cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2023)" : 15 Documents clear
DIFFERENCES OF SHORT-TERM CONSUMPTION OF SEMENDO ROBUSTA AND ARABICA COFFEE TOWARDS SWEET TASTE SENSITIVITY Pudi Handayani; Irfannuddin Irfannuddin; Alifia Salsabila; Shanty Chairani; Nursiah Nasution
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20924

Abstract

The most consumed and cultivated coffee in Indonesia is robusta and arabica coffee. Robusta and arabica coffee have different characteristics such as morphology, contents, and taste. Coffee consumption could cause alteration in taste sensitivity, especially sweet taste. Those could affect daily sugar consumption. The present study aimed to determine the differences of short-term consumption of semendo robusta and arabica coffee towards sweet taste sensitivity. This study used experimental study with a cross-over design approach that involved 21 students from the Faculty of Medicine Sriwijaya University. Semendo robusta and arabica coffee are used in this study. Sweet taste sensitivity was tested using the whole mouth test method by rinsed with sucrose solution at a concentration of 0,16, 0,32, 0,64, and 1,28 mol/l, which was given from the lowest concentration. Sweet taste sensitivity scores were rated at baseline and after the consumption of semendo robusta and arabica coffee which took place on different days. The lowest sucrose concentration that was correctly interpreted by the subject was noted as a taste sensitivity score. Data were analyzed using the Chi-square test. The chi-square test showed that the decrease in sweet taste sensitivity was more frequently happening after semendo arabica coffee consumption than semendo robusta coffee consumption (p<0,05). Short-term consumption of semendo arabica coffee has significantly increased the risk of sweet taste sensitivity reduction 4 times greater than semendo robusta coffee. There were differences in sweet taste sensitivity between short-term consumption of semendo robusta and arabica coffee.
HUBUNGAN ANTARA RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN COVID-19 PADA PASIEN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Yulia Natalia; Ghea De Silva; Wahyu Djatmiko
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20275

Abstract

Kasus infeksi SAR-COV-2 atau yang dikenal dengan COVID 19 merupakan virus corona yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Kasus infeksi di Indonesia mencapai 4.229.813 orang dengan kematian sebesar 142.763 orang. Derajat keparahan COVID-19 dibagi menjadi 4 kategori yaitu ringan, sedang, berat, dan kritis. Identifikasi derajat keparahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan petanda inflamasi yaitu rasio neutrofil limfosit (RNL) atau neutrophile lymphocyte ratio (NLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara rasio neutrofil limfosit dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. Peneliti menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional pendekatan rerospektif. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode consecutive sampling sebanyak 142 pasien sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan uji Kruskal Wallis, Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki 79 pasien (55,6%) dan perempuan 63 pasien (44,4%). Kelompok usia 18-60 tahun 113 pasien (79,6%) dan >60 tahun 29 pasien (20,4%). Derajat keparahan penyakit didapatkan derajat sedang 95 (66,9%), derajat berat 41 (28,9%), dan derajat kritis 6 (4,2%). Rata - rata nilai RNL pada pasien COVID-19 dengan derajat sedang 5,40, derajat berat 18,77 dan derajat kritis 32,37. Uji nonparametrik Kruskal Wallis memiliki nilai signifikansi sebesar p=0,000 (p< 0,05). Terdapat hubungan nilai Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo.  AbstractCases of SAR-COV-2 infection in Indonesia reached 4,229,813 people with 142,763 deaths. The severity of COVID-19 is divided into 4 categories, namely mild, moderate, severe and critical. Identification of the severity can be done by examining inflammatory markers, namely the neutrophil lymphocyte ratio (NLR). The research aim to know the correlation between the neutrophil lymphocyte ratio and the severity of COVID-19 patients in Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo. This research used analytic observational study with a cross sectional approach. The research subjects were obtained using the consecutive sampling method as many as 142 patients according to the inclusion and exclusion criteria. Normality test with Kolmogorov Smirnov and analyzed using the Kruskal Wallis test. The results of research showed that 79 patients (55,6%) were male and 63 patients (44,4%) were female. Age group 18-60 years 113 patients (79,6%) and >60 years 29 patients (20,4%). A moderate severity was 95 (66.9%), a severe degreee was 41 (28.9%), and a critical degree was 6 (4.2%). The average NLR value in COVID-19 patients with a moderate severity was 5.40, a severe degree was 18.77 and a critical degree was 32.37. The Kruskal Wallis nonparametric test has a significance value of 0.000 <0.05. There is a correlation between Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) value and the severity of COVID-19 patients in Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo.
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH (AL-HIJAMAH) TERHADAP KELUHAN ARTIKULAR PADA PASIEN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI KLINIK BEKAM KOTA MEDAN Muhammad Taufiq Al Hakim; Hendra Sutysna
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20879

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau Gangguan Muskuloskeletal merupakan masalah yang terjadi terutama pada bagian otot dan sendi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu pilihan terapi pada keluhan MSDs yang saat ini berkembang adalah Terapi Bekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari terapi bekam terhadap keluhan artikular kronik pada pasien penderita MSDs.  Penelitian ini menggunakan jenis kuasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test without control group design. Jumlah subjek penelitian adalah 22 orang. Analisis data menggunakan uji T-berpasangan atau uji Wilcoxon sign rank dan uji McNemar.  Hasil uji memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada skala nyeri (p<0,001). Pada domain kualitas hidup fungsi fisik (p=0,003), nyeri (p=0,019), dan kesehatan umum (p=0,001) yang menunjukkan perubahan yang bermakna. Pada variabel batasan lingkup gerak sendi (p<0,001) dan kaku sendi (p=0,016) juga menunjukkan perubahan yang bermakna. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bekam basah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri, Batasan lingkup gerak sendi, kaku sendi, namun tidak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
ANALISIS RISIKO WORK-RELATED MUSCULOSKELETAL DISORDERS (WMSD) PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI PALEMBANG Salsabila Putri; Agita Diora Fitri; Ramadhan Ananditia Putra
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.21018

Abstract

Sepeda motor memiliki relevansi yang tinggi dalamkegiatan sehari-hari seperti transportasi komuter, mobilitas, kegiatan ekonomi, dan olahraga. Terlepas dari manfaatnya, mengendarai sepeda motor lebih berisiko karena tingkatkebisingan, getaran, dan lingkungan sekitar. Umumnyapengendara sepeda motor sering terpapar getaran dan berisiko tinggi terkena gangguan muskuloskeletal akibatkerja. Studi bertujuan untuk mengetahui risiko work-related musculoskeletal disorders (WMSD) pada pengemudi ojek online di Palembang. Studi ini merupakan studi deskriptifanalitik dengan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengambilandata dilakukan dengan wawancara dan kuisioner Nordic Body Map. Hasil penelitian ini adalah dari 62 respondendidapatkan mayoritas laki-laki (83,9%) dan 50% respondenberada dalam kelompok usia 31-45 tahun. Indeks massatubuh paling banyak adalah normal (58,3%). Mayoritasdurasi kerja responden di atas 8 jam per hari (66,1%) dengan 61,3% memiliki masa kerja tidak lebih dari 3 tahun. Nordic Body Map menunjukkan keluhan muskuloskeletalterbanyak pada pinggang, yaitu Agak Sakit (27,4%) dan Sakit (12,9%). Klasifikasi risiko berdasarkan total skorinndividu dari 62 responden termasuk dalam risiko rendah.
HUBUNGAN KADAR HIGH-SENSITIVE TROPONIN I DENGAN MAJOR ADVERSE CARDIOVASCULAR EVENTS PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT Aura Aprilia; Imelda Christina; Raihanah Suzan
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.20152

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman yang menakutkan bagi bangsa Indonesia. Kematian yang terjadi di Indonesia akibat dari penyakit kardiovaskular masih sangat tinggi dimana sindroma koroner akut (SKA) termasuk di dalamnya. High sensitive troponin I (hs-cTnI) merupakan biomarka yang sangat spesifik dalam mendeteksi adanya kerusakan miokardium dan berhubungan dengan peningkatan risiko Major Adverse Cardiovascular Events (MACE) pada lansia dan pasien dengan gejala SKA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hs-cTnI dengan MACE pada pasien SKA di RSUD Raden Mattaher. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien SKA di RSUD Raden Mattaher yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kejadian SKA di RSUD Raden Mattaher didominasi oleh pasien pada rentang usia 46-55 tahun (35.7%) dan berjenis kelamin laki-laki (75.7%), serta jenis SKA terbanyak berupa STEMI (40%). Pasien SKA di RSUD Raden Mattaher yang mengalami MACE berjumlah 30 orang dari 70 sampel (42.9%) dengan jenis MACE terbanyak berupa gagal jantung (66.7%). Kadar hs-cTnI pada pasien SKA di RSUD Raden Mattaher paling banyak berada dalam kategori tinggi (58.6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hs-cTnI dengan MACE pada pasien SKA di RSUD Raden Mattaher, Jambi (p value 0.006 < 0.05).

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue