cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014" : 5 Documents clear
Evaluasi Kromatin Sperma Sebagai Indikator Kualitas Sperma Syauqy, Ahmad
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ditemukannya kasus infertilitas pada pria yang tidak dapat dijelaskan mendorong para klinisi dan peneliti untuk menemukan pemeriksaan penunjang selain pemeriksaan fertlitas pria yang telah umum dilakukan.  Saat ini, aspek kromatin sperma belum menjadi salah satu parameter klinik dalam penentuan fertilitas seorang pria sedangkan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas pada kromatin sperma dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Pemeriksaan kromatin sperma yang banyak digunakan adalah pemeriksaan biru anilin dan biru toluidin. Pemeriksaan biru anilin digunakan untuk melihat kematangan kromatin sperma dan pemeriksaan biru toluidin digunakan untuk melihat kepadatan kromatin sperma. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan biru anilin dan biru toluidin sangat dianjurkan untuk melengkapi pemeriksaan analisis semen dalam pemeriksaan fertilitas pria.
Perbandingan Efektifitas Chlorhexidine Gluconate 4% dan Povidone Iodine 10% Pada Perawatan Luka Patah Tulang Terbuka Derajat III Kurniawan, Doni; Muzakkie, Muzakkie; Bastomi, Ismail; Theodorus, Theodorus; Riyanto, D.Y.
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patah tulang terbuka derajat III mempunyai insidensi infeksi berkisar antara 10% sampai dengan 50%. Debridemen, Perawatan luka di ruangan saat ini dengan menggunakan povidone iodine 10%. Chlorhexidine gluconate 4% memiliki keunggulan selain bersifat antibakterial juga memiliki toksisitas yang rendah dan tidak mengganggu penyembuhan luka. Dilakukan uji klinis untuk membandingkan antara efektifitas chlorhexidine gluconate 4% dengan povidone iodine 10% dalam menurunkan jumlah koloni bakteri pada pasien dengan patah tulang ekstremitas bawah terbuka derajat III yang dirawat di RSMH Palembang.Tujuan penelitian ini ntuk mengetahuiefektifitaschlorhexidine gluconate 4% dibandingkan dengan povidone iodine 10% dalam menurunkan hitung koloni bakteri pada perawatan luka patah tulang ekstremitas bawah terbuka derajat III.Penelitian Randomized Controlled Trialini dilakukan di RS Moehammad Hoesin Palembang dari bulan Mei sampai bulan September 2013, terdiri dari 30 pasien patah tulang ekstremitas bawah terbuka derajat III yang memenuhi kriteria inklusi yang didistribusikan secara Simple Random Sampling menjadi 2 kelompok; Chlorhexidine Gluconate 4% (n=15) danPovidone Iodine 10% (n=15). Dilakukan swabpenghitungan koloni bakteri sesudah debridemen hari ke-0, dan setelah debridemen hari ke-2.Hasil penelitian didapatkan: Antara kelompok chlorhexidine gluconate 4% dan povidone iodine 10%, tidak didapatkan perbedaan bermakna untuk karakteristik umur (p=0,603), jenis kelamin (p=0,651), tingkat pendidikan (p=0,630) dan pekerjan (p=0,898). Tidak didapatkan perbedaan bermakna untuk jumlah bakteri awal (p=0,584) dan jumlah bakteri akhir (p=0,699) pada kedua kelompok perlakuan.Simpulan: Tidak didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan povidone iodine 10% dan chlorhexidine gluconate 4% dengan nilai p=0,699, meskipun ekftifitas chlorhexidine gluconate 4% (p=0,023) lebih baik dibandingkan povidone iodine 10% (p=0,558) terhadap hitung koloni bakteri.
PENGARUH JENIS ZAT DAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEJADIAN RELAPS PADA PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI REHABILITASI IPWL RS ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN Haris, Zuhro
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v6i1.6858

Abstract

Data BNN Provinsi Sumatera Selatan Desember 2015 menyatakan 80% dari 98.000 pecandu narkotika menggunakan narkotika golongan Stimulansia Amfet/ Metamfetamin. Sebagian dari mereka mengalami relaps setelah menjalani program terapi dan rehabilitasi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan  menganalisis pengaruh jenis zat narkotika dan  teman sebaya dengan kejadian relaps pada penyalaguna narkotika. Desain penelitian adalah cross sectional dengan menggunakan kuisioner untuk 165 pasien yang kontrol ulang di Poli IPWL RS Ernaldi Bahar pada Bulan Maret sampai April 2017. Hasil temuan diperoleh data bahwa faktor dominan penentu relaps disebabkan pengaruh jenis zat narkotika golongan  stimulansia (met/amphetamin/Shabu) sebesar 93,7% dan pengaruh teman sebaya sebesar 93,2%. Analisis statistik (Pvalue 0.008, 95% Confidence 1nterval 1.483 – 13.689), risiko relaps penyalahguna jenis narkotika stimulansia  4,5 kali dibanding penyalahguna yang menggunakan jenis zat halusinogen. Pengaruh teman sebaya(teman yang paling sering interaksi) dengan kejadian relaps (Pvalue 0.010,tingkat kepercayaan 95% Confident Interval 1.388 – 10.839) risiko relaps sebesar 3.8 kali bila penyalahguna berinteraksi dengan teman penyalahguna narkotika. Kesimpulan bahwa jenis zat dan teman sebaya berpengaruh terhadap kejadian relaps. Hasil penelitian ini diharapkan  dapat menjadi informasi bagi Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Ernaldi  Bahar dalam penyusunan program  terapi  rehabilitasi pengendalian efek euforia (efek yang sangat menyenangkan) dan program pasca rehabilitasi untuk pencegahan relaps penyalaguna narkotika.
Peranan miRNA-200 dalam Tahapan Metastasis Kanker Salinah, Salinah
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v6i1.6360

Abstract

MikroRNA merupakan bagian dari keluarga besar non-coding RNA yang secara negatif meregulasi ekspresi gen pengkode protein paska transkripsi melalui pasangan basa antara 5’ seed region miRNA dengan 3’ untranslated region dari mRNA. Berbagai studi telah menunjukkan adanya peran penting miRNA pada perkembangan kanker. Keluarga miR-200 termasuk mikroRNA yang berperan dalam inisiasi hingga tahap metastasis kanker. miR-200 terdiri dari 5 anggota yaitu miR-200a, -200b, -200c, -141, dan -429. Keluarga miR-200 berperan pada tiap tahapan metastasis yaitu mulai dari pertumbuhan tumor, angiogenesis, invasi ke jaringan sekitar, transisi dari epitelial ke mesenkimal, migrasi sel tumor, intravasasi sel tumor, kemampuan survival sel tumor di dalam  sirkulasi, dan ekstravasasi sel tumor serta kolonisasinya.
PENGARUH TERAPI WARNA HIJAU TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RW 3 WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIMAHI TENGAH jatnika, galih
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v6i1.5956

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit penyebab utama kematian nomor 1 di Indonesia. Prevalensi penyakit hipertensi lebih tinggi terjadi pada usia lansia yaitu sebesar 20,5%, dan di Puskesmas Cimahi Tengah terdapat 931 kasus hipertensi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi pada penyakit hipertensi adalah terapi warna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi warna hijau terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi di RW 3 Wilayah Kerja Puskesmas Cimahi Tengah.Metode Penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pendekatan non equivalent with control group. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 22 orang lansia yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 11 orang kelompok intervensi dan 11 orang kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi warna hijau dengan cara menempatkan responden dalam ruangan yang dicat warna hijau dan dibantu penggunaan sinar warna hijau pada layar infokus selama 2 menit dilakukan 1 kali sehari selama 7 hari. Pada kelompok kontrol tidak berikan terapi warna hijau. Analisa data menggunakan uji t-independen dan uji repeated anova. Hasil penelitian didapatkan rerata tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi warna hijau pada kelompok intervensi sebesar 166,64 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 94,09 mmHg sedangkan tekanan darah sistolik setelah diberikan terapi warna hijau pada kelompok intervensi adalah 145,00 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 90,09 mmHg. Selanjutnya tekanan darah sistolik sebelum dilakukan terapi warna pada kelompok kontrol sebesar 176,91 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar108,00 mmHg, kemudian tekanan darah sistolik pada kelompok kontrol setelah selesai dilakukan terapi warna pada kelompok intervensi sebesar 170,45 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 95,45 mmHg. Hasil uji t independent didapatkan p value 0,056 untuk tekanan darah sistolik dan p value0,361 untuk tekanan diastolik, selanjutnya pada kelompok kontrol didapatkan p value0,476 untuk tekanan darah sistolik dan p value 0,051 untuk tekanan darah diastolik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara  kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pada uji repeated anova untuk melihat penurunan di hari ke 4 dan 7 didapatkan p value0,039 tekanan darah sistolik. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang bermakna tekanan darah sistolik pada hari ke 4 dan 7 pada kelompok intervensi akan tetapi untuk tekanan darah diastolik tidak didapatkan penurunan tekanan darah yang bermakna p value 0,426 ( Disarankan bagi lansia untuk tetap melakukan terapi warna hijau dengan durasi yang lebih lama yaitu 10 menit agar didapatkan penurunan tekanan darah sampai dicapai kategori tekanan darah normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue