cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020): December 2020" : 12 Documents clear
Implikasi Pola Kerja Telensefalon dan Korteks Cerebral dalam Pendidikan Jasmani Mustafa, Pinton Setya
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.24901

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang pola kerja telensefalon dan korteks cerebral dan implikasinya dalam pendidikan jasmani. Telensefalon berperan berbagai proses, yaitu: penentuan kecerdasan, penentuan kepribadian, menginterpretasi rangsang berbagai indra. Sedangkan Korteks cerebral berperan sebagai pusat integrasi untuk informasi sensorik dan regio pengambil keputusan bagi berbagai jenis output motorik. Dengan demikian korteks cerebral memiliki sumbang asih pada pembelajaran gerak, khususnya dalam pendidikan jasmani. Selain itu perkembangan korteks cerebral juga dapat dibentuk melalui pembelajaran gerak yang tepat.The purpose of this article discusses the work patterns of telencephalon andr brain cortex and their implications in physical education. Telencephalon won various processes, namely: intelligence, personality selection, interpreting the various sensory stimuli. While the Cortex acts as an information center for sensory and requests decisions for various types of motor. Thus the brain cortex has a contribution to the learning of motion, specifically in physical education. In addition, the development of the brain cortex can also be built through the learning of appropriate motion.
Korelasi Antara Lompat Vertikal Dengan Performa Sprint 60 Meter Pada Atlet Taekwondo dan Karate Apriantono, Tommy; Syahruddin, Syahruddin; Winata, Bagus; Karim, Doddy Abdul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27140

Abstract

Taekwondo dan Pencak silat merupaka dua contoh cabang olahraga seni bela diri yang saat ini sedang berkembang saat ini. Maka dari itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengukur serta mengetahui korelasi antara performa lompat vertikal dengan sprint 60 meter pada atlet Taekwondo dan Pencak silat. Seluruh peserta, dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kecabangan mereka, yaitu kelompok Taekwondo (TKW), dan kelompok Pencak silat (PKS). Seluruh peserta diwajibkan untuk melakukan pemanasan secara statis dan dinamis selama minimal 15 menit. Setelah sesi pemanasan selesai, kelompok TKW memulai pertama untuk sesi pengukuran anthropometry, lompat vertikal, dan sprint. Kelompok PKS lebih unggul dalam melakukan performa loncatan, yaitu 57,33 (± 7,73) cm dibandingkan dengan kelompok TKW sebesar 55,78 (± 4,30) cm. Sedangkan untuk hasil sprint 60 meter, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sprint 60 meter antara kelompok TKW dan PKS (p = 0,007), dimana kelompok PKS (7,94 ± 0,15) detik lebih cepat dibandingkan dengan kelompok TKW (8,48 ± 0,49) detik. Hasil dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara performa lompat vertikal dengan performa sprint 60 meter, pada atlet Takewondo dan Pencak silat.Taekwondo and Pencak silat are two examples of martial arts sports that are currently being developed. Therefore, the purpose of this study was to measure and determine the correlation between vertical jump performance and 60 meter sprints in Taekwondo and Pencak silat athletes. All participants were divided into two groups based on their branches, namely the Taekwondo group (TKW) and the Pencak silat group (PKS). All participants are required to warm up statically and dynamically for at least 15 minutes. After the warm-up session was over, the TKW group started the first session for anthropometry measurement, vertical jump, and sprint. The PKS group was superior in jumping performance, 57.33 (± 7.73) cm compared to the TKW group of 55.78 (± 4.30) cm. As for the results of the 60 meter sprint, it shows that there were a significant difference between the 60 meter sprint between the TKW and PKS groups (p = 0.007), where the PKS group (7.94 ± 0.15) seconds is faster than the TKW group (8, 48 ± 0.49) seconds. The results in this study indicate that there were a correlation between vertical jump performance and 60 meter sprint performance, for Takewondo and Pencak silat athletes.
Analisis Gerak Teknik dan Performa Memanah Nomor 70 Meter Recurve Atlet PPLP Panahan Daerah Istimewa Yogyakarta Septiana, Luluk; Widiyanto, Widiyanto; Wali, Carles Nyoman
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.25777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kinerja gerak teknik dan performa memanah jarak 70 meter recurve putri pada kejurnas antar PPLP di Semarang tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel: gerak teknik memanah dan kemampuan fisik memanah. Instrumen yang digunakan yaitu; (1) angket, yang berisi kisi-kisi analisis kinerja gerak teknik memanah yang telah divalidasi oleh ahli biomekanika dan teknik memanah; (2) handycam, untuk melakukan pengamatan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah atlet panahan putri yang mengikuti kejurnas panahan jarak 70 meter recurve antar PPLP di Semarang tahun 2015 yang berjumlah 3 atlet. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja gerak teknik memanah pada tahap cara berdiri (stance), memasang ekor panah (nocking), posisi setengah tarikan (set up), menarik tali (drawing), penjangkaran (anchoring), menahan sikap memanah (holding), membidik (aiming), melepaskan anak panah (release), gerak lanjut (followthrough) berada pada kategori baik. (2) Performa atlet memanah PPLP DIY masih kurang, terlihat dari hasil perolehan skor pada setiap rambahan selalu menurun. This research aimed to reveal the capability of technical movement and the performed by female archers to shoot arrow in 70 meters recurve distance on the championship among PPLP in 2015 in Semarang. This research was a descriptive quantitative research with variables the technical movement and the physical ability of shooting arrow. The instruments used are: (1) questionnaire, containing the blue print of analysis of the capability of technical movement in shooting arrow which has been validated by the expert of biomechanic and the technique of shooting arrow; (2) handycam, to carry out the observation. The research subjects is female archers who joined the championship among PPLP in Semarang in 2015 totaling 3 archer. The result of this research shows, (1) technical movement of shooting arrow on the phase of stance, nocking, set up, drawing, anchoring, holding, aiming, releasing and follow through is classified in “good” category; (2) the performance of the athletes of archery of PPLP is not maximum, it can be seen from the decrease tendency in obtaining additional score.
Dampak Kelelehan terhadap Pengambilan Keputusan di Dalam Permainan Futsal Ferdiansyah, Radyan; Imanuddin, Iman; Fitri, Mustika
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.23463

Abstract

Intensitas yang tinggi pada olahraga futsal mengakibatkan para pemainnya sering mengalami kelelahan sebelum pertandingan selesai. Pada akhirnya, kelelahan akan menyebabkan penurunan performa. Oleh karna itu peneliti ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui tentang dampak kelelahan terhadap pengambilan keputusan di dalam permainan futsal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengambilan keputusan atlet yang sedang mengalami kelelahan dan tidak. Setelah mengetahui, maka peneliti mencari perbedaan pengambilan keputusan antara kelompok yang mengalami kelelahan dan tidak mengalami kelelahan. Pada penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Partisipan pada penelian ini adalah Siswa Sekolah Menengah Pertama PGII II Bandung yang terdaftar aktif di ekstrakulikuler futsal. Sampel pada penelitian ini berjumlah 16 orang yang dipilih menggunakan teknik sampling porposive sampling, instrumen penelitian pada penelitian ini menggunakan Assessment of Secondary School Student’s Decision Making and Gameplay Ability in Soccer. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data uji perbedaan sebelum dan sesudah kelelahan maka diperoleh data signifikansi sebesar 0,022 maka H0 ditolak.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengambilan keputusan sebelum dan selama kelelahan. Dengan demikian, karena nilai t hitung 2,409 > t, tabel 1,6973 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya kelelahan berdampak terhadap pengambilan keputusan di dalam permainan futsal.
Efek Akut Pemberian Asam Amino Citrulin Alami Terhadap Kekuatan Otot Setiowati, Anies; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27120

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa efek akut asam amino sitrulin alami terhadap kekuatan otot. Metode penelitian dengan desain -post test controlled group design.  Sampel penelitian adalah mahasiwa IKOR FIK  dibagi secara acak menjadi 2 kelompok  yaitu kelompok kontrol  dan kelompok sitrulin. Perlakuan pada kelompok sitrulin berupa pemberian jus semangka 428 ml (600-700 g daging buah semangka) kandungan sitrulin sebesar 1 mg. sedang pada kelompok control diberikan placebo yaitu air sirup. Jus semangka ataupun air sirup diberikan 60 menit sebelum dilakukan tes kekuatan otot yaitu kekuatan otot tungkai, punggung, bahu dan genggam tangan dengan menggunakan Dynamometer. Data  dianalisis diuji T-test dengan SPSS. Hasil penelitian: rerata kekuatan otot total diperoleh dari hasil penjumalahan kekuatan otot punggung, tungkai, bahu, genggam tangan. Retata kekuatan otot total kelompok kontrol 362,98±87,26 kg, kelompok perlakuan critrulline alami (semangka) 378,46±128,23, p=0,782. Tidak terdapat perbedaan efek akut asam amino sitrulin alami terhadap kekuatan otot
Korelasi Power Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan, dan Koordinasi Mata-Tangan terhadap Ketepatan Smash Bulutangkis Digantara, Tegar; Ngadiman, Ngadiman; Festiawan, Rifqi; Kusuma, Indra Jati; Wahono, Bayu Suko
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27334

Abstract

Olahraga bulutangkis memiliki beberapa teknik pukulan, salah satunya smash yang membutuhkan beberapa komponen fisik sebagai penunjang keberhasilan melakukan pukulan smash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan smash bulutangkis. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel bebas power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap variabel terikat ketepatan smash. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 atlet anggota PB Delta Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi sederhana dan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi hubungan power otot tungkai dengan ketepatan smash sebesar 0,571. Koefisien korelasi kekuatan otot lengan dengan ketepatan smash sebesar 0,735. Koefisien korelasi koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash sebesar 0,520. Sedangkan hasil dari f hitung > f tabel (17,364 > 3,49) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash bulutangkis.Badminton has several hit techniques; one of them is smash which requires several physical components as a support for the success of making a smash. This study was to determine the correlation between leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination on badminton smashes. This study was a correlational study and the purpose was to find out the correlation between the independent variable of leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination to the dependent variable smash accuracy. This study had 20 of PB Delta Purwokerto athletes as the subjects. The researcher used product moment correlation test to analyze the data. Based on the data analysis, the correlation coefficient value between the leg muscle power and the accuracy of the smash was 0.571, the correlation coefficient between arm muscle strength and smash accuracy was 0.735, meanwhile between the hand eye coordination and smash accuracy was 0.520. The result of f > table f (17,364 > 3,49) with a probability value of 0,000. The result of the data analysis indicated that there was a significant correlation among leg muscle power, arm muscle strength, and hand eye coordination with the accuracy of badminton smashes.
Korelasi Power Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan, dan Koordinasi Mata-Tangan terhadap Ketepatan Smash Bulutangkis
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27334

Abstract

Olahraga bulutangkis memiliki beberapa teknik pukulan, salah satunya smash yang membutuhkan beberapa komponen fisik sebagai penunjang keberhasilan melakukan pukulan smash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan smash bulutangkis. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel bebas power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap variabel terikat ketepatan smash. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 atlet anggota PB Delta Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi sederhana dan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi hubungan power otot tungkai dengan ketepatan smash sebesar 0,571. Koefisien korelasi kekuatan otot lengan dengan ketepatan smash sebesar 0,735. Koefisien korelasi koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash sebesar 0,520. Sedangkan hasil dari f hitung f tabel (17,364 3,49) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash bulutangkis.Badminton has several hit techniques; one of them is smash which requires several physical components as a support for the success of making a smash. This study was to determine the correlation between leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination on badminton smashes. This study was a correlational study and the purpose was to find out the correlation between the independent variable of leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination to the dependent variable smash accuracy. This study had 20 of PB Delta Purwokerto athletes as the subjects. The researcher used product moment correlation test to analyze the data. Based on the data analysis, the correlation coefficient value between the leg muscle power and the accuracy of the smash was 0.571, the correlation coefficient between arm muscle strength and smash accuracy was 0.735, meanwhile between the hand eye coordination and smash accuracy was 0.520. The result of f table f (17,364 3,49) with a probability value of 0,000. The result of the data analysis indicated that there was a significant correlation among leg muscle power, arm muscle strength, and hand eye coordination with the accuracy of badminton smashes.
Implikasi Pola Kerja Telensefalon dan Korteks Cerebral dalam Pendidikan Jasmani
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.24901

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang pola kerja telensefalon dan korteks cerebral dan implikasinya dalam pendidikan jasmani. Telensefalon berperan berbagai proses, yaitu: penentuan kecerdasan, penentuan kepribadian, menginterpretasi rangsang berbagai indra. Sedangkan Korteks cerebral berperan sebagai pusat integrasi untuk informasi sensorik dan regio pengambil keputusan bagi berbagai jenis output motorik. Dengan demikian korteks cerebral memiliki sumbang asih pada pembelajaran gerak, khususnya dalam pendidikan jasmani. Selain itu perkembangan korteks cerebral juga dapat dibentuk melalui pembelajaran gerak yang tepat.The purpose of this article discusses the work patterns of telencephalon andr brain cortex and their implications in physical education. Telencephalon won various processes, namely: intelligence, personality selection, interpreting the various sensory stimuli. While the Cortex acts as an information center for sensory and requests decisions for various types of motor. Thus the brain cortex has a contribution to the learning of motion, specifically in physical education. In addition, the development of the brain cortex can also be built through the learning of appropriate motion.
Korelasi Antara Lompat Vertikal Dengan Performa Sprint 60 Meter Pada Atlet Taekwondo dan Karate
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27140

Abstract

Taekwondo dan Pencak silat merupaka dua contoh cabang olahraga seni bela diri yang saat ini sedang berkembang saat ini. Maka dari itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengukur serta mengetahui korelasi antara performa lompat vertikal dengan sprint 60 meter pada atlet Taekwondo dan Pencak silat. Seluruh peserta, dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kecabangan mereka, yaitu kelompok Taekwondo (TKW), dan kelompok Pencak silat (PKS). Seluruh peserta diwajibkan untuk melakukan pemanasan secara statis dan dinamis selama minimal 15 menit. Setelah sesi pemanasan selesai, kelompok TKW memulai pertama untuk sesi pengukuran anthropometry, lompat vertikal, dan sprint. Kelompok PKS lebih unggul dalam melakukan performa loncatan, yaitu 57,33 (± 7,73) cm dibandingkan dengan kelompok TKW sebesar 55,78 (± 4,30) cm. Sedangkan untuk hasil sprint 60 meter, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sprint 60 meter antara kelompok TKW dan PKS (p = 0,007), dimana kelompok PKS (7,94 ± 0,15) detik lebih cepat dibandingkan dengan kelompok TKW (8,48 ± 0,49) detik. Hasil dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara performa lompat vertikal dengan performa sprint 60 meter, pada atlet Takewondo dan Pencak silat.Taekwondo and Pencak silat are two examples of martial arts sports that are currently being developed. Therefore, the purpose of this study was to measure and determine the correlation between vertical jump performance and 60 meter sprints in Taekwondo and Pencak silat athletes. All participants were divided into two groups based on their branches, namely the Taekwondo group (TKW) and the Pencak silat group (PKS). All participants are required to warm up statically and dynamically for at least 15 minutes. After the warm-up session was over, the TKW group started the first session for anthropometry measurement, vertical jump, and sprint. The PKS group was superior in jumping performance, 57.33 (± 7.73) cm compared to the TKW group of 55.78 (± 4.30) cm. As for the results of the 60 meter sprint, it shows that there were a significant difference between the 60 meter sprint between the TKW and PKS groups (p = 0.007), where the PKS group (7.94 ± 0.15) seconds is faster than the TKW group (8, 48 ± 0.49) seconds. The results in this study indicate that there were a correlation between vertical jump performance and 60 meter sprint performance, for Takewondo and Pencak silat athletes.
Analisis Gerak Teknik dan Performa Memanah Nomor 70 Meter Recurve Atlet PPLP Panahan Daerah Istimewa Yogyakarta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.25777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kinerja gerak teknik dan performa memanah jarak 70 meter recurve putri pada kejurnas antar PPLP di Semarang tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel: gerak teknik memanah dan kemampuan fisik memanah. Instrumen yang digunakan yaitu; (1) angket, yang berisi kisi-kisi analisis kinerja gerak teknik memanah yang telah divalidasi oleh ahli biomekanika dan teknik memanah; (2) handycam, untuk melakukan pengamatan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah atlet panahan putri yang mengikuti kejurnas panahan jarak 70 meter recurve antar PPLP di Semarang tahun 2015 yang berjumlah 3 atlet. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja gerak teknik memanah pada tahap cara berdiri (stance), memasang ekor panah (nocking), posisi setengah tarikan (set up), menarik tali (drawing), penjangkaran (anchoring), menahan sikap memanah (holding), membidik (aiming), melepaskan anak panah (release), gerak lanjut (followthrough) berada pada kategori baik. (2) Performa atlet memanah PPLP DIY masih kurang, terlihat dari hasil perolehan skor pada setiap rambahan selalu menurun. This research aimed to reveal the capability of technical movement and the performed by female archers to shoot arrow in 70 meters recurve distance on the championship among PPLP in 2015 in Semarang. This research was a descriptive quantitative research with variables the technical movement and the physical ability of shooting arrow. The instruments used are: (1) questionnaire, containing the blue print of analysis of the capability of technical movement in shooting arrow which has been validated by the expert of biomechanic and the technique of shooting arrow; (2) handycam, to carry out the observation. The research subjects is female archers who joined the championship among PPLP in Semarang in 2015 totaling 3 archer. The result of this research shows, (1) technical movement of shooting arrow on the phase of stance, nocking, set up, drawing, anchoring, holding, aiming, releasing and follow through is classified in “good” category; (2) the performance of the athletes of archery of PPLP is not maximum, it can be seen from the decrease tendency in obtaining additional score.

Page 1 of 2 | Total Record : 12