cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 6 Documents clear
Kajian Teknis Rencana Pembangunan Jembatan Berdasarkan Analisa Nilai Ekonomi Transportasi (Studi Kasus Jembatan Lamreung – Limpo) Natsir Sandiah
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Lamnyong adalah salah satu penghubung yang paling padat saat ini yang menghubungkan antara kawasan kota dan sekitarnya menuju ke kampus Universitas Syiah Kuala Darussalaam. Pergerakan orang dan barang antara kawasan Ulee Kareng disebalah Timur pada saat ini bertumpuk pada Jembatan Lamnyong yang beban lalu lintasnya sangat padat, sesusai denan hasil survey dan analisa data untuk kinerja jalan pada ruas Jalan T. Nyak Arief dengan volume lalu lintas sebesar 2.644 smp/jam dengan kapasitas 2.454 smp/jam diperoleh nilai derajat kejenuhan DS = 1,08 0,75 (Noviar, 2011) sebagaimana yang diisyaratkan oleh MKJI (1997). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan akses jaringan jalan alternatif yang lebih ekonomis dengan melakukan kajian dan analisa nilai ekonomi terhadap rencana pembangunan Jembatan Lamreung – Limpok dengan unsure penghematan BOK, penghematan waktu perjalanan dan nilai waktu. Metode yand digunakan dalam pengelohan data adalah berpedoman pada Pedoman Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan Departemen PU (2005) yang meliputi biaya tidak tetap (fixed cost) untuk perhitungan OK dan MKJI (1997) untuk waktu perjalanan. Hasil analisa data dengan scenario do nothing diperoleh volume lalu lintas sebesar 584 smp/jam, skenario do something 1 sebesar 292 smp/jam dan do something 2 sebesar 409 smp/jam. Besarnya penghematan BOK dengan skenario do something I sebesar Rp.7.244.388,739,51 per tahun. Waktu perjalanan yang dibutuhkan pada skenario do nothing adalah 15 menit setiap kali perjalanan. Dengan adanya pembangunan jembatan Lamreung – Limpok, Kabupaten Aceh Besar waktu yang diperlukan untuk setiap perjalanan dari simpang BPKP menuju kawasan Kampus Universitas Syiah Kuala adalah 8 menit. Maka diperoleh penghematan waktu selama 7 menit setiap perjalanan jika melewati jembatan ini.Kata kunci : Biaya Operasional Kendaraan dan Studi Kelayakan
PENGARUH KONFIGURASI SENGKANG TERHADAP KEKAKUAN KOLOM YANG DIBEBANI GAYA GESER DAN AKSIAL TEKAN 0,2 P0 Munawir Munawir; Taufiq Saidi; Rudiansyah Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus utama penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pengaruh konfigurasi sengkang terhadap kekakuan kolom yang dibebani beban aksial konstan sebesar 229 kN atau setara 0,2 Po; dimana Po merupakan kapasitas nominal aksial kolom beton bertulang berdimensi 200 x 200 mm2 dengan mutu beton (f’c) = 24 MPa, menggunakan tulangan longitudinal 12 D 11,6 (fy= 356,5 MPa) dan tulangan sengkang berdiameter 5,6 mm dengan fy = 611,3 MPa. Penelitian ini diaplikasikan pada empat benda uji kolom yang divariasikan konfigurasi sengkangnya berupa: sengkang  normal, S0 (□); sengkang tiga lengan, S1 (   ); sengkang crossties, S2 (    ) dan sengkang diamond, S3 (    ). Panjang kolom yang diteliti adalah L = 580 mm. Saat dilakukan pengujian, bagian ujung bawah kolom tertumpu secara kaku dan ujung atasnya dipasangkan bearing pemberi beban yang terhubung secara langsung dengan load cell vertical sehingga beban aksial tekan yang diberikan tegak lurus terhadap bidang kontak pada permukaan atas kolom. Bearing pemberi beban berprilaku sebagai tumpuan rol yang tidak menghambat ujung atas kolom untuk berdefleksi saat dibebani beban lateral yang disalurkan melalui load cell horizontal. Proses pembebanan diawali dengan pembebanan aksial sampai tercapai beban aksial konstan rencana dan diteruskan dengan pembebanan geser dari gaya dorong load cell horizontal yang diberikan secara perlahan sampai dengan benda uji kolom mengalami kehancuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tulangan sengkang ekstra mampu meningkatkan kekakuan kolom. Berdasarkan hasil perhitungan kekakuan kolom berdasarkan data defleksi yang terjadi saat beban geser kolom yang diberikan sebesar V=90 kN siperoleh rasio nilai kekakuan relative kolom terhadap penampang utuh (EI0) sebesar 0,622; 0,685; 0,762 dan 0,793 berturut-turut untuk kolom dengan tulangan sengkang normal (S0), sengkang tiga lengan (S1). Nilai kondisi ujung yang memenuhi untuk kolom yang ujung-ujungnya tertumpu seperti pada penelitian ini dipenuhi oleh k= 1,54 yang diperoleh melalui trial and assessment.Kata kunci : kolom beton bertulang, beban tekan aksial, gaya geser, nilai kekakuan kolom, fakor kondisi ujung kolom.
Kajian Faktor-faktor yang Dipertimbangkan Kontraktor dalam Memilih Pemasok Material pada Proyek Konstruksi Banda Aceh Zainuddin -
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan perusahaan kontraktor seiring dengan pertumbuhna  pembangunan di Banda Aceh, membuat kontraktor harus dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan masing-masing perusahaan, salah satunya dalam pengadaan material. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan proses pengadaan adalah pemilihan pemasok material yang teapt. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi factor-faktor yang dipertimbangkan kontraktor dalam memilih pemasok material. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada dua kategori jenis pemasok material yaitu pemasok material fabrikasi dan pemasok material non fabrikasi. Pengumpulan data sekunder berupa daftar nama-nama perusahaan kontraktor dan data primer berupa kuesioner yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Responden dipilih berdasarkan teknik sampling dengan menggunakan nonprobability sampling, yaitu purposive sampling. Kuesioner yang terkumpul sebanyak 39 eksemplar. Pengolahan data dilakukan dengan analisis uji reliabilitas dan analisis frequency index dengan memanfaatkan alat bantu komputasi yaitu software Statistical Package for Social Science (SPSS 19.0 for Windows) dan Microsoft Excel 2007. Berdasarkan frequency index didapat faktor-faktor utama yang dipertimbangkan kontraktor dalam memilih pemasok material fabrikasi, yaitu penyerahan produk tepat waktu dengan FI (frequency index) 0,949, kualitas material dengan FI (frequency index) 0,903 dan hubungan kerja antar perusahaan dengan FI (frequency index) 0,887. Faktor-faktor untuk pemasok material non fabrikasi, yaitu waktu penyerahan material dengan FI (frequency index) 0,928, kesesuaian dengan spesifikasi dengan FI (frequency index) 0,887, dan citra dan nama perusahaan dengan Fi (frequency index) 0,856. Secara keseluruhan, keadaan pelayanan pemasok menjadi pertimbangan utama bagi kontraktor dalam memilih pemasok material, disusul keadaan material dari pemasok, dan terakhir keadaan umum pemasok.Kata kunci : pengadaan, pemasok material, proyek konstruksi.
POLA KEHANCURAN KOLOM BETON BERTULANG YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL MURNI DENGAN VARIASI JARAK SENGKANG Misdar Misdar; Taufiq Saidi; Rudiansyah Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kehancuran dan kapasitas aksial murni akibat dari variasi jarak tulangan sengkang pada kolom beton bertulang bertumpuan jepit. Benda uji kolom bertulang persegi berukuran 12 x 12  cm2, tinggi 60 cm, terhubung dengan balok 20 x 30 x 60 cm3. Jumlah benda uji 3 buah dengan variasi jarak sengkang 100 mm, 150 mm dan 200 mm. Tulangan utama menggunakan besi ulir 88 mm dan tulangan sengkang menggunakan besi polos Ǿ 6mm, mutu beton rencana 25 MPa. Beban aksial diberikan dalam arah vertikal sehingga beban puncak sampai benda uji kolom hancur. Pemberian beban, regangan beton, regangan tulang utama dan sengkang, serta defleksi vertical dicatat dengan Portable Data Logger, dan pola retak diamati secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh benda uji mengalami kehancuran tekan karena regangan beton sudah mencapai nilai maksimum sebelum luluhnya tulangan. Kapasitas aksial akan semakin menurun bila jarak sengkang dipasang terlalu rapat ataupun terlalu renggang. Kapasitas aksial yang diperoleh pada saat beban maksimum untk benda uji kolom S0 sebesar 388,6 kN, benda uji kolom S1 sebesar 407,9 kN, dan benda uji kolom S2 sebesar 373,8 kN.Kata kunci : kapasitas aksial, jarak tulangan sengkang, kolom beton bertulang
STUDI KASUS TENTANG KAPASITAS DAN VOLUME PELAYANAN JALAN SOEKARNO HATTA DI BANDA ACEH Sri Indah Setyaningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Soekarno Hatta merupakan kawasan perdagangan, pendidikan, bisnis, rumah sakit yang terletak di pinggiran kota Banda Aceh dan selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan setiap tahunnya. Hal ini dapat mempengaruhi kapasitas jalan dan volume lalu lintas. Apabila jumlah kendaraan melebihi kapasitasnya maka sangat besar kemungkinan terjadinya kemacetan di jalan tersebut. Sehubungan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kapasitas dan Tingkat Pelayanan jalan. Data yang diambil pada penelitian ini yaitu data volume lalu lintas dan data kecepatan lalu lintas. Pengambilan data dilakukan secara manual di dua pos penelitian selama empat hari, yaitu hari senin, jum’at, sabtu dan minggu. Pengambilan data volume dan kecepatan lalu lintas dilakukan selama 12 jam, dari jam 07.00-19.00 wib. Data geometrik jalan diukur dengan pita ukur pada masing-masing jalur di lapangan meliputi lebar jalur dan lebar bahu jalan. Data yang dapat diolah untuk mendapatkan volume lalu lintas jam puncak serta kecepatan rata-rata jam puncak sehingga diperoleh nilai kapasitas dan tingkat pelayanan jalan. Data yang dapat dioleh untuk mendapatkan volume lalu lintas jam puncak serta kecepatan rata-rata jam puncak sehingga diperoleh nilai kapasitas dan tingkat pelayanan jalan. Pengamatan di lapangan pada pos A didapat volume  rata-rata jam puncak sebesar 527.58 smp/jam, kecepatan rata-rata jam puncak 59.49 km/jam, kapasitas sebesar 3928 smp/jam dan V/C sebesar 0.35, sehingga tingkat pelayanan pada pos A adalah tingkat pelayanan A. Pada pos B, volume lalu lintas jam puncak sebesar 433.83 smp/jam, kecepatan rata-rata jam puncak sebesar 60.65 smp/jam, kapasitas sebesar 2960 smp/jam dan V/C sebesar 0.30, sehingga tingkat pelayanan pada pos B adalah tingkat pelayanan A. Dari nilai tingkat pelayanan yang didapat masing-masing pos pengamatan, maka jalan Soekarno Hatta masih layak digunakan sebagai jalan penghubung untuk penumpang dan barang, dan sebagai jalan yang tepat untuk menuju ke jalan Medan-Banda Aceh, sehingga jalan ini belum perlu dilakukan perlebaran dan penambahan lajur untuk menuju jalan Medan-Banda Aceh.Kata kunci : kapasitas, volume, geometrik, jam puncak, tingkat pelayanan, lajur.
PENGARUH PENGISIAN PENGRUSAN PROJEK DALAM ORGANISASI PEMBINAAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI PENYEDERHANA Hafnidar Abdul Rani
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama kajian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsian pengrusan proyek dan kesan penyederhanaan pemanfaatan teknologi terhadap kejayaan projek. Empat ratus enam puluh delapan organisasi pembinaan di Wilayah Aceh turut serta dalam kajian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa semua dimensi fungsian pengurusan projek dan dimensi pemanfaatan teknologi mempunyai kaitan positif dengan dimensi kejayaan projek. Hasil campuran ditemui antara dimensi-dimensi individu fungsi pengurusan projek dan pemboleh ubah kejayaan projek kajian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa pengurusan integrasi merupakan sumbangan yang paling kuat yang menjelaskan variansi kejayaan projek. Diikuti oleh pengurusan lingkup, pengurusan komunikasi, pengurusan kontrak, pengurusan sumber daya manusia, pengurusan kos, pengurusan masa, pengurusan risiko, dan pengurusan kualiti. Hasil kajian ini memberikan maklumat penting tentang kesan fungsian pengurusan projek dan pemanfaatan teknologi terhadap kejayaan projek dalam  organisasi pembinaan di Wilayah Aceh. Penyelidikan ini juga memberikan wawasan ke dalam pemahaman yang lebih lanjut  mengenai isu antara fungsian pengurusan projek dan pemanfaatan teknologi.Kata kunci : pengurusan projek, fungsian pengurusan projek, pemanfaatan teknologi, kejayaan proyek, project management body of knowledge.

Page 1 of 1 | Total Record : 6