Articles
560 Documents
PEMBUATAN BAHAN GESEK KAMPAS REM MENGGUNAKAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PEMODIFIKASI GESEK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.327
Tujuan penelitian ini adalah untuk memfabrikasi bahan gesek menggunakanbahan dasar serbuk tempurung kelapa yang dapat diterapkan pada kampas remkendaraan bermotor. Formula bahan gesek dasar terdiri-dari sekitar sepuluhingredient. Serbuk tempurung kelapa dipilih untuk mengganti grafit atau serbuk batubara. Pada dasarnya bahan gesek kampas rem tersusun dari pengikat, pengisi,pemodifikasi gesek, dan serat. Pengikat, pengisi, dan penguat yang dipakai dalampenelitian ini adalah berturut-turut SBR 1712, CaCO3 dan serbuk tempurung kelapa.Spesimen dipersiapkan berdasarkan tahap eksperimen berikut: persen volumemasing-masing ingredient diukur, bahan-bahan dicampur dengan menggunakanblender, di-cure pada 190 C selama 3 jam dan kemudian dipanasi pada 200 C selama4 jam. Komposisi serbuk tempurung kelapa divariasi antara 10% sampai 30% darivolume total mould dan diperhitungkan menggunakan pendekatan Golden Section.Kadar unsur masing-masing bahan gesek diukur menggunakan energy dipersive xrayspectroscopy (EDS). Morfologi permukaan bahan gesek kampas rem diamatimenggunakan scanning electron microscopy (SEM). Kekerasan permukaan diukurmenggunakan Rockwell Hardness Tester (Wilson M1C1), Acco Wilson Instrumentsdan kekuatannya diukur menggunakan mesin uji tarik.Kata kunci: bahan gesek, kampas rem, serbuk tempurung kelapa
PHYSICAL CHARACTERISTICS AND MAGNETIC PROPERTIES OF BAFE12O19/SRTIO3 BASED COMPOSITES DERIVED FROM MECHANICAL ALLOYING
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v14i2.8994
Barium hexaferrite and strontium titanate are well established permanent magnet and piezoelectric materials which are technologically and scientifically attractive due to their potential for various applications in the field of magnetic electronics functional materials. However, the material properties for both require a careful control of grain structure as well as microstructure design to meet a specific application. In this work, we report some results of materials characterization especially particles and grains which were promoted during mechanical milling of a BaFe12O19/SrTiO3 composite system. These are including mean particle size characterization by Particle Size Analyzer and mean grain size determination by means of line broadenning analysis employing a step scanning counting in XRD apparatus for composite powders at various milling time up to 60 hours. It was found that the particle size of composite powders initially increased due to laminated layers formation of a composite and then decreased to an asymptotic value of ~8 μm as the milling time extended even to a relatively longer time. However, based on results of line broadening analysis the mean grain size of the particles was found in the nanometer scale. We thus believed that mechanical blending and milling of mixture components for the composite materials has promoted heterogeneous nucleation and only after successive sintering at 1100 oC the milled powder transformed into particles of nanograin. In thireport, microstructure as well as magnetic properties for the composite is also briefly discussed.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU FLORAL TERHADAP PROFIL LIPID DARAH TIKUS PUTIH HIPERLIPIDEMIK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5559
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas aktivitas antioksidan antara madu randu (Ceiba petandra) dan madu kelengkeng (Nephelium longanum) dalam memperbaiki profil lipid darah dan MDA serum darah tikus hiperlipidemik. Tiga kelompok perlakuan masing-masing 5 ulangan diperlakukan sebagai berikut kelompok I : kontrol negatif, II: diberi madu randu dan III diberi madu kelengkeng masing-masing dengan dosis 10 ml/kg BB tikus dilarutkan dalam 5 ml air /hari, Madu diberikan selama 15 hari, pada hari ke 16 diukur profil lipid darahnya meliputi kolesterol, trigliserida, LDL, HDL dan MDA. Hasilnya dianalisis dengan anava satu jalan dan bila berbeda signifikan dilanjutkan dengan uji beda Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan perlakuan berbeda signifikan. Hasil uji lanjut menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas aktivitas antioksidan antara madu randu dan madu kelengkeng dalam memperbaiki profil lipid darah namun madu randu lebih efektif menurunkan MDA dibandingkan madu kelengkeng.Mekanisme antioksidasi pada madu terjadi dengan menghambat proses peroksidasi lipid.
SIFAT FISIK DAN KEKUATAN BENDINGPADA KOMPOSIT FELDSPAR-KAOLINE CLAY
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5529
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan komposisi Kaoline Clay dan suhu sinter terhadap densitas dan kekekuatan bending komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay. Variasi komposisi Kaoline Clay dalam penelitian ini yaitu 0, 10, dan 20% (dalam persen berat) terhadap material komposit Feldspar/Kaoline Clay . Sedangkan variasi temperatur sintering adalah 900, 1000, dan 1100°C. Penelitian ini menggunakan bahan dasar Feldspar/Kaoline Clay (teknis) dengan variasi penambahan Kaoline Clay sebesar 0%, 10%, dan 20% berat. Pencetakan dilakukan dengan beban kompaksi sebesar 3000 kgf atau sama dengan tekanan kompaksi 166,42 MPa untuk spesimen silinder (d = 15 mm dan t = 8 mm) dan 58,84 MPa untuk spesimen balok (B = 10mm, W = 8 mm, dan L = 50mm). Dilanjutkan proses sintering pada suhu 900, 1000 dan 1100oC. Pengujian meliputi uji komposisi Feldspar dan Kaoline Clay, uji densitas dengan metode Archimedes, dan uji kekuatan bending dengan four point bending test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay meningkat terus sampai suhu sinter 1100oC terhadap semua variasi komposisi Kaoline Clay. Suhu sinter optimum komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay belum dapat diperoleh karena trend grafik pengujian densitas masih mengalami peningkatan walau sampai temperatur sinter 1100°C. Kekuatan komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay yang paling tinggi yaitu pada komposisi 80% Feldspar dan 20% Kaoline Clay sebesar 10,54 MPa.
PENERAPAN KETEL UAP (STEAM BOILER) PADA INDUSTRI PENGOLAHAN TAHU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5338
Tujuan kegiatan ini adalah untuk merancang dan membuat ketel uap untuk diterapkan pada mitra industri kecil pembuatan tahu. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Teknik Mesin dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pembuatan alat dilakukan melalui tahapan perancangan/pembuatan gambar, perhitungan kekuatan, pembuatan komponen, perakitan, dan uji coba penggunaan alat. Hasil kegiatan ini adalah: (1) Telah dihasilkan satu set ketel uap (Steam Boiler) untuk industri tahu yang diterapkan pada industri mitra dan telah berfungsi dengan baik, (2) Ketel uap yang dihasilkan terbukti lebih efisien dan mempunyai banyak kelebihan, antara lain lebih hemat waktu (lebih singkat), hemat biaya (bahan bakar lebih sedikit) dan hemat tenaga dan kapasitas produksi lebih banyak, (3) Tahu yang diproduksi dengan bantuan ketel uap terbukti lebih berkualitas, yaitu rasa tahu lebih enak (tidak sangit) dan lebih higienis, dan (4) Biaya produksi tahu dengan bantuan ketel uap lebih rendah, maka untuk jumlah produksi yang sama akan diperoleh keuntungan yang lebih besar.
ANALYSIS OF COAL TAR COMPOSITIONS PRODUCED FROM SUB-BITUMINOUS KALIMANTAN COAL TAR
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7613
Coal tar is a liquid by-product of coal pyrolysis processes. This liquid oil mixture contains various kind of useful compounds such as benzoic aromatic compounds and phenolic compounds. These compounds are widely used as raw material for insecticides, dyes, medicines, perfumes, coloring matters, and many others. The coal tar was collected by pyrolysis process of coal obtained from PT Kaltim Prima Coal and Arutmin-Kalimantan. The experiments typically occurred at the atmospheric pressure in a laboratory furnace at temperatures ranging from 300 to 550oC with a heating rate of 10oC/min and a holding time of 1 hour at the pyrolysis temperature. The Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GCMS) was used to analyze the coal tar components. The obtained coal tar has the viscosity of 3.12 cp, the density of 2.78 g/cm3, the calorific value of 11,048.44 cal/g, and the molecular weight of 222.67. The analysis result showed that the coal tar contained more than 78 chemical compounds such as benzene, cresol, phenol, xylene, naphtalene, etc. The total phenolic compounds contained in coal tar is 33.25% (PT KPC) and 17.58% (Arutmin-Kalimantan). The total naphtalene compounds contained in coal tar is 14.15% (PT KPC) and 17.13% (ArutminKalimantan).
RANCANG BANGUN MODUL SIMULASI SISTEM KENDALI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH PLC
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5550
PLC terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Adapun jenis hardware dapat berupa unit PLC berbagai merek, seperti OMRON, Siemens, LG, dan lain lain. Agar lebih mengenal fungsi dan cara kerja PLC pada umumnya, perlu dibuat modul simulasi untuk keperluan pelatihan bagi mahasiswa, siswa maupun praktisi industri agar lebih mendalami dan memahaminya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun/ membuat modul simulasi sistem kendali sederhana berbasis PLC yang akan digunakan sebagai salah satu media / sumber belajar pada perkuliahaan PLC di lingkungan jurusan Teknik Elektro FT UNNES.
IDENTIFIKASI SENYAWA VOLATIL DALAM OLAHAN LIMBAH KAKAO SEBAGAI POTENSI ATRAKTAN BACTROCERA CARAMBOLAE (DIPTERA:TEPHRITIDAE)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5520
Limbah kakao cair yang diolah dengan cara pemanasan dan pemberian enzim proteolitik dapat menarik lalat buah Bactrocera carambolae di laboratorium. Olahan limbah kakao menghasilkan senyawa volatil yang menarik B. carambolae. Lalat buah Bactrocera spp. merupakan hama penting tanaman buah dan sayuran. Penelitian bertujuan mengidentifikasi senyawa atraktan olahan limbah kakao. Senyawa volatil tersebut diidentifikasi dengan GC-MS menggunakan pelarut metanol dan diperkuat dengan analisis infra merah. Hasil identifikasi berdasarkan analisis fragmentasi GC-MS menunjukkan bahwa olahan limbah kakao mengandung enam senyawa volatil: etil-2-hidroksi propanoat (5,96%); cis-7-dodesenil asetat (2,28%); senyawa asetami- da (1,36%); 3,5-dihidroksi-2metil-5,6-dihidropiran (16,64%); hidroksimetilfurfurol (52,31%); dan derivat1-undekuna (3,34%). Senyawa ini diperkuat oleh identifikasi beberapa gugus fungsional yang ditunjukkan dalam spektra infra merah olahan limbah kakao.
EXHAUST SYSTEM GENERATOR: KNALPOT PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5249
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efektivitas serta efisiensi dari energi listrik yang dihasilkan oleh Exhaust System Generator dari pemanfaatan energi panas yang dihasilkan oleh knalpot sepeda motor. Hal ini didasari akan adanya pembuangan energi dalam jumlah yang cukup besar pada saat penggunaan sepeda motor dalam bentuk energi panas hasil pembakaran bahan bakar yang diserap oleh sistem pembuangan pada sepeda motor, terutama pada bagian knalpot. Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan guna kepentingan perancangan suatu alat yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar sepeda motor sekaligus mencari tahu seberapa besar tingkat efektivitas dan efisiensi yang dapat dihasilkan oleh alat hasil rancangan tersebut. Maka, dibuatlah suatu alat yang dinamakan Exhaust System Generator yang memanfaatkan material berupa Thermoelectric Generator atau TEG sebagai komponen utamanya. Prinsip kerjanya yaitu dengan memanfaatkan perbedaan temperatur antara temperatur permukaan knalpot sepeda motor dengan temperatur di lingkungan untuk diubah menjadi energi listrik oleh Termoelektrik. Kemudian besarnya energi listrik yang dihasilkan Termoelektrik diukur oleh multimeter dengan varibel berupa tegangan dan kuat arus listrik serta dengan beberapa perlakuan yang telah ditentukan. Namun, berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan dalam penelitian, diperluan upaya khusus untuk memaksimalkan perbedaan temperatur antara temperatur permukaan knalpot dengan tempertur lingkungan supaya dapat dihasilkan energi listrik yang lebih besar.
PENGGUNAAN KOMPOS AKTIF AKTIF TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.317
Cabai merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggidan dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Masalah utama dalam budidaya cabaiadalah tingginya serangan hama/penyakit yang secara ekonomis dapat menurunkanprodukitifitas, penggunaan pupuk kimia yang kurang bijaksana berdampak padalingkungan dan tidak aman untuk dikonsumsi. Untuk mengurangi penggunaan pupukkimia diperlukan teknologi inovasi penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupukaktif Trichoderma harzianum, sebagai salah satu alternatif agar produktifitas daricabai yang diusahakan tidak menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui penngaruhpupuk aktif Trichoderma harzianum, terhadap pertumbuhan dan produksi tanamancabai .Rancangan acak lengkap digunakan sebagai rancangan dalam penelitian ini.Tanaman indikator yang digunakan adalah cabai. Cabai ditanam di dalam polibagberukuran 40 x 50 cm dengan tanah sebanyak 10 kg. Variasi pupuk aktifTrichoderma harzianum ( g) adalah 0, 100, 150, 200 dan 250. Data dianalisis denganmenggunakan ANAVA satu jalan serta dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Hasilpenelitian menunjukkan pemberian kompos aktif Trichoderma harzianumberpengaruh terhadap pertumbjuhan akar primer, berat kering tanaman, kadar klorofiltetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Hasil uji lanjut BNT menunjukanbahwa pemberian pupuk aktif Trichoderma Harzianum pada semua perlakukanberbeda nyata kontrol pada panjang akar dan kadar klorofil, sedangkan pupuk aktif Tharzianum, dosis 250 g perpengaruh paling besar terhadap berat keringtanaman.Simpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian kompos aktif Trichodermaharzianum berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai . Respon pertumbuhantanaman cabai akibat pemberian kompos aktif Trichoderma harzianum dapatmeningkatkan jumlah akar lateral, kandungan klorofil serta berat kering tanamancabai.Kata Kunci : pertumbuhan dan produksi , tanaman cabai