cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Masker Daun Kelor, Daun Salam, dan Tepung Garut untuk Mengurangi Jerawat pada Wajah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19551

Abstract

Jerawat merupakan kelainan kulit yang merisaukan remaja dan orang dewasa karena dapat mengurangi kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah seseorang. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatan wajah yang telah ditemukan sejak dahulu untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. Sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan produk kosmetik yang ada dipasaran karena lebih praktis, padahal produk yang dijual banyak mengandung bahan kimia. Berbagai bahan kimia yang melekat pada kulit wajah menjadi faktor utama iritasi pada wajah yang berjerawat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui validitas masker daun kelor, daun salam dan tepung garut untuk mengurangi jerawat pada kulit wajah. (2) Mengetahui kelayakan masker daun kelor, daun salam dan tepung garut layak untuk mengurangi jerawat pada kulit wajah.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian menggunakan one-grup pretest-postest desaign. Obyek penelitian adalah masker daun kelor, daun salam dan tepung garut. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian adalah 6 orang yang memiliki jenis jerawat Acne juvenile dan jenis kulit berminyak. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase. Penelitian ini menggunakan 3 produk, yaitu produk A (1 gr daun kelor dan 1 gr daun salam), produk B (2 gr daun kelor dan 1 gr daun salam) dan produk C (3 gr daun kelor dan 1 gr daun salam).Hasil penelitian menunjukkan hasil uji inderawi dari produk C memiliki persentase paling tinggi pada kriteria warna dan aroma. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa produk C memiliki persentase tertinggi pada indikator warna, aroma dan tekstur. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa kondisi jerawat responden yang menggunakan produk C mengering. Kesan pemakaian dari responden menunjukkan hasil bahwa semua responden merasa nyaman menggunakan masker daun kelor, daun salam dan tepung garut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) masker daun kelor, daun salam dan tepung garut dinyatakan valid untuk mengurangi jerawat pada wajah. (2) Masker daun kelor, daun salam dan tepung garut layak untuk mengurangi jerawat pada wajah melalui uji inderawi, uji kesukaan dan uji klinis dengan produk C daripada produk A dan B. Saran dari penelitian ini adalah para responden lebih baik menjaga keadaan wajah dengan cara sering membersihkan wajah dan mengurangi makan makanan yang memicu timbulnya jerawat.
PENGARUH PENGGUNAAN SUHU PENGOVENAN TERHADAP KUALITAS ROTI MANIS DILIHAT DARI ASPEK WARNA KULIT, RASA, AROMA DAN TEKSTUR
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6433

Abstract

Roti adalah makanan yang terbuat dari bahan utama tepung terigu, yeast, garam dan air serta bahan tambahan lain seperti gula, margarin, telur, susu dan lainnya. Roti manis merupakan salah satu jenis roti yang mempunyai cita rasa manis yang menonjol serta bertekstur empuk dengan atau tanpa isian.Pembuatan roti manis melalui beberapa tahapan  yaitu di mulai dari pemilihan bahan baku,        penimbangan        bahan,        pangadukan,        istirahat        sementara,pemotongan/pembagian dan penimbangan, pembulatan, istirahat sementara setelahdibulatkan, pembentukan, pencetakan adonan dalam loyang, fermentasi akhir, pengovenan,    pengeluaran    dari    loyang,    proses    pendinginan,    pengemasan.Pengovenan merupakan proses terpenting dalam pembuatan roti. Suhu dan waktuyang dibutuhkan dalam   pengovenan bervariasi sesuai dengan jenis roti, besar adonan, dan loyang yang dipergunakan dalam pengovenan. Untuk menentukan suhu dan  berapa  lama  waktu  yang  dibutuhkan  agar  bisa  menghasilkan  roti  yangberkualitas baik diperlukan penelitian.Obyek penelitian ini adalah roti manis dengan penggunaan suhu pengovenaan api bawah 200occ dan api atas 150occ; 180occ; 210occ selama 30 menit. Metode pengumpulan data dengan penilaian subyektif dengan uji inderawi dan uji kesukaan.Alat pengumpulan data yaitu panelis agak terlatih untuk uji inderawi dan panelis tidak terlatih untuk uji kesukaan. Metode analisis data yang digunakan   adalah analisa varian satu arah untuk mengetahui perbedaan kualitas dan analisis deskriptif persentasi untuk uji kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan suhu pengovenan terhadap kualitas roti manis.Saran dari penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai lamanya waktu yang digunakan dalam pengovenan.
EFEKTIVITAS BUKU KERJA PADA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI JURUSAN BUSANA BUTIK SMK N 1 KALIJAMBE
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i2.12434

Abstract

Buku kerja sebagai perekam tugas siswa yang disusun oleh siswa sendiri secara bertahap, berjenjang, terjadwal dan terperinci. Kebenaran dan ketepatan buku kerja menentukan terhadap hasil praktek siswa, sehingga tercipta kualitas benda nyata yang sesuai standar dengan waktu pengerjaan yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku kerja untuk meningkatkan hasil belajar Kewirausahaan di SMK N 1 Kalijambe. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest–Posttest. Hasil Penelitian berdasarkan analisis uji t menunjukan t hitung= 11,70 lebih besar dari pada t tabel =2,070 dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima. Kesimpulan yang diperoleh yaitu ada efektifitas penggunaan buku kerja pada peningkatan hasil belajar siswa pada Kewirausahaan di SMK N 1 Kalijambe dan besarnya efektivitas adalah 0.30 atau dalam perhitungan gain tergolong kategori sedang.
KEARIFAN LOKAL MOTIF BATIK SEMARANG SEBAGAI IDE DASAR MODEL KREATIF DESAIN KAUS DIGITAL PRINTING
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16669

Abstract

Produk desain kaus yang ada di Semarang adalah merupakan sesuatu hal yang inovatif, mempunyai nilai ekonomi tinggi, dan karya desain kaus prospek untuk memiliki hak cipta. Di era yang serba digital ini, memudahkan dalam aplilkasi sebuah karya pada benda yang fungsional dan diterima di berbagai kalangan pada khususnya remaja. Inovasi tranformatif motif dari batik konvensional pada digital printing sebatas pada kaus adalah keniscayaan, dimana apresiator, konsumen dapat menikmati dengan mudah, nyaman dipakai sekaligus dinamis untuk pengenalan ikon-ikon kota. Untuk itu desain motif batik pada kaus teramat penting sebagai publikasi pariwisata, cindera mata objek destinasi wisata itu sendiri sekaligus konstribusi ekonomi, pada wilayah regional dan nasional.Penciptaan desain kaus untuk memperkaya aneka desain  yang ada agar variatif,  pemetaan motif aplikasi desain kaus, invenstaris motif  untuk motif desain kaus. Perajin batik Semarang yang diaplikasikan ke desain kaus yang  meliputi: proses perwujudan, macam-macam motif yang ada, dilanjutkan menganalisis data; menciptakan motif untuk desain kaus, menginvestaris motif yang ada, mendaftarkan hak cipta; Produk desain kaus tersebut adalah upaya di mana paradigma yang berkembang selama ini, motif batik selalu ada pada kemeja, jarik, dan selendang. Dengan upaya ini maka motif-motif yang ada tersebut dapat masuk ke segmentasi usia pada remaja dan masuk wilayah trend fashion.
INOVASI PENGOLAHAN KERIPIK SUKUN MENGGUNAKAN TEKNIK FERMENTASI
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6424

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah inovasi pengolahan keripik sukun menggunakan teknik fermentasi dapat memperbaiki kualitas keripik sukun, lama fermentasi dan pH yang efektif untuk memperoleh tekstur keripik sukun yang tidak keras, kualitas keripik sukun hasil eksperimen terbaik, mutu kimiawi meliputi kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat serta kesukaan masyarakat terhadap keripik sukun hasil eksperimen terbaik. Objek penelitiannya adalah buah sukun jenis gundul yang tua, kulit buah halus dan berwarna hijau kekuningan, bagian dalam berwarna putih kekuningan, berat 1 – 3 kg, umur panen awal 4 bulan dan nira siwalan  dengan  pH 3,  4 dan  5.  Metode penelitiannya adalah eksperimen.  Hasil penelitian menunjukkan inovasi pengolahan keripik sukun menggunakan teknik fermentasi pada rentang waktu 9 sampai dengan 21 hari relatif sama kemampuannya dalam memperbaiki kualitas keripik sukun. Lama fermentasi dan pH yang efektif untuk memperoleh keripik sukun yang tidak keras adalah 9 hari dan pH 3. Keripik sukun hasil eksperimen terbaik mempunyai kandungan air sebesar 1,16 % (b/b), abu4,13 % (b/b), protein 3,43 % (b/b), lemak 32,15 % (b/b) dan karbohidrat 59,11 % (b/b). Kualitas keripik sukun yang terbaik adalah keripik sukun dengan lama fermentasi 9 hari pH 3. Kesukaan masyarakat terhadap hasil eksperimen terbaikmenunjukan nilai rata-rata kriteria suka.
Pengembangan Modul Aplikasi Komputer Terapan Tata Busana bagi Mahasiswa PKK FT UNM
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.23999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran pada matakuliah Aplikasi Komputer Terapan Tata Busana yang terbagi atas dua materi yaitu mendesain dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop dan membuat pola busana aplikasi CAD System, (2) mengetahui respon mahasiswa terhadap  modul Aplikasi Komputer Terapan Tata Busana. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah pokok, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi orang-orang yang berkepentingan dan terpilih untuk memberikan informasi, tanggapan dan penilaian terhadap pengembangan modul. Subjek penelitian dikategorikan menjadi dua yaitu subjek informan dan subjek penilai ahli (expert judgment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul pembelajaran pada mata kuliah aplikasi komputer terapan Tata Busana yang dikembangkan mencapai kategori valid; (2) Hasil nilai respons mahasiswa yang dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan kelompok besar terhadap modul pembelajaran mendapatkan respons positif dari mahasiswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran pada mata kuliah aplikasi komputer terapan tata busana yang dikembangkan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran di Jurusan PKK FT UNM.
Pelatihan Pengolahan Buah Salak untuk Meningkatkan Potensi Salak
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15367

Abstract

Produksi buah salak di Indonesia cukup melimpah, akan tetapi salak mudah mengalami kerusakan, hal ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. Diperlukan penanganan lebih lanjut agar salak tidak sampai dibuang percuma yakni melalui kegiatan pengolahan hasil komoditas salak menjadi produk olahan makanan yang lebih tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi. Upaya yang dapat dilakukan antara lain mengolah salak menjadi selai, dodol dan manisan. Pemberian pelatihan pengolahan hasil komoditas salak sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) peserta pelatihan dapat mengalami peningkatan pemahaman dan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan; 2) peserta pelatihan dapat memproduksi 4 jenis produk olahan salak yang sehat dan aman yaitu selai salak, dodol salak original, dodol salak daun suji dan manisan salak; 3) peserta pelatihan dapat mengemas produk selai salak, dodol salak original, dodol salak daun suji dan manisan salak dengan benar. Untuk memastikan tujuan pelatihan tercapai maka perlu dievaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Perbibitan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Semarang. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 19 orang, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil dan didampingi oleh instruktur selama praktik berlangsung. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan mengevaluasi pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan menggunakan kuesioner pre test dan post test serta mengevaluasi hasil produk olahan salak yang dipraktikkan oleh peserta pelatihan. Hasil skor kuesioner pre test dan post test kemudian analisis menggunakan IBM SPSS Statistics 20. Hasil uji menggunakan Paired Sample T-Test menghasilkan kenaikan nilai sebesar 3,053 dengan nilai signifikasi sebesar 0,002 (p0,05). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan antara sebelum dan setelah pemberian materi pelatihan. Hal ini diperkuat juga dengan adanya perbedaan antara skor mean pre test dan mean post test. Skor mean pre test peserta pelatihan sebesar 53,68 dan setelah diberi materi pelatihan skor mean post test meningkat menjadi 56,74. Secara umum, untuk produk yang dipraktikkan oleh peserta telah sesuai dengan kriteria produk yang ditetapkan, sehingga dapat dinyatakan bahwa peserta telah mampu mengolah dengan baik berbagai aneka olahan salak.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMBUATAN SANDWICH DENGAN TEKNIK FUSION MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS XI JB2 SEMESTER GENAP PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2011-2012
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan Sandwich dengan teknik fusion, dan (2) pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan Sandwich dengan teknik fusion. Pelaksanaan tindakan meliputi empat alur: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI JB 2 di SMK Negeri 3 Pati berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi pendahuluan, dokumentasi dan catatan lapangan, kemudian hasilnya dianalisis dengan Kriteria Ketuntasan Minimal. Hasil penelitian siklus I tingkat keterampilan siswa termasuk kategori cukup terampil, siklus II meningkat menjadi terampil dan siklus III meningkat menjadi sangat terampil. Kesimpulannya penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan Sandwich dengan teknik fusion.
PENERAPAN RUFFLES SEBAGAI MANIPULATING FABRIC PADA BUSANA PESTA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.24741

Abstract

Ruffels merupakan salah satu teknik manipulating fabric yang dibuat dari kain persegi yang dikerut sehingga menghasilkan visualisasi baru menjadi lebih pendek, bergelombang, dan bervolume. Pembuatan ruffles dapat dibuat dengan beberapa teknik berbeda sehingga menciptakan visualisasi yang berbeda pula. Dalam penggunaannya, ruffles dapat diaplikasikan pada busana pesta karena memberi kesan manis dan mewah pada penggunanya. Karena keunikan ruffles penulis terinspirasi untuk membuat busana pesta yang menerapkan tiga teknik ruffles sehingga menjadi sebuah kesatuan busana yang inovatif dan menarik. Tujuan perancangan produk busana ini adalah untuk mengembangkan keterampilan, memenuhi salah satu tugas mata kuliah kajian komperhensif tata busana dan juga memiliki pengalaman dalam menerapkan berbagai macam teknik dalam pembuatan ruffles pada busana pesta. Metode yang digunakan adalah project based learning. Manfaat dari penyusunan karya tulis ilmiah dan hasil penerapan diharapkan dapat memberi ide dan motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam menciptakan busana pesta yang berkarakter, indah, kreatif, dan inovatif.
ERBUK SEMANGGI SEBAGAI MINUMAN HERBAL
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v4i1.13848

Abstract

Innovation is needed to preserve local culinary clover as a culinary ingredient which becomes one of the elements of the tourist attraction. With the momentum of healthy lifestyle trend in Surabaya, a beverage product is createdfromlocal ingredients in Surabaya. A clover known in Latin asMarsilea Crenatais usually used as a Pecel Semanggi. Marsilea Crenata is knownasherbal medicine. It is usedto curesore throat, sprue, and fever. It contains high isoflavones.The herbal drinkis createdby producing clover powder through the stages of drying using dehydrator. The herbal beverage is produced through experimental stages with dry mix and crystallization method. Sensorytest is used to discover about the taste, aroma, color, and texture of the herbal drink. They are acceptable and 53.3% of panelists like it. Nutritiontest is conductedinBalai Riset dan Standardisasi Industri Surabayato discover the nutrition facts of the herbal drink. The herbal drink contains of 20,62% ash, 7,31% sugar, 1,16% protein, 6,15% carbohydrate, andenergy38,96 kcal/100 g.In further research other methodscan be usedsuch as vacuum drying or freeze drying so that the vitamin content is keep remain. The clover leaf utilization can be optimized by producing an instant herbal drink water clover. Thus the Kampung Semanggi as one of tourist destinations deserves to receive more attention, particularly fromthe government.