajaran perkembangan motorik, (2) meningkatkan antusiasme dan ketertarikan siswa dalam belajar perkembangan motorik, (3) Siswa memperoleh kepuasan setelah menghadiri perkembangan motorik belajar.Kata Kunci: kompetensi mahasiswa; perkembangan motorik; film animasi This research aims to optimize the student competence in the subject of motor development through the medium of film animation. The experiment was conducted using action research design. This research design consisted of four interrelated components: planning, implementation of the action, observation and reflection on each cycle. Action in this research improving student competence in the subject of motor development through the medium of film animation. Based on analysis and reflection on cycles of action which has been implemented then obtained the following conclusions: (1) The use of animated film media can optimize student competence in subjects motor development, (2) Increased student enthusiasm and interest in learning motor development, (3) Students obtain satisfaction after attending learning motor development.Keywords: student competence; motor development; animation film
Mengoptimalkan Kompetensi Mahasiswa dalam Mata Kuliah Perkembangan Motorik melalui Media Film Animasi Rahayu, Tri Winarti; Kristiyantoro, Agus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi siswa dalam subyek pembangunan motor melalui media film animasi. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan penelitian tindakan. Desain penelitian ini terdiri dari empat komponen yang saling terkait: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi pada setiap siklus. Tindakan dalam penelitian ini meningkatkan kompetensi siswa dalam subyek dari perkembangan motorik melalui media film animasi. Berdasarkan analisis dan refleksi pada siklus tindakan yang telah dilaksanakan maka diperoleh kesimpulan berikut: (1) Penggunaan media film animasi dapat mengoptimalkan kompetensi siswa dalam mata pelajaran perkembangan motorik, (2) meningkatkan antusiasme dan ketertarikan siswa dalam belajar perkembangan motorik, (3) Siswa memperoleh kepuasan setelah menghadiri perkembangan motorik belajar.Kata Kunci: kompetensi mahasiswa; perkembangan motorik; film animasi This research aims to optimize the student competence in the subject of motor development through the medium of film animation. The experiment was conducted using action research design. This research design consisted of four interrelated components: planning, implementation of the action, observation and reflection on each cycle. Action in this research improving student competence in the subject of motor development through the medium of film animation. Based on analysis and reflection on cycles of action which has been implemented then obtained the following conclusions: (1) The use of animated film media can optimize student competence in subjects motor development, (2) Increased student enthusiasm and interest in learning motor development, (3) Students obtain satisfaction after attending learning motor development.Keywords: student competence; motor development; animation film
Level aktifitas fisik dan faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada karyawan kantor di universitas Ekawati, Febriani Fajar; Rahayu, Tri Winarti; Prasetyo, Hendrig Joko
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.724 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.32541

Abstract

Noncommunicable Diseases (NCDs) merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Meskipun telah banyak penelitian yang menyelidiki tentang hubungan aktivitas fisik dan faktor risiko penyakit kardiovaskuler, hanya terdapat beberapa penelitian di Indonesia yang menelaah tentang peran aktivitas fisik dalam perkembangan penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tingkat aktivitas fisik dan menyelidiki hubungannya dengan faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada karyawan kantor di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Data level aktivitas fisik diperoleh dari International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Sedangkan faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskuler (gula darah, kolesterol, tekanan darah, lingkar pinggang, dan IMT) diukur dengan menggunakan alat ukur yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level aktivitas fisik karyawan berkategori Rendah sebesar 6.82%, Sedang sebesar 72.73%, dan Tinggi sebesar 20.45%. Berdasarkan uji Pearson Correlation, tekanan darah baik sistolik dan diastolik mempunyai hubungan yang signifikan dengan level aktivitas fisik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara level aktivitas fisik dengan faktor risiko lainnya dalam penelitian ini. Secara umum penelitian ini menunjukkan bahwa level aktivitas fisik karyawan di lingkungan UNS adalah berkategori sedang, dan tekanan darah mempunyai hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik. Physical activity level and cardiovascular risk factors among university employees AbstractNoncommunicable Diseases (NCDs) are one of the leading deaths in the world. Insufficiency of physical activity (PA) escalate the risk of NCDs. Although the reports of the studies investigating the relationship between PA and cardiovascular risk factors are abundance, only a few studies in Indonesia examined the role of PA in the development of cardiovascular diseases. The aim of this study was to describe the level of PA and investigate the relationships between PA and cardiovascular risk factors among UNS employees. This was a cross sectional study with a sample of 44 university employees. PA level was assessed using IPAQ. Meanwhile cardiovascular risk factors such as plasma glucose, cholesterol, blood pressure, waist circumference, and BMI were measured using an appropriate tool for each measure. The results revealed that participants with low level of PA (6.82%), moderate category (72.73%), and high category (20.45%). Pearson Correlation analysis showed blood pressure both systolic and diastolic had a significant association with PA level. There was no a significant association between PA level and others cardiovascular risk factors in this research. Generally, this study exhibited the level of PA among UNS employees in the moderate category, and blood pressure had a significant association with PA.
The Relationship between Speed and Agility on the Football Skills of Young Football Players Sulistiyono, Sulistiyono; Primasoni, Nawan; Rahayu, Tri Winarti; Galih, Dimas
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v11i1.54794

Abstract

This correlational study aims to determine the relationship between speed and agility on the football playing skills of young players. The sample consisted of 109 players with a mean age of 11.4 years. The sample had an average body weight of 38.5 kg, with a height of 148 cm. The sample had at least 3 months of practice experience in football school. It was conducted by first determining the speed of the players through a 40 m running test. Second, agility was measured a shuttle run test, while the basic football skills were measured using the David Lee skill test. The results showed that there was a relationship between speed, agility, and the football skills of the young players. This proves that football skills alone may not be able to describe the entire performance of players, as speed and agility are also important factors. Therefore, football coaches for young players are expected to pay attention to these factors as supporting components in improving player performance.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SLB MELALUI PENDAMPINGAN PERMAINAN ADAPTIF KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Febriani Fajar Ekawati; Ismaryati Ismaryati; Tri Winarti Rahayu; Bambang Wijanarko
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v27i1.21452

Abstract

Dasar pengetahuan dan pemahaman tentang Penjas Adaptif guru PJOK di SLB masih kurang, karena banyak diantara mereka yang berlatar belakang guru kelas. Sehingga kompetensi profesi sebagai guru PJOK kurang terpenuhi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan profesinalisme guru PJOK di SLB Cabang Dinas Wilayah VII melalui pendampingan permainan adaptif keterampilan gerak dasar. Kegiatan ini menggunakan metode pembimbingan berupa peningkatan pemahaman kepada para guru SLB tentang aktivitas fisik yang tepat untuk ABK dan manfaatnya, pelatihan berupa penayangan video pembelajaran permainan adaptif keterampilan gerak dasar untuk anak tunagrahita, dan pendampingan berupa pemantauan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti aplikasi whatsapp (WA), video conference (google meet), dan email. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah kompetensi guru PJOK di SLB Cabang Dinas Wilayah VII dapat dikatakan meningkat, karena mereka semakin menguasai materi permainan adaptif keterampilan gerak dasar. Salah satu indikator kompetensi profesi seorang guru adalah menguasai materi pelajaran selain kompetensi pedagogi, sosial dan kepribadian. Akhirnya, melalui kegiatan ini profesionalisme guru PJOK di SLB Cabang Dinas Wilayah VII bertambah baik.Kata Kunci: penjas adaptif, permainan adaptif, profesionalisme guru PJOK, keterampilan gerak dasar, tunagrahita  
Peningkatan Pemahaman Tentang Aktivitas Fisik untuk Anak Cerebral Palsy pada Guru Kelas dan Orang Tua Febriani Fajar Ekawati; Ismaryati Ismaryati; Tri Winarti Rahayu; Hendrig Joko Prasetyo
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.3838

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang manfaat melakukan aktivitas fisik bagi kesehatan tubuh sudah cukup baik. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tertentu seperti pada penyandang cerebral palsy (CP). Utamanya orang tua dan guru merasa takut untuk mendampingi anaknya untuk beraktivitas fisik. Biasanya, orang tua mengunjungi seorang terapis untuk memberikan kesempatan bergerak kepada anaknya dengan biaya yang tidak murah. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dan guru tentang aktivitas fisik yang sesuai dengan anak CP. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi berupa penyampaian materi tentang fungsi gerak dan latihan dasar kekuatan serta cara mengukur kekuatan, pelatihan berupa praktik latihan-latihan kekuatan sederhana, dan pendampingan berupa praktik melatih anak-anak CP di rumah masing-masing dengan dipantau tim pengabdi melalui Whatsapp Group. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dan guru tentang aktivitas fisik dan manfaatnya pada anak CP sebesar 29%. Selain itu, peningkatan kekuatan genggaman pada anak-anak mengindikasikan bahwa pendampingan latihan yang dilakukan orang tua berhasil dengan baik.
Kepemimpinan pelatih: berhubungan dengan keterampilan, sikap kerjasama tim dan menghormati pemain sepakbola usia muda Sulistiyono Sulistiyono; Sigit Nugroho; Tri Winarti Rahayu; Tommy Soenyoto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i1.46354

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kepemimpinan pelatih terhadap keterampilan bermain sepakbola pemain sepakbola usia muda. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan sampel berjumlah 109 pemain sepakbola dengan usia rata-rata 14,7 tahun. Pemain yang dipilih menjadi sampel memiliki syarat-syarat minimal telah 6 bulan dilatih oleh pelatih yang sama secara teratur minimal 3x setiap minggu. Pemain sepakbola berasal dari lima sekolah sepakbola yang berkedudukan di wilayah kabupaten Sleman, Provinsi DIY, Indonesia. Perilaku kepemimpinan pelatih diukur dengan menggunakan alat ukur CBS (Coach Behaviour Scale) dan keterampilan teknik bermain sepakbola diukur dengan tes keterampilan keterampilan teknik bermain sepakbola RMF UNY, dan sikap kerjasama dan hormat pada orang lain diukur dengan lembar pengamatan. Hasil analisis data dengan teknik regresi linier berganda menunjukkan kepemimpinan memiliki hubungan yang dengan keterampilan, sikap kerjasama dan menghormati orang lain. Hubungan antar varibel dalam kategori lemah sehingga implikasi pada masa yang akan datang model pendidikan dan pelatihan pada pelatih sepakbola diperbaiki agar kepemimpinan pelatih  memiliki pengaruh yang kuat terhadap keterampilan dan perilaku pemain sepakbola.  Leadership Coach: Its Relationship with Skills, Teamwork, and Respect Attitude Youth Football Player AbstractThe research aims to find out the relationship of coach leadership behavior to the football playing skills of young football players. The study was a correlational study with a sample of 109 football players with an average age of 14.7 years. Players selected into a sample have minimum conditions of having 6 months trained by the same coach regularly at least 3x each week. Football players come from five football schools based in Sleman, DIY Province, Indonesia. The leadership behavior of coaches is measured using CBS (Coach Behaviour Scale) measuring instruments and football-playing technique skills are measured by the RMF UNY football playing technique skills test, and attitude of cooperation and menghormati for others is measured by observation. The results of data analysis with multiple linear regression SPSS 22 techniques show leadership has a relationship with skills, attitudes of cooperation and menghormati for others. Relationships between the varied in categories are weak so that the implications of future models of education and training in football coaches are improved so that coach leadership has a strong influence on the skills and behavior of football players.
Sosialisasi Pembelajaran PJOK Inklusif pada Guru Sekolah Menengah Pertama Kota Surakarta sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme dalam Mengajar Febriani Fajar Ekawati; Tri Winarti Rahayu; Budhi Satyawan; Ismaryati Ismaryati; Deddy Whinata Kardiyanto; Bambang Wijanarko
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8736

Abstract

Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) mempunyai tujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan atau pembelajaran bersama bagi peserta didik penyandang disabilitas dengan peserta didik pada umumnya. Proses pembelajaran inklusif juga harus dilaksanakan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Namun masih banyak guru PJOK khususnya yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Surakarta menghadapi permasalahan-permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran pada guru PJOK dalam kelas inklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022 bertempat di SMPN 6 Surakarta, dengan jumlah peserta adalah 30 orang. Angket pengetahuan tentang konsep mengajar pada kelas inklusif diberikan pada saat sebelum dan sesudah pemberian materi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran. Hasil sosialisasi dan pelatihan kepada guru PJOK menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata 30% pada setiap butir pertanyaan, selanjutnya; guru mampu menganalisa dan menentukan cara mengajar kelas PJOK inklusif dengan benar yang dituangkan dalam RPP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru semakin memahami tentang konsep mengajar PJOK inklusif serta mampu untuk merencanakan, melakukan, dan membuat evaluasi dalam mengajar. Keberhasilan ini menjelaskan bahwa profesionalisme mereka juga semakin baik.School with an Inclusive Education System provides educational opportunities or joint learning for students with disabilities and students in general. The inclusive learning process must also be implemented in Physical Education, Sports, and Health (PESH) subjects. However, many PESH teachers at Junior High Schools in Surakarta still face problems in the implementation process. Therefore, this community service aimed to improve teachers' knowledge of inclusive learning and their skills to prepare the PESH inclusive class. The program conducted in SMPN 6 Surakarta on Saturday, 2 July 2022, with the number of participants was 30 people. The inclusive knowledge questionnaire was distributed to the participants before and after the activity. There was an improvement in knowledge among teachers after the socialization of the inclusive learning process in PESH. Furthermore, the teachers could analyze and determine how to teach inclusive classes correctly as outlined in the lesson plan. The average improvement is around 30% in every statement. Teachers can increasingly plan, teach, and evaluate their inclusive classes better than before. As a result, their professionalism is improving. 
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PJOK DALAM MENGAJAR GERAK LOKOMOTOR ANAK TUNAGRAHITA MELALUI TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING Ekawati, Febriani Fajar; Rahayu, Tri Winarti; Satyawan, Budhi; Ismaryati; Kardiyanto, Deddy Whinata; Wijanarko, Bambang
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i1.6693

Abstract

Salah satu permasalahan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengajar anak tunagrahita adalah kurangnya partisipasi aktif mereka pada materi yang disampaikan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru PJOK khususnya dalam mengajar materi gerak lokomotor pada anak tunagrahita dengan pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU). Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada 14 guru SLB-E Bhina Putera. Peningkatan kemampuan guru dilihat dari partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sebelum dan sesudah sosialisasi dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran gerak lokomotor, yang berarti bahwa guru mampu mengelola kelas lebih baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dalam mengajar meningkat setelah mengikuti kegiatan.
Pendampingan Aktivitas Fisik Terstruktur untuk Normalisasi Gula Darah dan Kolesterol pada Karyawan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Ekawati, Febriani Fajar; Rahayu, Tri Winarti; Andani, Abrean Meli; Difa', Khalil Junan
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): IJPM - Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.556

Abstract

Gaya hidup sedentari yang semakin meluas di lingkungan kerja modern menjadi penyebab utama berbagai gangguan metabolik, termasuk diabetes melitus tipe 2 dan peningkatan kadar kolesterol. Fenomena ini menimbulkan permasalahan kesehatan yang signifikan bagi karyawan, khususnya di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah tersebut melalui pendampingan aktivitas fisik terstruktur, yang dirancang untuk menormalkan kadar gula darah dan kolesterol. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi beberapa tahap, mulai dari asesmen kondisi kesehatan karyawan, perencanaan program aktivitas fisik, hingga pelaksanaan dan evaluasi. Aktivitas fisik yang dipilih adalah naik turun tangga, sebuah kegiatan sederhana namun efektif yang dapat dilakukan di lingkungan kerja. Selama kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung, peserta secara rutin melakukan aktivitas fisik yang dipandu dan terukur, dengan fokus pada intensitas serta durasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam kadar gula darah dan kolesterol peserta, dengan beberapa di antaranya menunjukkan perbaikan profil metabolisme yang signifikan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa aktivitas fisik yang terstruktur dan konsisten dapat berperan penting dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit degeneratif di tempat kerja, serta dapat diadaptasi untuk diterapkan di lingkungan kerja lainnya.