Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme"
:
15 Documents
clear
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Tipe Kepribadian Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab (Studi Eksperimen Pada MAN 1 Semarang)
Ulya, Nur Maziyah
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.867
AbstractThis study aims to analyze: (1) The difference of students‟achievement between students studying at cooperative learning class and those studying at conventional learning class; (2) The difference of students‟ achievement between the introvers and the extroverts; (3) The interactive influence between learning method and students‟ personality type toward students‟ achievement in Arabic language. This research used experimentaldesign conducted at MAN 1 Semarang.. The result of this research shows that: (1) There is significant difference in students‟ achievement between students studying at the cooperative learning class and those studying at conventional learning class; (2) There is no significant difference in students‟ achievement between the introvers and the extrovers; (3) There is significant interactive influence between cooperative learning method andstudents‟ personality type toward students‟ achievement in Arabic language. Based on these results, the first and third research hypotheses are received, while the second research hypothesis is rejected.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Perbedaan prestasi siswa antara siswa yang belajar di kelas pembelajaran kooperatif dan mereka belajar di kelas pembelajaran konvensional; (2) Perbedaan prestasi siswa antara introvers dan ekstrovert; (3) Pengaruh interaktif antara metode pembelajaran dan 'tipe kepribadian terhadap siswa berprestasi dalam bahasaArab. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen yang dilakukan di MAN 1 Semarang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara siswa yang belajar di kelas pembelajaran kooperatif dan mereka belajar di kelas pembelajaran konvensional; (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara introvers dan extrovers; (3) Ada pengaruh interaktif yang signifikanantara metode pembelajaran kooperatif dan 'tipe kepribadian terhadap siswa siswa berprestasi dalam bahasa Arab. Berdasarkan hasil ini, hipotesis penelitian pertama dan ketiga diterima, sedangkan hipotesis penelitian kedua ditolak.
Konsep Pendidikan Islam dengan Paradigma Humanis
Subaidi, Subaidi
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.900
Education is a rehumanisme, that was oriented to form individuals who able to understand the reality itself and the surrounding communities. The aim of education is to create significant social change in the life of mankind. One of the contents of the national education goals is to appreciate the reality of humanity and the potential that owned learners (human). Islam in its victorius was a center of the study of various discipline. It was proved by the emergence of Muslim scientists. But over time, the Islamic intellectualism began to decline along with cultural understanding and taqlid, whereas al-Qur`an have many signaled to examines all disciplines, not limited to the religious sciences. It can be seen from the verses of al-Qur`an that ordered to examine the verses kauniyah. Thus Islamic comprehensive assessment is a paradigm of Humanist Islamic Education or in other words, humanize human accordance with the primary task of man as a khalifah on earth.Abstrak:Pendidikan merupakan pemanusiaan kembali manusia (humanisasi) yang berorientasi pada bentuknya individu yang mampu memahami realitas dirinya dan masyarakat sekitarnya serta bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial secara signifikan dalam kehidupan umat manusia. Salah satu isi dari tujuan pendidikan nasional adalah menghargai realitas kemanusiaan dan berbagai potensi yang dimilki peserta didik (manusia). Islam pada masa kejayaannya menjadi pusat kajian berbagai disiplin ilmu, hal ini terbukti dengan bermunculannya para ilmuwan muslim. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, intelektualisme Islam itu mulai redup seiring dengan pemahaman dan budaya taqlid, padahal al-Qur`an banyak memberikan isyarat agar mengkaji semua disiplin ilmu, tidak terbatas ilmu-ilmu agama saja. Hal ini bisa dilihat dari ayat-ayat al-Qur`an yang memerintahkan untuk mengkaji ayat-ayat kauniyah. Dengan demikian Pengkajian Islam secara komprehenshif baik ilmu agama maupun umum adalah sebagai Paradigma Pendidikan Islam Humanis atau dengan kata lain memanusiakan manusia sesuai dengan tugas utama manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) X Sleman Yogyakarta Ditinjau Dari Dimensi Religiusitas
Amrih Latifah, Sutipyo R dan
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.908
ABSTRACT Religiosity is an important element because religiosity as a “drive†in person's life. Religiosity, also expected to affect a person's success in learning. This study took place in a Madrasah Aliyah Negeri X Sleman, Yogyakarta. The method used quantitative approach to research subjects students of class XI with a total of 118 students with a sample of 84 people. The results showed a positive relationship with the Islamic Religiosity student achievement Madrasah Aliyah Negeri X SlemanYogyakarta, but the relationship is very low with indicated Pearson correlation value of 0.094. After the regression test, the result shown that Islamic religiosity can not be used as a predictor to  rise and fall on the students' learning achievement of the MAN.ABSTRACTReligiusitas adalah unsur penting, karena religiusitas sebagai drive dalam kehidupan seseorang. Religiusitas, diperkirakan juga mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Penelitian ini mengambil setting di sebuah Madrasah Aliyah Negeri X Sleman Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian siswa kelas XI dengan jumlah total siswa 118 orang dengan sampel 84 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif Religiusitas Islami dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri X SlemanYogyakarta, namun hubungan tersebut sangat rendah dengan ditunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar 0,094. Setelah dilakukan uji regresi, ternyata Religiusitas Islami tidak dapat dijadikan prediktor akan naik turunnya prestasi belajar pada siswa MAN tersebut. Kata kunci :
Implementasi Evaluasi Kinerja Guru Di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo
Harjali, Harjali
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.909
AbstractThe success of education is determined by the readiness of teachers in preparing their students through learning activities. The goal of this research is to know the implementation of the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Qualitative method is used to describe the implementation of teacher performance evaluation program. The result shows that the teacher performance evaluation program is needed by teachers to improve their performance so that quality standards can be reached. The program evaluation of MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo refers to the principle of management that includes four components, namely (1) Performance evaluation planning, (2) Organizing the performance evaluation, (3) implementing the performance evaluation, (4) Monitoring the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. AbstrakKeberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar.  Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan program evaluasi kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai standar tertentu, maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja. Begitu pula dengan program evaluasi kinerja guru di MA. Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo, program tersebut juga mengacu pada prinsip manajemen yang meliputi empat komponen, yaitu (1) Perencanaan evaluasi kinerja, (2) Pengorganisasian evaluasi kinerja, (3) Pelaksanaan evaluasi kinerja, (4) Pengawasan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo.Â
Implementasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Slawi Kabupaten Tegal
Srijatun, Srijatun
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractThe background of this research by orphanages using pesantren education system. This research used descriptive type of qualitative analysis approach. The research findings were that providing education orphanage's daughter Aisyiyah Slawi used modern boarding school education model. Orphanages also used pwsantren model of school that carry out 24 hours of education. Provision of education were classified into three namely informal and non-formal education and formal. Content of curriculum were taught the Qur'an, Hadith, Aqeedah, Fiqh, recitation, and morality. Implementation of this education model schools still faced problems such as; First, the child can not fully implement the activities as scheduled. limited salary for Ustadz/ ustadzah (teachers). Third, the limited funds for the procurement of the facilities, appropriate boarding school program. Fourth, not all administrators to participate actively in accordance duties. Fifth, not all officials understand the educational model boarding school.AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh panti asuhan yang menggunakan sistem pendidikan pesantren. Penelitian ini mengunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan penelitian adalah penyelenggaraan pendidikan panti asuhan puteri aisyiyah Slawi ini mengunakakan model pendidikan pondok pesantren modern. Panti asuhan menggunakan model pendidikan pesantren yakni melaksanakan pendidikan 24 jam. Penyelenggaraan pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga yakni pendidikan informal dan nonformal dan formal. Mapel yang diajarkan mengikuti kurikulum pesantren yakni qur’an, hadist, aqidah, fiqih, tajwid, dan akhlaq. Penerapan model pendidikan pesantren ini masih menghadapi hambatan-hambatan diantaranya; pertama, belum seluruhnya anak dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai yang dijadwalkan. Kedua terbatasnya dana insentif untuk ustad / ustadzah. Ketiga, terbatasnya dana untuk pengadaan fasilitas / sarana, sesuai program pondok pesantren. Keempat, tidak semua pengurus ikut aktif sesuai tugasnya. Kelima, tidak semua pengurus memahami model pendidikan pondok pesantren. Model; Pendidikan; Pondok Pesantren; Panti Asuhan
Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) X Sleman Yogyakarta Ditinjau Dari Dimensi Religiusitas
Amrih Latifah, Sutipyo R dan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.908
ABSTRACT Religiosity is an important element because religiosity as a “drive†in person's life. Religiosity, also expected to affect a person's success in learning. This study took place in a Madrasah Aliyah Negeri X Sleman, Yogyakarta. The method used quantitative approach to research subjects students of class XI with a total of 118 students with a sample of 84 people. The results showed a positive relationship with the Islamic Religiosity student achievement Madrasah Aliyah Negeri X SlemanYogyakarta, but the relationship is very low with indicated Pearson correlation value of 0.094. After the regression test, the result shown that Islamic religiosity can not be used as a predictor to  rise and fall on the students' learning achievement of the MAN.ABSTRACTReligiusitas adalah unsur penting, karena religiusitas sebagai drive dalam kehidupan seseorang. Religiusitas, diperkirakan juga mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Penelitian ini mengambil setting di sebuah Madrasah Aliyah Negeri X Sleman Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian siswa kelas XI dengan jumlah total siswa 118 orang dengan sampel 84 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif Religiusitas Islami dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri X SlemanYogyakarta, namun hubungan tersebut sangat rendah dengan ditunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar 0,094. Setelah dilakukan uji regresi, ternyata Religiusitas Islami tidak dapat dijadikan prediktor akan naik turunnya prestasi belajar pada siswa MAN tersebut. Kata kunci :
Implementasi Evaluasi Kinerja Guru Di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo
Harjali, Harjali
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.909
AbstractThe success of education is determined by the readiness of teachers in preparing their students through learning activities. The goal of this research is to know the implementation of the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Qualitative method is used to describe the implementation of teacher performance evaluation program. The result shows that the teacher performance evaluation program is needed by teachers to improve their performance so that quality standards can be reached. The program evaluation of MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo refers to the principle of management that includes four components, namely (1) Performance evaluation planning, (2) Organizing the performance evaluation, (3) implementing the performance evaluation, (4) Monitoring the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. AbstrakKeberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar.  Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan program evaluasi kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai standar tertentu, maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja. Begitu pula dengan program evaluasi kinerja guru di MA. Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo, program tersebut juga mengacu pada prinsip manajemen yang meliputi empat komponen, yaitu (1) Perencanaan evaluasi kinerja, (2) Pengorganisasian evaluasi kinerja, (3) Pelaksanaan evaluasi kinerja, (4) Pengawasan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo.Â
Implementasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Slawi Kabupaten Tegal
Srijatun, Srijatun
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstractThe background of this research by orphanages using pesantren education system. This research used descriptive type of qualitative analysis approach. The research findings were that providing education orphanage's daughter Aisyiyah Slawi used modern boarding school education model. Orphanages also used pwsantren model of school that carry out 24 hours of education. Provision of education were classified into three namely informal and non-formal education and formal. Content of curriculum were taught the Qur'an, Hadith, Aqeedah, Fiqh, recitation, and morality. Implementation of this education model schools still faced problems such as; First, the child can not fully implement the activities as scheduled. limited salary for Ustadz/ ustadzah (teachers). Third, the limited funds for the procurement of the facilities, appropriate boarding school program. Fourth, not all administrators to participate actively in accordance duties. Fifth, not all officials understand the educational model boarding school.AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh panti asuhan yang menggunakan sistem pendidikan pesantren. Penelitian ini mengunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan penelitian adalah penyelenggaraan pendidikan panti asuhan puteri aisyiyah Slawi ini mengunakakan model pendidikan pondok pesantren modern. Panti asuhan menggunakan model pendidikan pesantren yakni melaksanakan pendidikan 24 jam. Penyelenggaraan pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga yakni pendidikan informal dan nonformal dan formal. Mapel yang diajarkan mengikuti kurikulum pesantren yakni qur’an, hadist, aqidah, fiqih, tajwid, dan akhlaq. Penerapan model pendidikan pesantren ini masih menghadapi hambatan-hambatan diantaranya; pertama, belum seluruhnya anak dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai yang dijadwalkan. Kedua terbatasnya dana insentif untuk ustad / ustadzah. Ketiga, terbatasnya dana untuk pengadaan fasilitas / sarana, sesuai program pondok pesantren. Keempat, tidak semua pengurus ikut aktif sesuai tugasnya. Kelima, tidak semua pengurus memahami model pendidikan pondok pesantren. Model; Pendidikan; Pondok Pesantren; Panti Asuhan
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Tipe Kepribadian Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab (Studi Eksperimen Pada MAN 1 Semarang)
Ulya, Nur Maziyah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.867
AbstractThis study aims to analyze: (1) The difference of students‟achievement between students studying at cooperative learning class and those studying at conventional learning class; (2) The difference of students‟ achievement between the introvers and the extroverts; (3) The interactive influence between learning method and students‟ personality type toward students‟ achievement in Arabic language. This research used experimentaldesign conducted at MAN 1 Semarang.. The result of this research shows that: (1) There is significant difference in students‟ achievement between students studying at the cooperative learning class and those studying at conventional learning class; (2) There is no significant difference in students‟ achievement between the introvers and the extrovers; (3) There is significant interactive influence between cooperative learning method andstudents‟ personality type toward students‟ achievement in Arabic language. Based on these results, the first and third research hypotheses are received, while the second research hypothesis is rejected.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Perbedaan prestasi siswa antara siswa yang belajar di kelas pembelajaran kooperatif dan mereka belajar di kelas pembelajaran konvensional; (2) Perbedaan prestasi siswa antara introvers dan ekstrovert; (3) Pengaruh interaktif antara metode pembelajaran dan 'tipe kepribadian terhadap siswa berprestasi dalam bahasaArab. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen yang dilakukan di MAN 1 Semarang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara siswa yang belajar di kelas pembelajaran kooperatif dan mereka belajar di kelas pembelajaran konvensional; (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara introvers dan extrovers; (3) Ada pengaruh interaktif yang signifikanantara metode pembelajaran kooperatif dan 'tipe kepribadian terhadap siswa siswa berprestasi dalam bahasa Arab. Berdasarkan hasil ini, hipotesis penelitian pertama dan ketiga diterima, sedangkan hipotesis penelitian kedua ditolak.
Konsep Pendidikan Islam dengan Paradigma Humanis
Subaidi, Subaidi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.900
Education is a rehumanisme, that was oriented to form individuals who able to understand the reality itself and the surrounding communities. The aim of education is to create significant social change in the life of mankind. One of the contents of the national education goals is to appreciate the reality of humanity and the potential that owned learners (human). Islam in its victorius was a center of the study of various discipline. It was proved by the emergence of Muslim scientists. But over time, the Islamic intellectualism began to decline along with cultural understanding and taqlid, whereas al-Qur`an have many signaled to examines all disciplines, not limited to the religious sciences. It can be seen from the verses of al-Qur`an that ordered to examine the verses kauniyah. Thus Islamic comprehensive assessment is a paradigm of Humanist Islamic Education or in other words, humanize human accordance with the primary task of man as a khalifah on earth.Abstrak:Pendidikan merupakan pemanusiaan kembali manusia (humanisasi) yang berorientasi pada bentuknya individu yang mampu memahami realitas dirinya dan masyarakat sekitarnya serta bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial secara signifikan dalam kehidupan umat manusia. Salah satu isi dari tujuan pendidikan nasional adalah menghargai realitas kemanusiaan dan berbagai potensi yang dimilki peserta didik (manusia). Islam pada masa kejayaannya menjadi pusat kajian berbagai disiplin ilmu, hal ini terbukti dengan bermunculannya para ilmuwan muslim. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, intelektualisme Islam itu mulai redup seiring dengan pemahaman dan budaya taqlid, padahal al-Qur`an banyak memberikan isyarat agar mengkaji semua disiplin ilmu, tidak terbatas ilmu-ilmu agama saja. Hal ini bisa dilihat dari ayat-ayat al-Qur`an yang memerintahkan untuk mengkaji ayat-ayat kauniyah. Dengan demikian Pengkajian Islam secara komprehenshif baik ilmu agama maupun umum adalah sebagai Paradigma Pendidikan Islam Humanis atau dengan kata lain memanusiakan manusia sesuai dengan tugas utama manusia sebagai khalifah di muka bumi.