Articles
48 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 3 (2012): IMAJI"
:
48 Documents
clear
BALAI LATIHAN KERJA KOTA SEMARANG
Yunanto, Lukman;
indriastjario, indriastjario;
Rusmanto, Totok
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakan pusat kegiatan segala sektor di Jawa Tengah. Banyaknya penduduk dengan tingkat kompetensi yang beragam ada di kota ini. Banyaknya para pencari kerja dan lulusan dari berbagai daerah berkumpul dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak di Kota Semarang. Seiring dengan perkembangannya, jumlah angkatan kerja kota Semarang terus meningkat, namun hal itu tidak diikuti dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dan kompetensi kerja. Masyarakat kota Semarang mempunyai keuntungan dan kerugian akibat adanya pendatang luar yang bekerja di kota ini. Segi positifnya, tingkat ekonomi mereka akan ikut meningkat seiring makin meningkatnya pendatang dari luar kota, namun dasi sisi negatifnya, jumlah persaingan untuk mendapatkan peluang kerja semakin kecil. Untuk itu dibutuhkan tempat untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi kerja di lingkungan kota Semarang.Dengan makin meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Menengah, makin banyak pula jumlah angkatan kerja yang belum memiliki kompetensi kerja yang mumpuni. Maka kota Semarang membutuhkan Balai Latihan yang sanggup meningkatkan kompetensi dalam bekerja.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Balai Latihan Kerja, standar - standar mengenai jenis ruangan yang ada di Balai Latihan Kerja, serta studi banding terhadap bangunan- bangunan yang memiliki fungsi sama dengan Balai Latihan Kerja. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Balai Latihan Kerja Kota Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Tropis dan Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak baru dengan diperluas kawasannya sesuai dengan kebutuhan bangunan dan ruang yang ada.Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âBalai Latihan Kerja Kota Semarangâ.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Tropis dengan bentuk kokoh dan berkesan modern ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan.Untuk kawasan sendiri, dirancang dengan pola berbentuk grid dan penghubung antar bangunan dengan jalan pedestrian.sedangkan bangunan sendiri berbentuk geometri yang fungsional dengan atap berbentuk pelana dan setengah pelana tetapi tetap menanggapi tuntutan curah hujan maupun panas pada daerah tropis.
HOTEL RESORT DI KAWASAN MANDEH KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT
Oktora, Feby;
Sudarwanto, Budi;
indriastjario, indriastjario
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1241.228 KB)
Kawasan Wisata Mandeh yang berada di Kecamantan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan termasuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPINNAS) untuk kunjungan tempat wisata. Kawasan ini, merupakan salah satu tempat tujuan wisata pantai yang memiliki potensi alam yang sangat indah berupa tanjung yang melingkar seperti kuali, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dan dijuluki The Paradise in the South (surga di Selatan). Namun kawasan ini belum memiliki fasilitas akomodasi yang memadai berupa hotel resort. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangannya, diperlukan pengadaan fasilitas akomodasi Hotel Resort Waterfront yang dapat mengakomodasi dan menyediakan fasilitas berlibur, rekreasi, serta menunjukkan ciri khas daerah yang dapat diminati semua orang (ecotourism).Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal yang berhubungan dengan hotel resort, pengelompokan hotel, klasifikasi, fasilitas, struktur organisasi, dan studi banding beberapa hotel resort di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan lokasi dan tapak Hotel Resort di kawasan Mandeh. Tapak yang digunakan adalah mengacu pada Master Plan Pengembangan Pariwisata di kawasan Mandeh yang diperuntukkan untuk hotel resort. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âHotel Resort di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.âKonsep perancangan yang ditekankan adalah desain arsitektur tropis dengan memadukan ciri khas arsitektur tradisional Minangkabau. Hal ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi alam dengan tetap menjaga pelestarian budaya dan arsitektur tradisional serta menunjukkan ciri khas daerah.
SEKOLAH MUSIK KARAWITAN LOKANANTA DI SURAKARTA
Berliani, Mira
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1911.688 KB)
Lokananta adalah perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah. Sebagai Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta kegiatannya antara lain recording, music studio, broadcasting, serta percetakan dan penerbitan. Lokananta mempunyai koleksi ribuan lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia (Ethnic/World Music/foklor) dan lagu-lagu pop lama termasuk diantaranya lagu-lagu keroncong. Memiliki luas lahan ± 21.150 m2 yang berada di kota Surakarta dan dengan kondisi bangunan yang sudah tidak terawat lagi, Lokananta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat informasi budaya seni nasional, agar masyarakat mau mengenal dan menghargai tentang sejarah musiknya.Kegemaran akan bermusik kian marak dengan didukung kemajuan media audio (radio dan televisi). Ditandai dengan munculnya fenomena pemusik yang tetap mengusung tema atau pola music daerah, sebut saja salah satunya Jogja Hip Hop Fondation yang kini marak diperbincangkan, sebuah grup music hiphop yang mengusung tema pop namun tetap memiliki pattern keroncong ataupun seni sinden.Surakarta yang kental akan budaya Jawanya memiliki music khas Indonesia yaitu seni Karawitan. Karawitan memiliki pakem-pakemnya sendiri dan merupakan suatu seni music, berupa instrumental dan seni olah vocal yang menganut sebuah pakem susunan nada dari kesenian tradisional Jawa.Dengan memadukan potensi Lokananta sebagai pusat informasi budaya seni nasional dan Surakarta sebagai asal dari sebuah kesenian Karawitan, maka dapat memberikan usulan dibentuknya Sekolah Musik Karawitan Lokananta di Surakarta. Dengan membentuk sekolah seni musik karawitan Lokananta ini secara langsung dapat meningkatkan potensi Lokananta, selain itu juga bertujuan melestarikan Karawitan sebagai seni budaya asli Indonesia. Sekolah Musik Karawitan Lokananta memfasilitasi kegiatan pendidikan dan pelatihan musik Karawitan, ruang pertunjukan, dan studio rekaman di Surakarta sebagai media pelestarian, pengembangan, dan penyampaian apresiasi hasil karya seni musik berkualitas
CITY HOTEL DI KAWASAN STASIUN TUGU KOTA YOGYAKARTA
Kurniadi, Gembong;
Hartuti W, Sri;
Bharoto, Bharoto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1089.552 KB)
Kota Yogyakarta merupakan tolak ukur bagi kemajuan berbagai sektor yang ada pada provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam provinsi DIY pada umumnya dan Kota Yogyakarta pada khususnya, adalah pada sektor pariwisata. Pertumbuhan sektor pariwisata ini turut berimbas kepada sektor lain, yang juga ikut memperlihatkan kemajuan. Sektor â sektor tersebut antara lain sektor perhubungan dan sektor ekonomi. Untuk menunjang pertumbuhan sektor â sektor tersebut maka perlu adanya peningkatan fasilitas â fasilitas infrastruktur yang memadai pada Kota Yogyakarta. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pertumbuhan pariwisata adalah pembangunan bangunan â bangunan hotel.Diawali dari mempelajari kebutuhan fasilitas penginanpan pada Kota Yogyakarta, dan lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan hotel tersebut. Didapatkan area Stasiun Tugu sebagai area yang dapat dikembangkan, dan membutuhkan hotel sebagai fasilitas transit dan menginap para bisnisman dan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Area ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan ekonomi terpadu.Konsep gaya bangunan ditekankan pada konsep kontekstualisme. Yaitu sebuah konsep dimana gaya bangunan akan mengkuti konteks â konteks yang ada pada lingkungan sekitar. Dalam konteks ini perlu dibatasi cakupan wilayah yang akan diambil, sehingga tidak terlalu luas. Wilayah yang diambil adalah pada kawasan Stasiun Tugu dan Kawasan Malioboro yang merupakan ikon Kota Yogyakarta. Konsep ini dipakai agar bangunan tetap menampilkan nuansa daerah setempat, yang merupakan sebuah nilai postif dari Kota Yogyakarta.
BALAI LATIHAN KERJA KOTA SEMARANG
Lukman Yunanto;
indriastjario indriastjario;
Totok Rusmanto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakan pusat kegiatan segala sektor di Jawa Tengah. Banyaknya penduduk dengan tingkat kompetensi yang beragam ada di kota ini. Banyaknya para pencari kerja dan lulusan dari berbagai daerah berkumpul dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak di Kota Semarang. Seiring dengan perkembangannya, jumlah angkatan kerja kota Semarang terus meningkat, namun hal itu tidak diikuti dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dan kompetensi kerja. Masyarakat kota Semarang mempunyai keuntungan dan kerugian akibat adanya pendatang luar yang bekerja di kota ini. Segi positifnya, tingkat ekonomi mereka akan ikut meningkat seiring makin meningkatnya pendatang dari luar kota, namun dasi sisi negatifnya, jumlah persaingan untuk mendapatkan peluang kerja semakin kecil. Untuk itu dibutuhkan tempat untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi kerja di lingkungan kota Semarang.Dengan makin meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Menengah, makin banyak pula jumlah angkatan kerja yang belum memiliki kompetensi kerja yang mumpuni. Maka kota Semarang membutuhkan Balai Latihan yang sanggup meningkatkan kompetensi dalam bekerja.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Balai Latihan Kerja, standar - standar mengenai jenis ruangan yang ada di Balai Latihan Kerja, serta studi banding terhadap bangunan- bangunan yang memiliki fungsi sama dengan Balai Latihan Kerja. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Balai Latihan Kerja Kota Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Tropis dan Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak baru dengan diperluas kawasannya sesuai dengan kebutuhan bangunan dan ruang yang ada.Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Balai Latihan Kerja Kota Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Tropis dengan bentuk kokoh dan berkesan modern ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan.Untuk kawasan sendiri, dirancang dengan pola berbentuk grid dan penghubung antar bangunan dengan jalan pedestrian.sedangkan bangunan sendiri berbentuk geometri yang fungsional dengan atap berbentuk pelana dan setengah pelana tetapi tetap menanggapi tuntutan curah hujan maupun panas pada daerah tropis.
HOTEL RESORT DI KAWASAN MANDEH KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT
Feby Oktora;
Budi Sudarwanto;
indriastjario indriastjario
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1241.228 KB)
Kawasan Wisata Mandeh yang berada di Kecamantan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan termasuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPINNAS) untuk kunjungan tempat wisata. Kawasan ini, merupakan salah satu tempat tujuan wisata pantai yang memiliki potensi alam yang sangat indah berupa tanjung yang melingkar seperti kuali, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dan dijuluki The Paradise in the South (surga di Selatan). Namun kawasan ini belum memiliki fasilitas akomodasi yang memadai berupa hotel resort. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangannya, diperlukan pengadaan fasilitas akomodasi Hotel Resort Waterfront yang dapat mengakomodasi dan menyediakan fasilitas berlibur, rekreasi, serta menunjukkan ciri khas daerah yang dapat diminati semua orang (ecotourism).Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal yang berhubungan dengan hotel resort, pengelompokan hotel, klasifikasi, fasilitas, struktur organisasi, dan studi banding beberapa hotel resort di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan lokasi dan tapak Hotel Resort di kawasan Mandeh. Tapak yang digunakan adalah mengacu pada Master Plan Pengembangan Pariwisata di kawasan Mandeh yang diperuntukkan untuk hotel resort. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Hotel Resort di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.”Konsep perancangan yang ditekankan adalah desain arsitektur tropis dengan memadukan ciri khas arsitektur tradisional Minangkabau. Hal ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi alam dengan tetap menjaga pelestarian budaya dan arsitektur tradisional serta menunjukkan ciri khas daerah.
SEKOLAH MUSIK KARAWITAN LOKANANTA DI SURAKARTA
Mira Berliani
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1911.688 KB)
Lokananta adalah perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah. Sebagai Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta kegiatannya antara lain recording, music studio, broadcasting, serta percetakan dan penerbitan. Lokananta mempunyai koleksi ribuan lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia (Ethnic/World Music/foklor) dan lagu-lagu pop lama termasuk diantaranya lagu-lagu keroncong. Memiliki luas lahan ± 21.150 m2 yang berada di kota Surakarta dan dengan kondisi bangunan yang sudah tidak terawat lagi, Lokananta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat informasi budaya seni nasional, agar masyarakat mau mengenal dan menghargai tentang sejarah musiknya.Kegemaran akan bermusik kian marak dengan didukung kemajuan media audio (radio dan televisi). Ditandai dengan munculnya fenomena pemusik yang tetap mengusung tema atau pola music daerah, sebut saja salah satunya Jogja Hip Hop Fondation yang kini marak diperbincangkan, sebuah grup music hiphop yang mengusung tema pop namun tetap memiliki pattern keroncong ataupun seni sinden.Surakarta yang kental akan budaya Jawanya memiliki music khas Indonesia yaitu seni Karawitan. Karawitan memiliki pakem-pakemnya sendiri dan merupakan suatu seni music, berupa instrumental dan seni olah vocal yang menganut sebuah pakem susunan nada dari kesenian tradisional Jawa.Dengan memadukan potensi Lokananta sebagai pusat informasi budaya seni nasional dan Surakarta sebagai asal dari sebuah kesenian Karawitan, maka dapat memberikan usulan dibentuknya Sekolah Musik Karawitan Lokananta di Surakarta. Dengan membentuk sekolah seni musik karawitan Lokananta ini secara langsung dapat meningkatkan potensi Lokananta, selain itu juga bertujuan melestarikan Karawitan sebagai seni budaya asli Indonesia. Sekolah Musik Karawitan Lokananta memfasilitasi kegiatan pendidikan dan pelatihan musik Karawitan, ruang pertunjukan, dan studio rekaman di Surakarta sebagai media pelestarian, pengembangan, dan penyampaian apresiasi hasil karya seni musik berkualitas
CITY HOTEL DI KAWASAN STASIUN TUGU KOTA YOGYAKARTA
Gembong Kurniadi;
Sri Hartuti W;
Bharoto Bharoto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1089.552 KB)
Kota Yogyakarta merupakan tolak ukur bagi kemajuan berbagai sektor yang ada pada provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam provinsi DIY pada umumnya dan Kota Yogyakarta pada khususnya, adalah pada sektor pariwisata. Pertumbuhan sektor pariwisata ini turut berimbas kepada sektor lain, yang juga ikut memperlihatkan kemajuan. Sektor – sektor tersebut antara lain sektor perhubungan dan sektor ekonomi. Untuk menunjang pertumbuhan sektor – sektor tersebut maka perlu adanya peningkatan fasilitas – fasilitas infrastruktur yang memadai pada Kota Yogyakarta. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pertumbuhan pariwisata adalah pembangunan bangunan – bangunan hotel.Diawali dari mempelajari kebutuhan fasilitas penginanpan pada Kota Yogyakarta, dan lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan hotel tersebut. Didapatkan area Stasiun Tugu sebagai area yang dapat dikembangkan, dan membutuhkan hotel sebagai fasilitas transit dan menginap para bisnisman dan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Area ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan ekonomi terpadu.Konsep gaya bangunan ditekankan pada konsep kontekstualisme. Yaitu sebuah konsep dimana gaya bangunan akan mengkuti konteks – konteks yang ada pada lingkungan sekitar. Dalam konteks ini perlu dibatasi cakupan wilayah yang akan diambil, sehingga tidak terlalu luas. Wilayah yang diambil adalah pada kawasan Stasiun Tugu dan Kawasan Malioboro yang merupakan ikon Kota Yogyakarta. Konsep ini dipakai agar bangunan tetap menampilkan nuansa daerah setempat, yang merupakan sebuah nilai postif dari Kota Yogyakarta.
PENGEMBANGAN PANTAI TIRTA SAMUDRA BANDENGAN JEPARA SEBAGAI PUSAT WISATA BAHARI Penekanan Desain Arsitektur Post Modern
Erni Budi Utami;
Sahid Indraswara;
Titien Woro Murtini
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7691.13 KB)
Kota Jepara merupakan kota pesisir yang memiliki banyak pantai yang dapat dijadikan obyek wisata, salah satunya adalah Pantai Tirta Samudra di daerah Bandengan. Pantai ini berpasir putih dengan kemiringan yang relatif landai, dengan ombak yang tenang. Berdasarkan data, terjadi peningkatan jumlah pengunjung selama kurun waktu 10 tahun. Namun peningkatan pengunjung dan potensi alam yang ada kurang dapat dikelola secara maksimal. Fasilitas yang belum memadai dan kurang tertata, membuat potensi alam yang ada kurang dapat maksimal untuk dinikmati oleh pengunjung. Untuk itulah dibutuhkan sebuah perencanaan pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara sebagai pusat wisata bahari.Kajian diawali dengan melakukan analisa kebutuhan ruang dan fasilitas pada area tapak, dilanjutkan dengan studi banding pada area wisata pantai seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Wisata Bahari Lamongan. Kajian mengenai standar besaran ruang baik berdasar literatur maupun studi banding, diikuti juga dengan kajian berupa kebutuhan ruang sesuai dengan aktivitas yang telah direncanakan. Tapak yang digunakan adalah pengembangan tapak eksisting dari area wisata Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan ”Pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara Sebagai Pusat Wisata Bahari”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Post Modern untuk bangunannya, dan menggunakan konsep organik untuk sirkulasinya. Bangunan inti pada pusat wisata bahari ini terinspirasi dari bentuk dasar paying atau tenda yang identik dengan suasana pantai. Selain itu kesan ringan, ceria, dan menarik dapat terwujud dengan bangunan berbentuk tenda yang berwarna mencolok. Sedangkan konsep organic, diterapkan untuk membuat sirkulasi pada area wisata terkesan tidak monoton, dan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung saat mengitari area wisata.
PENATAAN PEMUKIMAN NELAYAN TAMBAK MULYO SEMARANG Dengan Lingkup Mikro BANGUNAN INDUSTRI PENGASAPAN IKAN
satriya wahyu firmandani;
bambang setioko;
erni setyowati
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1413.609 KB)
Pemukiman nelayan merupakan suatu aset berharga di setiap daerahnya. Pemukiman ini menjadi tumpuan perdagangan hasil laut di daerahnya. Sama halnya dengan pemukiman nelayan Tambak Mulyo Semarang yang menjadi pusat perdagangan hasil laut di Semarang dan sekitarnya. Namun ironisnya pemukiman nelayan Tambak Mulyo justru kumuh, padat dan tidak tertata, terlebih dengan bencana rob yang melanda hampir setiap harinya. Pemukiman nelayan sejatinya tidak hanya berkutat dengan kehidupan para nelayan yang mencari ikan di laut, Namun juga menampung kegiatan pengolahan hasil laut tersebut. Selain pemukiman nelayan secara makro, dalam proyek penataan ini akan lebih dititik beratkan pada kawasan bangunan industri pengasapan ikan yang ada di dalamnya. Ide ini didapatkan dari menyikapi kondisi buruknya sentra industri pengasapan ikan di Bandarharjo Semarang yang sekaligus akan ditata bersamaan masuk ke dalam pemukiman nelayan Tambak Mulyo. Penataan kawasan industri pengaspan ikan disini berkonsep arsitektur vernakular demi melestarikan pemikira-pemikiran lokal dalam menghadapi masalah-masalah di industri pengasapan ikan seperti bentukan cerobong, tata ruang, bahan bangunan dan lain-lain. Kawasan industri pengasapan ikan sebagai fokus penataan disini pastinya akan memiliki dampak tertentu terhadap lingkungan sekitar di pemukiman nelayan seperti banyaknya asap yang dihasilkan oleh industri pengasapan ikan yang mencemari lingkungan sekitar. Menyikapi hal tersebut, penataan industri pengasapan ikan secara mikro harus mempertimbangkan keberadaan lingkungan sekitar dengan beberapa solusi desain seperti (1)pola penataan pemukiman nelayan secara makro dengan aksis arah angin, hal ini berfungsi untuk mengatur arah asap yang dihasilka n industri pengasapan ikan, (2)perancangan barrier asap berupa pepohonan mengelilingi industri pengasapan ikan, (3)menata ruang dalam industri pengasapan ikan dan bentukan cerobong dengan pendekatan vernakular agar desain sesuai dengan perilaku masyarakat setempat. Penekanan desain pada arsitektur vernakular juga memiliki peranan penting dalam citra bangunan dan kawasan yang dihasilkan nantinya. Dengan konsep vernakular, hasil akhir desain disini juga memiliki keindahan/estetika, kesesuaian dengan perilaku setempat, kemudahan mendapatkan material, kemudahan dalam perbaikan bangunan bila dilakukan oleh masyarakat sendiri, serta menyikapi kondisi alam seperti cuaca dan bencana dalam desain.