cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL KAWASAN PINGGIRAN KOTA SEMARANG DITINJAU DARI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) TAHUN 2010 – 2015
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5555

Abstract

Kota Semarang memiliki posisi geostrategis karena berada pada jalur lalu lintas ekonomi pulau Jawa, dan merupakan koridor pembangunan Jawa Tengah. Dalam pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan kota, Pemerintah Kota Semarang memiliki rencana-rencana strategis yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015. RPJMD adalah salah satu dokumen yang berisi kebijakan Pemerintah Kota selama kurun waktu 5 tahun yang disesuaikan dengan masa jabatan Walikota Semarang. Namun ada kalanya setiap kebijakan juga dibarengi dengan penyimpangan atau penyesuaian di lapangan, baik secara teknis, ekonomis maupun politis. Unsur fisik yang sering kali mengalami penyimpangan fungsi adalah pola perubahan spasial (lahan), terutama Kawasan Pinggiran Kota Semarang, di antaranya adalah wilayah Kecamatan Ngaliyan dan Tembalang. Kedua wilayah ini mengalami perkembangan dinamis dalam pemanfaatan dan perubahan fungsi spasial, pergerakan moda, perkembangan perdagangan serta perekonomian. Di wilayah Kecamatan Ngaliyan mengalami perubahan spasial yang membentuk pola perubahan konsentris spasial karena adanya akses utama, yakni berupa jalan kelas 1 yang menghubungkan atau memotong komunitas daerah pinggiran kota (urban fringe). Sedangkan wilayah Kecamatan Tembalang mengalami perubahan spasial yang membentuk pola perubahan dispersi spasial karena adanya pembagian spasial secara merata dari suatu kelompok komunitas urban fringe, sebagai dampak dibangunya jalan-jalan penghubung (jalan lingkungan).
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF SOLAR
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5525

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mensintesis biodiesel dari bahan baku jelantah. Biodiesel merupakan sumber energi alternatif yang potensial untuk mengganti bahan bakar solar dari minyak bumi. Jelantah sebagai bahan baku pembuatan biodiesel berasal dari minyak kelapa sawit yang telah dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. Jelantah atau minyak kelapa sawit bekas bersifat renewable (dapat diperbaharui), adapun minyak bumi sebagai bahan baku solar bersifat nonrenewable. Penelitian ini menghasilkan biodiesel dengan sifat fisik sebagai berikut: Densitas 873,5, korosi lempeng tembaga 1, CCR 0,073%, kadar air 0,16%, viskositas 4,649, titik kabut 21, dan Flash point 174,5. Hasil ini menunjukkan bahwa kriteria biodiesel hampir memenuhi standart ASTM D 6751. Unjuk kerja biodiesel dalam mesin diesel dilakukan di Lab. Teknik Mesin UNNES. Biodiesel dicampur dengan solar dengan komposisi 10 % dan 20% dan kemudian dilakukan uji kinerjanya. Hasil uji menunjukkan bahwa biodiesel 10% dan 20% menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dibanding solar murni dan waktu pembakaran yang lebih lama. Biodiesel 20 % lebih baik dibanding 10%.
IDENTIFIKASI ZONA SESAR OPAK DI DAERAH BANTUL YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5334

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi adanya sesar dan jenis batuan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Opak, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode seismik refraksi, sebanyak 4 lintasan dengan masing – masing panjang lintasan 50 m. Hasil penelitian belum menunjukkan adanya struktur sesar minor. Oleh sebab itu, untuk mengetahui lebih lanjut digunakan metode lain yaitu geolistrik resistivity dengan konfigurasi schlumberger, sebanyak 3 lintasan dengan panjang masing –masing 75 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan persamaan resistivitas semu, kemudian dilakukan inversi menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan nilai resistivitas sesungguhnya. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai resistivitas sebesar 5 Ωm sampai 1400 Ωm. Litologi ditentukan dengan melakukan interpretasi, yaitu membandingkan tabel nilai resistivitas batuan dan peta geologi daerah penelitian. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki penyusun litologi yang sama, yaitu lempung berpasir, tuf dan lava. Terdapat indikasi patahan di sepanjang lintasan penelitian yang ditunjukkan dengan nilai resistivitas yang rendah Sesar minor tersebut dicirikan oleh adanya rekahan di sekitar DAS Opak dan penyebaran batuan ubahan di sekitar lokasi penelitian.
SENSOR GAS BERBASIS FILM TIPIS DENGAN KONFIGURASI TRANSISTOR EFEK MEDAN (FET) UNTUK DETEKSI GAS CO
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5578

Abstract

Pembuatan dan karakterisasi Transistor Efek Medan (FET) berbasis film tipis dengan struktur bottom-contact dan panjang channel 100 μm untuk aplikasi sensor gas. Pembuatan FET dengan cara: permulaan dilakukan pencucian substrat Si/SiO 2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan pendeposisian elektroda source/ drain dengan metode penguapan hampa udara dan teknik lithography. Selanjutnya dilakukan deposisi film tipis CuPc diantara source/drain sebagai panjang channel dan elektrode gate. Karakteristik FET, untuk daerah aktif untuk V DS (2,80 s/d 3,42) V dan kuat arus I (0,00095 s/d 0,00169) A. FET akan aktif beroperasi hanya diperlukan tegangan V DS (2,79 V s/d 3,43 V) dan dengan ukuran sangat kecil ( 1,5 mm x 3,1 mm ) serta jarak antara S ke D adalah 100 μm. Aplikasi sensor gas telah dilakukan untuk mendeteksi gas CO, diperoleh hasil untuk response time 90 detik dan recovery time 120 detik. DS
PEMANFAATAN ISOLASI RESIN EPOKSI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENYALURAN ENERGI LISTRIK DITINJAU DARI KARAKTERISTIK HIDROFOBIK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5546

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium terhadap bahan isolasi resin epoksi jenis DGEBA berbahan pengeras MPDA dengan bahan pengisi pasir silika dicampur silicon rubber, yang terkontaminasi polutan buatan dan perlakuan bervariasi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang pemakaian tenaga listriknya kebanyakan berada dipesisir pantai. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya Nilai ESDD semakin naik seiring dengan kenaikan volume (lama) penyemprotan karena semakin banyak volume polutan yang disemprotkan maka semakin banyak pula yang menempel pada permukaan isolator. Selanjutnya bahwa kinerja sudut hidrofobik sangat ditentukan oleh persentase filler. Setiap kenaikan persentase filler sebesar 10 % akan cenderung diikuti kenaikan sudut hidrofobik bahan atau bisa dikatakan mampu memperbaiki hidrofobik bahan sebesar 5,62860 lebih signifikan dibandingkan dengan penurunan sudut yang hanya 0,6660 terjadi akibat dari kenaikan ESDD sebesar 0,001 mg/cm2.
STRUKTUR HISTOLOGIS HATI TIKUS YANG DIPERLAKUAN DENGAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5428

Abstract

Daun srikaya memiliki kandungan bioaktif, alkaloid, terpenoid dan fenol. Hati adalah organ yang penting dalam detoksifikasi. Tujuan penelitian adalah mengkaji struktur sel hati tikus yang mendapatkan ekstrak daun srikaya. Tigapuluh ekor tikus berturut-turut mendapatkan ekstrak daun srikaya 0 mg, 100 mg, 500 mg, 1000 mg dan 2500 mg/kgbb selama 40 hari. Struktur histologis hati diamati secara secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan struktur sel hati, seperti degenerasi hidropik, peradangan, dan kerusakan inti. Ekstrak daun srikaya dapat berpengaruh pada struktur histologis hati.
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI AMMONIUM NITRAT (NH 4 NO ) UNTUK DESALINASI AIR SUMUR PAYA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5244

Abstract

Daerah terintrusi air laut merupakan daerah yang bermasalah sebab sumber airnya tidak dapat digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan metode desalinasi menggunakan zeolit teraktivasi asam dengan larutan pengaktif NH teraktivasi NH 4 NO ini digunakan pada proses desalinasi air payau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum NH 3 4 NO untuk aktivasi zeolit serta untuk mengetahui komposisi optimum antara zeolit teraktivasi dengan sampel air payau. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi zeolit menggunakan larutan pengaktif NH 4 NO 3 3 variasi konsentrasi 1N; 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan diperoleh hasil bahwa zeolit teraktivasi NH 4 NO 2N merupakan zeolit terbaik untuk proses desalinasi dengan % desalinasi sebesar 99 %. Tahap selanjutnya adalah mencari komposisi optimum antara massa ZAA 2N dengan volume sampel air payau. Penentuan komposisi dilakukan dengan menambahkan 2, 4, 6, 8, dan 10 gram zeolit alam teraktivasi NH 4 NO 3 2N ke dalam 20 ml air payau. Komposisi optimum diperoleh pada penambahan 6 gram zeolit ke dalam 20 ml air payau dengan % desalinasi sebesar 99,5%.
TEKANAN DAN TEGANGAN GESEK ALIRAN SUPERKRITIK DI DASAR SALURAN CURAM
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) tersedianya hasil analisis tegangan gesek aliran di dasar saluran curam yang berkemiringan 13° dan 20°; dan (2) tersedianya hasil analisis tekanan aliran di dasar saluran curam yang berkemiringan 13° dan 20°.Nilai tegangan gesek τ pada sudut kemiringan dasar flum atau talang sebesar 13° serta debit aliran sebesar 9,5 l/s adalah 157,2 N/m 0 . Nilai tegangan gesek τ 0 2 pada sudut kemiringan dasar flum atau talang sebesar 13° serta debit aliran sebesar 11,4 l/s adalah 157,69 N/m 2 . Nilai tegangan gesek τ pada sudut kemiringan dasar flum atau talang sebesar 13° serta debit aliran sebesar 20,9 l/s adalah 158,07 N/m 2 . Nilai tegangan gesek τ pada sudut kemiringan dasar flum atau talang sebesar 20° serta debit aliran sebesar 9,5 l/s adalah 164,0219 N/m 0 . Nilai tegangan gesek τ pada sudut kemiringan dasar flum atau talang sebesar 20° serta debit aliran sebesar 11,4 l/s adalah 171,8636N/m 0 . nilai tegangan gesek τ 0 2 pada sudut kemiringan dasar flum atau talang sebesar 20° serta debit aliran sebesar 20,9 l/s adalah 235,9513 N/m p di dasar saluran curam atau 0 mm adalah positif, yaitu antara nilai +9,81 sampai dengan =31,2 N/m 2 . nilai tekanan h ; sementara itu, pada posisi di atas dasar yaitu antara +1 mm nilai tekanan adalah negatif, yaitu antara nilai -78,48 sampai dengan -198,4 N/m . Nilai tekanan uap air atau p pada suhu 5°C adalah 1177,2 N/m v 2 2 , sedangkan pada suhu 10°C adalah 2452,5 N/m . Dengan demikian semua nilai tekanan di dasar aliran lebih kecil dibandingkan tekanan uap air atau 2 p p . Berdasarkan dua kondisi yaitu tegangan gesek τ dan tekanan di dasar aliran 0 h v h 0 p , dapat dikatakan bahwa erosi di dasar saluran yang mempunyai kemiringan dasar antara 13° sampai dengan 20°, serta debit antara 9,5 l/s sampai dengan 20,9 l/s diduga selalu terjadi. 2 2
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN EFISIENSI ENERGI PADA ALAT PENGERINGAN DAUN SELEDRI BERBASIS KONTROL SUHU DAN HUMIDITY UDARA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5419

Abstract

Seledri (Celery Apium gravoelens, Linn) adalah tumbuhan herbal yang banyak dihasilkan dari perkebunan rakyat. Perrmasalahan utama yang dihadapi oleh petani seledri adalah pada saat panen yang melimpah terjadi penurunan nilai jual dari sayuran seledri, sehingga diperlukan teknologi pengeringan yang berguna untuk menjaga kestabilan produk seledri sampai siap untuk dikonsumsi. Teknologi pengeringan suhu rendah adalah teknik pengeringan yang paling sesuai untuk sayuran seledri, karena dapat menjaga kandungan nutrisi (vitamin, protein, mineral dll) serta dapat menghemat penggunaan energi. Untuk itu diperlukan rancang bangun mesin pengering suhu rendah yang dilengkapi dengan sistem kontrol suhu dan humidity. Suhu dan humidity yang berfluktuasi akan menyebabkan rendahnya kualitas produk yang dihasilkan pada proses pengeringan seledri. Beberapa model modifikasi pengering mampu mengurangi tingkat kecoklatan produk (browning) Tujuan penelitian pada tahap ke 2 ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan humidity terhadap kualitas produk seledri hasil pengeringan. Variabel yang dipilih pada percobaan adalah berat 50 gr dan 100 gr jenis bahan (daun dan batang seledri) serta suhu operasi pengeringan (40, 50, 60, 70 o C). Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pengeringan yang menggunakan kontrol suhu dan humidity effisiensi energi listriknya untuk suhu 70o C selama 60 menit 90.7 %. Kadar air mula – mula 80% (wet basis) menjadi 10 % untuk daun dan 20% untuk batang pada percobaan 50 gr. Untuk percobaan 100 gr didapatkan kadar air akhir menjadi 15 % untuk daun dan 30% untuk batang. Efisiensi energi pada sistem pengering sebagai fraksi panas yang disupplai pada batang dan daun yang digunakan untuk proses pengeringan 15-90 menit adalah 70% untuk daun, 60 % untuk batang. Sistim pengeringan yang hemat energi dan menghasilkan daun seledri kering, dengan kualitas yang memenuhi standart pengguna terutama dari kandungan air merupakan kebutuhan yang mendesak bagi industri dan UKM.
POLIMERISASI AKRILAMID DENGAN METODE MIXEDSOLVENT PRECIPITATION DALAM PELARUT ETANOL-AIR
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.340

Abstract

Polimerisasi akrilamid dengan mekanisme radikal bebas menggunakanmetode pengendapan merupakan reaksi polimerisasi adisi. Polimer mempunyai beratmolekul yang tinggi, larut dalam air dan dapat menaikan viskositas air, sehinggapolimer ini digunakan pada proses Enhanced Oil Recovery (EOR). Penelitian inibertujuan mempelajari variabel yang mempengaruhi reaksi polimerisasi dan beratmolekul polimer yang dihasilkan. Polimerisasi akrilamid dilakukan didalam reaktorbatch, pelarut etanol dimasukkan ke dalam reaktor dan dipanaskan sampai mencapaisuhu tertentu kemudian ditambahkan inisiator kalium persulfat. Suhu dan kecepatanpengadukan selama proses dijaga tetap. Cuplikan diambil selang 15 menit dalamwaktu 90 menit dan dianalisis dengan metode gravimetri. Peubah yang dipelajarimeliputi suhu dan konsentrasi monomer. Berdasarkan hasil penelitian, diperolehbahwa reaksi polimerisasi akrilamid dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi monomer.Pada kisaran peubah suhu 40-70oC, diperoleh berat molekul rata-rata polimer 87987,2– 154885,6 gr/mol. Dan pada konsentrasi monomer 10-25 gr dalam 200 ml pelarutdiperoleh berat molekul rata-rata polimer 101738,1 – 189926,7 gr/mol.Kata kunci : polimerisasi, akrilamid, adisi, poliakrilamid

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue