cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020): July 2020" : 10 Documents clear
Kontribusi Recive Servis, Dig, Cover dan Toss Pemain Libero dalam Pertandingan Final SEA GAMES 2019 Sujarwo, Sujarwo; Purnomo, Arif
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi recive servis, dig, cover dan toss pemain libero dalam pertandingan bola voli. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi dan match analisis pada pertandingan final bola voli putra indoor SEA GAMES 2019. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi yang dinilai oleh dua orang ahli, yaitu ahli bola voli dan ahli tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang libero tim nasional bola voli indoor Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada set pertama libero 1 berkontribusi dalam recive servis, dig, cover dan toss sebesar: 38.6%. Set kedua libero 1 berkontribusi: 26.2%. Pada set kedua libero 2 berkontribusi sebesar: 16.3%. Pada set ketiga libero 2 berkontribusi sebesar: 52.1%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kontribusi kemampuan libero sangat menentukan dalam keberhasilan tim dalam melakukan serangan maupun bertahan, baik kemampuan recive servis, dig, cover dan toss. Rekomendasi peneliti hendaknya pelatih melatih libero dengan kondisi sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kesalahan yang dilakukan libero di lapangan hendaknya diulang-ulang dibenahi dan diberikan solusi atau pembetulan baik konsep maupun teknikPurposed of this study was to determine the contribution of recive servis, dig and toss libero players in volleyball matches. The research method was used quantitative descriptive research with observation and match analysis techniques in the SEA GAMES 2019 indoor men's volleyball final match. The study’s instrument was the observation sheet assessed by two experts, namely, volleyball expert, test and measurement expert. Subjects in this study were two Indonesian national volleyball national team libero. Results showed that in the first set libero number 1 contributed to the recive service, dig and toss by: 38.6%. The second set of libero number 1 provided: 26.2%. In the second set of libero number 2 participated: 16.3%. In third set, libero number 2 contributed: 52.1%. The conclusion in this study is that the contribution of Libero's ability was crucial to the success of the team in attack and defense, both the ability to recive service, dig, cover and toss. Common researchers' recommendation should be that the trainer train libero with conditions as close as possible to the field’s actual requirements. A libero made mistakes in the area should be repeated addressed and given a solution or correction of both concepts and techniques.
Keseimbangan dan Kelentukan Pergelangan Kaki: Bagaimanakah Korelasinya dengan Kemampuan Shooting Sepakbola? Sinatriyo, Dewonggo; Kusuma, Indra Jati; Festiawan, Rifqi; Kusnandar, Kusnandar; Heza, Fuad Noor
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diperoleh sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) dan kelentukan pergelangan kaki & Shooting (Widiastuti, 2015). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi pearson product moment dan korelasi ganda. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1.y = 0,071 < r(0,05)(60) = 0,254, Ada korelasi antara kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx2.y = 0,341 > r(0,05)(60) = 0,254, dan  Tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1,x2,.y = 0,129 < r(0,05)(60) = 0,254, dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting. The purpose of this study was to determine the correlation between ankle balance and flexibility and the shooting ability of students participating in soccer extracurricular at SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. This research method is correlational with cross sectional approach, the sampling technique uses purposive sampling with inclusion and exclusion criteria and a sample of 60 students is obtained. The research instruments used include the Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) and ankle elasticity & shooting (Widiastuti, 2015). The data analysis technique used is Pearson product moment correlation test and multiple correlation. From the results of the study note that there is no correlation between balance with shooting ability with a value of rx1.y = 0.071 <r (0.05) (60) = 0.254, there is a correlation between ankle flexibility with shooting ability with a value of rx2.y = 0.341> r (0.05) (60) = 0.254, and there is no correlation between ankle balance and flexibility and shooting ability with rx1, x2, .y = 0.129 <r (0.05) (60) = 0.254, from the results It can be concluded that there is no correlation between balance and ankle flexibility and shooting ability.
Manfaat Vitamin D untuk Pemain Sepak Bola : Mini Literature Review Yustika, Gaung Perwira; Santoso, Eko Budi; Hadi, Cholichul; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.18426

Abstract

Permainan sepakbola dicirikan dengan pola aktivitas yang berubah-ubah, olahraga dengan durasi yang panjang dengan intensitas yang tinggi dan aksi yang eksplosif seperti melakukan akselarasi, deakselarasi, merubah arah, melompat, dan menjegal yang tentunya memerlukan kerja yang tinggi dari daya tubuh. Di dalam pertandingan kebutuhan energi sangat tinggi, dipenuhi dengan metabolisme aerob dan anaerob, yang mana perlu dibarengi dengan asupan nutrisi berkualitas dalam bentuk mikronutrisi khususnya asupan/pemaparan vitamin D untuk pemain agar dapat menunjang dan menjaga performa permainan dari seorang pemain, terlebih pada level sepakbola elit. Vitamin D sendiri adalah suatu prekursor hormon yang memiliki peranan penting di dalam menjaga kesehatan tulang dan fungsi imunitas. Penemuan reseptor vitamin D pada sel otot rangka manusia telah membawa para ilmuwan fisiologi otot untuk menemukan peranan penting vitamin D dalam meregulasikan sintesis protein dan fungsi otot. Pada atlit sepakbola elit, terdapat kebutuhan konstan vitamin D di dalam memaksimalkan sintesis protein untuk memenuhi kebutuhan fisik dari latihan harian. Selain dari pemaparan sinar matahari vitamin D pun dapat didapatkan dari sumber makanan yang mengandung nutrisi ini (hewani dan nabati).Soccer was characterized with activity that changed periodically during the game, this sport has long duration and with high intensity dan explosive action like doing acceleration, deacceleration, changing direction, jumping, and tackling. Of course in order to doing that this sport needs high rate of physical performance of the players. In the match, energy requirements is very high, fulfill by aerob metabolism and anaerob, to help the metabolism regulation, micronutrien intake especially vitamin D intake/exposure for the players to support and maintain performance of soccer players, especially in the elite level. Vitamin D is a hormonal precursor that hold an important role to maintain bone health and imunity function. The discovery of vitamin D receptor in human skeletal’s cells made attention to Muscle Physiologyst in order to find a way how vitamin D regulated protein synsthesis and muscle function. For soccer elite athletes, there’s constant needs of vitamin D to built synthesis protein in order to support the physical requirements from daily training. Besides sunlight exposure, vitamin D can be acquired from dietary foods that contain this vitamin (animal and plant source).Soccer was characterized with activity that changed periodically during the game, this sport has long duration and with high intensity dan explosive action like doing acceleration, deacceleration, changing direction, jumping, and tackling. Of course in order to doing that this sport needs high rate of physical performance of the players. In the match, energy requirements is very high, fulfill by aerob metabolism and anaerob, to help the metabolism regulation, micronutrien intake especially vitamin D intake/exposure for the players to support and maintain performance of soccer players, especially in the elite level. Vitamin D is a hormonal precursor that hold an important role to maintain bone health and imunity function. The discovery of vitamin D receptor in human skeletal’s cells made attention to Muscle Physiologyst in order to find a way how vitamin D regulated protein synsthesis and muscle function. For soccer elite athletes, there’s constant needs of vitamin D to built synthesis protein in order to support the physical requirements from daily training. Besides sunlight exposure, vitamin D can be acquired from dietary foods that contain this vitamin (animal and plant source).
Pengembangan Paralayang Ternadi di Kabupaten Kudus Indardi, Nanang; Sahri, Sahri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21480

Abstract

Paralayang sejak tahun 1990an sudah berkembang di Jawa Tengah, namun sampai sekarang perkembangannya masih kalah dengan daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengembangan Paralayang Ternadi  sebagai ikon pariwisata udara oleh Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pemetaan pengembangan tempat paralayang sesuai dengan karakteristik alam setempat dan secara umum aktivitas wisata paralayang dapat berkembang dan menjadi lebih baik sesuai standar operasi prosedur serta keamanan penerbangan. Pengkajian potensi pengembangan paralayang ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan terbang, dan airmanship/tingkah laku, serta menjadi daya tarik wisata udara dalam dunia penerbangan paralayang. Tertatanya potensi pengembangan paralayang dan tata kelola paralayang yang lebih terorganisir dengan baik merupakan dampak positif yang ingin dicapai. Penelitian ini bersifat eksploratif dan dilakukan di Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan meliputi pengamatan lapangan, pemetaan, dan tata kelola. Pengamatan lapangan dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung dengan menggunakan media (gambar, rekaman audio/visual) serta didampingi pakar dan melibatkan lembaga yang berkompeten. Pemetaan tempat dilakukan dengan memperhatikan potensi alam yang mendukung (ketinggian, arah angin, kontur tanah, luasan lahan, sumber air, dan lain-lain). Tata kelola diperlukan untuk memastikan kelangsungan pengembangan paralayang secara menyeluruh dalam kurun waktu yang relatif lama.Paragliding since the 1990s has been developing in Central Java, but until now its development is still inferior to the regions of East Java and West Java. The study was conducted to examine the development of Ternadi Paragliding as an icon of air tourism by the Central Java Paragliding Management. This study aims to facilitate the mapping of the development of paragliding sites in accordance with local natural characteristics and in general paragliding tourism activities can develop and become better according to standard operating procedures and flight safety. The assessment of the potential of paragliding development is expected to be able to improve knowledge, flight ability, and airmanship / behavior, as well as being an attraction for air travel in the world of paragliding flights. The organized potential of the development of paragliding governance that is better organized is a positive impact to be achieved. This research is exploratory and conducted in Kudus Regency. This research was carried out in three phases which included field observations, mapping and governance. Field observations are carried out using direct observations using media (images, audio/visual recordings) and accompanied by experts and involving competent institutions. Site mapping is done by taking into account the supporting natural potential (altitude, wind direction, land contour, land area, water source, etc.). Governance is needed to ensure the continued development of paragliding as a whole in a relatively long period of time.
Bokavia Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Pada Olahraga Petanque Irawan, Fajar Awang; Pangesti, Oktavia Pratiwi Diah Ayu
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21368

Abstract

Siswa tingkat sekolah dasar mengalami kesulitan dalam bermain petanque karena bola besi terasa berat saat dimainkan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternative media permainan melalui modifikasi bola petanque yang lebih murah, ringan, praktis, dan menarik tetapi tetap standar. Penelitian ini menggunakan 10 orang dalam uji coba kecil dan 20 orang dalam uji coba besar dengan rentang usia 8 sampai 10 tahun. Hasil dari penelitian ini pada uji coba skala kecil diperoleh 84% spesifikasi produk pada kategori baik dan 90% relevansi produk juga pada kriteria baik. Untuk uji coba skala besar diperoleh 88% spesifikasi pada kategori baik, sedangkan relevansi produk 92% pada kategori baik pula. Hasil lain pada komentar ahli ditemukan 94.15% untuk kualitas produk Bokavia pada kategori sangat baik dan 96.65% untuk spesifikasi produk juga pada kategori sangat baik.   Kesimpulan yang didapat bahwa Bokavia ini layak digunakan untuk bermain petanque dan juga sebagai alternative pilihan dalam pembelajaran.Elementary student felt difficult when playing petanque because of the weight. The aim of this study was to give media alternative using petanque ball modification that more cheap, light, and interesting as petanque standard. This study using 10 participants in small-scale and 20 participants in large-scale with the mean age 8 to 10 years old. Result of this study found that 84% product specifications in small-scale was good and 90% product relevance was also in good category. Large-scale data found 88% product specification in 88% and 92% relevance product was good in category. Results from the expertise found that 94.15% for product quality was very good and 96.65% product specification was also very good. The conclusion stated that Bokavia suitable for was petanque and also as an alternative choice for learning.
Pengembangan Paralayang Ternadi di Kabupaten Kudus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21480

Abstract

Paralayang sejak tahun 1990an sudah berkembang di Jawa Tengah, namun sampai sekarang perkembangannya masih kalah dengan daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengembangan Paralayang Ternadi  sebagai ikon pariwisata udara oleh Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pemetaan pengembangan tempat paralayang sesuai dengan karakteristik alam setempat dan secara umum aktivitas wisata paralayang dapat berkembang dan menjadi lebih baik sesuai standar operasi prosedur serta keamanan penerbangan. Pengkajian potensi pengembangan paralayang ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan terbang, dan airmanship/tingkah laku, serta menjadi daya tarik wisata udara dalam dunia penerbangan paralayang. Tertatanya potensi pengembangan paralayang dan tata kelola paralayang yang lebih terorganisir dengan baik merupakan dampak positif yang ingin dicapai. Penelitian ini bersifat eksploratif dan dilakukan di Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan meliputi pengamatan lapangan, pemetaan, dan tata kelola. Pengamatan lapangan dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung dengan menggunakan media (gambar, rekaman audio/visual) serta didampingi pakar dan melibatkan lembaga yang berkompeten. Pemetaan tempat dilakukan dengan memperhatikan potensi alam yang mendukung (ketinggian, arah angin, kontur tanah, luasan lahan, sumber air, dan lain-lain). Tata kelola diperlukan untuk memastikan kelangsungan pengembangan paralayang secara menyeluruh dalam kurun waktu yang relatif lama.Paragliding since the 1990s has been developing in Central Java, but until now its development is still inferior to the regions of East Java and West Java. The study was conducted to examine the development of Ternadi Paragliding as an icon of air tourism by the Central Java Paragliding Management. This study aims to facilitate the mapping of the development of paragliding sites in accordance with local natural characteristics and in general paragliding tourism activities can develop and become better according to standard operating procedures and flight safety. The assessment of the potential of paragliding development is expected to be able to improve knowledge, flight ability, and airmanship / behavior, as well as being an attraction for air travel in the world of paragliding flights. The organized potential of the development of paragliding governance that is better organized is a positive impact to be achieved. This research is exploratory and conducted in Kudus Regency. This research was carried out in three phases which included field observations, mapping and governance. Field observations are carried out using direct observations using media (images, audio/visual recordings) and accompanied by experts and involving competent institutions. Site mapping is done by taking into account the supporting natural potential (altitude, wind direction, land contour, land area, water source, etc.). Governance is needed to ensure the continued development of paragliding as a whole in a relatively long period of time.
Bokavia Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Pada Olahraga Petanque
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21368

Abstract

Siswa tingkat sekolah dasar mengalami kesulitan dalam bermain petanque karena bola besi terasa berat saat dimainkan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternative media permainan melalui modifikasi bola petanque yang lebih murah, ringan, praktis, dan menarik tetapi tetap standar. Penelitian ini menggunakan 10 orang dalam uji coba kecil dan 20 orang dalam uji coba besar dengan rentang usia 8 sampai 10 tahun. Hasil dari penelitian ini pada uji coba skala kecil diperoleh 84% spesifikasi produk pada kategori baik dan 90% relevansi produk juga pada kriteria baik. Untuk uji coba skala besar diperoleh 88% spesifikasi pada kategori baik, sedangkan relevansi produk 92% pada kategori baik pula. Hasil lain pada komentar ahli ditemukan 94.15% untuk kualitas produk Bokavia pada kategori sangat baik dan 96.65% untuk spesifikasi produk juga pada kategori sangat baik.   Kesimpulan yang didapat bahwa Bokavia ini layak digunakan untuk bermain petanque dan juga sebagai alternative pilihan dalam pembelajaran.Elementary student felt difficult when playing petanque because of the weight. The aim of this study was to give media alternative using petanque ball modification that more cheap, light, and interesting as petanque standard. This study using 10 participants in small-scale and 20 participants in large-scale with the mean age 8 to 10 years old. Result of this study found that 84% product specifications in small-scale was good and 90% product relevance was also in good category. Large-scale data found 88% product specification in 88% and 92% relevance product was good in category. Results from the expertise found that 94.15% for product quality was very good and 96.65% product specification was also very good. The conclusion stated that Bokavia suitable for was petanque and also as an alternative choice for learning.
Kontribusi Recive Servis, Dig, Cover dan Toss Pemain Libero dalam Pertandingan Final SEA GAMES 2019
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi recive servis, dig, cover dan toss pemain libero dalam pertandingan bola voli. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi dan match analisis pada pertandingan final bola voli putra indoor SEA GAMES 2019. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi yang dinilai oleh dua orang ahli, yaitu ahli bola voli dan ahli tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang libero tim nasional bola voli indoor Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada set pertama libero 1 berkontribusi dalam recive servis, dig, cover dan toss sebesar: 38.6%. Set kedua libero 1 berkontribusi: 26.2%. Pada set kedua libero 2 berkontribusi sebesar: 16.3%. Pada set ketiga libero 2 berkontribusi sebesar: 52.1%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kontribusi kemampuan libero sangat menentukan dalam keberhasilan tim dalam melakukan serangan maupun bertahan, baik kemampuan recive servis, dig, cover dan toss. Rekomendasi peneliti hendaknya pelatih melatih libero dengan kondisi sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kesalahan yang dilakukan libero di lapangan hendaknya diulang-ulang dibenahi dan diberikan solusi atau pembetulan baik konsep maupun teknikPurposed of this study was to determine the contribution of recive servis, dig and toss libero players in volleyball matches. The research method was used quantitative descriptive research with observation and match analysis techniques in the SEA GAMES 2019 indoor men's volleyball final match. The study’s instrument was the observation sheet assessed by two experts, namely, volleyball expert, test and measurement expert. Subjects in this study were two Indonesian national volleyball national team libero. Results showed that in the first set libero number 1 contributed to the recive service, dig and toss by: 38.6%. The second set of libero number 1 provided: 26.2%. In the second set of libero number 2 participated: 16.3%. In third set, libero number 2 contributed: 52.1%. The conclusion in this study is that the contribution of Libero's ability was crucial to the success of the team in attack and defense, both the ability to recive service, dig, cover and toss. Common researchers' recommendation should be that the trainer train libero with conditions as close as possible to the field’s actual requirements. A libero made mistakes in the area should be repeated addressed and given a solution or correction of both concepts and techniques.
Keseimbangan dan Kelentukan Pergelangan Kaki: Bagaimanakah Korelasinya dengan Kemampuan Shooting Sepakbola?
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diperoleh sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Diagonal Dynamic Balance Test (Roy Ghosh, 2017) dan kelentukan pergelangan kaki Shooting (Widiastuti, 2015). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi pearson product moment dan korelasi ganda. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1.y = 0,071 r(0,05)(60) = 0,254, Ada korelasi antara kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx2.y = 0,341 r(0,05)(60) = 0,254, dan  Tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1,x2,.y = 0,129 r(0,05)(60) = 0,254, dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting. The purpose of this study was to determine the correlation between ankle balance and flexibility and the shooting ability of students participating in soccer extracurricular at SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. This research method is correlational with cross sectional approach, the sampling technique uses purposive sampling with inclusion and exclusion criteria and a sample of 60 students is obtained. The research instruments used include the Diagonal Dynamic Balance Test (Roy Ghosh, 2017) and ankle elasticity shooting (Widiastuti, 2015). The data analysis technique used is Pearson product moment correlation test and multiple correlation. From the results of the study note that there is no correlation between balance with shooting ability with a value of rx1.y = 0.071 r (0.05) (60) = 0.254, there is a correlation between ankle flexibility with shooting ability with a value of rx2.y = 0.341 r (0.05) (60) = 0.254, and there is no correlation between ankle balance and flexibility and shooting ability with rx1, x2, .y = 0.129 r (0.05) (60) = 0.254, from the results It can be concluded that there is no correlation between balance and ankle flexibility and shooting ability.
Manfaat Vitamin D untuk Pemain Sepak Bola : Mini Literature Review
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.18426

Abstract

Permainan sepakbola dicirikan dengan pola aktivitas yang berubah-ubah, olahraga dengan durasi yang panjang dengan intensitas yang tinggi dan aksi yang eksplosif seperti melakukan akselarasi, deakselarasi, merubah arah, melompat, dan menjegal yang tentunya memerlukan kerja yang tinggi dari daya tubuh. Di dalam pertandingan kebutuhan energi sangat tinggi, dipenuhi dengan metabolisme aerob dan anaerob, yang mana perlu dibarengi dengan asupan nutrisi berkualitas dalam bentuk mikronutrisi khususnya asupan/pemaparan vitamin D untuk pemain agar dapat menunjang dan menjaga performa permainan dari seorang pemain, terlebih pada level sepakbola elit. Vitamin D sendiri adalah suatu prekursor hormon yang memiliki peranan penting di dalam menjaga kesehatan tulang dan fungsi imunitas. Penemuan reseptor vitamin D pada sel otot rangka manusia telah membawa para ilmuwan fisiologi otot untuk menemukan peranan penting vitamin D dalam meregulasikan sintesis protein dan fungsi otot. Pada atlit sepakbola elit, terdapat kebutuhan konstan vitamin D di dalam memaksimalkan sintesis protein untuk memenuhi kebutuhan fisik dari latihan harian. Selain dari pemaparan sinar matahari vitamin D pun dapat didapatkan dari sumber makanan yang mengandung nutrisi ini (hewani dan nabati).Soccer was characterized with activity that changed periodically during the game, this sport has long duration and with high intensity dan explosive action like doing acceleration, deacceleration, changing direction, jumping, and tackling. Of course in order to doing that this sport needs high rate of physical performance of the players. In the match, energy requirements is very high, fulfill by aerob metabolism and anaerob, to help the metabolism regulation, micronutrien intake especially vitamin D intake/exposure for the players to support and maintain performance of soccer players, especially in the elite level. Vitamin D is a hormonal precursor that hold an important role to maintain bone health and imunity function. The discovery of vitamin D receptor in human skeletal’s cells made attention to Muscle Physiologyst in order to find a way how vitamin D regulated protein synsthesis and muscle function. For soccer elite athletes, there’s constant needs of vitamin D to built synthesis protein in order to support the physical requirements from daily training. Besides sunlight exposure, vitamin D can be acquired from dietary foods that contain this vitamin (animal and plant source).Soccer was characterized with activity that changed periodically during the game, this sport has long duration and with high intensity dan explosive action like doing acceleration, deacceleration, changing direction, jumping, and tackling. Of course in order to doing that this sport needs high rate of physical performance of the players. In the match, energy requirements is very high, fulfill by aerob metabolism and anaerob, to help the metabolism regulation, micronutrien intake especially vitamin D intake/exposure for the players to support and maintain performance of soccer players, especially in the elite level. Vitamin D is a hormonal precursor that hold an important role to maintain bone health and imunity function. The discovery of vitamin D receptor in human skeletal’s cells made attention to Muscle Physiologyst in order to find a way how vitamin D regulated protein synsthesis and muscle function. For soccer elite athletes, there’s constant needs of vitamin D to built synthesis protein in order to support the physical requirements from daily training. Besides sunlight exposure, vitamin D can be acquired from dietary foods that contain this vitamin (animal and plant source).

Page 1 of 1 | Total Record : 10