cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2019): July 2019" : 12 Documents clear
Model Latihan Heading Sepakbola Berbasis Sirkuit Pada Sekolah Sepakbola Usia 14-17 Tahun Setiawan, Romli Riski
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model-model latihan heading sepakbola berbasis sirkuit untuk meningkatkan keakurasian heading  pada permainan sepakbola. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall dengan menggunakan 10 tahapan dan dengan subjek penelitian adalah atlet sepakbola berusia 14-17 tahun di sekolah sepakbola di Provinsi Jambi. Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan, perencanaan, membuat produk, ujicoba, revisi dan produk final. Uji efektivitas model menggunakan Main Field Test yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan heading atlet sebelum dan sesudah pemberian perlakuan model latihan keterampilan heading sepakbola berbasis sirkuit yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk model latihan ini layak digunakan, pada hasil ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar dapat menerangkan bahwa model tersebut secara keseluruhan dapat dilakukan dengan baik. Dalam hasil uji efektifitas menunjukan peningkatan latihan heading hasil tes awal dan tes akhir setelah diberi perlakuan model latihan, hasil tersebut menunjukan bahwa model latihan heading sepakbola berbasis sirkuit yang dihasilkan dapat digunakan dan efektif dapat meningkatkan kemampuan heading atlet usia 14-17 tahun. Berdasarkan hasil dari output dengan menggunakan SPSS 16 bahwa nilai rata-rata hasil heading  sepak bola sebelum diberikan model latihan adalah 18.04 dan setelah diberikan perlakuan dengan model latihan 23.78 artinya bahwa nilai rata-rata heading sepakbola adanya peningkatan
Intensitas Olahraga Terhadap Perilaku Sosial Cendra, Romi; Gazali, Novri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20529

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas olahraga terhadap perilaku sosial dalam olahraga pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi atau gambaran mengenai hubungan antara intensitas olahraga (variable bebas) dan perilaku sosial (variable terikat). Populasi berjumlah 193 orang dengan sampel 54 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu kategori mahasiswa yang intensitas olahraga ditentukan sesuai dengan indikator kuisioner yang telah dibagikan kepada populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan angket. Teknik analisis data diperoleh dengan program SPSS. Dari hasil analisis data yang dihasilkan menunjukkan bahwa besarnya koefisien korelasi Rank Spearman antara intensitas olahraga terhadap perilaku sosial dalam berolahraga sebesar 0,966. Artinya terdapat hubungan sangat kuat antara intensitas olahraga terhadap perilaku sosial dalam berolahraga. Dimana hubungan antara variabel bersifat signifikan, hal ini diketahui dari angka tingkat signifikan (sig) sebesar 0,000 dengan korelasi signifikan 0,01 (2-tailed).
Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Kemampuan Long Pass pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Festiawan, Rifqi; Nurcahyo, Panuwun Joko; Pamungkas, Hendro Jarkasih
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20666

Abstract

Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengetahui ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass ipada ipeserta iekstrakurikuler isepakbola idi iSMA iNegeri i3 iPurwokerto. Metode ipenelitian imenggunakan ipre-experimental idengan ione igroup ipretest iposttest idesign. Variabel ipenelitian iyaitu i(1) ivariabel ibebas: ipemberian ilatihan ismall isided igames. i(2) ivariabel iterikat: ikemampuan ilong ipass. iPopulasi iberjumlah i30 iorang idengan imenggunakan iteknik itotal isampling isehingga idiperoleh ijumlah i30 isampel. iInstrumen iPenelitian iyang idigunakan iadalah ites itendangan ilambung ibobby iCharlton. iPenelitian idilakukan ipada i10 iMaret i2019 isampai i17 iApril i2017. iTeknik ianalisis idata idiperoleh idengan ipeogram iSPSS iversi i16. iHasil iPenelitian idiperoleh inilai irata-rata ikeseluruhan isiswa imelakukan ipretest idan iposttest ites itendangan ilambung ibobby icharlton iyaitu iuntuk ipretest i163,3 ipoin idan iposttest iyaitu i205 ipoin, ikemudian iuntuk inilai iT ihitung i(8,675) i> iT itabel i(1,711) idan inilai isig(2 i– itailed) i(0,000) i< idari i0,05. iDengan ihasil itersebut idapat idisimpulkan iada ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass isepakbola isiswa iputera iekstrakurikuler iSMA iNegeri i3 iPurwokerto i
Penurunan Berat Badan Atlet Pencak Silat Suwirman, Suwirman; Sepriadi, Sepriadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18555

Abstract

Berat badan merupakan salah satu hal menjadi perhatian khusus. Hal ini karena berat badan atlet sering menjadi persoalan sebelum pertandingan. Dalam usaha menurunkan berat badan atlet pencak silat ada tiga hal yang dapat dilakukan yaitu: mengurangi pemasukan kalori setiap hari, meningkatkan pengeluaran energi setiap hari, dan kombinasi keduanya.Menurunkan berat badan harus dilakukan secara bertahap. Kebiasaan yang salah dalam menurunkan berat badan dan harus dihindari adalah seperti: mengurangi cairan yang banyak dari dalam tubuh, menggunakan baju karet dalam latihan, dan menyengaja muntah waktu akan bertanding. Untuk pengaturan makanan yang dikonsumsi atlet maka dibutuhkan tenaga ahli gizi.
The Importance of Hydration for Soccer Athletes Yustika, Gaung Perwira; Santoso, Eko Budi; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18427

Abstract

When playing soccer, the main mechanism for removing heat energy from the body is the evaporation of sweat from the surface of the skin. Although this mechanism is essential in regulating body temperature, this sweating process can often lead to dehydration. Dehydration is the process of losing water in the body and is often explained as a change in body mass during acute exercise. For example, 2% water dehydration is defined as a 2% body mass deficit. Thermoregulation in sweating is the main source of loss of body mass during acute exercise / exercise, but there are other contributing factors, namely loss of water and carbon dioxide through the respiratory tract produced by the substrate oxidation pathway. To get around the state of dehydration soccer players must immediately be rehydrated. Rehydration is an important part of the recovery process, good rehydration must be done both before, and especially after exercising, if the players have a body mass deficit, they must replace it with fluids and electrolytes in preparation for training or the next match.
Neuromuscular Taping Teknik Dekompresi Gagal Mencegah Kerusakan Otot Setelah Aktivitas Gerakan Eksentrik Arifin, Muhammad Zainal; Purwanto, Bambang; Tinduh, Damayanti
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.19251

Abstract

Aktivitas eksentrik merupakan jenis aktivitas yang difasilitasi oleh penambahan panjang satu atau beberapa otot dan sering meninggalkan efek nyeri bahkan kerusakan sel otot. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan teknik dekompresi neuromuscular taping terhadap kerusakan otot setelah aktivitas gerakan eksentrik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan post test only with control group design. Empat belas sampel dipilih dari populasi non atlet di SMAN 1 Driyorejo berdasarkan teknik consecutive sampling kemudian dibagi dalam dua kelompok secara random. Intervensi teknik dekompresi neuromuscular taping diberikan pada kelompok perlakuan sebelum melakukan aktivitas gerakan eksentrik. Gerakan fleksi shoulder - ekstensi elbow dengan menahan beban 9% berat badan dalam 20 detik dipilih sebagai protokol dari aktivitas gerakan eksentrik. Pengukuran indikator kerusakan otot menggunakan pemeriksaan serum Ck otot 6 jam setelah istirahat. Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada variabel kerusakan otot (p > 0.05). Disimpulkan dari penelitian ini bahwa neuromuscular taping teknik dekompresi gagal mencegah kerusakan otot setelah aktivitas gerakan eksentrik.
Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Kemampuan Long Pass pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20666

Abstract

Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengetahui ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass ipada ipeserta iekstrakurikuler isepakbola idi iSMA iNegeri i3 iPurwokerto. Metode ipenelitian imenggunakan ipre-experimental idengan ione igroup ipretest iposttest idesign. Variabel ipenelitian iyaitu i(1) ivariabel ibebas: ipemberian ilatihan ismall isided igames. i(2) ivariabel iterikat: ikemampuan ilong ipass. iPopulasi iberjumlah i30 iorang idengan imenggunakan iteknik itotal isampling isehingga idiperoleh ijumlah i30 isampel. iInstrumen iPenelitian iyang idigunakan iadalah ites itendangan ilambung ibobby iCharlton. iPenelitian idilakukan ipada i10 iMaret i2019 isampai i17 iApril i2017. iTeknik ianalisis idata idiperoleh idengan ipeogram iSPSS iversi i16. iHasil iPenelitian idiperoleh inilai irata-rata ikeseluruhan isiswa imelakukan ipretest idan iposttest ites itendangan ilambung ibobby icharlton iyaitu iuntuk ipretest i163,3 ipoin idan iposttest iyaitu i205 ipoin, ikemudian iuntuk inilai iT ihitung i(8,675) i iT itabel i(1,711) idan inilai isig(2 i– itailed) i(0,000) i idari i0,05. iDengan ihasil itersebut idapat idisimpulkan iada ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass isepakbola isiswa iputera iekstrakurikuler iSMA iNegeri i3 iPurwokerto i
Penurunan Berat Badan Atlet Pencak Silat
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18555

Abstract

Berat badan merupakan salah satu hal menjadi perhatian khusus. Hal ini karena berat badan atlet sering menjadi persoalan sebelum pertandingan. Dalam usaha menurunkan berat badan atlet pencak silat ada tiga hal yang dapat dilakukan yaitu: mengurangi pemasukan kalori setiap hari, meningkatkan pengeluaran energi setiap hari, dan kombinasi keduanya.Menurunkan berat badan harus dilakukan secara bertahap. Kebiasaan yang salah dalam menurunkan berat badan dan harus dihindari adalah seperti: mengurangi cairan yang banyak dari dalam tubuh, menggunakan baju karet dalam latihan, dan menyengaja muntah waktu akan bertanding. Untuk pengaturan makanan yang dikonsumsi atlet maka dibutuhkan tenaga ahli gizi.
The Importance of Hydration for Soccer Athletes
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18427

Abstract

When playing soccer, the main mechanism for removing heat energy from the body is the evaporation of sweat from the surface of the skin. Although this mechanism is essential in regulating body temperature, this sweating process can often lead to dehydration. Dehydration is the process of losing water in the body and is often explained as a change in body mass during acute exercise. For example, 2% water dehydration is defined as a 2% body mass deficit. Thermoregulation in sweating is the main source of loss of body mass during acute exercise / exercise, but there are other contributing factors, namely loss of water and carbon dioxide through the respiratory tract produced by the substrate oxidation pathway. To get around the state of dehydration soccer players must immediately be rehydrated. Rehydration is an important part of the recovery process, good rehydration must be done both before, and especially after exercising, if the players have a body mass deficit, they must replace it with fluids and electrolytes in preparation for training or the next match.
Neuromuscular Taping Teknik Dekompresi Gagal Mencegah Kerusakan Otot Setelah Aktivitas Gerakan Eksentrik
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.19251

Abstract

Aktivitas eksentrik merupakan jenis aktivitas yang difasilitasi oleh penambahan panjang satu atau beberapa otot dan sering meninggalkan efek nyeri bahkan kerusakan sel otot. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan teknik dekompresi neuromuscular taping terhadap kerusakan otot setelah aktivitas gerakan eksentrik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan post test only with control group design. Empat belas sampel dipilih dari populasi non atlet di SMAN 1 Driyorejo berdasarkan teknik consecutive sampling kemudian dibagi dalam dua kelompok secara random. Intervensi teknik dekompresi neuromuscular taping diberikan pada kelompok perlakuan sebelum melakukan aktivitas gerakan eksentrik. Gerakan fleksi shoulder - ekstensi elbow dengan menahan beban 9% berat badan dalam 20 detik dipilih sebagai protokol dari aktivitas gerakan eksentrik. Pengukuran indikator kerusakan otot menggunakan pemeriksaan serum Ck otot 6 jam setelah istirahat. Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada variabel kerusakan otot (p 0.05). Disimpulkan dari penelitian ini bahwa neuromuscular taping teknik dekompresi gagal mencegah kerusakan otot setelah aktivitas gerakan eksentrik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12