cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2004)" : 5 Documents clear
Memacu Kemampuan Berpikir Formal Siswa Melalui Pembelajaran IPA Sejak Dini Erman, ; Edy Mintarto,
Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa seharusnya mempunyai perkembangan kemampuan berpikir secara alamiah sesuai dengan klasifikasi umur Piaget. Kemampuan berpikir formal adalah salah satu unsur dalam teori perkembangan intelektual Piaget. Dalam konteks pembelajaran IPA, kemampuan berpikir formal mempunyai peranan yang penting untuk memahami konsep, hukum dan prinsip-prinsip IPA. Kemampuan seseorang untuk membuat analisis dan mengembangkan teori IPA memerlukan kemampuan berpikir formal. Kemampuan berpikir formal terdiri dari 5 subtingkat, yaitu subtingkat F1, F2, F3, F4 dan F5. Subtingkat F1 adalah subtingkat paling rendah dan subtingkat F5 adalah subtingkat paling tinggi dalam tingkat kemampuan berpikir formal. Siswa pendidikan dasar (SD dan SLTP) yang sedang mempelajari IPA harus dapat mengoperasikan kemampuan berpikir formal sekurang-kurangnya pada level formal-1 atau F1. Untuk itu, pengajar IPA sejak dini harus berusaha untuk memacu perkembangan kemampuan berpikir siswanya melalui intervensi-intervensi dalam proses pembelajaran yang dilakukannya.Students should have naturally intellectual development referring to Piaget classification. Formal thinking ability is one of the elements in Piaget’s intellectual development theory. Within the context of science learning, it has an important role for understanding concepts, laws and principles of science. The individual ability to make analysis and to develop scientific theory needs formal thinking ability. It consists of five sub levels, F1, F2, F3, F4 and F5. Students of elementry School and Junior High who are studying natural science must be able to operate their formal thinking at least to F1 sub level of formal thinking ability. For that reason, science teachers make an effort to accelerate their students’formal thinking development by giving interventions throughout the teaching processes.
Pelaksanaan Program Kejar Paket B Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Moedjiarto,
Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menyimpulkan: (1) tingkat keberhasilan kejar Program Kejar Paket B cukup tinggi, dapat diterima masyarakat, dan merupakan alternatif lain selain SLTP Negeri maupun swasta, (2) yang menjadi pendukung pelaksanaan program ini adalah tingginya semangat tutor, ijin dan dorongan orangtua, serta (3) yang menjadi penghambat adalah menurunya partisipasi wajib belajar pada musim garap sawah sdan musim panen padi, kedelai, jagung dan hasil pertanian lainnya, dengan alas an membantu orang tuanya.This research aims at finding out a) the level of success of Kejar paket B at Kabupaten Trenggalek; b) the supporting factor and c) the inhibiting factors. The result indicates that 1) the program is relatively successful, acceptable and regarded as an alternative for SMP; 2) the tutors are highly spirited and parents are supportive; 3) during harvest and plating seasons, the level of participation reduces.
Pengaruh Pembinaan Kepala Sekolah Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SLTP Negeri Di Kota Surabaya Ni Ketut Rohani,
Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Keefektifan Pengembangan Pendidikan Masa Depan Sri Setyowati, ; M. Arifana,
Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi keefektifan didalam perkembangan pendidikan masa depan yang ditentukan oleh perhatian para warga sekolah, pendidik, kepala sekolah dan orangtua. Untuk mencapai sekolah efektif diperlukan konsep manajemen berbasis sekolah, untuk menuju pendidikan sekolah masa depan yang efektif.This paper tries to develop a concept corcerning the effectiveness of the development of future education which is determined by the degree of attention given by the stakeholders comprising the teachers, the headmasters, student and parents. And to make the school effective, it is necessary that a School-Based Management be developed.
Pentingnya Ilmu Pengetahuan Dasar (IPD) Dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Di Era Globalisasi Muhammad Nasir,
Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat mengikuti perkembangan IPTEK yang sangat cepat maka pengembangan Ilmu Pengetahuan Dasar (IPD) diarahkan untuk mendorong penguasaan dan pengembangan berbagai disiplin ilmu serta perluasan ilmu pengetahuan dan juga untuk meningkatkan daya kreativitas bangsa, melalui peningkatan kegiatan penelitian dasar yang didukung oleh kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Ilmu Pengetahuan Dasar (Basic Sciences) mempunyai kedudukan yang strategis serta berperanan penting dalam perkembangan IPTEK. Oleh karena itu Ilmu Pengetahuan Dasar harus dipelajari dan dikembangkan di berbagai jenjang pendidikan untuk memberikan landasan bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta untuk mencari pemikiran, terobosan, teori baru dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.To can follow very growth IPTEK quickly hence the Elementary Science Development ( IPD) instructed to push development and domination of various science discipline and also the science extension as well as to increase the creativity energy nation, through base research activity improvement supported by Human Resource ability ( SDM) which with quality. Elementary Science (Basic Sciences) having to domicile strategic and also play important role in growth IPTEK. Therefore the Elementary Science have to be learned and developed in various education ladder to give base for science development and also to look for opinion, breakthrough, new theory and enrich khazanah science

Page 1 of 1 | Total Record : 5