Jurnal Theologia
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN"
:
10 Documents
clear
AL-QUR’AN DALAM PANDANGAN SYI’AH
HM. Attamimy, HM
Jurnal THEOLOGIA Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.607
However Sunni-Shia dichotomy is still felt in most Indonesian Muslims. In fact, not infer¬quently, allegations that the Shiites are in the Islamic cult. However, the deve¬lopment of Shi'ites in the country growing, triggered by the Islamic Revo¬lution in Iran under Ayatollah Khumaini, has eroded little by little these base¬less accusations, so in some places, Muslims, whether Sunni sect embraced, or Shi'ites can live side by side in peace. Misunder-standing that occurred between the two mazhab were one by one can be explained so as can to re¬move the mutual distrust between the two. One described here is the accusation that the Shiites have their own Qur'an different from Muslims in general. This accusation was unfounded because the Qur'an is used in the schools of Shi'a is exactly the same as those used by other Muslims. That they have Muṣḥaf ‘AlÄ« and FÄá¹ima, it's true but the second position Muṣḥaf was nothing more than commentaries on the Qur'an is not the same as al-Quran. Kata Kunci: Syi’ah, al-Qur’Än, kesalahpahaman, Muṣḥaf ‘AlÄ«, revolusi iran.
BERTUHAN TANPA AGAMA?
Suyono, Yusuf
Jurnal THEOLOGIA Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.608
Manusia adalah makhluk misterius, karena dibekali fakultas akal yang bisa melahirkan pemikiran-pemikiran yang sangat menge-jutkan penalaran awam. “Against religion, why we should try to live without it? “, “Spirituality yes, organized religion no “, “God is dead “ dan be¬la¬¬kangan “Bertuhan tanpa agama" adalah contoh-contoh pemi¬kir¬an yang dilahirkan oleh manusia lewat fakultas akal yang dimilikinya itu. Contoh-contoh itu bisa diambil nilai po¬sitif¬nya yaitu ba¬gaimana menjadikan agama resmi yang di¬peluk manusia ini fungsional untuk kebaikan ma¬nusia. Agama harus mem¬bawa kebaikan bagi peme¬luk¬nya khususnya dan manusia umum¬nya, kare¬na agama haki¬kat¬nya adalah ajaran-ajaran berupa petunjuk-petunjuk yang misinya mem¬ba¬ha¬gia¬kan manu¬sia. Sebab kalau tidak diambil nilai posi¬tifnya, pernyataan-pernyataan seperti itu akan mem¬buat para agamawan keba¬karan jenggot. Demi¬kian juga, pernyataan-pernyataan tersebut harus dipahami secara filosofis karena per¬nyataan-per¬¬nyataan ter¬sebut dalam dunia filsafat merupakan hal yang abash-absah saja. Kata Kunci: Impossible being, necessary being, al-Iktinah, eksis¬ten¬¬sialisme, Prima Causa
TEOLOGI KEMANUSIAAN STUDI ATAS PEMIKIRAN ALI SYARIATI
Ramadhan, M
Jurnal THEOLOGIA Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.609
Abstak:Kontribusi Ali Syari’ati dalam melakukan revolusi intelektual dikalangan kaum terpelajar Iran, menjelang revolusi fisik 1979, diakui sangat besar pengaruhnya dimana bibit-bibit untuk melakukan revolusi memang sudah ia tanamkan jauh sebelumnya. Adapun ciri khas tulisan-tulisan dan ceramah-ceramah Syaria’ti adalah â€menggerakkanâ€. Ia memang seorang cendekiawan sekaligus ulama Islam yang tidak suka melihat status quo, kemandekan dan kejumudan. Salah satu tema sentral gagasan Syari’ati adalah keberpihakannya yang begitu besar kepada kaum yang lemah dan tertindas, sekaligus upayanya yang begitu keras untuk mengeluarkan kaum tersebut dari ketertindasan dan kebodohan, sebagaimana yang akan dibahas dalam artikel ini. Kata kunci: teologi, kemanusiaan, rausanfikr, kaum tertindas, pergerakan.
PENGEMBANGAN PEMAHAMAN AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM
Sutoyo, Sutoyo
Jurnal THEOLOGIA Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.610
Abstract: The second source of Islamic Law is as-Sun¬nah, because the first one is al-Qur’an which is considered still global. The global one needs explaination and interpretation. The Existence of as-Sunnah is really required in order that the moslems are able to understand and to im¬ple¬ment wholistically. Although the existence of al-Sunnah in ulemas is debated, some agree while others disagree. Several ulemas even refu¬se al-Sunnah as the second Islamic Law Source (they don’t follow al-Sunnah) with several ar¬guments. However, majority, the ulemas accept and agree to place as-Sunnah as the second Islamic law source. From majority, ulemas agree to place as-Sunnah as the second Islamic Law Source is also different from the usage of it. Some use as-Sunnah wholistically and some use as-Sunnah which is evaluated valid. To under¬stand and to give the meaning of as-Sunnah for ulemas of Muḥadiṡīn and Uṣūliyin. It is also different. Ulemas of Muḥadiṡīn give the meaning of as-Sunnah and al-ḥadīṡ similar that which comes wholistically from the prophet as what he said, he did and the decision (taqrir) of the prophet before and after bi’tsah (to be assigned as the prophet). Whereas the ulemas of usuliyin differ al-Sunnah and al-hadis. According to them, if all of them comes from the prophet said, did, and taqrir. It is named as al-Sunnah, if it is what to be said only by the prophet or qauliyah, it is named as al-hadis. Kata kunci: as-Sunnah, al-Ḥadīṡ, al-Khabar, al-Aṡar
ETIKA PEMERINTAHAN: KONTRIBUSI TAFSĪR FĪ ẒILĀL AL-QUR’ĀN KARYA SAYYID QUṬB
Shomad, Bukhori Abdul
Jurnal THEOLOGIA Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.611
Asbtrak: Fungsi etika pemerintahan adalah untuk me-wu¬judkan good governance and clean government dalam organisasi pemerintahan. Hal ini meru¬pa¬kan tuntutan bagi terselenggaranya mana¬je¬men pemerintahan dan pembangunaan yang berdaya guna, berhasilguna dan bebas korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan sistem akuntabilitas, tran¬sparansi, keterbukaan dan aturan hukum yang baik sesuai dengan penerapan/tuntutan ke-bu¬tuhan pada seluruh jajaran aparat negara yang di¬bimbing oleh norma, nilai-nilai dan etika agama. Di sinilah, kontribusi penting dari pemikiran Sayyid Quá¹b. Kata Kunci: etika, keadilan, sistem politik, syÅ«rÄ.
AL-QUR’AN DALAM PANDANGAN SYI’AH
HM HM. Attamimy
Jurnal Theologia Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.607
However Sunni-Shia dichotomy is still felt in most Indonesian Muslims. In fact, not infer¬quently, allegations that the Shiites are in the Islamic cult. However, the deve¬lopment of Shi'ites in the country growing, triggered by the Islamic Revo¬lution in Iran under Ayatollah Khumaini, has eroded little by little these base¬less accusations, so in some places, Muslims, whether Sunni sect embraced, or Shi'ites can live side by side in peace. Misunder-standing that occurred between the two mazhab were one by one can be explained so as can to re¬move the mutual distrust between the two. One described here is the accusation that the Shiites have their own Qur'an different from Muslims in general. This accusation was unfounded because the Qur'an is used in the schools of Shi'a is exactly the same as those used by other Muslims. That they have Muṣḥaf ‘Alī and Fāṭima, it's true but the second position Muṣḥaf was nothing more than commentaries on the Qur'an is not the same as al-Quran. Kata Kunci: Syi’ah, al-Qur’ān, kesalahpahaman, Muṣḥaf ‘Alī, revolusi iran.
BERTUHAN TANPA AGAMA?
Yusuf Suyono
Jurnal Theologia Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.608
Manusia adalah makhluk misterius, karena dibekali fakultas akal yang bisa melahirkan pemikiran-pemikiran yang sangat menge-jutkan penalaran awam. “Against religion, why we should try to live without it? “, “Spirituality yes, organized religion no “, “God is dead “ dan be¬la¬¬kangan “Bertuhan tanpa agama" adalah contoh-contoh pemi¬kir¬an yang dilahirkan oleh manusia lewat fakultas akal yang dimilikinya itu. Contoh-contoh itu bisa diambil nilai po¬sitif¬nya yaitu ba¬gaimana menjadikan agama resmi yang di¬peluk manusia ini fungsional untuk kebaikan ma¬nusia. Agama harus mem¬bawa kebaikan bagi peme¬luk¬nya khususnya dan manusia umum¬nya, kare¬na agama haki¬kat¬nya adalah ajaran-ajaran berupa petunjuk-petunjuk yang misinya mem¬ba¬ha¬gia¬kan manu¬sia. Sebab kalau tidak diambil nilai posi¬tifnya, pernyataan-pernyataan seperti itu akan mem¬buat para agamawan keba¬karan jenggot. Demi¬kian juga, pernyataan-pernyataan tersebut harus dipahami secara filosofis karena per¬nyataan-per¬¬nyataan ter¬sebut dalam dunia filsafat merupakan hal yang abash-absah saja. Kata Kunci: Impossible being, necessary being, al-Iktinah, eksis¬ten¬¬sialisme, Prima Causa
TEOLOGI KEMANUSIAAN STUDI ATAS PEMIKIRAN ALI SYARIATI
M Ramadhan
Jurnal Theologia Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.609
Abstak:Kontribusi Ali Syari’ati dalam melakukan revolusi intelektual dikalangan kaum terpelajar Iran, menjelang revolusi fisik 1979, diakui sangat besar pengaruhnya dimana bibit-bibit untuk melakukan revolusi memang sudah ia tanamkan jauh sebelumnya. Adapun ciri khas tulisan-tulisan dan ceramah-ceramah Syaria’ti adalah ”menggerakkan”. Ia memang seorang cendekiawan sekaligus ulama Islam yang tidak suka melihat status quo, kemandekan dan kejumudan. Salah satu tema sentral gagasan Syari’ati adalah keberpihakannya yang begitu besar kepada kaum yang lemah dan tertindas, sekaligus upayanya yang begitu keras untuk mengeluarkan kaum tersebut dari ketertindasan dan kebodohan, sebagaimana yang akan dibahas dalam artikel ini. Kata kunci: teologi, kemanusiaan, rausanfikr, kaum tertindas, pergerakan.
PENGEMBANGAN PEMAHAMAN AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM
Sutoyo Sutoyo
Jurnal Theologia Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.610
Abstract: The second source of Islamic Law is as-Sun¬nah, because the first one is al-Qur’an which is considered still global. The global one needs explaination and interpretation. The Existence of as-Sunnah is really required in order that the moslems are able to understand and to im¬ple¬ment wholistically. Although the existence of al-Sunnah in ulemas is debated, some agree while others disagree. Several ulemas even refu¬se al-Sunnah as the second Islamic Law Source (they don’t follow al-Sunnah) with several ar¬guments. However, majority, the ulemas accept and agree to place as-Sunnah as the second Islamic law source. From majority, ulemas agree to place as-Sunnah as the second Islamic Law Source is also different from the usage of it. Some use as-Sunnah wholistically and some use as-Sunnah which is evaluated valid. To under¬stand and to give the meaning of as-Sunnah for ulemas of Muḥadiṡīn and Uṣūliyin. It is also different. Ulemas of Muḥadiṡīn give the meaning of as-Sunnah and al-ḥadīṡ similar that which comes wholistically from the prophet as what he said, he did and the decision (taqrir) of the prophet before and after bi’tsah (to be assigned as the prophet). Whereas the ulemas of usuliyin differ al-Sunnah and al-hadis. According to them, if all of them comes from the prophet said, did, and taqrir. It is named as al-Sunnah, if it is what to be said only by the prophet or qauliyah, it is named as al-hadis. Kata kunci: as-Sunnah, al-Ḥadīṡ, al-Khabar, al-Aṡar
ETIKA PEMERINTAHAN: KONTRIBUSI TAFSĪR FĪ ẒILĀL AL-QUR’ĀN KARYA SAYYID QUṬB
Bukhori Abdul Shomad
Jurnal Theologia Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.611
Asbtrak: Fungsi etika pemerintahan adalah untuk me-wu¬judkan good governance and clean government dalam organisasi pemerintahan. Hal ini meru¬pa¬kan tuntutan bagi terselenggaranya mana¬je¬men pemerintahan dan pembangunaan yang berdaya guna, berhasilguna dan bebas korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan sistem akuntabilitas, tran¬sparansi, keterbukaan dan aturan hukum yang baik sesuai dengan penerapan/tuntutan ke-bu¬tuhan pada seluruh jajaran aparat negara yang di¬bimbing oleh norma, nilai-nilai dan etika agama. Di sinilah, kontribusi penting dari pemikiran Sayyid Quṭb. Kata Kunci: etika, keadilan, sistem politik, syūrā.