cover
Contact Name
Robby Yuli Endra
Contact Email
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Phone
+6281219015178
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung Jalan ZA Pagar Alam No.26 Labuhan Ratu Bandar Lampung 35142
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20873832     EISSN : 30891965     DOI : http://dx.doi.org/10.36448
Core Subject : Engineering,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Teknik Mesin : Desain dan Inovasi, Manufaktur dan Produksi, Material dan Struktur Mekanis, Sistem Energi dan Termal, Robotik dan OtomasiRekayasa Sistem dan Mekatronik: Jurnal Teknik Mesin menyoroti integrasi teknologi mekanik dengan sistem elektronik dan komputer, termasuk dalam konteks mekatronik dan sistem kontrol. Setiap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Teknik Mesin telah melalui proses peninjauan sejawat yang ketat untuk memastikan kualitas, validitas, dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini ditujukan bagi para peneliti, akademisi, insinyur, dan profesional yang tertarik pada perkembangan terkini dan inovasi dalam bidang teknik mesin. Melalui publikasi ini, para kontributor dapat berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam upaya untuk memajukan bidang teknik mesin secara global.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019): April" : 6 Documents clear
KOROSI PADA PEREDAM SUARA (MUFFLER) TOYOTA KIJANG GRAND 94 Witoni WITONI
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.676 KB)

Abstract

Dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang kini berkembang pesat, khususnya dalam bidang otomotif, banyak ahli melakukan penelitian ataupun modifikasi untuk mencapai hasil yang lebih sempurna. Yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah tentang saluran gas buang khususnya tipe konvensional, yaitu pada bagian Peredam Suara (Muffler) yang sering mengalami kerusakan berupa terjadinya korosi.Hasil penelitian yang didapat dari analisa dan percobaan yang dilakukan maka didapatkan bahwa penyebab utama korosi pada logam disamping air, juga disebabkan oleh udara yang berada di sekitar logam, yang berinteraksi secara langsung dengan logam tersebut. Korosi yang terjadi pada Muffler (peredam suara) yaitu berupa keropos atau retakan- retakan pada dinding muffler yang disebabkan aliran sisa gas pembakaran yang mengendap pada bagian dasar Muffler, perubahan temperatur pada saluran buang yang menyebabkan kelembaban relatif pada dinding Muffler, serta sifat bahan yang digunakan untuk membuat Muffler. Jenis korosi yang selama ini terjadi pada saluran pembuangan khususnya pada bagian Muffler ialah berupa korosi celah.Saran yang diberikan untuk dapat menghambat laju korosi bahan adalah, dengan galvanasi, dengan pengecatan, penambahan unsur-unsur paduan pada baja karbon rendah, pergantian bahan dengan menggunakan Stainless Stell atau baja tahan karat, serta dengan memodifikasi saluran peredam suara (Muffler) agar pengendapan air dalam Muffler berkurang.
PENGARUH PANAS LAS GTAW(GAS TUNGSTEN ARC WELDING) PADA MATERIAL STAINLESS STEELGRADE 316L TERHADAP UJI TARIK DAN KOMPOSISI KIMIA MATERIAL Indra Surya
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.324 KB)

Abstract

Pengelasan pada Jenis las (welding) menggunakan GTAW (Gas Tungsten ArcWelding).Merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan untukpenyambungan suatu material, terutama pada pipa. Penyambungan dengan pengelasan yaitu salah satunya dengan cara memberikan panas pada material sehingga material melebur dan menyatu. Pada material stainless steelakan sangat mudah terpengaruh dari panas pada saat pengelasan. Sehingga dapat mempengaruhi sifat-sifat material stainlesssteel terutama terhadap sifat ketahanan terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untukmemahami dan meminimalkan pengaruh panas dari las terhadap komposisi pada logam paduan Stainless steel(SS) dan terhadap kekuata tarik. Percobaan dilakukan dengan melakukan pengujian Uji Tarik dan Uji Komposisi Kimia Logam pada daerah base material, HAZ(Heat Affected Zone) dan weld metal. Hasil penelitian yangdiperoleh berupa data dalam bentuk tabel yang menginformasikan berupa besar nilai tingkat kekuatan tarik dan presentase komposisi kimia logam, dalam hal ini persentase kromium dari material terhadap pembacaan alat dari titik-titik pengujian yang telah ditentukan dari bahan uji.
PERENCANAAN RODA JALAN TROLY DAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK GANTRY CRANE Kunarto Kunarto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.092 KB)

Abstract

Pada zaman sekarang ini teknologi semakin canggih dan banyak sekali diciptakan alat-alat dan mesin moderen diantaranya adalah Gantry crane adalah jenis pesawat angkat yang digunakan untuk memindahkan barang dalam jumlah tertentu dengan mengubah daya putaran motor listrik menjadi gaya lincir dari pengait, melalui system transmisi gaya agar diperoleh putaran yang diinginkan. Mekanisme pengangkat utama meliputi : kait, drum, pully dan tali baja. Untuk mekanisme penggerak berupa roda jalan yang digerakan dengan motor penggerak melalui system transmisi roda gigi dan didesign sedemikian sehingga untuk menggerakan trolly dan end carriage. Sedangkan system pengangkat menggunakan motor listrik untuk menggulung tali kawat baja yang ujungnya di jepit pada drum dan kait yang di design sedemikian sehingga pada mekanisme ini dipasang pully agar lebih mudah untuk menaik turunkan muatan dan spert part.
ANALISIS PENGARUH PUTARAN MESIN DAN BAHAN BAKAR TERHADAP EMESI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH Bambang Pratowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.651 KB)

Abstract

Pada masa sekarang ini polusi udara adalah sesuatu yang harus kita perhatikan dampatnya bagi umat manusia dan seluruh isinya, semakin senternya berita tentang pemanasan global (Global Warning ) di media masa yang berakibat buruk bagi lingkungan dan bumi ini, salah satu penghasil polusi udara adalah kendaraan bermotor. Motor bakar adalah jenis penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu mesin yang melakukan kerja mekanik dimana kerja tersebut diperoleh dari konversi energi termal hasil pembakaran bahan bakar dengan udara. Di tinjau dari cara memperoleh energi termal mesin kalor dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu pembakaran luar ( External Combustion Engine ) dan mesin pembakaran dalam ( Internal Combustion Engine ). Dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akan semakin banyak produk gas buang kendaraan bermotor tersebut yang mencemari udara (polusi udara ) seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), pertikal timah dan unsur zat karbon hidrogen lainnya. Hal ini tidak dapat dicegah lagi melainkan hanya dapat meminimumkan produk gas buang tersebut ataupun memperbaiki mutunya sesuai bahan baku mutu gas buang kendaraan.
PENGARUH TEKANAN MASUK DAN TEKANAN KELUAR TURBIN TERHADAP DAYA PENGGGERAK GENERATOR Najamudin Najamudin
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.641 KB)

Abstract

The steam turbine is a prime mover that converts the vapor potential energy to kinetic energy and is subsequently converted to mechanical energy in the form of turbine shaft rotation. Turbine shaft, directly connected with the actuated mechanism, steam turbine can be used in various industrial fields or power plants. Generally, the steam turbine consists of a stationary part called a stator or turbine housing and a rotating part called a rotor. In the stator there is a nozzle, where the steam is exposed inside so that its speed rises. While on the rotor there are moving blades and discs that are the hilt of the moving blade. Because the shape of the motion blade is made curved in such a way that the change in vapor momentum flowing between the blades will cause a force acting on the blade curve so that it is pushed. This drive is subsequently transmitted by the disc and resulted in a spin on the turbine shaft. Power plants in Indonesia use generators to generate electricity. For that required the engine as a prime mover one of which is a steam turbine, to meet the above needs, then the problem is how to analyze the power generated steam turbine based on the influence of inlet pressure and turbine outlet pressure to generator generator power to fit Planning specifications of the turbine steam that can be used as a driving generator in a steam power plant.
ANALISA SISTEM PENDINGIN UNTUK KENYAMANAN RUANGAN PADA INDUSTRI GARMEN Zein Muhamad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.986 KB)

Abstract

Mesin-mesin pendingin dewasa ini penggunaannya semakin meluas seirama dengan kemajuan teknologi dan taraf hidup manusia.  Pada awalnya penggunaan mesin pendingin hanya sebatas untuk mengawetkan makanan, namun saat ini digunakan juga sebagai penyejuk ruangan, pembuatan es batu, pengawetan bahan kimia dan masih banyak lagi.  Sebagai penyejuk ruangan mesin pendingin dikenal umum sebagai air conditioning (AC), baik yang digunakan dalam ruangan perkantoran, bioskop, bus-bus kota, kendaraan angkutan maupun sebagai penyejuk ruangan dalam sebuah proses industri. PT. X,  merupakan salah satu industri garmen yang melakukan proses penenunan kain bahan jeans (weaving prosses) yang berada di Bandung.  Industri ini memiliki banyak permesinan dan pekerja yang berada dalam satu ruangan sehingga selama proses berlangsung terasa sekali adanya  peningkatan temperatur dalam ruang kerja, dan ini sangat mempengaruhi kenyamanan para pekerja selama melakukan pekerjaannya. Proses berlangsung selama dua puluh empat jam dengan sistem pembagian waktu (ship), yang mana dengan ruangan seluas 3192 m2 didalamnya berisi pekerja ±  56 orang; mesin 75 buah dan alat-alat kelengkapan lainnya.  Sehingga ditemukan kondisi dimana para pekerja selalu keluar ruang kerja selama waktu kerja untuk menghirup udara segar dan menghilangkan kepenatannya dalam ruangan, adanya pekerjaan yang tidak mencapai target penyelesaian sehingga cendrung produktifitas menurun. Setelah dilakukan penelitian dan analisa terhadap hal ini ternyata air condition (AC) yang terpasang kapasitasnya tidak sesuai dengan beban kalor yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung.  Dan dari hasil analisa perhitungan diperoleh bahwa beban kalor aktual yang dihasilkan sebesar 502887,41 (kcal/jam), kalor yang dapat diserap evaporator sebesar 35,028   kcal/kg, daya kompresi aktual untuk mencapai coefisien of performance (COP) sebesar 630 %  adalah sebesar  275  Hp, refrigeran yang bersirkulasi sebesar 14356.73  kg/jam.  Sedangkan AC yang terpasang hanya mampu memberikan coefisien of performance (COP) sebesar  104 %, dengan kemampuan penyerapan kalor oleh evaporator hanya sebesar 11235,84   kcal/jam.

Page 1 of 1 | Total Record : 6